menejemen persediaan

download menejemen persediaan

of 12

  • date post

    25-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    32
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of menejemen persediaan

Definisi: Persediaan merupakan simpanan material yang berupa bahan mentah, barangdalam proses dan barang jadi.Inventory meliputi semua barang yang dimiliki perusahaan pada saat tertentu, dengantujuan untuk dijual kembali atau dikomsumsikan dalam siklus operasi normal perusahaansebagai barang yang dimiliki untuk dijual atau diasumsikan untuk dimasa yang akan datang.Menurut Koher,Eric L.A. Inventory adalah : " Bahan baku dan penolong, barangjadi dan barang dalam proses produksi dana barang-barang yang tersedia, yang dimilikidalam perjalanan dalam tempat penyimpanan atau konsinyasikan kepada pihak lain padaakhir periode".Secara umum pengertian Inventory adalah merupakan suatu aset yang ada dalambentuk barang-barang yang dimiliki untuk dijual dalam operasi perusahaan maupunbarang-barang yang sedang di dalam proses pembuatan.Klasifikasi InventoriAda beberapa macam klasifikasi inventori, menurut Dobler at al, ada beberapa klasifikasi inventori yang digunakan oleh perusahaan, antara lain [3]: Inventori ProduksiYang termasuk dalam klasifikasi invetori produksi adalah bahan baku dan bahan-bahan lain yang digunakan dalam proses produksi dan merupakan bagin dari produk. Inventori MRO (Maintaintenance, Repair, and Operating supplies)Yang termasuk dalam katagori ini adalah barang-barang yang digunakan dalam proses produksi namun tidak merupakan bagian dari produk. Inventori In-ProcessYang termasuk dalam katagori inventori ini adalah produk setengah jadi. Produk yang termasuk dalam katagori inventori ini bisa ditemukan dalam berbagai proses produksi. Inventori Finished-goodsSemua produk jadi yang siap untuk dipasarkan termasuk dalam katagori inventori finished goods. Persediaan bahan baku adalah barang-barang berwujud yang dimiliki dengan tujuan untuk diproses menjadi barang jadi. Persediaan barang dagangan adalah barang-barang yang dibeli dan dimiliki oleh perusahaan dagang untuk dijual kembali. Salah satu perlunya inventory dilaksanakan dengan baik yaitu mengetahui secara pasti harga pokok dari barang-barang dagangan yang terjual. Disamping itu untuk menjamin lancarnya arus lintas barang maka perlu diadakan pencatatan terhadap segala penerimaan barang yang berasal dari supplier,barang yang dipesan oleh langganan, barang yang terjual, barang yang dikembalikan oleh langganan dan penyesuaian-penyesuaian (adjusment) terhadap barang.Alasan Memiliki PersediaanSecara umum alasan untuk memiliki persediaan adalah sebagai berikut :1. Untuk menyeimbangkan biaya pemesanan atau persiapan dan biaya penyimpanan.2. Untuk memenuhi permintaan pelanggan, misalnya menepati tanggal pengiriman.3. Untuk menghindari penutupan fasilitas manufaktur akibat :a. Kerusakan mesinb. Kerusakan komponenc. Tidak tersedianya komponend. Pengiriman komponen yang terlambat4. Untuk menyanggah proses produksi yang tidak dapat diandalkan.5. Untuk memanfaatkan diskon6. Untuk menghadapi kenaikan harga di masa yang akan datang.Pengendalian persediaan: aktivitas mempertahankan jumlah persediaan pada tingkat yang dikehendaki. Pada produk barang, pengendalian persediaan ditekankan pada pengendalian material. Pada produk jasa, pengendalian diutamakan sedikit pada material dan banyak pada jasa pasokan karena konsumsi sering kali bersamaan dengan pengadaan jasa sehingga tidak memerlukan persediaan.Akibat kelebihan persediaan:Beban bunga meningkatBiaya penyimpanan dan pemeliharaanResiko rusakKualitas menurun.Akibat kekurangan persediaan:Proses produksi tergangguAda kapasitas mesin yang tidak terpakaiPesanan tidak dapat terpenuhi.Jenis jenis persediaan :Bahan mentahBarang dalam prosesBarang jadiSafety stockMerupakan persediaan minimal yang harus ada agar perusahaan dapat berjalan normal. Semakin besar safery stock maka perusahaan kemungkinan khabisan persedian akna semakin kecil.Safety stock adalah istilah yang digunakan oleh spesialis persediaan untuk menggambarkan tingkat stok tambahan yang dipertahankan di bawah siklus saham untuk penyangga terhadap tockouts. Safety Stock (juga disebut Buffer Stock) ada untuk menghadapi ketidakpastian dalam penawaran dan permintaan. Safety stock didefinisikan sebagai unit tambahan persediaan dibawa sebagai perlindungan terhadap kemungkinan stockouts (kekurangan bahan baku atau kemasan). Dengan memiliki jumlah yang memadai safety stock di tangan, sebuah perusahaan dapat memenuhi permintaan penjualan yang melebihi perkiraan permintaan mereka tanpa mengubah rencana produksi mereka.

Economic Order Quantity (EOQ)Model Economic Order Quantity atau Economic Lot Size (ELS) adalah salah satu teknik pengendalian persediaan yang paling tua dan yang paling dikenalsecara luas. Model ini dapat digunakan baik untuk barang-barang yang dibelimaupun yang diproduksi sendiri. Model EOQ adalah nama yang digunakan untukbarang-barang yang dibeli, sedangkan ELS digunakan untuk barang-barang yangdiproduksi sendiri (Handoko, 2008).Model ini mudah digunakan namun harus dapat memenuhi beberapa asumsiseperti (Heizer dan Render, 2006):1. Pemintaan diketahui, tetap dan bebas.2. Waktu tunggu yaitu waktu antara pemesanan dan penerimaan pesanan diketahui dan konstan.3. Penerimaan persediaan bersifat instan dan selesai seluruhnya. Dalam katalain, persediaan dari sebuah pesanan datang dalam satu kelompok padasuatu waktu.4. Tidak tersedia diskon kuantitas.5. Biaya variabel hanya biaya untuk menyiapkan atau melakukan pemesanan (biaya penyetelan) dan biaya menyimpan persediaan dalam waktu tertentu (biaya penyimpanan atau membawa).6. Kehabisan persediaan (kekurangan persediaan) dapat sepenuhnya dihindarijika pemesanan dilakukan pada waktu yang tepat.

Sistem Pengendalian Persediaan Bahan Baku pada PT Petrokimia Gresik

Perhitungan jumlah persediaan bahan baku yang digunakan oleh perusahaan dilakukan secara periodik yaitu setiap awal bulan. Setiap awal bulan sebelum perusahaan akan melakukan produksi, perusahaan melakukan perhitungan persediaan akhir. Pencatatan administrasi persediaan dilakukan setiap ada mutasi bahan baku sebagai akibat adanya pembelian maupun pemakaian bahan baku tersebut. Bahan baku yang digunakan oleh perusahaan perlu dilakukan pengawasan kualitas terhadap bahan baku terscbut. Pengawasan kualitas bahan baku dilakukan ketika bahan baku tersebut datang ke perusahaan dan sebelum digunakan dalam proses produksi. Bagian yang bertugas dalam mengawasi kualitas bahan baku adalah PT Sucofindo (perusahaan yang ditunjuk oleh PT Petrokimia untuk mengawasi kualitas bahan baku) dan bagian dari PT Petrokimia Gresik itu sendiri.Waktu tunggu yang diperlukan perusahaan (lead time) untuk menerima pesanan bahan baku adalah bervariasi. Untuk bahan baku phosphate rock memerlukan waktu 10 hari untuk perjalanan kapal dari Cina ke Gresik, jadi total lead time yar:.g diperiukan dari pemesanan hingga bahan baku datang adalah 1 bulan. Sedangkan bahan baku asam fosfat memerlukan waktu 30 hari dalam perjalanan kapal, jadi total lead time yang diperlukan adalah 2 bulan. Sedangkan untuk asam sulfat hanya memerlukan waktu 1 hari. Pemakaian bahan baku yang dilaksanakan perusahaan dilakukan dengan sistem FIFO (first in first out). Pada sistem ini yang pertama kali masuk gudang, maka yang pertama kali digunakan untuk produksi. Akan tetapi pada kenyataannya tidak dapat berjalan sesuai dengan harapan perusahaan. Karena jika telah masuk gudang akan sulit dilakukan pengawasan bahan baku, mana yang pertama kali masuk dan mana yang terakhir kali masuk. Hal itu dikarenakan bentuk atau wujud dari bahan baku tersebut.

Tabel 1. Banyaknya Jumlah Pemesanan, Kuantitas Pemesanan dan Persediaan Rata-rata yang digunakan oleh Perusahaan, Tahun 2003

Angka-angka pada Tabel, selama periode Januari-Desember 2003 PT Petrokimia Gresik melakukan pemesanan untuk bahan baku phosphate rock sebanyak sembilan kali dengan jumlah pesanan 700,000 ton, kuantitas per pesanan bervariasi antara 40,000-70,000 ton. Pemesanan untuk bahan baku asam fosfat dilakukan sebayak tiga kali dengan jumlah pesanan sebanyak 257,000 ton, dengan kuantitas pemesanan bervariasi antara 20,000-40,000 ton. Sedangkan untuk bah an baku asam sulfat frekuensi pemesanannya sebanyak dua belas kali, dengan kuantitas per pesanan berkisar antara 5,000-15,000 ton. Biaya persediaan yang dihasilkan akibat metode yang digunakan perusahaan untuk masingmasing bahan baku tersebut.

Tabel 2. Biaya Persediaan Bahan Baku Berdasarkan Kebijakan PT Petrokimia Gresik Tahun 2003Berdasarkan Tabel 2 di atas, biaya pemesanan phosphate rock adalah paling besar dibandingkan dengan bahan baku lain. Biaya pemesanan paling rendah adalah bahan baku asam sulfat dibandingkan dengan bahan baku lainnya. Sedangkan untuk biaya penyimpanan phosphate rock lebih rendah dibandingkan dengan biaya penyimpanan asam fosfat. Biaya penyimpanan yang paling rendah adalah biaya penyimpanan asam sulfat. Berdasarkan biaya persediaan yang dikeluarkan perusahaan, untuk bahan baku phosphate rock adalah USS2,142,000. Sedangkan untuk bahan baku asam fosfat biaya persediaannya adalah US$ 3,840,000 dan biaya persediaan untuk asam suifat adalah USS 1,188,000.

A. Pengendalian Biaya Persediaan Bahan Baku dengan Metode Material Requirement Planning teknik Lotfor LotMetode pengendalian persediaan bahan baku lot for lot, menghendaki jumlah pemesanan tepat sebesar kebutuhan bersih dalam suatu periode. Besarnya pemesanan tersebut diharapkan 'mernenuhi kebutuhan bahan baku guna lancarnya suatu proses produksi. Pada akhir periode 2002, perusahaan memiliki persediaan akhir untuk masing-masing bahan baku, yang dapat digunakan sebagai persediaan awal pada tahun 2003. Dengan menggunakan metode tersebut, dapat dilakukan perencanaan pemesanan bahan baku sebesar kebutuhan bersih, yaitu kebutuhan kotor dikurangi dengan persediaan di tangan.Bahan baku phosphate rock, pacta bulan Januari 2003 mempunyar persediaan di tang an sebesar 56,332 ton sedangkan yang dibutuhkan adalah sebesar G6,000 ton. Sehingga perusahaan harus melakukan perencanaan pemesanan sebesar 9,668 ton