Proposal URINE

download Proposal URINE

of 47

  • date post

    16-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    246
  • download

    21

Embed Size (px)

Transcript of Proposal URINE

BAB IPENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG

Pemeriksaan urine merupakan pemeriksaan yang paling sering dilakukan dan diminati dalam menegakkan diagnosa berbagai macam penyakit. Para ahli pendahulu mencari hubungan antara penyakit tertentu dengan penampilan urine yang sangat tepat. (Frances K. Widmann,1995). Urine normal jumlahnya rata-rata 1-2 liter perhari, tetapi berbeda-beda sesuai dengan asupan air yang dikonsumsi tiap hari. (Evelin C. Pearce, 2006). Kekurangan minum menyebabkan kepekatan urine meningkat (konsentrasi semua substansi dalam urine meningkat), sehingga mempermudah pembentukan batu. Akibatnya air minum jenuh mineral, terutama kalsium berpengaruh besar terhadap pembentukan batu. Komposisi batu kalsium yang terdapat di dalam urin sebesar 80%, dengan bentuk terbesar yaitu kalsium oksalat dan terkecil kalsium fosfat. (Andrean, Crishye, Dhedy, 2008)Udara di alam tidak pernah ditemukan bersih tanpa polutan sama sekali, beberapa gas seperti sulfur dioksida (SO2), hydrogen sulfide (H2S), dan karbon monoksida (CO) selalu dibebaskan oleh udara sebagai produk sampingan dari proses-proses alami seperti aktivitas vulkanik, pembusukan sampah tanaman, dan kebakaran hutan. Selain disebabkan oleh polutan alami, polusi udara juga dapat disebabkan oleh aktifitas manusia, yaitu adanya proses industri seperti industri kapur. (1,3,4,5)

Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia. Kira-kira 99% kalsium terdapat di jaringan keras yaitu pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat pada darah dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi. Darah akan sulit membeku, transmisi saraf tergangu dan sebagainya. (Herisman.blogspot.com, 2008) Penduduk di desa Garawangi kecamatan Sumberjaya kabupaten Majalengka, merupakan lokasi yang memiliki banyak pabrik kapur. Industri kapur disana menghasilkan polutan berupa asap yang mengandung partikel-partikel kasar dan halus dari batu kapur (CaCO3) Selain itu menghasilkan pula gas-gas berupa karbon monoksida dan sulfur dioksida yang dikeluarkan sebagai efek dari pemakaian batu bara dan kayu bakar yang digunakan pada proses pembakaran batu kapur. Polutan yang ada di udara masuk ke dalam tubuh terutama melalui system pernafasan. Sedangkan partikel yang ada di air akan masuk melalui mulut dalam bentuk makanan atau minuman.Pemeriksaan Sulkowitch merupakan salah satu pemeriksaan kalsium urine yang sering dipakai oleh berbagai laboratorium. Pemeriksaan untuk mengetahui kadar kalsium dalam urine yang dikeluarkan oleh ginjal, dengan menggunakan reagen sulkowitch (asam oxalate, aluminium oxalate, asam asetat glacial, dan aquadest). Untuk pemeriksaan ini diperlukan urine 24 jam. Reagent Sulkowitch ini mengendapkan kalsium dalam bentuk kalsium oksalat tanpa kalsium fosfat oleh pH reagens itu. (R.Gandasoebrata,2009).Dari uraian diatas penulis akan membuat eksperimen dari reagent tersebut dengan menggunakan berbagai ukuran pH (keasaman). Sehingga diharapkan penulis akan mendapatkan pH yang tepat, efektif dan efisien untuk pemeriksaan kalsium urine.

1.2. PERUMUSAN MASALAHRumusan masalah pada penelitian ini adalah :1.2.1. Apakah terdapat kalsium urine yang terjadi dengan mengunakan reagent Sulkowitch standar (tanpa pengaturan pH).1.2.2. Apakah terdapat perbedaan yang terjadi setelah mengunakan reagent Sulkowitch yang dibuat dengan berbagai pengaturan pH.1.2.3. Apakah ada pengaruh pembentukan kalsium urine terhadap perubahan pH reagent.1.2.4. Dapatkah ditentukan pH yang optimal dalam penentuan kadar kalsium urine metode Sulkowitch. 1.3. DEFINISI OPERASIONAL 1.3.1. Analisis berasal dari kata anulisis dari bahasa Yunani. Istilah tersebut kemudian diserap kedalam bahasa latin yang mempunyai arti yaitu ana = kembali dan luein = melepas. Berdasarkan kata itulah maka analisis kini diartikan sebagai upaya pemisahan atau penguraian suatu kesatuan materi bahan menjadi komponen senyawa-senyawa penyusunnya, sehingga hasil (data) yang diperoleh dapat dikaji lebih lanjut.Kalsium adalah mineral yang amat penting bagi manusia, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, kerja jantung, dan pergerakan otot.1.3.2. Kalsium urine adalah kalsium yang terdapat dalam air seni.

1.3.3. pH (keasaman) adalah derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu larutan. Ia didefinisikan sebagai kologaritma aktivitas ion hidrogen (H+) yang terlarut. Koefisien aktivitas ion hidrogen tidak dapat diukur secara eksperimental, sehingga nilainya didasarkan pada perhitungan teoritis. (Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

1.4.TUJUAN PENELITIAN1.4.1. Tujuan Umum Untuk mengetahui adanya pengaruh perubahan pH (keasaman) reagent Sulkowitch pada pemeriksaan kalsium urine.1.4.2. Tujuan Khusus Untuk menentukan pH (keasaman) yang tepat pada reagent Sulkowitch agar dapat dipakai dalam pemeriksaan kalsium urine sebagai pH yang optimal.1.5.MANFAAT PENELITIAN 1.5.1. Menambah wawasan bagi peneliti dalam pemeriksaan urine, khususnya pemeriksaan kalsium urine dengan mengunakan reagent Sulkowitch.1.5.2. Mengetahui adanya pengaruh pH (keasaman) reagent Sulkowitch terhadap pemeriksaan kalsium urine.1.5.3. Dapat menentukan pH (keasaman) yang tepat untuk pemeriksaan kalsium urine dengan menggunakan reagent Sulkowitch. 1.5.4. Dapat dijadikan sebagai tambahan wawasan pembaca tentang pengaruh perubahan pH (keasaman) urine pada reagent Sulkowitch.1.6. KERANGKA KONSEP Urine yang digunakan dalam penelitian ini adalah urine 24 jam, yaitu urine yang dikumpulkan selama 24 jam. Diperlukan botol besar bervolume 1,5 liter atau lebihyang dapat ditutup dengan baik. Botol itu harus bersih dan biasanya memerlukan zat pengawet.Modifikasi pH yang digunakan ditentukan setelah penambahan asam asetat glacial pada reagent Sulkowitch. Normalnya komposisi asam asetat glacial pada reagent tersebut adalah 5,0 ml. Pada eksperimen kali ini, penulis mencoba menggunakan penambahan asam asetat glacial : Sulkowitch I = 3,0 ml ; II = 4,0 ml ; III = 5,0 ml dan IV = 6,0 ml.Diharapkan adanya perbedaan hasil terbentuknya kalsium urin setelah penambahan Sulkowitch I, II, III, dan IV dengan mengamati kekeruhan yang terjadi.

ANALISISPre analitis :Persiapan alatPersiapan reagentUji kualitas reagentPersiapan data Pengambilan sampel

SULKOWITCH I

SULKOWITCH IIURINE

SULKOWITCH IVSULKOWITCH III

PENGAMATAN HASIL

PENCATATAN

PELAPORAN

Gambar Skema Kerangka Konsep1.7.HIPOTESIS PENELITIAN1.7.1. Adanya pengaruh perubahan pH (keasaman) reagent Sulkowitch pada pemeriksaan kalsium urine.1.7.2. Dapat menentukan pH optimal pada reagent Sulkowitch untuk dapat digunakan dalam pemeriksaan kalsium urine.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kalsium 2.1.1. Pengertian KalsiumKalsium adalah mineral yang amat penting bagi manusia, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, kerja jantung, dan pergerakan otot.Berikut beberapa manfaat kalsium bagi manusia: Mengaktifkan saraf Melancarkan peredaran darah Melenturkan otot Menormalkan tekanan darah Menyeimbangkan tingkat keasaman darah Menjaga keseimbangan cairan tubuh Mencegah osteoporosis (keropos tulang) Mencegah penyakit jantung Menurunkan risiko kanker usus Mengatasi kram, sakit pinggang, wasir, dan reumatik Mengatasi keluhan saat haid dan menopause Meminimalkan penyusutan tulang selama hamil dan menyusui Membantu mineralisasi gigi dan mencegah pendarahan akar gigi Mengatasi kering dan pecah-pecah pada kulit kaki dan tangan Memulihkan gairah seks yang menurun/melemah Mengatasi kencing manis (mengaktifkan pankreas)Setelah umur 20 tahun, tubuh manusia akan mulai mengalami kekurangan kalsium sebanyak 1% per tahun. Dan setelah umur 50 tahun, jumlah kandungan kalsium dalam tubuh akan menyusut sebanyak 30%. Kehilangan akan mencapai 50% ketika mencapai umur 70 tahun dan seterusnya mengalami masalah kekurangan kalsium.Gejala awal kekurangan kalsium adalah seperti lesu, banyak keringat, gelisah, sesak napas, menurunnya daya tahan tubuh, kurang nafsu makan, sembelit, berak-berak, insomnia, kram, dan sebagainya.2.2. Kalsium UrinKadar kalsium urine dapat mencerminkan asupan diet kalsium, kadar kalsium serum dan efek keseluruhan penyakit (hipo atau hiperparatiroidisme, myeloma multiple, kanker tulang, dsb.) Hiperkalsiuria atau peningkatan kalsium dalam urine biasanya menyertai kadar pemeriksaan kalsium dalam serum.Ekskresi kalsium berfluktuasi dan yang paling rendah berlangsung pada pagi hari, sementara kadar yang tertinggi terjadi setelah makan. Pada hiperparatiroidisme, dan gangguan osteolitik, ekskresi kalsium urine biasanya meningkat., sementara pada keadaan hipoparatiroidisme, kadarnya menurun. Diet dan mengkonsumsi obat yang mengandung Natrium dan Magnesium dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan urine. (Joyce Lefever kee, 2008).Pada pria dewasa kebutuhan kalsium sangat rendah, sekitar 300 400 mg setiap hari. Sebaliknya pada wanita pascamenopause kalsium yang dibutuhkan tinggi, berkisar antara 1200 1500 mg setiap hari. Hal ini dapat disebabkan oleh menurunnya absorpsi kalsium secara bertahap akibat usia lanjut. (Robert E. Olson, 1998). Menurunnya absorbsi kalsium mengakibatkan kalsium dari aliran darah larut dalam urine, dan dapat mempengaruhi berat jenis urine. Berat jenis urine tergantung dari jumlah yang larut didalam urine atau terbawa didalam urine. Berat jenis plasma (tanpa protein) adalah 1,010. Bila ginjal memekatkan urine (sebagaimana fungsinya) maka berat jenis urine diatas 1,010. Daya pemekatan ginjal diukur menurut berat jenis tertinggi yang dapat dihasilkan yang seharusnya dapat lebih dari 1,025. (Evelin C. Pearce, 2006).Pengukuran berat jenis urine dipengar