Referat Gout

download Referat Gout

If you can't read please download the document

  • date post

    30-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    892
  • download

    89

Embed Size (px)

Transcript of Referat Gout

BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Sindroma metabolik saat ini diyakini merupakan inisdens yang paling tinggi yang daat menyebabkan timbulnya komplikasi-komplikasi ke berbagai penyakit lainnya. Salah satu klasifikasi sindroma tersebut yaitu hiperurisemia. Gout merupakan salah satu dari komplikasi sindroma metabolik yakni hiperurisemia. Secara patofisiologis gout adalah sekelompok penyakit yang terjadi akibat deposisi kristal monosodium urat di jaringan. Deposit ini beasal dari cairan ekstraseluler yang sudah mengalami supersaturasi dari hasil akhir metabolisme purin yaitu asam urat. Manifestasi klinik gout meliputi artritis gout, tofus, batu, asam urat saluran kemih dan nefropati gout. Tiga stadium klasik perjalanan alamih artitis gout adalah artitis gout akut, gout interkritikal dan gout kronik bertofus. Artritis gout atau lebih sering dikenal masyarakat dengan istilah sakit asam urat, selama ini banyak terjadi mispersepsi yaitu bahwa hampir semua keluhan reumatik yang berupa nyeri, kaku dan bengkak sendi dianggap sebagai kelainan akibat asam urat atau artritis gout. Bahkan sejumlahkalangan medis ada yang masih memiliki persepsi yang sama dengan sebagian masyarakat tersebut. Selain itu, pemberian obat penurun asam urat juga masih perlu mendapat perhatian lebih, agar pemberian obat tersebut dapat lebih tepat sehingga akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pasien. Hanya sebagian kecil kasus anak dengan konstipasi yang disebabkan oleh kelainan organic atau anatomik. Pada sebagian besar anak dengan konstipasi, kausanya adalah masalah fungsional dan perilaku. Pada kenyataannnya, berbeda dengan tingginya insidensi konstipasi pada populasi pediatric, insidensi penyakit Hirschprung hanyalah 1 dalam 6000 kelahiran, dan penyakit hirschprung dijumpai pada kurang dari 1% anak dengan konstipasi. Insidensi malformasi anorektum adalah 1 dalam 5000. Kausa anorganik lain dari konstipasi anak bahkan lebih jarang lagi4.1.2 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan referat ini ialah untuk menambah keilmuan mengenai penyakit Gout.BAB II PEMBAHASAN2.1 Definisi Gout adalah kelompok penyakit heterogen sebagai akibat dari deosisi kristal monosodium urat pada jaringan atau akibat supersaturasi asam urat didalam cairan ekstraselular. (Ilmu Penyakit Dalam Jilid III hal 2556) Gout adalah penyakit metabolik yang bersifat heterogen, dikaitkan dengan jumlah urat yang abnormal dalam tubuh yang awalnya ditandai oleh arthritis akut berulang, biasanya monoarticular, dan kemudian menjadi arthritis kronis. (CURRENT Medical Diagnosis & Treatment Hal 782) Gout adalah suatu penyakit yang ditandai dengan serangan mendadak dan berulang dari artritis yang terasa sangat nyeri karena adanya endapan kristal monosodium urat, yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat dari tingginya kadar asam urat di dalam darah (hiperurisemia).EpidemiologiPrevalensi gout bervariasi dari satu populasi ke populasi lain dan di antara wilayah geografis. Laporan sebelumnya menunjukkan bahwa kejadian hyperuricemia dan asam urat lebih tinggi di sejumlah ras Asia tinggal di USA daripada di kelompok dibandingkan mereka yang tinggal di Eropa. The-WHO ILAR-COPCORD tahap I fase 3 penelitian di Bandungan, Jawa Tengah, Indonesia, menunjukkan bahwa frekuensi hyperuricemia dan asam urat pada laki-laki 15 tahun dan lebih tinggi dibandingkan dengan penduduk Kaukasia. Perbandingan laki-laki terhadap perempuan adalah 34-1. Saat itu terutama ditemukan pada pria lebih dari 45 tahun. Di Taiwan, ditemukan bahwa kejadian gout di daerah pedesaan dan perkotaan adalah 13,6 / 1.000 dan 6.4 / 1.000 masing-masing sedangkan prevalensi gout adalah 0,6% (pedesaan) dan 0,67% (perkotaan) . Dalam studi klinis 45 pasien gout di Ujung Pandang (Sulawesi Selatan,Indonesia) tingkat hyperuricemia adalah 88,0% 7 sedangkan di Sulawesi Utara, ditemukan bahwa di antara 208 pasien asam urat kronis, 92,3% memiliki hyperuricemia8. gout itu sering terjadi pada keluarga pasien 'di Sulawesi Utara.Etiologi Beberapa orang dengan gout menghasilkan asam urat terlalu banyak (10%) Genetik Jenis Kelamin Diet trauma Kelaparan dan dehidrasi IV pewarna kontras kemoterapi Obat : diuretik dan beberapa lain hipertensi obat, aspirin nicotinic acid cyclosporin A allopurinol and probenecidalPatogenesisPeradangan pada artritis gout akut adalah akibat penumpukan agen penyebab yaitu kristal monosodium urat pada sendi. Mekanisme peradangan ini belum diketahui secara pasti. Hal ini diduga oleh peranan mediator kimia dan selular. Pengeluaranberbagai mediator peradangan akibat aktivasi melalui berbagai jalur, antara lain aktivitas komplemen (C) dan selular. AKTIVASI KOMPLEMEN Kristal urat dapat mengaktifkan sistem komplemen melalui jalur klasik dan jalur alternatif. Malalui jalur klasik, terjadi aktivasi komplemen C1 tanpa peran imunoglobulin. Pada kadar MSU meninggi, aktivasi sistem komplemen melalui jalur alternatif terjadi apabila jalur klasik terhambat. Aktivasi C1q mealui jalur klasik menyebabkan aktivasi kolikrein dan berlanjut dengan mengaktifkan Haegeman faktor (Faktir XII) yang penting dalam reaksi kaskade koagulasi. Ikatan partikel dengan C3 aktif (C3a) merupakan proses opsonisasi. Proses opsonisasi partikel mempunyai peranan penting agar partikel tersebut mudah dikenal, yang kemudian difagositosis dan dihancurkan oleh neutrofil, monosit dan makrofag, aktivasi komplemen C5 (C5a) menyebabkan peningkatan aktivasi proses kemotaksis sel neutrofil, vasodilatasi serta pengeluaran sitokin IL-1 dan TNF. Aktivasi C3a dan C5a menyebabkan pembentukan membrane attack complex (MAC). MAC merupakan komponen akhir proses aktivasi komplemen yang berperan dalam ion channel yang bersifat sitotoksik pada sel patogen maupun sel host. Hal ini membuktikanbahwa melalui jalur aktivasi komlemen cascade, kristal urat menyebabkan proses peradangan melalui mediator IL-1 dan TNF serta sel radang neutrofil dan makrofag. ASPEK SELULAR ARTRITIS GOUT Pada artitis gout, berbagai sel dapat berperan dalam proses peradangan, antara lain sel makrofag, neutrofil sel sinovial dan sel radang lainnya. Makrofag pada sinovium merupakan sel utama dalam proses peradangan yang dapat menghasilkan berbagai mediator kimiawi antara lain IL-1, TNF, IL-6 dan GM-CSF (Granulocyte-Macrophage-Colony-Stimulating Factor). Mediator ini menyebabkankerusakan jaringan dan mengaktivasi berbagai sel radang sehingga menimbulkan respons fungsional sel dan gene expression. Respons fungsional sel radang tersebut antara lain berupa degranulasi, aktiva NADPH oksidase gene expression sel radang melalui jalur signal transduction pathway dan berakhir denganaktivasi transcription factor yang menyebabkan gen berekspresi dengan mengeluarkan berbagai sitokin dan mediator kimiawi lain. Signal transduction pathway melalui 2 cara yaitu, dengan mengadakan ikatan reseptor (cross-link) atau dengan langsung menyebabkan gangguan non spesifik pada membran sel. Ikatan dengan reseptor (cross-link) pada sel membran akan bertambah kuat apabila kristal uratberikatan sebelumnya dengan opsonin, misalnya ikatan dengan imunoglobulin (Fc dan IgG) atau dengan komplemen (C1q C3b). Kristal urat mengadakan ikatan cross-link dengan berbagai reseptor, seperti ahesion molecule (Integrin), non tyrosin kinase, reseptor FC, komplemen dan sitokin. Aktivasi reseptor melalui tirosin kinase dan second messenge akan mengaktifkan transcription factor. Transkripsi gen sel radang ini akan mengeluarkan berbagai mediator kimiawi antara lain IL-1. Telah dibuktikan neutrofil yang diinduksi oleh kristal urat menyebabkan peningkatan mikrokristal fosolipase D yang penting dalam jalur transduksi signal. Pengeluaran mediator akan menimbulkan reaksi radang lokal maupun sistemik dan menimbulkan kerusakan jaringan.1.7 Gejala Klinis STADIUM ARTRITIS GOUT AKUT Radang sendi pada stadium ini snagat akut dan yang timbul sangat cepat dalam waktu singkat. Pasien tidur tanpa ada gejala apa-apa. Pada saat bangun pagi terasa sakit yang hebat dan tidak dapat berjalan. Biasanya bersifat monoartikuler dengan keluhan utama berupa nyeri, bengkak, terasa hangat, merah dan merasa lelah. Lokasi yang paling sering pada MTP-1 yang biasanya disebut podagra. Apabila proses penyakit berlanjut, dapat terkena sendi lain yaitu pergelangan tangan/kaki, lutut dan siku. Serangan akut ini dilukiskan oleh Sydenham sebagai: sembuh beberapa hari sampai minggu, bila tidak diobati, rekuren yang multipel, interval antar serangan singkat dan dapat mengenai beberaps sendi. Pada serangan akut yang tidak berat, keluhankeluhan dapat hilang dalam beberapa jam atau hari. Pada serangan akut berat dapat sembuh dalam beberapa hari sampai beberapa minggu. Faktor pencetus serangan akut antara lain berupa trauma lokal, diet tinggi purin, keleahan fisik, stres, tindakan operasi, pemakaian obatdiuretik atayu penurunan dan peningkatan asam urat. Penurunan asam urat darah secara mendadak dengan alopurinol atau obat urikosurik dapat menimbulkan kekambuhan. STADIUM TNTERKRITIKAL Stadium ini merupakan kelanjutan stadium akut dimana terjadi periode interkritik asimptomatik. Walaupun secara klinik tidak didapatkan tanda-tanda radang akut, namun pada aspirasi sendi ditemukan kristal urat. Hali ini menunjukkan bahwa proses peradangan tetap berlanjut, walaupun tanpa keluhan. Keadaan ini dapat terjadi satu atau beberapa kali pertahun, atau dapat sampai 10 tahun tanpa serangan akut. Apabila tanpa penanganan yang baik danpengaturan asam urat yang tidak benar, maka dapat timbul seranagn akut lebih sering dapat mengenai beberapa sendi dan biasanya lebih berat. Manajemen yang tidak baik, maka keadaan interkritik akan berlanjut menjadi stadium menahun dengan atrofi. STADIUM ARTRITIS GOUT MENAHUN Stadium ini umumnya pada pasien yang mengobati sendiri (self medication) sehingga dalam waktu lama tidak berobat secara teratur pada dokter. Artritis gout menahun biasanya disertai atrofi yang banyak dan terdapat poliartikular. Tofi ini sering pecah dan sulit sembuh dengan obat, kadang-kadang dapat timbul infeksi sekunder. Pada