tentir modul

download tentir modul

of 46

  • date post

    02-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    188
  • download

    7

Embed Size (px)

description

gastro

Transcript of tentir modul

TENTIR MODUL GASTROINTESTINALKULIAH 1-5

Peringatan!!! Tentir bukanlah satu-satunya sumber bacaan. Tentir dapat saja salah. Hal-hal yang mencurigakan harap dicrosscheck dengan kuliah maupun textbook.

Disadur dari FKUI angkatan 2007Tim Refraksi AkproSelamat Belajar !!!Semoga bermanfaat yaa^^ 2009 SUKSES ^^

K-1: ANATOMI SISTEM GIOleh: Sasanthy Kusumaningtyas

Sistem pencernaan meliputi saluran pencernaan dan berbagai organ yang membantu pencernaan makanan Traktus GI adalah tuba yang berkesinambungan yang memanjang dari mulut ke anus melalui rongga dada dan abdominopelvis.

Organ organ traktus GI :mulut, sebagian besar faring, esofagus, lambung, usus halus, dan usus besar.

Panjang traktus GI = 5-7 meter pada manusia yang masih hidup.

PADA KADAVER = 7-9 M.

Organ asesorius sistem GI: Gigi, lidah, kelenjar: ludah (parotis, submandibula, sublingua), hepar, vesica felea, pancreas. Hanya gigi dan lidah yang berkontak langsung dengan makanan.ABDOMEN Batas atas dinding abdomen adalah arcus costae dan bawahnya adalah pelvis. Batas posterior : columna vertebrae, anterior: dinding perut Dari luar ke dalam, dinding abdomen terdiri dari : Lapisan kulit, fascia Camper( fascia Scarpa ( peritoneum parietal ( peritoneum visceral yang membungus organ dalam. Daerah inguinal= daerah lipat paha Canalis ingunalis Ada pintu-pintu masuk yang menghubungan viseral perut dengan bagian luar, yang disebut canalis inguinalis Isi canalis ingunalis Pada laki2 : funikulus spermatikus, Pada perempuan : ligamentum teres uteri Mengapa funikulus spermatikus dan Lig.Teres Uteri bisa keluar dari dalam rongga pelvis (pada laki2 ke skrotum dan pada perempuan ke area labium mayus) di daerah inguinal ini adalah karena ada annulus ingunalis. Ada yang superfisial dan ada yang profundus. Superfisial lebih lateral. Di bagian paling inferior ada suatu conjoint tendon yaitu tendo dari dindig otot2 abliquus abdominis, dll. Adanya hubungan antara rongga abdomen dengan bagian inferiornya menyebabkan kemungkinan dapat terjadi hernia inguinalis. Hernia inguinalis : ada 2 ( Direct : isi abdomen akan turun menonjol di daerah paha, tetapi tidak ke daerah skrotum Indirect : masuk ke skrotum. Bisa ada pembesaran di daerah testis yang ternyata isinya adalah usus.SELUBUNG RECTUS ABDOMINIS

Posisi selubung rectus abdominis memiliki beberapa posisi terhadap selubung m. Obliqus externa, interna, dan transversus abdominis.

Dibentuk oleh aponeurosis m.obliqus externus, internus dan traasversus abdominis.

Pola cranial (di perut bagian atas)Anterior: aponeurosis m.obliqus externus & lamina anterior aponeurosis m.obliqus internus.

Posterior: lamina posterior aponeurosis m.obliqus internus & aponeurosis m.transversus abdominis.

Jadi, pada bagian perut atas, selubung rectus abdominis berada di belakang aponeurosis m.obliqus externus dan sebagian aponeurosis m. Obliqus internus Pola distal:

Anterior : seluruh aponeurosis.

Posterior: tidak ada aponeurosis.

Jadi, pada bagian perut atas, selubung rectus abdominis berada di belakang aponeurosis m.obliqus externus dan sebagian aponeurosis m. Obliques internus. Namun semakin ke bawah, posisi selubung rectus abdominis menjadi semakin posterior dan berada di belakang seluruh aponeurosis otot yang lainnya.

PERITONEUM

Membran serosa terbesar di tubuh

Dibagi menjadi peritoneum parietalis dan viseralis

Peritoneum Parietalis : melapisi dinding bagian dalam abdomen, pelvis dan bagian inferior diafragma.

Peritoneum viseral : melapisis beberapa organ dan serosa dalam rongga.

Berdasarkan Lokasi organ di rongga abdominopelvis terhadap peritoneum, ada tiga jenis organ:

1. Organ intraperitoneal adalah organ yang berada di dalam rongga peritoneal, yang berarti setiap isi organ tersebut tertutupi oleh peritoneum viseral. Co. Lambung, hati, dan ileum

2. Organ retroperitoneal dilingkupi oleh peritoneum viseral hanya pada bagian anteriornya saja, dan organ tersebut berada di luar rongga peritoneal. Organ-organ seperti ini biasanya tidak berasal dari usus embrional, seperti ginjal, ureter, aorta abdominal, pankreas dan duodenum.

Di dalam rongga perut, peritoneum membentuk lipatan2 yang disebut plica peritoneal yang berfungsi untuk memfiksasi organ. Jika memfiksasi gaster, disebut omentum. Jika intestinum ( disebut mesenterium. Dan jika menggantung kolon, disebut mesocolon. Atau pada beberapa bagian dapat pula disebut ligamen.

Lipatan peritoneum membentuk rongga:

Greater sac rongga paling besar di bagian depan usus.Bursa omentalis (lesser sac)- di belakang gaster. Bukaan dari greater sac ke dalam bursa omentalis disebut foramen epiploicum Winslowi Akibat lain dari lipatan2 peritonum juga adanya variasi posisi organ terhadap peritoneum, ada organ intraperitoneal contoh colon transversum, sigmoid dan gaster, dan Retroperitoneal yaitu pankreas, colon asendens dan desendens Colon asenden dan desenden sering terlihat hilangpada sediaan kadaver karena tidak terlihat akibat tertutup oleh peritoneum. Pembagian regio di rongga abdomen (lihat di slide halaman 10 ya)MULUT Batas:

Anterior: bibir ; Lateral: pipi ; Superior: palatum ; Inferior: lidah ; Posterior: isthmus faucium = pintu masuk ke faring

Dibagi menjadi:

Vestibulum oris = di antara gigi dengan bibir atau di lateral antara gigi dengan pipi.

Cavitas oris proria= ruang di dalam gigi. Bagian lidah,dll. Mulut sesungguhnya

INGAT : frenulum lidah. Merupakan lipatan di tengah yang terlihat saat seseorang mengangkat lidah, yang menghubungkan lidah dengan dasar rongga mulut.FARING

Membentang dari palatum molle ( batas superior epiglottis. Arcus palatoglossus ( lipatan membran mukosa yang menutupi m.palatoglossus.

Daerah antara arcus palatoglossus disebut isthmus faucium.

Arcus palatopharyngeus ( Lipatan membran mukosa pada dinding lateral oropharinx; menutupi m.palatopharyngeus Dibagi 3 bagianNasopharynx= hanya memiliki fungsi respirasiOropharynx dan Laryngopharynx. = berfungsi untuk respirasi dan pencernaan Faring selanjutnya akan membuka ke esophagus setinggi VC VI. ESOFAGUS

Esofagus: terowongan muskular yang membawa makanan dan cairan ke lambung,

Letak : posterior dari trakea, melewati dinding dorsal mediastinum pada rongga dada dan memasuki rongga peritoneal melalui bukaan di diafragma, yaitu hiatus esofageus ( akhirnya berbatasan dengan lambung.

Dimulai dari setinggi kartilago krikoid anterior atau sambungan pharynx (VC VI) menuju thorax, hingga memasuki abdomen melalui hiatus esophagus dan berakhir di gaster pada orificium cardiac (T10) asupan darah dari arteri esofagus dan cabang dari (1) trunkus thyreoservikalis dan arteri karotis eksterna di leher, (2) arteri bronkialis dan arteri esofageal di mediastinum, (3) serta arteri frenikus inferior dan arteri gastrika sinistra di abdomen.

Darah vena dari kapiler esofagus akan menuju vena esofagus, thyroidalis inferior, azygos, dan gastrika. Esofagus dipersarafi oleh N.vagus dan trunkus simpatis melalui plexus esofageus.

Pada beberapa bagian, esofagus akan mengalami penyempitan atau konstriksi. Hal ini disebabkan adanya struktur lain yang berada di sekitar esofagus. Daerah tersebut adalah di daerah:trachea & n.laryngeus, 15 cm dari incisivus Arcus aorta, 22 cm dari incisivus

Bronchus kiri, 27 cm dari incisivus

Diaphragma ( hiatus esophagus, 37 cm dari incisivus LAMBUNG (GASTER) Lambung : organ intraperitoneal yang seperti huruf J yang digelembungkan.

mengisi regio abdomen hipokondriak kiri, dan epigastrika. Namun dalam keadaan penuh( dapat mengisi regio umbilikal dan regio lumbar kiri.

Sebagian daerah gaster tertutup oleh costae.

Bentuk dan ukuran lambung sangat bervariasi dari satu individu dengan individu lainnya dan dari satu waktu makan ke yang lainnya. kurvatura minor : bagian cekung di medial menempel pada omentum minus dan lig. Hepatoduodenale. (jaringan ikat yang menghubungkan hepar dengan duodenum) Di belakang ligamentum ini ada lubang yang menghubungkan rongga perut dengan bagian belakang gaster, yaitu foramen epiploicum Winslowi. kurvatura mayor : bagian lateral menempel pada omentum mayus dan ligametum gastrolienale Lambung dibagi menjadi 4 regio, yaitu

1. Kardia. Esofagus berkontak dengan permukaan medial lambung di regio kardia, yang dinamakan kardia karena dekatnya daerah tersebut dengan jantung. Lumen esofagus berkontak ke kardia di orificium kardiaka.

2. Fundus. Merupakan bagian lambung yang superior terhadap batas gastroesofageal. Fundus berkontak dengan bagian inferior dan posterior diafragma,

3. Corpus. Merupakan area nyata fundus dengan ekor huruf J pada gaster. Korpus adalah bagian gster yang paling besar, berfungsi sebagai tangki pencampuran makanan dan sekresi gastrik.

4. Pilorus. Adalah ekor dari huruf J gaster. Pilorus dibagi menjadi antrum pyloricum, yang terhubung dengan korpus gaster, dan kanalis pyloricum, yang terhubung dengan duodenum (segmen usus halus yang paling proksimal). Pergerakan untuk mencampur makanan terjadi saat makanan memasuki pilorus, sehingga struktur ini berubah bentuk secara terus menerus.. sfingter pilorus yang muskular meregulasi pelepasan kimus dari orifosium pilorus ke duodenum.

Batas-batas gaster

Posterior: a/v.lienalis

Anterior: dinding abdomen

Kanan: lobus quadratus & sinistra hepar.

kiri: lien

Caudal curvatura major: colon trasversum Perdarahan Lambung

Ketiga cabang dari arteri seliaka menyuplai darah ke lambung.

A.gastrika sinistra menyuplai darah ke kurvatura minor dan kardia.

A.splenica/lienalis menyuplai fundus dengan langsung dan kurvatura mayor melalui a. Gastroepiploic