Modul Praktikum 1 - AHP (Fix)

download Modul Praktikum 1 - AHP (Fix)

of 17

  • date post

    17-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    266
  • download

    17

Embed Size (px)

description

modul akadm uii teknik industri

Transcript of Modul Praktikum 1 - AHP (Fix)

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIAFM-UII-AA-FKA-07/R0 MATERI PRAKTIKUM Fakultas: Teknologi IndustriPertemuan ke : 4 Jurusan/ Program Studi : Teknik IndustriModul ke : 1 Kode Mata Kuliah: 52224603Jumlah Halaman: 15 Nama Mata Kuliah: Analisis Keputusan dan Data MiningMulai berlaku : 2015 UNIVERSITAS ISLAM INDONESIAFM-UII-AA-FKA-07/R0 MATERI PRAKTIKUM Fakultas: Teknologi IndustriPertemuan ke : 4 Jurusan/ Program Studi : Teknik IndustriModul ke : 1 Kode Mata Kuliah: 52224603Jumlah Halaman: 15 Nama Mata Kuliah: Analisis Keputusan dan Data MiningMulai berlaku : 2015 PERTEMUAN KE-4 ANALYTI CAL HI ERARCHY PROCESS (AHP) 1.Tujuan Praktikum 1) Mahasiswa dapat memahami konsep AHP. 2) Mahasiswamampumemodelkanpermasalahanpengambilankeputusandan menyelesaikannya dengan metode AHP. 2.Definisi AHP AHP(AnalyticHierarchyProcess)merupakansuatumodelpengambilkeputusanyang dikembangkanolehThomasL.Saatyyangmenguraikanmasalahmultifaktoratau multikriteriamenjadisuatuhirarki.AHPdipergunakanuntukmenyelesaikansuatu permasalahanyang komplek dimana data dan informasi statistik dari masalahyang dihadapi sangat sedikit. 3.Pengertian AHP (Analytic Hierarchy Process) AHPmerupakansuatumodelpendukungkeputusanyangdikembangkanolehThomasL. Saaty.Modelpendukungkeputusaniniakanmenguraikanmasalahmultifactorataumulti kriteriayang kompleksmenjadi suatu hirarki. Masalahyang kompleks dapat di artikan bahwa kriteria dari suatu masalah yang begitu banyak (multikriteria),struktur masalah yang belum jelas, ketidakpastianpendapatdaripengambilkeputusan,pengambilkeputusanlebihdarisatuorang, sertaketidakakuratandatayangtersedia.Menurut.Saaty(1993),hirarkididefinisikansebagai suatu representasi dari sebuah permasalahan yang kompleks dalam suatu struktur multi level dimanalevelpertamaadalahtujuan,yangdiikutilevelfaktor,kriteria,subkriteria,dan seterusnya kebawah hingga level terakhir yaitu alternatif. Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleksdapatdiuraikankedalamkelompok-kelompoknyayangkemudiandiaturmenjadi suatubentukhirarkisehinggapermasalahanakantampaklebihterstrukturdansistematis. UNIVERSITAS ISLAM INDONESIAFM-UII-AA-FKA-07/R0 MATERI PRAKTIKUM Fakultas: Teknologi IndustriPertemuan ke : 4 Jurusan/ Program Studi : Teknik IndustriModul ke : 1 Kode Mata Kuliah: 52224603Jumlah Halaman: 15 Nama Mata Kuliah: Analisis Keputusan dan Data MiningMulai berlaku : 2015 AHPseringdigunakansebagaimetodepemecahanmasalahdibandingdenganmetodeyang lain karena alasan-alasan sebagai berikut : 1) Strukturyangberhirarki,sebagaikonsekuesidarikriteriayangdipilih,sampaipada subkriteria yang paling dalam.2) Memperhitungkanvaliditassampaidenganbatastoleransiinkonsistensiberbagaikriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambil keputusan.3) Memperhitungkan daya tahan output analisis sensitivitas pengambilan keputusan. AHP didasarkan atas 3 prinsip dasar yaitu:1) Dekomposisi Denganprinsipinistrukturmasalahyangkompleksdibagimenjadibagian-bagiansecara hierarki. Tujuan didefinisikan dari yang umum sampai khusus. Dalam bentuk yang paling sederhanastrukturakanterdiridaritujuan,kriteriadanlevelalternatif.Tiaphimpunan alternatifmungkinakandibagilebihjauhmenjaditingkatanyanglebihdetail,mencakup lebihbanyakkriteriayanglain.Levelpalingatasdarihirarkimerupakantujuanyang terdiri atas satu elemen. Level berikutnya mungkin mengandung beberapa elemen, dimana elemen-elementersebutbisadibandingkan,memilikikepentinganyanghampirsamadan tidakmemilikiperbedaanyangterlalumencolok.Jikaperbedaanterlalubesarharus dibuatkan level yang baru. Level pertama : Tujuan keputusan (Goal)Level kedua : Kriteria kriteriaLevel ketiga : Alternatif alternatif Hirarkidisusununtukmembantuprosespengambilankeputusandenganmemperhatikan seluruhelemenkeputusanyangterlibatdalamsistem.Sebagianbesarmasalahmenjadi sulituntukdiselesaikankarenaprosespemecahannyadilakukantanpamemandang masalah sebagai suatu sistem dengan suatu struktur tertentu. 2) Perbandingan penilaian/pertimbangan (comparative judgments).Dengan prinsip ini akan dibangun perbandingan berpasangan dari semua elemen yang ada dengantujuanmenghasilkanskalakepentinganrelatifdarielemen.Penilaianpada UNIVERSITAS ISLAM INDONESIAFM-UII-AA-FKA-07/R0 MATERI PRAKTIKUM Fakultas: Teknologi IndustriPertemuan ke : 4 Jurusan/ Program Studi : Teknik IndustriModul ke : 1 Kode Mata Kuliah: 52224603Jumlah Halaman: 15 Nama Mata Kuliah: Analisis Keputusan dan Data MiningMulai berlaku : 2015 perbandinganinimerupakanintidariAHPkarenaakanberpengaruhterhadapurutan prioritasdarielemenelemennya.Hasildaripenilaianinilebihmudahdisajikandalam bentukmatrikspairwisecomparisonsyaitumatriksperbandinganberpasanganyang memuattingkatkepentinganbeberapaalternatifuntuktiapkriteria.Skalakepentingan yang digunakan yaitu berupa angka. skala 1 yang menunjukkan tingkat yang paling rendah (equalimportance)sampaidenganskala9yangmenujukkantingkatanpalingtinggi (extreme importance). 3) Sintesa Prioritas Sintesa prioritas dilakukan dengan mengalikan prioritas lokal dengan prioritas dari kriteria bersangkutandilevelatasnyadanmenambahkannyaketiapelemendalamlevelyang dipengaruhi kriteria. Hasilnya berupa gabungan atau dikenal dengan prioritas globalyang kemudian digunakan untuk memboboti prioritas lokal dari elemen di level terendah sesuai dengan kriterianya. AHP didasarkan atas 3 aksioma utama yaitu : 1) Aksioma Resiprokal AksiomainimenyatakanjikaPC(EA,EB)adalahsebuahperbandinganberpasangan antaraelemenAdanelemenB,denganmemperhitungkanCsebagaielemenparent, menunjukkan berapa kali lebih banyak properti yang dimiliki elemen A terhadap B, maka PC (EB,EA)= 1/ PC (EA,EB). Misalnya jika A 5 kali lebih besar daripada B, maka B=1/5 A. 2) Aksioma Homogenitas Aksiomainimenyatakanbahwaelemenyangdibandingkantidakberbedaterlalujauh. Jikaperbedaanterlalubesar,hasilyangdidapatkanmengandungnilaikesalahanyang tinggi. Ketika hirarki dibangun, kita harus berusaha mengatur elemen-elemen agar elemen tersebut tidak menghasilkan hasil dengan akurasi rendah dan inkonsistensi tinggi. UNIVERSITAS ISLAM INDONESIAFM-UII-AA-FKA-07/R0 MATERI PRAKTIKUM Fakultas: Teknologi IndustriPertemuan ke : 4 Jurusan/ Program Studi : Teknik IndustriModul ke : 1 Kode Mata Kuliah: 52224603Jumlah Halaman: 15 Nama Mata Kuliah: Analisis Keputusan dan Data MiningMulai berlaku : 2015 3) Aksioma KetergantunganAksiomainimenyatakanbahwaprioritaselemendalamhirarkitidakbergantungpada elemen level di bawahnya. Aksioma ini membuat kita bisa menerapkan prinsip komposisi hirarki. 4.Kelebihan dan Kelemahan AHP Layaknya sebuah metode analisis, AHP pun memiliki kelebihan dan kelemahan dalam sistem analisisnya. Kelebihan-kelebihan analisis ini adalah : 1) Kesatuan (Unity)AHPmembuatpermasalahanyangluasdantidakterstrukturmenjadisuatumodelyang fleksibel dan mudah dipahami. 2) Kompleksitas (Complexity)AHPmemecahkanpermasalahanyangkompleksmelaluipendekatansistemdan pengintegrasian secara deduktif. 3) Saling ketergantungan (Inter Dependence)AHPdapatdigunakanpadaelemen-elemensistemyangsalingbebasdantidak memerlukan hubungan linier. 4) Struktur Hirarki (Hierarchy Structuring)AHPmewakilipemikiranalamiahyangcenderungmengelompokkanelemensistemke level-level yang berbeda dari masing-masing level yang berisi elemen yang serupa.5) Pengukuran (Measurement)AHP menyediakan skala pengukuran dan metode untuk mendapat kanprioritas. 6) Konsistensi (Consistency)AHPmempertimbangkankonsistensilogisdalampenilaianyangdigunakanuntuk menentukan prioritas. 7) Sintesis (Synthesis)AHPmengarahpadaperkiraankeseluruhanmengenaiseberapadiinginkannyamasing-masing alternatif. UNIVERSITAS ISLAM INDONESIAFM-UII-AA-FKA-07/R0 MATERI PRAKTIKUM Fakultas: Teknologi IndustriPertemuan ke : 4 Jurusan/ Program Studi : Teknik IndustriModul ke : 1 Kode Mata Kuliah: 52224603Jumlah Halaman: 15 Nama Mata Kuliah: Analisis Keputusan dan Data MiningMulai berlaku : 2015 8) Trade OffAHP mempertimbangkan prioritas relatif faktor-faktor pada sistem sehingga orang mampu memilih altenatif terbaik berdasarkan tujuan mereka. 9) Penilaian dan Konsensus (Judgement and Consensus)AHPtidakmengharuskanadanyasuatukonsensus,tapimenggabungkanhasilpenilaian yang berbeda. 10)Pengulangan Proses (Process Repetition)AHPmampumembuatorangmenyaringdefinisidarisuatupermasalahandan mengembangkan penilaian serta pengertian mereka melalui proses pengulangan. Sedangkan kelemahan metode AHP adalah sebagai berikut:1) Ketergantungan model AHP pada input utamanya. Inpututamainiberupapersepsiseorangahlisehinggadalamhalinimelibatkan subyektifitassangahliselainitujugamodelmenjaditidakberartijikaahlitersebut memberikan penilaian yang keliru. 2) Tidak ada pengujian statistik pada AHP. MetodeAHPinihanyametodematematistanpaadapengujiansecarastatistiksehingga tidak ada batas kepercayaan dari kebenaran model yang terbentuk 5.Tahapan AHP Dalam metode AHP dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: 1)Menyusun hirarki dari permasalahan yang dihadapi. Persoalanyangakandiselesaikan,diuraikanmenjadiunsur-unsurnya,yaitukriteriadan alternatif, kemudian disusun menjadi struktur hierarki seperti Gambar 1. di bawah ini: UNIVERSITAS ISLAM INDONESIAFM-UII-AA-FKA-07/R0 MATERI PRAKTIKUM Fakultas: Teknologi IndustriPertemuan ke : 4 Jurusan/ Program Studi : Teknik IndustriModul ke : 1 Kode Mata Kuliah: 52224603Jumlah Halaman: 15 Nama Mata Kuliah: Analisis Keputusan dan Data MiningMulai berlaku : 2015 Gambar 1. Struktur Hierarki AHP 2)Penilaian kriteria dan alternatif Kriteriadanalternatifdinilaimelaluiperbandinganberpasangan.MenurutSaaty(1988), untukberbagaipersoalan,skala1sampai9adalahskalaterbaikdalammengekspresikan pendapat.NilaidandefinisipendapatkualitatifdariskalaperbandinganSaatydapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Skala Penilaian Perbandingan Berpasangan Intensitas Kepentingan Keterangan 1Kedua elemen sama pentingnya 3Elemen yang satu sedikit lebih penting daripada elemen yang lainnya 5Elemen yang satu lebih penting daripada yang lainnya 7Satu elemen jelas lebih mutlak penting daripada elemen lainnya 9Satu elemen mutlak penting dari