Percobaan III - Urine-Identifikasi Senyawa Dalam Urine

download Percobaan III - Urine-Identifikasi Senyawa Dalam Urine

of 63

  • date post

    19-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    261
  • download

    20

Embed Size (px)

description

Urine - Identifikasi Senyawa Dalam Urine

Transcript of Percobaan III - Urine-Identifikasi Senyawa Dalam Urine

PERCOBAAN 9

ABSTRAK

Percobaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa-senyawa yang terkandung dalam urine. Prinsip percobaan ini adalah reaksi-reaksi khas pada masing-masing percobaan. Metode percobaan yang bisa dilakukan adalah uji pemecahan ureum oleh urease, uji gula pereduksi, uji adanya kreatinin dengan percobaan JAFFE dan WEYL, tes adanya asam urat dan garamnya yang menggunakan percobaan Muroksid dan reduksi perak (SCHIFF), tes adanya senyawa keton, dan tes adanya protein untuk uji senyawa organik. Sedangkan identifikasi senyawa anorganik dilakukan dengan tes adanya amonia, klorida, sulfat, fosfat dan kalsium. Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan bahwa uji positif terjadi pada uji pemecahan ureum oleh urease, tes adnya gula pereduksi, tes adanya klorida dan tes adanya sulfat.

PERCOBAAN IIIURINE : IDENTIFIKASI SENYAWA DALAM URINEI. TUJUAN PERCOBAAN

Untuk mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam urineII. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Urine Urine atau air seni atau air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Ekskresi urine diperlukan untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang disaring oleh ginjal dan untuk menjaga homeostasis cairan tubuh. Namun, ada juga beberapa spesies yang menggunakan urine sebagai sarana komunikasi olfaktori. Urine disaring di dalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang keluar tubuh melalui uretra.

Fungsi utama urine adalah untuk membuang zat sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh. Anggapan umum menganggap urine sebagai zat yang "kotor". Hal ini berkaitan dengan kemungkinan urine tersebut berasal dari ginjal atau saluran kencing yang terinfeksi, sehingga urine pun akan mengandung bakteri. Namun jika urine berasal dari ginjal dan saluran kencing yang sehat, secara medis urine sebenarnya cukup steril dan hampir tidak berbau ketika keluar dari tubuh. Hanya saja, beberapa saat setelah meninggalkan tubuh, bakteri akan mengkontaminasi urine dan mengubah zat-zat di dalam urine dan menghasilkan bau yang khas, terutama bau amonia yang dihasilkan dari urea. Urine dapat menjadi penunjuk dehidrasi. Orang yang tidak menderita dehidrasi akan mengeluarkan urine yang bening seperti air. Penderita dehidrasi akan mengeluarkan urine berwarna kuning pekat atau cokelat.

(Anonim, 2008)

Jenis urine adalah sebagai berikut

a. Urine sewaktu

Urine yang dikeluarkan sewaktu-waktu bilamana diperlukan pemeriksaan. Urine sewaktu biasanya cukup baik untuk pemeriksaan rutin yang melengkapi pemeriksaan fisik badan.b. Urine pagi

Urine yang pertama dikeluarkan sewaktu pasien bangun tidur. Urine ini biasanya lebih pekat dan baik sekali untuk pemeriksaan kadar protein sedimen, reduksi, reaksi biologi dari calli malnini dan sebagainya.

c. Urine pasca prandial

Urine yang pertama kali dikeluarkan setelah pasien makan (kurang lebih 1,53 jam sesudah makan). Urine ini biasanya dipakai untuk pemeriksaan reduksi.

d. Urine 24 jam

Urine yang dikumpulkan selama 24 jam. Urine ini akurat untuk analisa kuantitatif.

(Tim DepKes RI, 1994)

2.2 Pemeriksaan pada Urine

2.2.1 Pemeriksaan kadar gula dalam urine

Pengertiannya adalah memeriksa urine yang bertujuan untuk mengetahui kadar gula dalam urine. Hal ini dilakukan pada pasien yang berpenyakit atau tersangka berpenyakit diabetes mellitus. Cara pemeriksaan kadar gula dalam urine dapat dilakukan dengan memakai reagen benedict, tablet khusus dan tes pita.

Pemeriksaan dengan menggunakan reagen benedict, perubahan warna yang ditunjukkan adalah sebagai berikut :

Warna biru (tidak berubah)

(-)

Warna biru kehijauan

(+)

Warna hijau (kekuningan)

(+ +)

Warna kuning kemerahan

(+ + +)

Warna merah bata

(+ + + +)

2.2.2 Pengambilan bahan urine

Pengambilan urine sebagai bahan pemeriksaan untuk mengetahui faal glomeruli yang bertujuan untuk menyediakan urine secara bertahap untuk pemeriksaan ureum.

2.2.3 Pengumpulan urine selama 24 jam

Meliputi:

Pengukuran berat jenis urine

Pemeriksaan jumlah dalam urine

Pengujian pemekatan

Pengambilan bahan creatinin clearence test(Tim DepKes , 1994)

2.3 Sifat Urine

Sifat-sifat urine diantaranya adalah

a. volume urine pada orang dewasa nomal 600 2.500 mL dibentuk tiap harib. volume urine berkurang pada iklim panas c. berat jenis antara 1,003 1,030

d. reaksi urine biasanya adalah asam dengan pH berkisar antara 4,7 8,0

e. urine menjadi alkali bila dibiarkan

f. urine berwarna kuning pucat apabila normal

g. urine segar beraroma, tetapi baunya dapat berubah oleh zat-zat yang ada dalam makanan

(Harper, 1961)

2.4 Ciri- ciri Urine Normal

Jumlah rata-rata satu sampel dua liter sehari namun berbeda-beda sesuai dengan jumlah cairan yang dimasukkan. Banyaknya akan bertambah pula apabila terlampaui banyak protein yang dimakan sehingga tersedia cukup aliran yang diperlukan untuk mengalirkan ureanya. Warnanya bening oranye pucat tanpa endapan tetapi kalanya terdapat lendir tipis nampak terapung di dalamnya, baunya tajam, reaksinya sedikit asam terhadap lakmus dengan pH rata-rata 6, berat jenis berkisar antara 1,010 sampai 1,028. (Harper, 1961)

2.5 Komponen Utama Urine Manusia

Komponen utama penyusun urine pada manusia terdiri dari :KomponenGaram per 24 jamPerkiraan nisbah kons. urine

Glukosa

Asam amino

Amoniak

UrineKreatinin

Asam urat

H+Na+K+Ca2+Mg2+Cl-HPO42-SO42-

HCO3-

< 0,05

0,80

0,80

25

1,5

0,7

pH 5-8

3,0

1,7

0,2

0,15

6,3

1,2 g P

1,4 g S

0,3< 0,05

1,0

100

70

70

20

Sampai 300

1,0

15

5

2

1,5

25

50

0,2

Volume dan komposisi urine 24 jam bervariasi tergantung pada jumlah cairan yang masuk ke tubuh. Data di atas berlaku bagi rata-rata 24 jam spesimen dengan total volume 1.200 mL.

(Harper, 1961)2.6 Unsur- unsur Abnormal dalam Urine

a. Protein

Proteinuria (albume urea ) adalah adanya albumin dan globulin dalam urine dalam konsentrasi yang abnormal-normal tidak lebih dari 30-200 mg protein diekstraksi setiap hari dalam urine.

b. Glukosa

Normal, tidak lebih dari satu gram diekstraksi setiap hari. Glukosaria terjadi bila melebihi jumlah tersebut. Glukosaria dapat disebabkan adanya stres dan emosi. Glukosaria tidak disebabkan oleh diabetes tetapi dapat menunjukkan adanya diabetes.

c. Benda-benda keton

Pada keadaan normal, umumnya hanya diekskresi keton sebanyak 3-15 mg setiap hari, jumlahnya meningkat pada kelaparan, gangguan metabolisme karbohidrat, kehamilan, dan beberapa jenis alkoholis.

(Harper, 1961)2.7 Unsur-unsur Normal dalam Urine

a. Urea

Merupakan hasil akhir utama metabolisme protein pada mamalia. Biasanya merupakan 80-90% dan nitrogen urine total tetap pada diet rendah, protein urea jumlahnya rendah karena unsur nitrogen lain secara relatif tidak dipengaruhi oleh diet. Sekresi urea meningkat seperti demam, diabetes atau aktivitas korteks berlebih.(Harper, 1961)

b. Amonia

Secara normal, jumlah amonia dalam urine sedikit. Namun jika terdapat diabetes melitus maka jumlah amonia yang terkandung sangat tinggi.

(Harper, 1961)

c. Kreatin dan kreatinin

Kreatin adalah produk pemecahan kreatin. Koefisien kreatin ini dapat digunakan sebagai metode (indeks) mengenai jumlah urine yang dikumpulkan dalam 24 jam. Kreatinin diukur secara kolorimeter dengan menambahkan alkali pikrat dalam urine.(Harper, 1961)

d. Asam urat

Asam urat adalah hasil akhir yang penting dalam oksidasi urine yang sukar larut dalam air, tetapi membentuk garam yang larut dalam alkali. Oleh karena itu asam urat mudah mengendap dalam urine bila dibiarkan, warna biru diberikan asam urat bila terdapat seanofosfongisfat.

(Harper, 1961)

e. Asam amino

Asam amino yang keluar dari urine sangat sedikit karena ambang batas urine untuk zat ini sangat tinggi.

(Harper, 1961)

2.8 Pengujian pada Urine

2.8.1 Uji gula pereduksi dengan metode benedict

Reagen benedict terdiri dari kupri sulfat, sodium karbonat, dan sodium sitrat. Reaksinya sama dengan fehling yaitu gula pereduksinya akan dioksidasi menjadi asam aldonat, sedangkan pereaksi benedict akan tereduksi menjadi Cu2O dengan adanya endapan merah bata, maka menunjukkan adanya gula pereduksi.(Harper , 1961)

2.8.2 Penentuan kadar kreatinin urineKreatinin diukur secara stoikiometri dengan menggunakan asam pikrat yang ditambahkan dalam urine. Dengan adanya kreatin, campuran memberi warna ambar (Reaksi Jaffe) warnanya dicocokkan dengan standar kreatinin yang juga telah diberi alkali pikrat.

(Harper , 1961)2.8.3 Uji adanya protein

Protein dapat ditemukan dengan memanaskan urine lebih baik, setelah disentrifus untuk menghilangkan sedimen, kemudian ditambahkan asan asetat encer. Suatu awan putih atau endapan yang menetap setelah penambahan asam menunjukkan bahwa dalam urine terdapat protein. Pada pengukuran kuantitatif protein diendapkan dengan asam siklo asetat dan kemudian dipisahkan untuk analisis baik secara kolorimetri maupun analisis.

(Harper , 1961)2.9 Komposisi urine

Urine terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut, damn materi organik. Cairan dan materi pembentuk urine berasal dari darah atau cairan interstisial. Komposisi ur