sistem eksekresi urine

download sistem eksekresi urine

of 82

  • date post

    04-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    5
  • download

    0

Embed Size (px)

description

kmb

Transcript of sistem eksekresi urine

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH Kita hidup di jaman modern dimana dalam kegiatan harian saat ini selalu berhubungan dengan komputer sebagai sarana penunjang. Tak jarang setiap hari kita menggunakan komputer untuk kepentingan kerja, kuliah, dll, dalam waktu yang cukup lama. Sehingga mata sebagai indera penglihatan lama kelamaan akan merasa lelah bila dipaksakan menatap terus layar monitor komputer.Jika sudah begini akan ada gangguan kesehatan yang memengaruhi daya kerja mata. Lebih dari sekedar gangguan penglihatan pada mata, sejumlah penyakit mata bisa berujung pada kebutaan. Sebagai salah satu indra yang penting peranannya , mata memang perlu dijaga agar tetap sehat. Data Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) menyatakan, bahwa sekitar 180 juta orang di dunia mengalami gangguan penglihatan. Sekitar 40 - 45 juta di antaranya bahkan mengalami kebutaan.Sementara itu setiap tahun terhitung sekitar 7 juta orang di dunia menjadi buta dikarenakan penyakit yang menyerang mata. Hal yang memprihatinkan 80 persen gangguan mata yang serius dan kasus kebutaan sebenarnya bisa dihindari. Begitu pentingnya arti mata sehat agar berfungsi dengan baik, maka perawatan mata setiap hari tidak boleh kita lupakan.Gangguan penglihatan secara umum bisa dibedakan menjadi gangguan pada lensa mata, infeksi dan penyakit yang menyerang mata. Penyakit mata bersifat degeneratif maupun komplikasi dengan penyakit lain yang mengakibatkan indra mata ikut terganggu fungsinya. Beberapa gangguan penglihatan di antaranya : Gangguan penglihatan akibat masalah pada lensa mata yang umum dijumpai, adalah miopi atau rabun jauh. Lalu hipermetropi atau rabun dekat. Fitur Klasika Penglihatan menyatakan, Penyakit mata yang kini populer adalah katarak, glukoma, degenerasi macula, ablasio retina dan trakoma. Katarak adalah penyakit mata akibat penebalan lensa mata. Biasanya katarak dijumpai pada orang lanjut usia. Namun karena aspek-aspek lain seperti paparan sinar matahari terlalu tinggi, katarak bisa dijumpai pada usia yang lebih muda. Glaukoma merupakan penyakit mata yang menyebabkan kemunduran daya penglihatan secara bertahap sehingga penderitanya menjadi buta. Ini bisa terjadi akibat komplikasi penyakit seperti diabetes dan kecelakaan yang mengenai mata. Maka dari itu kita harus menjaga kesehatan mata agar mata tidak mengalami degenerasi yang cepat, jagalah pola makan, dan usahakan makan yang bergizi, agar mata anada tetap sehat. Mata merupakan organ penting bagi manusia.B. TUJUAN PENULISAN1. Tujuan Umum Mudah-Mudahan makalah yang kami buat dapat bermanfaat bagi para pembaca Mudah-mudahan dengan danya makalah ini para pembaca dapat menjaga dan merawat matanya dari degenerasi (myopia, hipermetropi, katarak, dan glaukoma)2. Tujuan Khusus Mengetahui pengebab degenerasi pada mata Mengerti tentang pentingnya perawatan mata Mengetahui cara mencegah degenerasi pada mata

C. RUMUSAN MASALAH1. Bagaimana cara mencegah katarak2. Bagaimana cara mencegah glaukoma3. Apa penyebab dari degenrasi 4. Bagaimana cara agar tidak terkena kelainan myopia dan hipermetropi

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. MIOPI1. PengertianMiopi(dari bahasa Yunani: myopia"penglihatan-dekat") ataurabun jauhadalah sebuahkerusakan refraktif matadi mana citra yang dihasilkan berada di depanretina ketikaakomodasi dalam keadaan santai. Miopi dapat terjadi karena bola mata yang terlalu panjang atau karena kelengkungankornea yang terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak difokuskan secara baik dan objek jauh tampak buram. Penderita penyakit ini tidak dapat melihat jarak jauh dan dapat ditolong dengan menggunakankacamata negatif (cekung).Rabun jauh atau miopi merupakan cacat mata yang terjadi karena lensa mata tidak dapat menipis sebagaimana mestinya. Akibatnya, berkas cahaya dari objek jauh tak berhingga terfokus dan membentuk bayangan di depan retina (jadi benda tidak terlihat jelas). Jadi titik jauh mata tidak berada di jauh tak berhingga, tetapi pada jarak tertentu dari mata. Dengan demikian, penderita rabun jauh tidak dapat melihat objek yang sangat jauh (tak berhingga).Myopia juga didefinisikan sebagai ketidaksesuaian antara kekuatan refraksi media refrakta dengan panjang sumbu bola mata dimana berkas sinar paralel yang masuk berkonvergensi pada satu titik fokus di anterior retina. Kelainan ini bisa dikoreksi dengan lensa divergen atau lensa minus.

Kelainan refraksi pada mata myop

Diagnosa ditegakkan berdasarkan pada pemeriksaan refraksi dan gambaran klinis yang tipikal. Pasien myopia merupakan penglihat dekat yang baik. Ketika melihat jauh, mereka akan memicingkan mata sebagai usaha untuk memperjelas visus. Hal ini bisa ditemukan pada anak usia sekolah penderita myopia. Ketika mereka melihat ke papan tulis, maka seringkali mereka memicingkan mata. Beberapa perubahan morfologi yang tipikal antara lain: penipisan sclera, esotropia (tampak jelas pada penderita anak-anak), COA (Camera Occuli Anterior) yang dalam, atrofi m.ciliaris, dan vitreus yang opak yang dirasakan penderita sebagai sensasifloaters.Pada miopi, refraksi sinar terlalu konvergen, sehingga bayangan terbentuk di depan retina. Penderita miopi memiliki visus < 6/6 dan kesulitan melihat benda yang terletak jauh. Secara prinsip, penderita miopi terlalu sering menggunakan akomodasi mata. M ciliaris menjadi lebih rigid, tonusnya meningkat dan fleksibilitasnya menurun, sehingga lambat laun panjang m Ciliaris semakin memendek. Selain itu, bentuk orbita dengan jarak superior dan inferior yang pendek menyebabkan kecenderungan terjadinya miopi. Solusi bagi penderita miopi adalah mengurangi konvergensi dengan menambahkan lensa cekung (minus) di depan mata.Penanganan penderita anak-anak memerlukan perhatian khusus karena tujuan penanganannya berbeda dengan penderita dewasa. Pada penderita dewasa, tujuan penangan adalah mendapatkan visus terbaik sedangkan pada anak ada dua tujuan: menghasilkan bayangan yang berfokus di retina dan mendapatkan keseimbangan antara akomodasi dan konvergensi. Secara khusus, orang tua penderita perlu mendapatkan edukasi tentang progresifitas alami myopia dan kemungkinan perubahan resep kacamata yang cukup sering.

2. Klasifikasi Miopi Menurut jenis kelainannya, Vaughan membagi miopia menjadi:a.Miopi aksialMiopia aksial dalah myopia yang disebabkan oleh sumbu orbita yang lebih panjang dibandingkan panjang fokus media refrakta. Dalam hal ini, panjang fokus media refrakta adalah normal ( 22,6 mm) sedangkan panjang sumbu orbita > 22,6 mm.b.Myopia KurvaturaDalam hal ini terjadinya myopia diakibatkan oleh perubahan dari kelengkungan kornea atau perubahan kelengkungan dari pada lensa seperti yang terjadi pada katarak intumesen dimana lensa menjadi lebih cembung sehingga pembiasan lebih kuat, dimana ukuran bola mata normal.c.Miopi RefraksiMiopi Refraksiadalah myopia yang disebabkan oleh bertambahnya indek bias media refrakta. (Sidarta, 2008)d.Perubahan Posisi LensaPergerakan lensa yang lebih ke anterior setelah operasi glaucoma berhubungan dengan terjadinya myopia.Miopi dikatakan berbahaya apabila berpotensi untuk menimbulkan kebutaan bagi penderitanya, karena tidak bisa diatasi dengan pemberian kacamata. Miopi berbahaya ini dibarengi dengan kerapuhan dari selaput jala (retina) yang makin lama makin menipis dari waktu ke waktu. Pada puncaknya proses penipisan ini menimbulkan perobekan pada selaput jala (retina), yang membutuhkan tindakan bedah sedini mungkin untuk pemulihannya. Tingkat keberhasilan pemulihan penglihatan akibat hal ini sangat tergantung pada kecepatan tindakan penanggulangannya.

Miopi berdasarkan berat ringana.Miopi ringanb.Sangat ringan, apabila dapat dikoreksi dengan kaca mata 0.25 s/d 1.0Dc.Ringan, apabila dapat dikoreksi dengan kaca mata-1 s/d -3 Dd.Miopi sedang dapat dikoreksi dengan kaca mata -3 s/d -6 De.Miopi tinggi dapat dikoreksi dengan kaca mata -6 s/d -10 Df.Miopi berat dapat dapat dikoreksi dengan kacamata > -10 D Klasifikasi myopia secara klinis(American Optometric Association, 1997)a. Simpel myopia: adalah myopia yang disebabkan oleh dimensi bolamata yang terlalu panjang, atau indeks bias kornea maupun lensa kristalinaa yang terlalu tinggi.b. Nokturnal myopia: adalah myopia yang hanya terjadi pada saat kondisi sekeliling kurang cahaya. Sebenarnya, fokus titik jauh mata seseorang bervariasi terhadap level pencahayaan yang ada. Myopia ini dipercaya penyebabnya adalah pupil yang membuka terlalu lebar untuk memasukkan lebih banyak cahaya, sehingga menimbulkan aberasi dan menambah kondisi myopia.c. Pseudomyopia: diakibatkan oleh rangsangan yang berlebihan terhadap mekanisme akomodasi sehingga terjadi kekejangan pada otot otot siliar yang memegang lensa kristalinaa. Di Indonesia, disebut dengan myopia palsu, karena memang sifat myopia ini hanya sementara sampai kekejangan akomodasinya dapat direlaksasikan. Untuk kasus ini, tidak boleh buru buru memberikan lensa koreksi.d. Degenerative myopia: disebut jugamalignant,pathological, atauprogressive myopia. Biasanya merupakan myopia derajat tinggi dan tajam penglihatannya juga di bawah normal meskipun telah mendapat koreksi. Myopia jenis ini bertambah buruk dari waktu ke waktu.e. Induced (acquired) myopia: merupakan myopia yang diakibatkan oleh pemakaian obat obatan, naik turunnya kadar gula darah, terjadinya sklerosis pada nukleus lensa, dan sebagainya.

Klasifikasi myopia berdasar umura. Congenital (sejak lahir dan menetap pada masa anak-anak)b. Youth-onset myopia (< 20 tahun)c. Early adult-onset myopia (2-40 tahun)d. Late adult-onset myopia (> 40 tahun). (Sidarta, 2007)

3. Etiologi (Penyebab)a) Jarak terlalu dekat membaca buku, menonton televisi, bermain videogames, main komputer, main ponsel, dan lain-lain. Mata yang dipaksakan dapat merusak mata. Pelajari jarak aman aktivitas mata kita agar selalu terjaga kenormalannya.b) Terlalu lama beraktifitas pada jarak pandang yang sama seperti bekerja di depan komputer, di depan layar monitor, di depan mesin, d