Pelatihan GANIS WASGANIS

download Pelatihan GANIS WASGANIS

of 19

  • date post

    02-Jan-2017
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Pelatihan GANIS WASGANIS

  • 1

    Mekanisme : Hibah Tanggal Diterbitkan: 17 Oktober 2014 Tanggal Penutupan: 3 November 2014 Waktu Penutupan : 17.00 WIB Perihal: Request for Applications (RFA) Nomor 007

    Peningkatan Kapasitas Para Pelaku dalam Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu

    Referensi: Multi-Stakeholder Forestry Programme (MFP3) Mulai tahun 2003, Indonesia telah mengembangkan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) melalui serangkaian proses yang melibatkan multi pihak. SVLK adalah persyaratan untuk memenuhi legalitas kayu/produk yang dibuat berdasarkan kesepakatan para pihak (stakeholder) kehutanan yang memuat standard, kriteria, indikator, verifier, metode verifikasi dan norma penilaian. SVLK merupakan perangkat wajib dalam tata laksana pengelolaan hutan dan produknya, yang saat ini diatur melalui Peraturan Menteri Kehutanan P.43/Menhut-II/2014 beserta Perdirjen Bina Usaha Kehutanan No.P.5/VI-BPPHH/2014. Multistakeholder Forestry Programme Fase 3 (MFP 3) akan memfasilitasi implementasi SVLK dengan memberikan pelatihan terhadap Ganis, Wasganis dan penyuluh di provinsi Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Fasilitasi yang akan dilakukan adalah bantuan pembiayaan untuk pelatihan terhadap Ganis dan Wasganis di lingkup hutan maupun di industri, pelatihan administrator SIPUHH online, pelatihan penyuluh mengenai pengawasan SKAU/DKP dan pelatihan terhadap administrator RPBBI online. Untuk mencapai hasil dan dampak program, sesuai dengan ketersedianaan dana, MFP3 bermaksud untuk memberikan satu atau lebih hibah untuk kegiatan yang menunjang Keluaran 1 yaitu Pelaku Usaha Kehutanan Mengadopsi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dengan Memastikan Legalitas Kayu dan Mendukung Ekspor Berkelanjutan ke Pasar Legal khususnya pada sub-kegiatan mendukung implementasi SVLK melalui peningkatan kapasitas para pelakunya. Durasi yang diharapkan untuk program hibah ini adalah 3 sampai dengan 6 (enam) bulan yang pelaksanaannya dilakukan mulai bulan November 2014 dan berakhir pada Mei 2015. Sebagai penyelenggara MFP3 berhak untuk mendanai atau tidak proposal yang diajukan. Untuk tujuan diatas, RFA ini diterbitkan, RFA terdiri dari surat pengantar dan beberapa hal berikut ini: Bagian A Deskripsi Program dan Tujuan Hibah Bagian B Petunjuk Proposal Hibah Bagian C Persyaratan Khusus untuk Hibah

  • 3

    Memfasilitasi Peningkatan Kapasitas Para Pelaku dalam Implementasi Sistem Verifikasi Legalitas Kayu

    Daftar Isi

    Bagian A Deskripsi Program dan Tujuan Hibah 4 Bagian B Petunjuk Proposal Hibah 6

    a.Petunjuk dan penyerahan proposal hibah 6

    b. Petunjuk Persiapan Teknis 8

    c. Petunjuk Persiapan Finansial dan Dokumentasi Administratif 10

    d. Kapabilitas dan Kinerja Pemohon Hibah di Masa Lampau 10

    Bagian C Persyaratan Khusus untuk Hibah 12

    Bagian D Proses Seleksi 13 Lampiran 1: Surat Permohonan Hibah 14 Lampiran 2: Formulir Proposal Hibah 15

    Lampiran 3: Rencana Kerja 17 Lampiran 4: Anggaran Biaya 18 Lampiran 5: Formulir CV 19

  • 4

    Bagian A Deskripsi Program dan Tujuan Hibah 1). Deskripsi umum Berdasarkan Perdirjen Nomor P.43/2014 tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang Izin atau pada Hutan Hak, disebutkan bahwa SVLK adalah suatu sistem yang menjamin kelestarian pengelolaan hutan dan/atau legalitas kayu serta ketelusuran kayu. Dalam prakteknya, beberapa pihak terlibat dalam menjalankan sistem ini, termasuk di dalamnya yaitu tenaga teknis (Ganis), pengawas tenaga teknis (Wasganis), administrator sistem online terkait pengelolaan hutan lestari dan SVLK, serta penyuluh. Menyikapi kondisi tersebut, diperlukan partisipasi berbagai pihak untuk peningkatan kapasitas pihak-pihak yang terlibat dalam sistem SVLK, dan MFP3 melalui kegiatan yang dilakukan akan mengalokasikan fasilitasi pembiayaan untuk pelatihan Ganis dan Wasganis dalam lingkup hutan maupun industri, pelatihan administrator SIPUHH online dan RPBBI online serta pelatihan penyuluh mengenai SKAU/DKP. Pelatihan akan dilakukan oleh lembaga maupun jaringan, dimana pemilihan dari lembaga atau jaringan yang akan melakukan penilaian melalui proses hibah. Untuk melakukan seleksi terhadap lembaga atau jaringan yang memenuhi persyaratan, mengacu kepada beberapa informasi sebagai berikut; 1.1. Ringkasan Pekerjaan Jenis Pekerjaan:

    A. Pelatihan bagi Ganis dan WasGanis di lingkup hutan maupun industri B. Pelatihan bagi administrator SIPUHH online C. Pelatihan bagi penyuluh mengenai penggunaan SKAU/DKP D. Pelatihan bagi administrator RPBBI online

    Jangka Waktu Pekerjaan: November 2014 Mei 2015, termasuk di dalamnya proses persiapan sampai dengan pelaporan. Pembagian Lokasi: Bali, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Setiap lembaga hanya diperkenankan mengajukan pengajuan proposal untuk maksimal 2 jenis pekerjaan yang telah disebutkan di atas. 1.2. Persyaratan Lembaga atau organisasi pengaju aplikasi adalah sebagai berikut:

    Untuk jenis pekerjaan A: Memiliki pengalaman minimal 1 kali dalam melakukan Pelatihan terutama bagi Ganis dan Wasganis.

    Untuk jenis pekerjaan B: Memiliki pengalaman minimal 1 kali dalam melakukan Pelatihan SIPUHH online.

    Untuk jenis pekerjaan C: Memiliki pengalaman minimal 1 kali dalam melakukan Pelatihan mengenai SKAU/DKP.

    Untuk jenis pekerjaan D: Memiliki pengalaman minimal 1 kali dalam melakukan Pelatihan mengenai RPBBI online.

    2). Tujuan Tujuan pemberian hibah ini adalah:

    - Meningkatnya profesionalisme tenaga teknis dan pengawas tenaga teknis dalam pengelolaan hutan produksi lestari dan implementasi SVLK.

  • 5

    - Meningkatnya pemahaman dan keterampilan administrator SIPUUH online dan RPBBI online.

    - Meningkatnya pemahaman dan keterampilan penyuluh dalam memberikan penyuluhan mengenai SKAU/DKP.

  • 6

    Bagian B Petunjuk Proposal Hibah

    a. Petunjuk dan penyerahan proposal hibah

    a.1. Persyaratan Kelayakan Kriteria Kelayakan Minimum

    1. Memenuhi setidaknya salah satu tujuan dan prinsip MFP3 sebagaimana disebutkan di atas pada Bagian I dan IIA;

    2. Berisikan hasil dan pencapaian yang diharapkan, sejalan dan terhubung dengan tujuan MFP3;

    3. Pada umumnya adanya cost sharing dari sisi pemohon hibah; dan 4. Diserahkan oleh organisasi yang layak/memenuhi syarat.

    5. Rekening bank khusus untuk kegiatan hibah Berikut ini adalah organisasi-organisasi yang layak/memenuhi syarat untuk menerima hibah:

    1. Lembaga atau organisasi yang memiliki Status Hukum Indonesia, antara lain: Organisasi Masyarakat Sipil atau Ormas

    Lembaga Riset atau Kebijakan

    Universitas, akademi, lembaga pelatihan

    Organisasi pemuda, pelajar dan wanita

    Organisasi kebudayaan

    Asosiasi Profesional

    Lembaga Pemerintah

    Serikat Pekerja di dalam sektor kehutanan

    Bina Usaha Hutan Berbasis Masyarakat (CBFE)

    a.2. Persyaratan Penyerahan Proposal Hibah

    1. Proposal hibah (hard copy) dikirimkan kepada: Nurhayati; Grants Manager,

    Multi-stakeholder Forestry Programme Dipo Business Center, Lantai 9 Unit B Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 50-52 Jakarta 10260, INDONESIA

    2. Proposal hibah yang dikirim dalam bentuk salinan cetak (hard copy) sebanyak dua (2)

    buah atau melalui email dalam format pdf. 3. Proposal hibah maksimal 5 halaman (tidak termasuk tabel, grafik, anggaran/narasi

    anggaran dan lampiran. Menggunakan huruf Cambria, ukuran 11; margin 1 inci di bagian atas/bawah dan samping halaman. Proposal hibah harus sudah termasuk Ringkasan Eksekutif (maksimal 3 halaman).

    4. Jangka waktu hibah adalah 3 sampai dengan 20 bulan dalam rentang waktu antara September 2014 sampai dengan September 2016.

    5. Proposal hibah harus menyertakan (disesuaikan seperlunya): Formulir Proposal Hibah yang sudah lengkap; Rencana Kerja Proyek yang sudah lengkap;

  • 7

    Proyeksi Anggaran Hibah dan Catatan Anggaran; Formulir CV dan BioData dari seluruh anggota tim proyek; Kuesioner Kapabilitas Finansial dan lampiran yang sudah lengkap; Pernyataan kewajiban (bagian dari formulir Proposal hibah).

    6. Materi lain: Pemohon hibah dapat juga menyerahkan materi lain sebagai lampiran dari proposal hibah, antara lain surat referensi, laporan kegiatan organisasi dalam bentuk kliping Koran, brosur atau materi promosi lainnya. Surat dukungan yang menunjukkan kemitraan dan kerjasama dengan pemerintah lokal juga menjadi poin penilaian.

    a.3. Tenggat Waktu

    Proposal hibah harus diterima oleh kantor MFP3 di Jakarta paling lambat 3 November 2014, jam 17.00 WIB sebagaimana disebutkan pada bagian atas surat pengantar ini di tempat penerimaan proposal hibah yang ditetapkan pada poin a.2.

  • 8

    b. Petunjuk Persiapan Teknis Proposal hibah yang diserahkan sebagai tanggapan atas RFA ini harus mencantumkan informasi berikut ini:

    b.1. Deskripsi proyek:

    1. Ringkasan proyek (Mohon cantumkan ringkasan singkat mengenai proyek Anda dan informasi latar belakang yang diperlukan; ringkasan maksimal 2 halaman dan harus menyebutkan secara jelas hal apa yang akan dicapai oleh proyek Anda, serta mengapa dan bagaimana proyek tersebut akan diimplementasikan.)

    2. Tujuan, kegiatan dan hasil proyek (Mohon cantumkan informasi secara akurat dan terperinci, maksimal 5 halaman) a) Bagaimana pemohon hibah akan memenuhi tujuan RFA?

    b) Apa kegiatan spesifik yang akan Anda laksanakan? c) Apa hasil spesifik yang diharapkan dari proyek Anda?

    3. S