Laporan Praktikum Kelompok 6 (Fix)

download Laporan Praktikum Kelompok 6 (Fix)

of 38

  • date post

    16-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    625
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Laporan Praktikum Kelompok 6 (Fix)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Tujuan Percobaan Adapun tujuan dari praktikum ini, antar lain: 1.2.1. Menambah pengetahuan tentang lingkungan secara khusus dalam bidang pencemaran air. 1.2.2. Memahami dam menganalisa tingkat pencemaran parit Perdana dengan menggunakan parameter DO dan BOD. 1.2.3. Melatih keterampilan mahasiswa dalam melakukan penelitian dan praktikum di laboratorium. 1.2.4. Untuk menyelesaikan tugas yang diberikan pada modul Lingkungan Hidup mahasiswa semester satu Prodi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UNTAN.

1.2. Prinsip Percobaan Oksigen terlarut di dalam botol sampel mengoksidasi MnSO4 yang ditambahkan ke dalam sampel dalam keadaan alkalis. Sehingga terjadi endapan MnO2 (reaksi 1)

Dengan penambahan asam sulfat dan kalsium ioida, maka akan dibebaskan molekul iodine yang setara dengan oksigen terlarut (reaksi II). Iodin yang dibebaskan dianalisa dengan metode titrasi iodometri, yaitu dengan larutan standar natrium tiosulfat dan amilum sebagai indicator. ( ( ) (Reaksi II) )

(Reaksi I)

1

1.3. Latar Belakang

Lingkungan hidup sebagai daerah di mana makhluk hidup berada memberikan banyak manfaat selain sebagai tempat tinggal saja. Pemanfaatan lingkungan hidup ini ternyata tidak sebaik yang kita harapkan. Selain dimanfaatkan, ternyata lingkungan hidup juga tidak dijaga kelestariannya sehingga muncul masalah dalam lingkungan hidup. Masalah lingkungan hidup yang terjadi pada saat ini menjadi keresahan kita bersama. Karena baik secara langsung maupun tidak langsung, setiap permasalahan yang terjadi dari lingkungan hidup memberikan dampak kepada kita sebagai salah satu unsur dalam lingkungan hidup tersebut. Oleh karena itu, analisis tentang setiap masalah lingkungan hidup sangat membantu kita untuk mencegah pencemaran terhadap lingkungan hidup lebih jauh lagi. Air merupakan bahan esensial dan sangat penting bagi semua makhluk hidup terutama bagi kehidupan manusia. Bagi manusia, air tidak pernah dapat digantikan oleh senyawa lain manapun. Tubuh manusia terdiri dari 65% air dan sekitar 47 liter air terdapat pada orang dewasa. Setiap harinya 2,50 liter dari jumlah air tersebut harus diganti dengan air yang baru. Diperkirakan dari sejumlah air yang harus diganti, 1,5 liter berasal dari air minum dan sekitar 1 liter berasal dari bahan makanan yang dikonsumsi. Menurut WHO jumlah air minum yang harus dipenuhi agar dapat mencapai syarat kesehatan adalah 86,4 liter per kapita per hari, sedang kondisi di Indonesia ditentukan sebesar 60 liter per hari. Faktanya Air digunakan manusia dalam berbagai kegiatan dan aktivitas. Namun dalam penggunaannya manusia sering melakukan kegiatan-kegiatan yang membuat air berpotensi besar tercemar. Seperti membuang sampah rumah tangga di parit atau membuang limbah hasil industri ke sungai yang menyebabkan pencemaran air. Pencemaran air adalah penambahan unsur atau organisme laut kedalam air, sehingga pemanfaatannya dapat terganggu. Berbagai jenis pencemar yang banyak memasuki badan air, berasal dari: a. Sumber domestik ( rumah tangga, perkampungan, kota, pasar, jalan) dan sebagainya. b. Sumber nondomestic (pabrik, industri, pertanian, peternakan, perikanan, serta sumber-sumber lainnya.

2

Pencemaran air dapat menyebabkan kerugian ekonomi dan sosial, karena adanya gangguan oleh adanya zat-zat beracun atau muatan bahan organik yang berlebih. Keadaan ini akan menyebabkan DO (dissolve oxygen) atau oksigen terlarut dalam air pada kondisi yang kritis, atau merusak kadar kimia air. Rusaknya kadar kimia air tersebut akan berpengaruh terhadap fungsi dari air. Banyak dampak negatif yang dapat ditimbulkan antara lain dapat menyebabkan kelumpuhan ikan, karena otak tidak mendapat suplai oksigen serta kematian karena kekurangan oksigen (anoxia) yang disebabkan jaringan tubuh ikan tidak dapat mengikat oksigen yang terlarut dalam darah (JONES, 1964). Secara khusus, pada masyarakat Pontianak yang memiliki banyak parit. Masyarakat memanfaatkan parit untuk berbagai keperluan, seperti MCK, transportasi, dan lain sebagainya. Namun, secara kasat mata parit yang dimanfaatkan masyarakat tersebut telah mengalami pencemaran, karena adanya kebiasaan masyarakat mengotori parit dengan membuang sampah di sungai tersebut. Analisis tentang kualitas air yang ada di parit kota Pontianak, khususnya Parit Sepakat 2 dapat dilakukan lewat perhitungan DO (dissolve oxygen) dan BOD (Biological oxygen demand) air tersebut. Tulisan ini lebih difokuskan pada dua parameter dimaksud. Dengan adanya parameter tersebut maka kita akan mengetahui ambang batas pencemaran dan kualitas air dalam suatu perairan serta adanya analisis ini sangat membantu kita untuk dapat mencegah pencemaran terhadap lingkungan hidup lebih jauh lagi.

3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.Sampling Pengambilan sample (sampling) adalah tahap awal dalam proses dimana data hasil karakteristik suatu batch produk dikumpulksan untuk proses evaluasi. Oleh karena hanya sebagian saja dari batch yang diambil sampelnya untuk pengujian, bagian tersebut harus mewakili batch tersebut. Hasil pengujian sample tersebut akan menentukan nasib batch tersebut, sehingga proses seleksi sample merupakan tahap kritis (penting) dalam sistem penjaminan mutu (quality assurance system). Dalam proses sampling, indikator kualitas atau disebut sebagai atribut, harus ditetapkan dan menggambarkan karakteristik batch yang dimaksud. Kontaminasi merupakan hal yang harus diperhatikan. Penanganan khusus perlu diterapkan untuk jenis bahan yang akan disampling, terutama yang berisiko terhadap kemungkinan kontaminasi (Wibowo, 2008). Air permukaan merupakan air yang terdiri atas air sungai, air danau, air waduk, air saluran, mata air, air rawa dan air gua. Pada lapisan atas danau atau waduk suhunya relatif sama untuk lapisan danau atau waduk mengalami penurunan suhu yang cukup besar (lebih dari1C/m) lapisan bawah danau atau waduk yang mempunyai suhu relatif sama dan lebih dingin dari lapisan di atasnya, biasanya lapisan ini mengandung kadar oksigen yang rendah dan relative stabil sifat-sifat pada air permukaan yang ditunjukkan dengan besaran, nilai atau kadar bahan pencemar atau komponen lain yang terkandung di dalam air. Kebutuhan oksigen kimiawi bagi proses deoksigenasi dalam suatu perairan atau air limbah yang man pada saat campuran contoh air yang diambil dari titik-titik yang berbeda kedalamannya pada waktu yang sama, dengan volume yang sama contoh air tersebut dikumpulkan dalam satu wadah,dihomogenkan dan dibagi menjadi dua atau lebih sub contoh air dan diperlakukan seperti contoh uji, selanjutnya dikirim ke beberapa laboratorium yang berbeda. Setiap tempat pengambilan contoh air mewakili setiap kualitas air. Alat yang digunakan dalam pengambil contoh air yang sederhana dapat berupa ember plastik yang dilengkapi dengan tali, gayung plastik yang bertangkai panjang Sedangkan Alat yang digunakan dalam pengambil contoh air untuk kedalaman tertentu atau point sampler pengambilan contoh air pada

4

kedalaman yang telah ditentukan pada sungai yang relatif dalam, danau atau waduk. Ada dua tipe point sampler yaitu tipe vertikal dan horizontal (SNI 6989,57-2008 ). Sampling bukanlah suatu pengembangan modern tetapi pendahuluan metode statistic dan kontrol kualitas dalam berbagai industri telah berperan banyak terhadap kedudukannya sekarang ini. Penarikan sampel membutuhkan pengalaman. Dalam teknik sampling terdapat istilah-istilah yang perlu dimengerti secara jelas, misalkan sampel adalah bagian terpilih dari materi yang memiliki sifat-sifat yang pada dasarnya sama dengan keseluruhan materi (Khopkar, 2003). Suatu sampel yang ideal harus memiliki semua sifat intensif yang identik dengan keseluruhan materi darimana dia berasal. Faktor-faktor yang harus diperhatikan terutama adalah variasi yang diperbolehkan dalam materi, ketepatan metode pengujian dan keadaan dari materi yang digunakan. Sifat fisika dari pengotor (kontaminan) akan mempengaruhi metode sampling. Di dalam cairan, sampling suatu cairan murni atau cairan homogen tentu prosedurnya sederhana karena biasanya cairan bersifat homogen (Khopkar, 2003).

2.1.1 Aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan sampel 2.1.1.1 Penentuan lokasi dan titik pengambilan sampel air sungai

Lokasi pengambilan sampel lingkungan yang dapat menggambarkan kondisi sesungguhnya pada daerah dan waktu tertentu. Sebelum menentukan lokasi dan titik pengambilan sampel lingkungan :

a. apa tujuan pengambilan sampel b. adakah suatu lokasi dan titik yang telah ditentukan berdasarkan ketentuan yang berlaku c. apakah lokasi dan titik tersebut representative d. parameter apa yang dianalisis di lokasi e. bagaimana lokasi dan titik pengambilan dapat diketahui dan bagaimana memastikan bahwa pengambil sampel dapat kembali ke lokasi dan titik yang sama atau mengarahkan orang lain ke sana. f. apa yang harus direkam untuk menunjukkan mengapa lokasi dan titik tersebut representatif atau tidak.

5

Penentuan lokasi dan titik pengambilan sampel lingkungan harus memperhatikan fasilitas untuk menuju lokasi dan aksesibilitas ke titik pengambilan.Untuk pengambilan sampel air sungai dapat dilakukan melalui jembatan dan titik pengambilan dapat diidentifikasi secara pasti. Bila perlu dapat juga menggunakan GPS (global positioning system)

2.1.1.2 Parameter kualitas lingkungan Parameter kualitas lingkungan ada 2 : a. Parameter Primer : senyawa kimia yang masuk ke dalam lingkungan tanpa berinteraksi dengan senyawa lain b. Parameter Sekunder : parameter yang terbentuk akibat adanya interaksi , transformasi atau reaksi kimia antar parameter primer menjadi senyawa lain

Pengukuran parameter lapangan harus ditujukan terhadap faktor-faktor yang dapat memastikan kesahihan hasil pengujian (sesuai ISO 19025). Parameter yang harus diukur terhadap sampel air sungai adalah : pH, suhu, DO, DHL, kekeruhan, debit air, cuaca dan kondisi sete