Tentir gastrointestinal tract

download Tentir gastrointestinal tract

of 82

  • date post

    01-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    259
  • download

    6

Embed Size (px)

description

Tentir EMBRIOGENESIS, anatomi, histologi, biokimia, da faal GI tract serta ilmu gigi by medical student of Jakarta Islamic State University

Transcript of Tentir gastrointestinal tract

  • 1

    TENTIRE UIN SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA

    MODUL GASTROINTESTINE DAN GENITOURINARI

    PSPD BRAIN TBS 2012

    FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

    UIN SYARIF HIDAYAHTULLAH JAKARTA

    DAFTAR PUSTAKA

    EMBRIOGENESIS GASTROINTESTIN ................................................. 2

    FISIOLOGI GI TRACT ........................................................................ 8

    ANATOMI GI ................................................................................... 25

    HISTOLOGI GI ................................................................................. 47

    BIOKIMIA GI ................................................................................... 54

    ILMU GIGI DAN MULUT ................................................................... 75

  • 2

    EMBRIOGENESIS GI DAN GU, GAMETOGENESIS

    GASTRO INTESTINAL

    BY IRWANA ARIEF DAN MAHDIAH MAIMUNAH

    Bismillahirrahmaanirrahiim. Baca doa dulu ya, lalu tenangkan pikiran

    sejenak, dan berharaplah semoga ilmu ini akan bermanfaat suatu hari

    nanti.

    A. GASTROINTESTINAL1

    Usus mulai terbentuk pada minggu ke-4 dan berasal dari lapisan

    endoderm. Tabung usus berbentuk lembaran, dan lipatan pada bagian

    lateral bergabung dengan bagian lipatan dorsal.

    Akibat pelipatan mudigah ke arah sefalokaudal dan lateral, sebagian

    dari rongga yolk-sac yang dilapisi oleh endoderm masuk ke dalam mudigah

    untuk membentuk usus primitif (primitive gut). Sedangkan dua bagian lain

    dari rongga yang dilapisi oleh endoderm ini, yolk-sac dan alantois tetap

    berada diluar mudigah. (Gambar 14.1A-D)

    Dibagian sefalik dan kaudal mudigah, usus primitif ini membentuk

    saluran buntu yaitu: usus depan (fore gut), usus belakang (hind gut) dan

    usus tengah (mid gut) . Si usus tengah ini untuk sementara tetap

    berhubungan dengan yolk sac melalui duktus vitelinus atau yolk-stalk.

    Gambar 14.1 Potongan sagital mudigah pada berbagai tahap

    perkembangan yang memperlihatkan efek pelipatan sefalokaudal dan

    lateral pada posisi rongga yang dilapisi oleh endoderm. Perhatian

    pembentukan usus depan, usus tengah, dan usus belakang. A. Mudigah

    1 Sadler, T. W. Embriologi Kedokteran, Edisi 10. Jakarta: EGC; 2012.

    prasomit. B. Mudigah dengan tujuh somit. C. Mudigah 14 somit. D. Pada

    akhir bulan pertama.

    Fore Gut ( usus depan)

    Derivat dari usus depan yaitu:

    Pharinx dan derivatnya (rongga mulut, pharing, tonsil dan

    respirasi bagian bawah)

    Esophagus

    Lambung

    Duodenum proksimal

    Liver

    Mid Gut ( usus tengah)

    Derivat dari usus tengah yaitu:

    Duodenum distal (dengan saluran empedu)

    Yeyunum

    Ileum

  • 3

    Cecum

    Colon ascending

    Hind Gut (usus belakang)

    Derivat dari usus belakang yaitu:

    Colon transversum

    Colon descending

    Rectum

    Membran cloaca

    Pemisah / pembatas antara Fore Gut (usus depan) dengan Mid Gut

    (usus tengah) adalah Anterior Intestinal Porta, sedangkan Mid Gut (usus

    tengah) dengan Hind Gut (usus belakang) adalah Posterior Intestinal Porta.

    Spesifikasi regional tabung usus menjadi berbagai komponen tejadi

    sewaktu lipatan tubuh lateral membawa kedua sisi tabung saling

    mendekat. Spesifikasi ini diawali oleh factor-faktor transkripsi yang

    dieksresikan diberbagai region tabung usus.

    Oleh karena itu, SOX2 menentukan esophagus dan lambung, PDX1

    duodenum, CDXC usus halus, dan CDXA usus besar dan rectum.

    Pembentukan pola awal ini distabilkan oleh interaksi timbal-balik antara

    endoderm dan mesoderm slanknik didekat tabung usus.

    Interaksi epitel mesemkim ini dimulai oleh ekspresi sonic hedgehog (SHH)

    di seluruh tabung usus.

    USUS DEPAN

    Esofagus

    Esofagus mulai berkembang sekitar 4 minggu. Dimana pada masa

    ini akan terbentuk divertikulum respiratorium (tunas paru) pada

    ventral usus depan pada perbatasan dengan usus faring.

    (Gambar 14.5)

    Gambar 14.5 Mudigah selama perkembangan minggu keempat (A)

    dan kelima (B) yang memperlihatkan pembentukan saluran cerna dan

    berbagai turunan yang berasal dari lapisan germinativum endoderm.

    Divertikulum ini, berangsur-angsur memisahkan diri melalui sebuah

    pembatas yaitu septum trakeoesofageale. Sehingga dengan adanya

    sekat ini, maka usus depan terbagi menjadi bagian ventral yaitu

    primordium respiratorik, dan bagian dorsal yaitu esofagus. (Gambar

    14.6 )

  • 4

    Gambar 14.6 Rangkaian tahapan perkembangan divertikulum

    respiratorium dan esofagus melaui pembentukan sekat usus depan. A.

    pada akhir minggu ketiga (pandangan lateral). B, C. selama minggu

    keempat (pandangan ventral)

    Pada awalnya esofagus berukuran pendek (Gambar 14.5A), akan

    tetapi dengan turunnya jantung dan paru, organ ini cepat memanjang

    (Gambar 14.5B) . Esofagus, dari dua pertiga bagian atas bersifat otot

    lurik dan disarafi oleh nervus vagus sedangkan sepertiga bagian

    bawah bersifat otot polos dan disarafi oleh pleksus splanknikus.

    Lambung

    Lambung merupakan pelebaran usus depan berbentuk

    fusiform pada minggu keempat. Pada minggu-minggu berikutnya,

    bentuk kedudukannya banyak berubah akibat perbedaan

    kecepatan pertumbuhan pada berbagai bagian dindingnya dan

    perubahan kedudukan organ-organ disekitarnya.

    Perubahan kedudukan lambung paling mudah dijelaskan

    dengan menganggap bahwa organ ini berputar mengelilingi sumbu

    panjang dan sumbu anteroposterior.

    Lambung melakukan perputaran 900 searah jarum jam,

    sehingga sisi kirinya menghadap anterior dan sisi kanan

    menghadap posterior. Karena itu, nervus vagus kiri yang pada

    awalnya menyarafi sisi kiri lambung, kini menyarafi dinding

    anterior, demikian juga nervus vagus kanan menyarafi dinding

    posterior.

    Selama pemutaran ini, bagian posterior lambung tumbuh lebih

    cepat daripada bagian anterior, sehingga terbentuklah kurvatura

    mayor dan kurvatura minor.

    Ujung sefalik dan kaudal lambung pada awalnya terletak di

    garis tengah, tetapi selama pertumbuhan selanjutnya, lambung

    berputar mengelilingi suatu sumbu anteroposterior, sehingga

    badan kaudalnya atau pilorus bergerak ke kanan atas dan badan

    sefaliknya atau cardia bergerak ke kiri bawah.

    Dengan demikian lambung mencapai posisi akhirnya, dengan

    sumbunya berjalan dari kiri atas ke kanan bawah.

    (Gambar 14.8)

  • 5

    Duodenum

    Bagian akhir usus depan dan bagian sefalik usus tengah

    membentuk duodenum. Ketika lambung berputar, duodenum

    mengambil bentuk melengkung seperti huruf C dan berputar ke

    kanan.

    (Gambar 14.14 dan 14.15)

    Perputaran ini, bersama dengan pertumbuhan pesat kaput

    pankreas, menggeser duodenum dari posisinya yang semula di

    garis tengah menjadi ke sisi rongga abdomen.

    Duodenum dan kaput pankreas menekan dinding tubuh dorsal,

    dan permukaan kanan mesoduodenum dorsal menyatu dengan

    peritoneum di dekatnya. Kedua lapisan ini kemudian lenyap, dan

    duodenum dan kaput pankreas terfiksasi dalam posisi

    retroperitoneum. Oleh karena itu seluruh pankreas terletak di

    retroperitoneum.

    Mesoduodenum dorsal seluruhnya lenyap kecuali di regio

    pilorus lambung, tempat sebagian kecil duodenum

    mempertahankan mesenteriumnya dan tetap terletak

    intraperitoneum.

    Selama bulan kedua, lumen duodenum mengalami obliterasi

    (menjadi sempit) akibat proliferasi sel-sel dindingnya. Namun,

    setelah itu lumen segera mengalami rekanalisali (pembukaan

    kembali).

    Karena Usus depan didarahi oleh arteri seliaka dan usus tengah

    didarahi oleh oleh arteri mesenterika superior, sehingga

    duodenum didarahi oleh cabang-cabang kedua arteri tersebut.

    USUS TENGAH

    Pada mudigah 5 minggu, usus tengah tergantung pada dinding

    abdomen dorsal oleh sebuah mesenterium pendek dan

    berhubungan dengan yolk sac melalui duktus vitelinus atau yolk

    stalk. ( Gambar 14.1 dan 14.15)

    Pada orang dewasa usus tengah dimulai tepat disebelah distal

    muara duktus biliaris ke dalam duodenum dan berakhir di taut

    antara dua sepertiga proksimal kolon transversum dan sepertiga

    distalnya.

    Perkembangan usus tengak ditandai oleh pemanjangan cepat

    usus dan mesenteriumnya hingga terbentuk lengkung usus primer.

    Dipuncaknya, lengkung usus primer ini tetap berhubungan

    lengsung dengan yolk sac melalui duktus vitelinus yang sempit.

    Bagian sefalik dari lengkung berkembang menjadi bagian distal,

    duodenum, jejunum, dan sebagian ileum. Bagian kaudal menjadi

    bagian bawah ileum, saekum, apendiks, kolon asendens, dan dua

    pertiga proksimal kolon transversum.

    Rotasi Usus Tengah

    Bersaman dengan pertambahan panjangnya, lengkung usus

    primer berputar mengelilingi suatu sumbu yang dibentuk oleh

  • 6

    arteri mesenterika superior. Jika dilihat dari depan, perputaran ini

    berlawanan dengan arah jarum jam, dan besarnya sekitar 270o

    setelah selesai. Bahkan sewaktu rotasi, lengkung usus halus terus

    memanjang, dan jejunum dan ileum membentuk sejumlah

    lengkung berbentuk kumparan. Usus besar juga memanjang tetapi

    tidak ikut membentuk kumparan.

    Mesenterium Lengkung Usus

    Mesenterium lengkung usus primer, mesenteri