Urine Rutin Dan Urine Atas Indikasi

of 29

  • date post

    08-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    68
  • download

    0

Embed Size (px)

description

semoga bermanfaat

Transcript of Urine Rutin Dan Urine Atas Indikasi

Urine Rutin dan Urine Atas Indikasi

Urine Rutin dan Urine Atas Indikasi Putri Natalya (P27903119079)II BPoltekkes Kemenkes BantenDefinisi urineUrine merupakan suatu larutan yang kompleks yang mengandung bahan-bahan organik dan anorganik, sebagai hasil filtrasi dari glomerulus ginjal dan dikeluarkan tubuh melalui saluran air kemih.

Spesimen Urinalisis yang akurat dipengaruhi oleh spesimen yang berkualitas. Sekresi vagina, perineum dan uretra pada wanita, dan kontaminan uretra pada pria dapat mengurangi mutu temuan laboratorium.Oleh karena itu pasien perlu diberitahu agar membuang beberapa millimeter pertama urine sebelum mulai menampung urine. Pasien perlu membersihkan daerah genital sebelum berkemih. Kadang-kadang diperlukan kateterisasi untuk memperoleh spesimen yang tidak tercemar.

Lanjutan...Meskipun urine yang diambil secara acak (random) atau urine sewaktu cukup bagus untuk pemeriksaan, namun urine pertama pagi hari adalah yang paling bagus. Urine satu malam mencerminkan periode tanpa asupan cairan yang lama, sehingga unsure-unsur yang terbentuk mengalami pemekatan. Gunakan wadah yang bersih, bermulut lebar dan bertutup ulir untuk menampung spesimen urin. Hindari sinar matahari langsung pada waktu menangani spesimen urin.Lakukan pemeriksaan dalam waktu satu jam setelah buang air kecil. Penundaan pemeriksaan terhadap spesimen urine harus dihindari karena dapat mengurangi validitas hasil. Analisis harus dilakukan selambat-lambatnya 4 jam setelah pengambilan spesimen.

Pemeriksaan Urine RutinUrinalisis adalah tes yang dilakukan pada sampel urin pasien untuk tujuan diagnosis infeksi saluran kemih, batu ginjal, evaluasi berbagai jenis penyakit ginjal, memantau perkembangan penyakit seperti diabetes melitus dan tekanan darah tinggi (hipertensi), dan skrining terhadap status kesehatan umum.Pemeriksaan MakroskopikUrinalisis dimulai dengan mengamati penampakan makroskopik yang terdiri dari:1)Volume Daerah tropis 800-1300 mL/24 jam pada orang dewasaLebih dari 200 mL disebut poliuri, bisa diakibatkan karena diabetes melitus/DM, hipertensi, nervositas, obat, edema 300-700 mL disebut oliguria, bisa diakibatkan karena diare, muntah-muntah, nefritis menahun atau radang nefronKurang dari 300 mL disebut anuria, bias diakibatkan karena shock, gagal ginjal

2) WarnaUrine normal berwarna kuning muda, jernih tanpa endapan3) KekeruhanFosfat dan nanahFosfat atau karbonat hilang jika ditambah asam cuka 6%, sedangkan nanah tidak hilangDarahBakteriSpermatozoa

4)Berat jenis (Bj)Berat jenis untuk melihat faal atau fungsi pemekatan ginjal. Bj urine normal sebesar 1.003-1.030. 5) BauBau urine dipengaruhi oleh makanan seperti jengkol, petai, dan obat-obatan. Bau amoniak disebabkan perombakan ureum oleh bakteri. Urine bau busuk berasal dari perombakan protein dalam saluran kemih.6) Derajat keasaman/pHpH urine untuk melihat gangguan keseimbangan asam basa. pH urine normal 4,5-8,0.Urine asam: Infeksi Escherichia coliUrine basa: Proteus sp merombak ureum menjadi amoniak

Pemeriksaan Mikroskopis

Tes mikroskopi berupa tes sedimen urin. Urin yang dipakai adalah urin segar, urin yang ditampung 1 jam setelah berkemih. Pemeriksaan mikroskopik diperlukan untuk mengamati sel dan benda berbentuk partikel lainnya. Cara Kerja Tes Sedimen UrinMasukkan 10- 15 ml urin kedalam tabung reaksi lalu urin tersebut di sentrifuge selam 5 menit pada 1500- 2000 rpm.Buang cairan di bagian atas tabung sehingga volume cairan dan sedimen tinggal kira- kira 0,5- 1 ml.Kocok tabung untuk meresuspensikan sedimen.Letakkan 2 tetes suspense tersebut diatas kaca objek lalu tutup dengan kaca penutup.Periksa sedimen dibawah mikroskop dengan lensa objektif 10x untuk lapangan pandang kecil (LPK) dilaporkan jumlah silinder, serta lensa objektif 40x untuk lapangan pandang besar (LPB) dilaporkan jumlah unsure lekosit, eritrosit, epitel, bakteri, ragi, Kristal, dan protozoa.Nilai Rujukan dan Interpretasi Tes Sedimen Urin

Hasil yang mungkin ditemukan pada tes sedimen urin dapat dibedakan atas :1.Elemen Organik, dapat berupa :Sel:Eritrosit, nilai rujukannya