Tentir Gizi Gastrointestinal

download Tentir Gizi Gastrointestinal

If you can't read please download the document

  • date post

    23-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    17
  • download

    6

Embed Size (px)

description

tentir

Transcript of Tentir Gizi Gastrointestinal

TENTIR GIZI GASTROINTESTINAL (DIET SALURAN CERNA)HALOOO, SEMUAAA!! Perkenalkan, kami departemen terbaru. Apa lagi kalau bukan gizi. Nahh, pada modul gastrointestinal ini, departemen gizi mempersembahan tentir pertama kalinya tentang diet pada saluran cerna yang baik hohoho monggooo marii dibacaaa ^^

Gambar diatas cuma mau menunjukkan bagaimana skematis sistem pencernaan dalam tubuh manusia itu sendiri. Sistem pencernaan manusia dimulai di mulut. Pada mulut terdapat mulut dan kelenjar liur. Terdapat juga lidah yang membentuk dasar rongga mulut yang terdiri dari otor rangka yang dikontrol secara volunteer. Lidah berfungsi untuk mengunyah dan menelan, serta terdapat kuncup kecap untuk penerima rasa. Terdapat gigi yang berfungsi dalam mengunyah, merobek, dan mencampurkan makanan. Setelah melalui mulut, kemudian masuk melalui esofagus menuju lambung, kemudian dicerna selanjutkan dalam usus halus yang terdiri dari duodenum, jejunum, dan ileum. Setelah itu masuk menuju usus besar, kemudian menuju rektum, dan akan dikeluarkan melalui anus. Sistem pencernaan ini sendiri dibantu metabolisme oleh berbagai enzim-enzim yang diproduksi oleh hepar, kelenjar pankreas, dan kantung empedu. (Inget lagi yaaa fisiologi, biokimia, dgn histologinya)

Pencernaan (digestion) sendiri merujuk kepada proses penguraian biokimiawi struktur kompleks makanan seperti karbohidrat, protein, maupun lemak menjadi satuan-satuan yang lebih kecil dan dapat diserap. Proses pencernaan dibagi menjadi dua bagian. Pertama sekali pada saat makanan masuk dalam mulut, akan terjadi pencernaan secara mekanik. Pencernaan secara mekanik ini tujuannya untuk memecah struktur-struktur kandungan kompleks dalam makanan tadi menjadi satuan-satuan yang lebih kecil. Hal ini dibantu dengan proses mengunyah, mengoyak, dan merobek makanan. Selain itu juga dalam pencernaan mekanik, terjadi percampuran makanan-makanan dengan air liur melalui proses mengunyah tadi. Setelah itu akan terjadi proses penerimaan rasa yang distimulasikan oleh kuncup kecap pada lidah. Proses selanjutnya adalah pencernaan secara kimiawi yang dilakukan oleh saliva (air liur). Air liur manusia mengandung sekitar 99,5% H2O dan 0,5% elektrolit dan protein. Kandungan elektrolit disini terdiri dari sodium klorida, asam bikarbonat, dan potassium. Sedangkan protein pada liur yang terpenting terdiri dari enzim amilase, lisozim, dan mukus. Pada mulut, pencernaan karbohidrat dimulai dan belum terjadi adanya penyerapan makanan kecuali obat-obatan misalnya nitrogliserin. Akan tetapi proses hidrolisis dari karbohidrat, protein , dan lemak dibantu dengan menggunakan air liur ini sendiri. Berikut merupakan fungsi dan peran-peran penting dari air liur yang dimiliki oleh manusia:1 Liur mempermudah proses menelan dengan membasahi partikel makanan sehingga partikel-partikel tersebut, serta dilumasi dengan adanya mucus yang kental dan licin dengan tujuan untuk mempermudah dalam proses menelan.2 Liur menginisiasi dan memulai pencernaan karbohidrat di mulut melalui kerja enzim amilase liur, yang menguraikan polisakarida menjadi maltosa (disakarida yang terdiri dari dua molekul glukosa)3 Liur memiliki sifat anti-bakteria melalui adanya enzim lisozim yang akan melisiskan bakteri dengan merusak dinding sel bakteri tersebut dan dengan membilas bahan-bahan yang mungkin berfungsi sebagai sumber makanan bagi bakteri.4 Liur berfungsi sebagai bahan pelarut yang merangsang kuncup kecap dengan pH pada air liur dalam kisaran 6,8.5 Liur kaya akan bikarbonat yang akan menetralkan asam dalam makanan serta asam yang yang dihasilkan oleh bakteri di mulut sehingga karies dentis dapat dicegah.6 Liur berperan penting dalam hygiene mulut dengan membantu dan menjaga mulut dan gigi tetap bersih.7 Liur membantu berbicara dengan mempermudah gerakan bibir dan lidah. Aliran liur yang konstan juga membantu dalam membilas residu makanan, partikel asing, dan sel epitel tua yang terlepas dari mukosa mulut. Menurut Foods Associated With Dental Health (ADA, 2007), ada beberapa makanan yang sifatnya kariogenik, artinya dapat memicu timbulnya karies dentis (lubang) pada email gigi bahkan dapat mengerosi sampai pada bagian pulpa gigi dibawahnya dan ada juga makanan yang justru dapat melindungi gigi dari kerusakab. Berikut pembagiannya:DESKRIPSI MAKANANCONTOH MAKANAN

Makanan dan minuman yang bersifat kariogenik dengan kandungan karbohidrat terfermentasi yang dapat menyebabkan penurunan pH pada saliva menjadi < 5.5 Makanan yang mengandung tinggi glukosa, seperti permen-permen, kue, pie, biscuit, soft drinks, madu, sirup, jelly, buah-buahan kalengan.

Makanan yang tidak dapat dimetabolisme oleh mikroorganisme di plak gigi yang juga akan menurunkan pH saliva menjadi < 5.5 dalam waktu 30 menit.Protein makanan pada telur, ikan, ayam, kacang-kacangan.Sayur-sayuranPopcorn

Makanan anti-kariogenik yang dapat meningkatkan pH pada saliva menjadi level alkalin (basa) dan melindungi enamel gigi.Keju, susu, kacang-kacanganXlyitol pada permen karet dan mint

Cara mencegah terjadinya karies pada gigi: Pilihlah konsumsi sayur-sayuran dan kacang-kacangan yang kaya serat Konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula yang rendah Rajin membersihkan mulut maupun menyikat gigi setiap 30 menit setelah makan rutin sebanyak dua kali dalam sehari.Saluran pencernaan dibagi menjadi saluran cerna atas dan saluran cerna bawah yang dibatasi oleh ligamentum Treitz / m. suspensorius duodeni (udah pada tau kann pasti.). Saluran pencernaan atas terdiri dari esofagus, gaster, dan usus halus (duadenum, dan jejunum proksimal) yang fungsinya untuk mempertahankan nutrisi yang adekuat supaya bisa masuknya makanan dan dapat terjadinya proses pencernaan maupun absorbs sari makanan. Sedangkan saluran pencernaan bawah terdiri atas jejunum distal, ligamentum Treitz, ileum dan colon yang berperan penting dalam proses absorbsi dan pencernaan makanan, maupun absorbs air dan elektrolit.A. LambungFungsi:a. Mencampur makanan yang berlangsung di Antrum.b. Sebagai tempat penyimpanan makanan yang masuk sampai makanan dapat disalurkan ke usus halus dengan kecepatan yang sesuai untuk pencernaan dan penyerapan yang optimal.c. Sebagai tempat absorbs dari: Alkohol Air Asam lipofilik Vitamin B-12 (lambung punya hormon faktor intrinsik yang membantu absorbsinya tapi pusat absorbsinya itu ada di ileum)

d. Sebagai penghasil dari: Lendir yang berfungsi untuk melindungi sel-sel lambung dari asam lambung dan enzim pada lambung. Asam Klorida yang berfungsi untuk memulai pencernaan protein, membantu pepsin, dan penghalang infeksi Menghasilkan enzim pepsin sebagai pemecah protein sebanyak 10% dalam metabolisme protein dalam tubuh. B. Pankreas (kelenjar)Pankreas menghasilkan hormone Insulin, Glukagon, dan somatostatin.protein enzim berupa tripsinogen, kimotripsinogen, prokarboksipeptidade, dan elastase.

C. HeparHepar merupakan pusat metabolisme dalam tubuh manusia sekaligus sebagai organ terbesar dalam tubuh. Hepar akan menghasilkan separuh dari seluruh kolesterol dalam tubuh, dan sisanya berasal dari makanan. 80% digunakan untuk membuat empedu.

D. Garam EmpeduGaram empedu berfungsi untuk meningkatkan kelarutan kolesterol, lemak, dan vitamin larut lemak, membantu pelepasan air oleh usus besar, dan pembuangan limbah.

E. Intestenum Tenue (Usus Halus)Fungsinya terutama dalam penyerapan (absorbs) dari:a. 80% airb. Elektrolitc. Vitamin-vitamind. Berbagai minerale. LemakSatuan nutrient yang dapat diserap dalam bentuk asam lemak dan monogliseridaf. Karbohidrat Penyerapan menggunakan transport aktif Absorbsi dalam bentuk monosakarida, khususnya glukosag. ProteinPenyerapan dalam bentuk asam amino dan beberapa peptide kecil

F. Intestenum Crassum (Usus Besar)Fungsi:a. Absorbsi dari air, garam, vitamin B, dan vitamin Kb. Pencernaan mekanik Adanya gerakan peristaltis Adanya reflex gastroileal (memindahkan isi usus halus menuju usus besar) dan gastrokolik (mendorong isi kolon ke rektum sehingga memicu refleks defekasi)c. Pencernaan kimiawi Fermentasi karbohidrat Menguraikan asam aminoPrinsip pemberian makanan pada penyakit saluran cerna:1 Apabila saluran cerna berfungsi maka dapat diberikan nutrisi oral (melalui mulut dan esofagus) /enteral. Apabila mengalami dispepsia maupun diare, maka dapat kombinasi dengan parenteral pada tahap awal.2 Apabila saluran cerna tidak berfungsi, maka harus dipuasakan dari pemberian oral/enteral. Pemberian nutrisi paranteral misalnya pada gangguan disfagia, inflammatory bowel disease, pankreatitis akut, dan operasi usus. Perbandingan kebutuhan Karbohidrat:protein:lemak = 4:4:9Kebutuhan Kalori = BMR + Aktivitas fisik faktor koreksiBasal Metabolic Rate (BMR): merupakan pengekspresian sejumlah kalori (kilokalori) yang dikeluarkan oleh tubuh per meter persegi luas permukaan tubuh setiap jam (kal/jam/m) untuk aktivitas vital tubuh seperti denyut jantung, bernafas, transmisi elektrik pada otot, sirkulasi darah, peristaltic usus, tonus otot, temparatur tubuh, kegiatan kelenjar, serta fungsi vegetatif lainnya. Cara untuk menentukan BMR:Rumus Harris Benedict: Laki-laki = 66 + (13,7 BB) + (5 TB) (6,8 U) Perempuan = 655 + (9,6 BB) + (1,8 TB) (4,7 U)Ada tiga jenis aktivitas fisik yakni: Ringan (10 20%), Sedang (20 30%) Berat (40 50%).Aktivitas ringan antara lain: Membaca (10%), Menyetir mobil (10%), Kerja kantoran (10%), m Mengajar (20%), Berjalan (20%).

Aktivitas sedang antara lain: Kerja rumah tangga (20%), Jalan cepat (30%), Bersepeda (30%).

Aktivitas berat antara lain: Aerobik (40%), Mendaki (40%), dan Jogging (40%)

Faktor Koreksi:

Fase Akut: Pemberian parenteral nutrisi selama12-24 jam, evaluasi asupan 24-48 jam , kemudian istirahatkan lambung untuk mencegah sekresi asam lambung berlebihan. Enteral nutrisi merupakan KONSISTENSI NORMAL rendah serat dan rendah sisa makanan.Makanan enteral rendah atau bebas laktosa dan mengandung asam lemak rantai sedang (Medium Ch