Refraat Apendisitis (Autosaved) 1

download Refraat Apendisitis (Autosaved) 1

of 1

  • date post

    04-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    19
  • download

    1

Embed Size (px)

description

apendisitis fenny ramadhani

Transcript of Refraat Apendisitis (Autosaved) 1

28

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Pendahuluan Apendiks vermiformis merupakan organ yang mengandung jaringan lymphoid dan bagian yang dekat dengan caecum mempunyai lumen yang lebih kecl dari pada bagian yang distal. Berpanggal pada daerah posterolateral dari caecum, dua sampai tiga sentimeter di bawah muara ileum pada caecum.1 Apendisitis merupakan penyakit abdomen akut emergency yang dapat mengakibatkan peritonitis yang dapat mengakibatkan kematian sehingga harus mendapatkan tatalaksana sebaik dan sesegera mungkin. Apendisitis akuta timbul dalam sektar 7 persen individu di negara barat, dan merupakan sebab terlazim akut abdomen yang memerlukan intervensi bedah. Sekitar 200.000 apendektomi dilakukan tiap tahun di Amerika Serikat. Angka mortalitas bervariasi dari kurang 0.1 persen dalam tak berkomplikasi sampai sekitar 5 persen dalam kasus dengan perforasi.2 Angka perforasi lebih tinggi pada pasien yang lebih muda dari 18 tahun dan pasien yang lebih tua dari 50 tahun, kemungkinan terjadi karena keterlambatan diagnosis, adanya perforasi berhubungan dengan peningkatan mortalitas dan morbiditas. Laki-laki lebih banyak menderita apendisitis dari pada wanita usia pubertas dan pada usia 25 tahun. Apendisitis ini jarang terjadi pada anak-anak dibawah 2 tahun.3WHO (World Health Organization) menyebutkan insidensi apendisitis di Asia dan Afrika pada tahun 2004 adalah 4,8% dan 2,6% penduduk dari total populasi.4 Menurut Departemen Kesehatan RI pada tahun 2006, apendisitis menempati urutan keempat penyakit terbanyak di Indonesia setelah dispepsia, gastritis dan duodenitis, dan penyakit sistem cerna lain dengan jumlah pasien rawat inap sebanyak 28.040.4 Faktor resiko dominan yang mantap saat ini menunjukkan bahwa perbedaan jelas antara mortalitas 0.1 persen dan mortalitas 5 persen menyertai masing-masing apendisitis tanpa komplikasi dan dengan komplikas.5 Kesulitan dalam mendiagnosis apendisitis masih merupakan masalah dalam bidang bedah. Terdapat beberapa pasien yang menunjukan gejala dan tanda apendisitis yang tidak khas, sehingga dapat menyebabkan kesalahan dalam diagnosis dan keterlambatan dalam hal penanganannya. Kedua hal tersebut dapat meningkatkan terjadinya perforasi, morbiditas, dan negative apendectomy. Angka negative apendectomy di Amerika Serikat sebesar 15,3% pada apendisitis akut.6 Oleh karena itulah penulis mengangkat apendisitis sebagai judul referat agar dapat menambah wawasan dalam bagian bedah mengenai apendisitis hingga penanganannya.

1.2 Tujuan ReferatBerdasarkan latar belakang diatas tujuan pembuatan referat ini adalah sebagai berikut:a. Untuk mengetahui tentang anatomi, dan histologi dari apendiksb. Untuk mengetahui tentang penyakit apendisitis mula dari definisi, gejala klinis diagnosa penatalaksanaan prognosis serta komplikasi dari apendisitis

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 APENDIKS 2.1.1 Anatomi Apendiks Vermiformis merupakan organ yang mengandung jaringan limfoid dan suatu struktur berbentuk seperti jari yang menempel pada sekum pada kuadran kanan bawah abdomen. Tenia koli sekum, satu anterior, satu posteromedial dan satu posterolateral, berasal pada ujung embriologi sekum yang juga merupakan basis apendiks vermiformis., tetapi pada orang dewasa sering bukan merupakan bagian terbawah sekum. Pada janin, sekum mempunyai bentuk krucut, dengan apendiks merupakan apeks kerucut. Karena bagian sekum yang terletak diantara tenia anterior dan posterolateral tumbuh melebihi bagian segmen sekum lainnya, maka ujung asli sekum dan basis apendiks yang melekat dibawa ke belakanng kiri, bersama apendiks hampir selalu bermuara pada retrosekum, tetapi istilah ini digunakan untuk menggambarkan apendiks yang membelok ke atas dibelakang sekum dan biasanya asenden. Secara klinis biasanya berarti apendiks terfiksasi dalam posisi ini, suatu lokasi yang terlihat dalam sekitar 25 persen kasus Gambar antomi apendiks

Apendiks vermiformis yang terletak anterior terhadap sekum dinamakan apendiks vermiformis yang terletak ileal, dan yang posterior disebut subsekal, retrosekal atau retrokolika. Ada juga pembagian letak kaudoposisio (pelvica), medioposisio (ileal), lateroposisio atau retrosekal. Berdasarkan penelitian yang paling sering ditemukan adalah letak retrosekal atau kaudoposisio.1

Gambar posisi apendiks Panjang apendiks bervariasi, lazimnya adalah 6 sampai 10 cm pada orang dewasa, walaupun ada yang panjangnya sampai 20 cm. Jarang agenesis apendiks dan kadang-kadang disertai dengan hipoplasia sekum. Sangat jarang apendiks ganda dan divertikulum kongenital, tetapi bisa merupakan tempat peradangan akuta.2

2.1.2 Fisiologi

Selama bertahun-tahun apendiks itu keliru diyakini organ vestigial dengan fungsi tidak dikenal. kini diakui bahwa apendiks adalah organ kekebalan yang aktif berpartisipasi dalam sekresi immunoglobulin, terutama imunoglobulin A. Meskipun tidak ada peran yang jelas untuk apendiks dalam pengembangan penyakit manusia, hubungan terbalik antara apendectomy dan pengembangan kolitis ulseratif telah dilaporkan, menunjukkan efek melindungi dari apendektomy untuk apendisitis sebelum usia 20 tahun.4 Apendiks dapat berfungsi sebagai reservoir untuk rekolonisasi usus dengan bakteri sehat. satu studi retrospektif menunjukkan bahwa Apendektomi sebelumnya mungkin memiliki hubungan terbalik dengan recurent infeksi C.Difficile. Namun dalam penelitian retrospektif lain, Apendektomi tidak mempengaruhi tingkat infeksi C.Difficile. Peran apendiks di recolonizing usus besar masih harus dijelaskan.4

2.1.3 Histologi

Lumen apendiks dilapisi oleh epitel toraks berjenis kolon. Folikel limfoid ada di dalam tela submukosa saat lahir dan secara bertahap meningkat jumlahnya menjadi 200 folikel saat puberitas. Setelah itu ada pengurangan progresif dalam jaringan limfoid sampai hilang dalam dasawarsa kelima atau keenam dari kehidupan. Ada dua lapisan otot di dalam dinding apendiks. Lapisan dalam (sirkulasi) yang merupakan penerusan otot sekum yang sama. Lapisan luar (longitudinalis) dari penyatuan tiga tania sekum. Stratum sirkularis dan longitudinalis tunika muskularis sering tak ada dalam sejumlah area, yang memungkinkan kesinambungan tela submukosa dan serosa.2 2.2 APENDISITIS2.2.1 Definisi Apendisitis adalah salah satu keadaan darurat bedah yang paling umum dalam kedokteran kontemporer, dengan tingkat kejadian tahunan sekitar 100 per 100.000 penduduk. Risiko seumur hidup untuk apendisitis adalah 8,6% untuk laki-laki dan 6,7% untuk perempuan, dengan insiden tertinggi pada dekade kedua kehidupan.4 Pengertian apendisitis berdasarkan kamus kedokteran Dorland yaitu Apendisitis adalah merupakan suatu peradangan pada apendiks.5

2.2.2 Epidemiologi

Perkembangan resiko seumur hidup apendisitis adalah 8.6% untuk laki-laki dan 6.7% untuk perempuan, dengan insiden tertinggi pada dekade ke dan ketiga kehidupan. Angka apendektomi untuk apendisitis menurun sejak tahun 1950 dibanyak negara. Di Amerika Serikat, mencapai tingkat terendah sekitar 15 per 10000 penduduk pada tahun 1990. Namun sejak itu mengalami peningkatan angka kejadian apendisitis nonperforasi. Alasan untuk ini tidak jelas, tetapi telah diduga peningkatan terjadi akibat penggunaan pencitraan diagnostik yang meningkatkan angka deteksi apendisitis ringan sehingga dapat mendeteksi lebih dini.4

2.2.3 Etiologi dan patogenesis

Etiologi dan patogenesis apendisitis tidak sepenuhnya dipahami. obstruksi lumen karena fekalit atau hipertropi dari jaringan limfoid diusulkan sebagai faktor etiologi utama apendisitis akut. frekuensi obstruksi meningkat dengan keparahan proses inflamasi oleh sebab fecaliths dan kalkuli ditemukan pada 40% kasus apendisitis akut sederhana, di 65 % kasus apendisitis gangren tanpa pecah, dan hampir 90 % kasus apendisitis gangren dengan ruptur. dipercayai bahwa urutan prediksi peristiwananya mengarah ke lumen apendiceal yang akhirnya menghasilkan obstruksi loop tertutup, dan sekresi terus menerus pada mukosa apendiks cepat menghasilkan distensi. Distensi dari apendiks merangsang ujung saraf dari visceral serat peregangan aferen, Nyeri yang dirasakan jelas dan menyebar di pertengahan perut atau epigastium rendah. Distensi meningkat dari sekresi mukosa terus menerus dan dari perkalian cepat dari sejumlah bakteri di apendiks. Hal ini menyebabkan timbulnya reflek mual dan muntah dan nyeri visceral menjadi meningkat. Tekanan pada apendiks menjadi meningkat, sertai tekanan vena terlampaui. Kapiler dan venula menjadi tersumbat tapi inflow arteri terus, sehingga terjadi pembengkakan dan kemacetan vaskular. Proses inflamasi segera terjadi dan melibatkan serosa dari apendiks dan pada gilirannya peritoneum parietal. Hal ini menghasilkan pergeseran karakteristik kesakitan ke kuadran kanan bawah.4 Mukosa apendiks rentan terhadap gangguan suplai darah, yang memungkinkan invasi bakteri. daerah dengan suplai darah miskin menderita paling, infark ellipsoidal berkembang di perbatasan antimesenterik. sebagai distensi. Adanya distensi bakteri, invasi bakteri, terhambatnya suplai vaskular, dan adanya infark maka perforasi dapat terjadi, biasanya perforasi terjadi di perbatasan antimesenterik hanya di luar titik obstruksi. Urutan ini tidak bisa dihindari, namun beberapa episode apendisitis akut dapat sembuh secara spontan.4 Dengan adanya usaha pertahanan tubuh dalam membatasi proses inflamasi dengan cara menutupi apendiks dengan omentum, usus halus, atau adneksa sehingga terbentuk massa periapendikular yang secara salah dikenal dengan istilah infiltrat apendiks. Di dalamnya dapat terjadi nekrosis jaringan berupa abses yang dapat mengalami perforasi. Jika tidak terbentuk abses, apendiksitis akan sembuh dan massa periapendikular akan menjadi tenang untuk selanjutnya akan mengurangi diri secara lambat.7 Apendiks yang pernah meradang tidak akan sembuh sempurn