Tentir Sumatif 2 Modul Gastrointestinal

download Tentir Sumatif 2 Modul Gastrointestinal

of 124

  • date post

    23-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    115
  • download

    6

Embed Size (px)

description

Tentir Modul GI

Transcript of Tentir Sumatif 2 Modul Gastrointestinal

  • TENTIR GASTROINTESTINAL

    SUMATIF 2

    Oleh:

    MedArmy13

    SEMESTER GENAP

    TAHUN AKADEMIK 2014/2015

  • Tentir Farmakologi

    ANAMNESIS

    1. Identitas pasien : nama, umur, pekerjaan, alamat, suku/bangsa.

    2. Keluhan Utama

    - Demam, mual, muntah, mencret

    - Disfagia

    - makanan yang tersesat di antara mulut dan perut.

    Nyeri perut

    - lokasi yang terbagi 4 dan 9 regio, kualitas, durasi, f. memperburuk atau f.memperingan.

    - Konstipasi / diare

    - frekuensi buang air >3x, konsistensi tinja 'berair', 'seperti bubur', dan 'keras' atau 'seperti

    biji', warna pucat & adanya minyak menunjukkan malabsorpsi, darah dalam tinja dapat

    berupa campuran dalam, menunjukkan lesi kolon, serta bau khas pada feses amis

    darahbiasanya pd px disentri, manis-cucian beraspd px kolera, terdapat lendir?, ada

    cacing?, ada pus?.

    - Perdarahan sal. cerna / Anemia

    terdapat darah dalam feses atau saat BAB

    - Ikterus/jaundice

    penyakit kuning karena kolestasis / obstruksi atau tidak. Gatal, tinja pucat dan urin gelap

    merupakan karakteristik ini. Riwayat travelling, konsumsi obat 6 bulan terakhir, obat non-

  • resep atau obat-obatan terlarang, transfusi darah sebelumnya, episode penyakit kuning

    atau kontak terakhir dengan pasien kuning dan kontak seksual terutama homoseksual,

    konsumsi alkohol.

    - Penurunan berat badan

    nafsu makan baik? ada bukti gangguan makan? penyakit psikologis seperti depresi? onset

    sakit perut? tinja berwarna pucat dengan minyak di dalamnya (steatorea) menunjukkan

    malabsorpsi.

    3. Riwayat Penyakit Sekarang

    - Waktu dan lamanya keluhan berlangsung?

    - Sifat dan berat nya serangan apakah mendadak,perlahan-lahan, terus-menerus,hilang

    timbul, bertambah berat/ringan?

    - Lokalisasi penyebaran berpindah, menetap, menjalar?

    - Hub.dengan waktu mslny pagi lebih berat dari sore?

    - Hub.dengan aktivita mslnya cepat lelah saat berlari, sakit saat jongkok?

    - Keluhan yang menyertai serangan ?

    - Keluhan baru pertama kali atau sudah berulang kali?

    - Faktor memperberat/memperingan?

    - Apakah keluarga atau teman menderita keluhan yang sama?

    - Riwayat travelling pd daerah yg endemic utk peny.tertentu?

    - Bagaimana perjalanan penyakitnya/kronologi?

    - Pengobatan sekarang ?

    4. Riwayat Penyakit Dahulu

    - Penyakit kronis? Pernah kecelakaan? Pernah operasi? Alergi obat/makanan?

    5. Riwayat Pengobatan?

    - Steroid, kontrsepsi, transfusi, kemoterapi?

    - Pemeriksaan gastroskopi, paps smear, mamografi, rontgen, CT-scan, MRI ?

    6. Riwayat Tumbuh Kembang Px Anak

    - BL, PL, kelainan congenital, imunisasi?

    7. Riwayat Obstetri Px Wanita

  • - Kapan menarche? Menstruasi teratur/tidak? Disertai nyeri? Hamil? Keguguran?

    Persalinan?

    8. Riwayat Penyakit Keluarga

    - Diabetes ? Hipertensi ?

    9. Riwayat Kebiasaan Sosial

    - Jlh saudara, hub thd keluarga, teman, masyarakat? menikah ? kebiasaan sehari-hari?

    - Olahraga ? Merokok? Alkoholik?

    - Diet ? Pola makan/asupan nutrisi?

    - Sanitasi diri, keluarga, lingkungan tempat tinggal?

    PEMERIKSAAN FISIK UMUM

    Teman-teman apasih tujuan kita buat pemeriksaan fisik ini? Selain untuk menegakkan diagnosis

    sebagai dokter layanan primer alias dokter UGD, kita harus bisa menginterpretasikan status generalis

    dan lokalis pasien. Untuk apa? Supaya kita bisa melaporkan rujukan pada dokter spesialis, bedah, dan

    penyakit dalam segera.

    Pemeriksaan fisik dapat dilihat dari saat pasien masuk menilai postur, gaya berjalan,

    bergerak dan keadaan umum.

    Akan terlihat

    a. Kesadaran

    - kompos mentis : sadar sepenuhnya,

    - apatis : acuh thd lingkungan,

    - delirium : penurunan kesadaran pasien gaduh gelisah kacau,

    - somnolen/letargi/

    obtundasi/

    hipersomnia : ngantuk dpt pulih jika dirangsang,

    - sopor/stupor : sangat mengantuk, bangun jika ada rangsang nyeri, tdk dapat

    memberikan rangsang verbal yg baik,

    - semi-koma : tidak ada respon thd rangsang verbal, ada reflex kornea dan pupil,

    respon thd nyeri tidak adekuat,

    - koma : penurunan kesadaran dalam, tidak ada respon nyeri dan gerakan

    spontan

    b. sesak, bengkak wajah atau tubuh, warna kulit dan keadaan gizi

    c. tanda vital : kesadaran, tekanan darah, nadi, frekuensi napas, suhu tubuh,

    d. pemeriksaan dimulai dari rambut sampai ujung kaki : inspeksi, palpasi, perkusi,

    auskultasi.

    e. Pemeriksaan pada mata : menilai adanya visus atau ketajaman penglihatan.

  • - Pemeriksaan visus ini dapat dilakukan dengan pemberian rangsangan cahaya (khusus

    pada umur neonatus). Pemeriksaan mata yang lain adalah menilai apakah palpebra

    simetris atau tidak. Kelainan yang muncul antara lain ptosis, yaitu palpebra tidak dapat

    terbuka; lagoftalmos, yaitu klopak mata tidak dapat menutup sempurna sehingga

    sebagian kornea tidak di lindungi oleh kelopak mata; pseudo logoftamos di tandai dengan

    kedua belah mata tidak tertupup sempurna; dan hordeolum yang merupakan infeksi lokal

    pada palpebra.

    - Pemeriksaan konjungtiva menilai ada atau tidaknya pendarahan subkonjungtifa yang

    dapat di tandai dengan adanya hiperemia dan edema konjungtiva palpebra.

    - Pemeriksaan sklera bertujuan untuk menilai warna, yang dalam keadaan normal

    berwarna putih. Apabila di temukan warna lain, kemungkinan ada indikasi penyakit lain.

    - Pemeriksaan kejernihan kornea. Apabila ada radang, kornea akan tampak keruh.

    - Pemeriksaan pupil. Secara normal, pupil berbentuk bulat, simetris, atau apabila diberikan

    sinar dengan reflek cahaya langsung akan mengecil. Midriasis atau dilatasi pupil

    menunjukkan adanya rangsangan simpatis, sedangkan miosis menunjukkan keadaan

    pupil yang mengecil. Pupil yang berwarna putih menunjukkan kemungkinan adanya

    penyakit katarak.

    - Pemeriksaan jernih atau keruhnya lensa untuk memeriksa adanya kemungkinan katarak,

    sebab lensa yang keruh dapat menjadi indikasi adanya katarak.

    - Kondisi bola mata yang menonjol di namakan eksoftalmos dan bola mata mengecil

    dinamakan enoftalmos.

    - Strabismus atau juling merupakan keadaan dimana sumbu visual tidak sejajar pada

    lapang gerakan bola mata. nistagmus yang merupakan gerakan bola mata ritmik yang

    cepat dan horisontal.

    f. Pemeriksaan THT : sumbatan atau kelainan jaringan lunak, luka, iritasi dll

    g. Pemeriksaan rongga mulut dan gigi

    - Warna bibir harus di perhatikan. Apakah ada sianosis? Apakah ada lesi pada bibir?

    - Gusi diperiksa apakah membengkak, atau ada tanda-tanda peradangan dan tanda-tanda

    perdarahan pada gusi.

    - Gigi harus diperiksa untuk melihat adanya karies dan maloklusi. Apakah ada perubahan

    warna pada gigi? Apakah ada gigi yang tanggal?

    - Apakah ada aliran saliva? Obstruksi terhadap aliran atau infiltrasi kelenjar akan

    menyebabkan pembesaran kelenjar. kelenjar parotis dan submandibula, apakah ada

    pembesaran? Apakah ada nyeri tekan?

    - Pemeriksaan leher : pemeriksaan tekanan vena jugularis (Jugular Venous Pressure/JVP),

    kelenjar getah bening (KGB),kelenjar tiroid

    h. Pemeriksaan thorax-pulmo, torak-jantung, abdomen, ekstremitas, rectal.

  • Pemeriksaan fisik umum lainnya dapat dilihat dengan:

    1. Inspeksi

    Udah pada tau kan interpretasi dai inspeksi ini meliputi warna kulit, elastisitas, bekas

    garukan, bekas operasi, jaringan parut, pelebaran pembuluh darah, simetrisitas, penonjolan,

    dll.(ada di panduan KKD)

    - Pada pasien sirosis biasanya terjadi pengecilan hati, palmar erytem, spider naevi,urin

    keruh, mata kuning

    - Inspeksi terdapat jejas di abdomenrectaltusi dpt menyebabkan perdarahan

    sal.cernarecommend utk rontgen/USG abdomen

    - Hidronefrosis : adanya pembesaran ginjal karena batu/Gagal Ginjal Akut

    - Pembesaran organ intra-abdomen : tips melihatnya yaitu letakkan tangan pasien dibawah

    kepalanya lalu kita tekan keningnya, lihat apakah ada benjolan

    - Pembesaran organ ekstra-abdomen : sama seperti tips diatas biasanya akan terlihat jelas

    dan benjolannya tidak menghilang.

    - Peristaltic Darm contour = lekukan usus terlihat dari luar

    Darm steifung = gerakan usus terlihat dari luar

    - Pulsasi : pada px hipertensi dengan aneurisma bisa kita lihat dari pulsasi di daerah

    epigastrium, umbilical, arteri femoralis, atau aorta abdominal

    - Bunyi carotis bruid terdengar aliran udara pada px hipertiroid

    - Peritonitis et causa apendisitis : adanya defans muscular (teraba kerasperforasi

    appendix)

    - Peningkatan bising usus kemungkinan karena ileus, diare dan lapar

    - Bunyi metallic sound kemungkinan: ileus, paralitik usus (usus tidak bergerak)

    - Friction rubs (bunyi seperti gergaji karena hepatoma)

    - Fluktuasi seperti bunyi balon berisi air ditemukan pada px dng abses hepar/amubiasis

    hepar

    - Pada anak dilakukan palpasi ringan aja yaaa

    - Palpasi dalam wajib utk orang gemuk/overwight

    - Hepatomegali dapat terjadi pada kasus Hepatitis, DBD, Tifus

    a. Umum

    Wajah pasien pucat atau kuning, ada kesulitan bernapas atau ucapan dan konsentrasi

    harus jelas, dan postur abnormal, kulit ruam, seperti eritema nodosum, pioderma

    gangrenosum, dermatitis herpetiformis, dan sendi harus diperiksa untuk arthropathy.

  • b. Tangan

    Carilah jari clubbing, leuconychia, koilonikia, dan DupuytrenS co