Patofisiologi Apendisitis _

download Patofisiologi Apendisitis _

of 15

  • date post

    28-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    62
  • download

    7

Embed Size (px)

description

Patofisiologi Apendisitis _

Transcript of Patofisiologi Apendisitis _

PATOFISIOLOGI APENDISITIS

PATOFISIOLOGI APENDISITIS

Apendisitis adalah peradangan dari vermi vormis, dan merupakan penyebab abdomen akut. (Mansjoer Arif, 2002)Apendisitisadalah suatu radang yang timbul secara mendadak pada apendiks dan merupakan salah satu kasus akut abdomen yang paling sering ditemui.

Patofisiologi ApendisitisSEMBELITFLORA KUMAN KOLON MENINGKATEROSI SELAPT LENDIR (E.histolytica)KATUP ILIOSEKAL KOMPETENAPENDISITIS MUKOSATEKANAN DI DALAM SEKUM TINGGIPENGOSONGAN ISI APENDIKS TERHAMBAT :STENOSISADHESI MESOAPENDIKS PENDEKAPENDISITIS KOMPELETTekanan di dalam sekum akan meningkat jika katup iliosekal kompeten. Kombinasi tekanan tinggi di sekum dan peningkatan kuman di kolon akibat sembelit menjadi pencetus radang di mukosa apendiks. Pencetus lain ialan erosi dari tukak kecil di selaput lendir oleh E.histytica dan penghambatan evakuasi isi apendiks. Evakuasi ini terhambat oleh stenosis atau pentumbatan oleh adhesi dan faktor lain yang mengurangi gerakan bebas apendiks. Perkembangan dari apendisitis mukosa menjadi apendisitis kompelet, yang melapisi seluruh lapisan dinding apendiks tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor pencetus setempat yang menghambat pengosongan lumen apendiks atau menggangu motilitas lumen apendiks.4Manifestasi KlinisNyeri MualMuntahDemam dan MenggiggilNYERINyeri dari visera seringkali secara bersamaan dilokalisasi di dua daerah permukaan tubuh karena nyeri dijalarkan melalui jaras alih visera dan jaras langsung parietal. Impuls nyeri yang berasal dari apendiks pertama akan melewati serabut nyeri viseraldan selanjutnya yang berada dalam gelendong saraf simpatis akan masuk kedalam medulla spinalis kira kira setinggi t10 atau t11, nyeri ini akan dialihkan ke seluruh umbilikus dan merupakan tipe pegal dan kram . Impus nyeri juga sering kali dimulai di peritoneum parietalie tempat apendiks yang meradang menyenuh atau melekat pada dinding abdomen .Hal ini menyebabkan nyeri tajam di sekitar peritoneum yang teriritasi di kudaran bawah abdomen.6

MUALMual adalah pengenalan secara sadar terhadap eksitasi bawah sadar pada daerah medulla yang secara erat berhubungan dengan atau merupakan bagian dari pusat muntah dan mual dapat disebabkan oleh :Impuls iritatidf yang datang dari traktis gastrointenstinal2. Impuls yang berasal dari otak bawah yang berhubungan dengan motion sickness3. Impuls dari kortex cerebri untuk mencetuskan muntahMuntah kadang kadang terjadi tanpa didahului prodormal mual yang menunjukkan bahwa hanya bagian bagian tertentu dari pusat muntah yang berhubungan dengan perangsangan mual.8MuntahSinyal sensoris muntah dari faring, esofagus, lambung.Ditransmisikan oleh saraf aferen vagal maupun saraf simpatis ke pusat muntah di batang otak.impuls motorik muntah di transmisikan melalui jalur saraf kranialis V VII IX X XII ke traktus gastrointenstinal bagian atas melalui saraf vagusDan Simpatis ke Traktus yang lebih bawah. Danmelalui saraf spinali s ke diafragma dan otot abdomen9

Antiperistaltik

Pada tahap awal iritasi gastrointenstinal, antiperistaltik terjadiBergerak mundur dgn kecepatan 2-3 cm per detik. Dalam waktu 2-5 menit, ini usus halus bawah kembali ke duodenum dan lambungDuodenum dan traktus atas meregangKontraksi intristik kuat terjadi pada duodenum dan lambung meyebabkan muntah.Aksi MuntahBernapas dalamTulang lidah dan laring menarik spingter esofagusPenutupan glotisPengangkatan palatum mole untuk menutupi nares posteriorKontraksi diafragma dan seluruh dinding abdomenTekanan intragastrik tinggiSfringter oseofagus bagian bawwah berelaksasi scara lengkapPengeluaran isi lambung melalui oseofagus

DEMAM

Substansi penyebab demam adalah pirogen. Pirogen dapat berasal dari eksogen maupun endogen. Pirogen eksogen berasal dari luar tubuh sedangkan pirogen endogen berasal dari dalam tubuh. Pirogen eksogen, dapat berupa infeksi atau non-infeksi, akan merangsang sel-sel makrofag, monosit, limfosit, dan endotel untuk melepaskan interleukin(IL)-1, IL-6, Tumor Necrosing Factor(TNF)-, dan interferon(IFN)- yang selanjutnya akan disebut pirogen endogen/sitokin.

Pirogen endogen ini, setelah berikatan dengan reseptornya di daerah preoptik hipotalamus akan merangsang hipotalamus untuk mengaktivasi fosfolipase-A2, yang selanjutnya melepas asam arakhidonat dari membran fosfolipid, dan kemudian oleh enzim siklooksigenase-2 (COX-2) akan diubah menjadi prostaglandin E2 (PGE2). Rangsangan prostaglandin inilah, baik secara langsung maupun melalui pelepasan AMP siklik, menset termostat pada suhu tubuh yang lebih tinggi. Hal ini merupakan awal dari berlangsungnya reaksi terpadu sistem saraf autonom, sistem endokrin, dan perubahan perilaku dalam terjadinya demam (peningkatan suhu)

Pusat panas di hipotalamus dan batang otak kemudian akan mengirimkan sinyal agar terjadi peningkatan produksi dan konservasi panas sehingga suhu tubuh naik sampai tingkat suhu baru yang ditetapkan13MENGGIGILRangsangan hipotalamik terhadap mengiggil terletak pada hipotalamus posterior dekat dinding ventrikel ketigaArea ini normalnya dihambat oleh sinyal dari pusat panas pada area preoptik-hipotalamus anterior,Tapi dirangsang oleh sinyal dingin dari kulit dan medulla spinalis.Pusat ini teraktivasi ketika suhu tubuh turun bahkan hanya beberapa derajat dibawah nilai suhu kritisPusat ini kemudian meneruskan sinyal yang menyebabkan menggigil melalui traktus bilateral turun ke batang otak, ke dalam kolumna lateralis medulla spinalis, dan akhirnya, ke neuron motorik anteriorSinyal tersebut meningkatkan tonus otot rangka diseluruh tubuh. Ketika tonus meningkat diatas tingkat kritis, proses menggigil dimulaiSelama proses menggigil maksimum, pembentukan panas tubuh dapat meningkat sebesar 4-5 kali dari normal.Rangsangan Hipotalamik terhadap Menggigil

Terletak pada bagian dorsomedial dari hipotalamus posterior dekat dinding ventrikel ketiga yang merupakan area pusat motorik primer untuk menggigil. Area ini normalnya dihambat oleh sinyal dari pusat panas pada area preoptik-hipotalamus anterior, tapi dirangsang oleh sinyal dingin dari kulit dan medulla spinalis.

Ketika terjadi peningkatan yang tiba-tiba dalam produksi panas, pusat ini teraktivasi ketika suhu tubuh turun bahkan hanya beberapa derajat dibawah nilai suhu kritis. Pusat ini kemudian meneruskan sinyal yang menyebabkan menggigil melalui traktus bilateral turun ke batang otak, ke dalam kolumna lateralis medulla spinalis, dan akhirnya, ke neuron motorik anterior. Sinyal ini tidak teratur, dan tidak benar-benar menyebabkan gerakan otot yang sebenarnya. Sebaliknya, sinyal tersebut meningkatkan tonus otot rangka diseluruh tubuh. Ketika tonus meningkat diatas tingkat kritis, proses menggigil dimulai. Selama proses menggigil maksimum, pembentukan panas tubuh dapat meningkat sebesar 4-5 kali dari normal.14REFERENSISherwood Lauralee. Fisiologi Manusia. Edisi 6. Jakarta: EGC. 2012.Sjamshudat. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta : EGC.Guyton n Hall. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Penerjemah dr. Irawati Setiawan,dkk. Jakarta: EGC. 1997.