Referat Urolithiasis Fix

download Referat Urolithiasis Fix

of 37

  • date post

    12-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    16
  • download

    6

Embed Size (px)

description

ccklenvk

Transcript of Referat Urolithiasis Fix

REFERAT

UROLITHIASIS

Oleh:

Arianda putri

030.09.028

Susi Indrawan

030.09.210

Pembimbing:

dr. Bambang Supriyo, DTM&H, Sp.B

dr.Willy Yulianto Sp.B

BAGIAN SMF BEDAH DAN ORTHOPAEDI

RSUD DR. SOESELO SLAWI

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI

Slawi, 26 Agustus 2013

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah karena atas rahmat dan karunianya, penulis akhirnya dapat menyelesaikan referat ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf pengajar di SMF Bedah RSUD Dokter Soeselo Slawi, terutama kepada dr. Willy Yulianto Sp.B dan dr. Bambang Supriyo DTM&H Sp.B selaku pembimbing kami atas segala waktu dan bimbingan yang telah diberikan kepada kami. Dan penulis juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyelesaian referat ini.

Sebagai manusia, penulis menyadari bahwa referat ini masih memiliki banyak kesalahan, sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan masukan yang membangun dari segala pihak. Akhir kata, penulis berharap semoga referat ini bermanfaat untuk berbagai pihak yang telah membaca referat ini

Slawi, 26 Agustus 2013

Penulis

LEMBAR PENGESAHAN

Referat yang berjudul Urolithiasis telah diterima dan disetujui pada hari oleh dr Willy Yulianto Sp.B Sebagai salah satu syarat menyelesaikan kepanitraan klinik ilmu bedah rumah sakit umum daerah dr Soeselo Slawi.

Slawi, 26 Agustus 2013

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Judul 1

Kata Pengantar ...2Lembar pengesahan 3Daftar isi .4BAB I PENDAHULUAN 5BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Anatomi sistem urinarius .10B. Fisiologi sistem urinarius .11C. Faktor predisposisi pembentukan batu 13D. Teori pembentukan batu ..14E. Komposisi batu 14BAB III BATU GINJAL 16BAB IV BATU URETER ..17BAB V BATU BULI 19BAB VI BATU URETRA .20BAB VII PEMERIKSAAN PENUNJANG 21BAB VIII DIAGNOSA BANDING ...25BAB IX KOMPLIKASI ..26BAB X TATA LAKSANA ...27KESIMPULAN 34DAFTAR PUSTAKA ...35BAB I

PENDAHULUAN

Urolithiasis adalah proses terbentuknya batu di saluran kemih. Penelitian epidemiologi menunjukan adanya hubungan terjadinya batu dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. 2Tidak semua penderita dengan batu saluran kemih memberikan keluhan, karena keluhan ditentukan oleh letak, besar dan morfologi batu. Sehingga seringkali mereka datang dengan keadaan lanjut seperti hidronefrosis hebat sehingga ginjal tak dapat diselamatkan, karena rasa sakit terjadi jika batu menyumbat secara mendadak, bukan perlahan, padahal rasa sakit tidak sebanding dengan besarnya bendungan yang terjadi. Namun penyakit ini memiliki tanda umum, hematuria baik mikroskopis maupun makroskopis. 1,2Untuk menegakan diagnosis, perlu anamnesis yang teliti seperti factor resiko terjadinya batu riwayat penyakit dahulu seperti gout atau pernahkan kencing mengeluarkan batu juga. Selain itu, diperlukan juga pemeriksaan tambahan seperti radiologis dan laboratorium, karena pemeriksaan fisik pada umumnya tidak banyak membantu untuk menegakan diagnosis. 1Terapi batu terdiri dari pemnedahan dan konservatif. Namun, metode operasi terbuka sudah nyaris ditinggalkan dalam penatalaksanaan batu saluran kencing dikarenakan sudah adanya metode-metode lain yang lebih minimal invasif. Batu yang dikeluarkan perlu dianalisa untuk menentukan pengobatan dan pencegahan untuk menghindari pembentukan batu secara residif. 1BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. ANATOMI SISTEM URINARIUS

Sistem saluran kemih adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih). Sistem saluran kemih terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih (vesika urinaria) dan uretra. 31. GINJAL

Setiap individu memiliki 2 buah ginjal, kanan dan kiri. Ginjal memiliki dua bagian penting yaitu korteks dan medula. Bagian paling superfisial adalah korteks renal, yang tampak bergranula. Di sebelah dalamnya terdapat bagian lebih gelap, yaitu medulla renal, yang berbentuk seperti kerucut disebut piramid renal, dengan dasarnya menghadap korteks dan puncaknya disebut apeks atau papilla renal. Pelvis renalis terbentuk dari 2 3 cabang kaliks mayor yang terbentuk dari 14 15 cabang kaliks minor. Ginjal merupakan organ retroperitoneal. Ginjal terletak antara T12 L3 dengan letak ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri. Arteri renalis merupakan perdarahan satu-satunya ke ginjal. Berikut adalah sirkulasi darah ginjal :

Ao.Abdominalis a.renalis a.interlobaris a.arkuata a.interlobularis glomerulus v.interlobularis v.arkuata v.interlobaris v.renalis v.cava inferior

Untuk persarafannya ginjal memiliki persarafan autonom simpatik dan parasimpatik. Persarafan simpatik berasal dari T10 L3, aktivasi dari saraf simpatik ini menyebabkan vasokonstriksi. Sedangkan persarafan parasimpatik berasal dari N.Vagus, aktivasi dari saraf parasimpatik menyebabkan vasodilatasi.Ginjal memiliki beberapa fungsi penting bagi tubuh manusia, antara lain:

Filtrasi dan ekskresi sisa metabolik (ureum dan kreatinin),

Regulasi elektrolit, cairan, dan keseimbangan asam basa,

Stimulasi pembentukan sel darah merah,

Regulasi tekanan darah melalui sistem renin angiotensin,

Aktivasi vitamin D. 32. URETER

Ureter terdiri dari dua saluran pipa yang masing-masing menyambung dari ginjal ke kandung kemih (vesika urinaria). Panjangnya kira-kira 25 30 cm, dengan penampang 0,5 cm. Ureter sebagian terletak dalam rongga abdomen dan sebagian terletak dalam rongga pelvis. Secara fisiologis ureter memiliki 3 tempat penyempitan, yaitu pada ureter pelvic junction, pada persilangan ureter dengan fossa iliaka, dan pada masuknya ureter ke dalam vesika urinaria.Ureter dalam sistem saluran kemih hanya berfungsi sebagai saluran untuk menyalurkan urin dari ginjal ke vesika urinaria. Perdarahan ureter dibagi menjadi 3, bagian superior diperdarahi oleh cabang dari a.renalis, bagian media diperdarahi oleh cabang dari a.iliaka komunis, dan bagian inferior diperdarahi oleh cabang dari a.iliaka komunis dan cabang a. iliaka interna. 4,53. VESIKA URINARIA (KANDUNG KEMIH)

Vesika urinaria adalah sebuah kantung berdinding otot yang berfungsi untuk menampung urin. Vesika urinaria terletak di dalam rongga pelvis di belakang simfisis pubis. Secara garis besar, vesika urinaria terdiri atas dinding yang membentuk kantung dan leher. Dinding ini terbentuk dari lapisan otot-otot yang tersusun sedemikian rupa sehingga memungkinkan vesika urinaria untuk mengecil dan membesar. Kantung ini dapat menampung urin 300 600 ml, namun biasanya persarafan dari vesika urinaria sudah memberikan sinyal ke otak untuk miksi saat volume urin sudah mencapai 400ml. Sedangkan lehernya dibentuk oleh otot m.sfingter uretra internus yang berfungsi untuk menjaga agar urin tidak keluar dari vesika urinarius.Vesika urianaria mendapat vaskularisasi utama dari a.hipogastrika. Pada pria, vesika urinaria juga mendapatkan suplai dari a.obturator dan a.glutea inferior, sedangkan pada wanita mendapatkan suplai dari a.uterina dan a.vaginalis. Untuk persarafannya, vesika urinaria memiliki persarafan autonom volunter dan involunter. Persarafan volunter berasal dari segmen S2 S4 yang mengatur m.sfingter uretra eksternus untuk berkontraksi dan relaksasi saat miksi. Persarafan involunter simpatik berasal dari T10 L3 yang bila teraktivasi maka akan menginhibisi proses miksi. Sedangkan persarafan parasimpatik beraasal dari S2 S4 yang bila teraktivasi maka akan terjadi proses miksi. 6

4. URETRA

Uretra terletak di distal dari leher vesika urinaria. Uretra pada pria dan wanita memiliki bentuk yang berbeda. Pada wanita, panjang uretra sekitar 2,5 sampai 4 cm dan terletak di antara klitoris dan pembukaan vagina. Pria memiliki uretra yang lebih panjang dari wanita. Pada pria, panjang uretra sekitar 20 cm dan berakhir pada akhir penis. Uretra pada pria secara garis besar dibagi menjadi 3 bagian:

Pars prostatica, terletak di prostat, Terdapat pembukaan kecil, dimana terletak muara vas deferens. Pars membranosa, sekitar 1,5 cm dan di lateral terdapat kelenjar bulbouretralis. Pars spongiosa/cavernosa, sekitar 15 cm dan melintas di corpus spongiosum penis.Masuknya urin ke uretra dari vesika urinaria juga diatur oleh m.sfingter uretra eksternus yang dipersarafi oleh saraf volunter. Pada ujung uretra pria terdapat bagian yang melebar disebut fosa navikulare. 8

B. FISIOLOGI SISTEM URINARIUS

Fungsi dari sistem urinarius adalah untuk membuang sisa-sisa metabolisme dari dalam tubuh. Sisa metabolisme tersebut dibuang dalam bentuk urin. Pembentukan urin terjadi di dalam komponen terkecil ginjal yaitu nefron.

Pembentukan urin dalam nefron melalui beberapa tahapan:

1. Filtrasi

Darah yang mengalir masuk ke dalam ginjal mengalami filtrasi sehingga molekul-molekul besar dalam darah tidak masuk ke dalam tubulus ginjal, misal protein, eritrosit, dan leukosit.

Proses filtrasi terjadi di dalam badan Malphigi yang terdiri atas kapiler glomerulus dan kapsula Bowman. Untuk mencapai ruangan Bowman, cairan / plasma harus melalui barier filtrasi, yaitu endotel glomerulus, lamina basal, dan epitel kapsula Bowman.

Hasil filtrasi yang disebut cairan ultrafiltrat memilki komposisi yang mirip dengan plasma, yang membedakannya adalah cairan ultrafiltrat memiliki kandungan protein yang lebih sedikit terutama protein-protein yang memiliki ukuran molekul besar.

2. Reabsorbsi

Proses reabsorbsi terjadi di tubulus. Proses ini mencegah agar zat-zat yang masih dibutuhkan tubuh namun ikut terfiltrasi dari glomerulus tidak t