Makalah menejemen Kualitas

download Makalah menejemen Kualitas

of 25

  • date post

    17-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    32
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Makalah menejemen Kualitas

Transcript of Makalah menejemen Kualitas

  • 1

    TUGAS

    MANAGEMEN INDUSTRI BERKELANJUTAN

    PENGENDALIAN KUALITAS

    Dosen Pengajar :

    Dr. Ir. H. Dirgahayu A. Lantara, MT.

    Disusun Oleh :

    Roomy Mahmud

    006.07.10.2014

    PROGRAM PASCA SARJANA

    UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

    MAKASSAR

    2015

  • 2

    KATA PENGANTAR

    Segala puji hanya milik Allah SWT, karena berkat limpahan rahmat-Nya penulis

    dapat menyelesaikan tugas pengendalian kualitas ini dan tak lupa pula sholawat salam kita

    sanjungkan kepada nabi Muhammad SAW. Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua

    pihak yang telah turut membantu dalam penyusunan Makalah yang penulis beri judul

    Pengendalian Kualitas

    Tidak lupa pula penulis ucapkan terimakasih kepada dosen pengampu dalam mata

    kuliah pengendalian kualitas. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari

    kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca untuk

    perbaikan makalah berikutnya dan harapan penulis semoga makalah ini bermanfaat bagi kita

    semua, khususnya yang sedang dalam proses pembelajaran.

    Makassar, 11 Juni 2015

    Penulis

  • 3

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR........................................................................................................... 1

    DAFTAR ISI ........................................................................................................................ 3

    BAB.I.PENDAHULUAN ..................................................................................................... 4

    1.1 Latar Belakang Pengendalian Kualitas ......................................................................... 4

    1.2 Maksud dan Tujuan Pengendalian Kualitas .................................................................. 4

    BAB.II.PENGENDALIAN KUALITAS ............................................................................... 6

    2.1 Pengertian Kualitas ...................................................................................................... 6

    2.2 Pengendalian Kualitas Secara Umum ........................................................................... 7

    2.3 Perkembangan Kualitas................................................................................................ 7

    BAB.III.KESIMPULAN ..................................................................................................... 24

    DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 25

  • 4

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang Pengendalian Kualitas

    Kebutuhan pengendalian kualitas timbul setelah masa revolusi industri, dimana proses

    produksi yang dilakukan oleh mesin menimbulkan dua persoalan utama, yaitu:

    a) Penggunaan mesin mulai menggantikan kedudukan tenaga kerja manusia.

    b) Produksi barang dilakukan secara besar-besaran sehingga memerlukan keseragaman

    komponen dalam proses assembling dimana hal tersebut hanya dapat dilakukan oleh

    mesin.

    Agar proses produksi berjalan dengan lancar, dibutuhkan tenaga kerja untuk menyortir

    barang yang memiliki kualitas dibawah standar, sehingga pada saat itu mulai dikenal usaha

    pengendalian kualitas. Namun adanya perkembangan sistem mekanisasi industri yang lebih

    maju menyebabkan keadaan industri menjadi tidak beraturan, sehingga para produsen

    menjadi berkurang perhatiannya dalam menghasilkan barang-barang yang bermutu tinggi.

    Sehingga timbul anggapan bahwa petugas yang melaksanakan pengawasan merupakan

    penghalang bagi pekerja dan supervisor untuk dapat melaksanakan kegiatan produksi.

    Namun seiring dengan perkembangan penerangan dan komunikasi, maka keadaan tersebut

    mulai berubah dimana pentingnya peranan pengendalian kualitas semakin dibutuhkan

    sehingga prosedur dan metode pengendalian mutu mulai dikembangkan kearah yang lebih

    baik.

    1.2 Maksud dan Tujuan Pengendalian Kualitas

    Maksud dari pengendalian kualitas adalah mengusahakan produk akhir yang dihasilkan

    sesuai dengan spesifikasi produk dan standar yang ditetapkan. Selain itu terdapat beberapa

    tujuan dilakukannya usaha pengendalian kualitas, yaitu:

  • 5

    1. Untuk memperbaiki adanya proses yang tidak terkendali.

    2. Untuk mengendalikan produk jadi, dalam hal ini dilakukan dengan sampling

    penerimaan.

    3. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

    4. Mengusahakan biaya inspeksi atau pemeriksaan dapat ditekan seminimal mungkin.

    5. mengusahakan agar biaya desain produk dan proses dengan menggunakan mutu

    produksi tertentu dapat menjadi seminimal mungkin.

    6. Mengusahakan agar biaya produksi dapat ditekan serendah mungkin.

    Dengan mengarah kepada pencapaian tujuan diatas berarti akan terjadi peningkatan kualitas

    produk akhir, pengendalian kualitas terhadap proses produksi yang berlangsung sehingga

    dapat dilakukan tindakan-tindakan apabila terjadi perubahan yang tidak diharapkan.

  • 6

    BAB II

    PENGENDALIAN KUALITAS

    2.1 Pengertian Kualitas

    Pengertian kualitas mengandung banyak definisi dan makna, tergantung pada tujuan

    dan penggunaannya. Adapun beberapa befenisi kualitas yang banyak digunakan, antara lain:

    1. Kualitas merupakan kesesuaian dengan persyaratan atau tuntutan.

    2. Kualitas merupakan kecocokan dengan pemakaian.

    3. Kualitas merupakan perbaikan dan penyempurnaan yang berkelanjutan.

    4. Kualitas merupakan usaha pemenuhan kebutuhan konsumen sejak awal dan setiap

    saat.

    5. Kualitas merupakan usaha untuk melakukan sejak awal secara tepat.

    6. Kualitas merupakan sesuatu yang dapat memberikan kepuasan kepada konsumen.

    Kualitas secara umum dapat diartikan sebagai sejumlah karakter terukur yang

    menunjukkan derajat kebaikan suatu produk, ataupun dapat diartikan sebagai suatu keadaan

    terbaik dalam batas-batas kondisi tertentu sesuai dengan keinginan konsumen.

    Pada umumnya syarat-syarat kondisi yang diinginkan oleh konsumen sebagai hal yang

    paling utama adalah harga produk dan manfaat produk. Kedua hal tersebut menyangkut:

    a. Spesifikasi dari karakteristik operasi.

    b. Umur produk dan keandalan.

    c. Ongkos pembuatan.

    d. Kondisi dimana produk dibuat.

    e. Pemasangan dan perawatan produk serta fasilitas di lapangan.

  • 7

    Adapun karakteristik dari produk yang diinginkan oleh konsumen pada umumnya dapat

    berupa keadaan dan keindahan bentuk dari produk. Sehingga secara singkat kualitas dapat

    didefinisikan sebagai kepuasan dalam pemakaian produk yang mencakup aspek:

    Quality of product : Kualitas produk atau jasa

    Quality of cost : Kualitas dari biaya

    Quality of delivery : Kualitas pengiriman produk

    Quality of safety : Kualitas keamanan

    Quality of morale : Kualitas dalam melayani konsumen

    Berdasarkan pengertian kualitas diatas, maka yang menjadi penentu bagi karakteristik

    mutu produk adalah konsumen, sehingga walaupun pihak produsen telah menghasilkan suatu

    produk yang dianggap telah tepat untuk mencapai tujuan yang diharapkan, namun

    konsumenlah yang menilai manfaat serta kualitas dari produk tersebut. Sehingga dalam

    mendesain, memproduksi dan menjual suatu produk pihak produsen harus berorientasi pada

    kepentingan konsumen.

    2.2 Pengendalian Kualitas Secara Umum

    Pada dasarnya kegiatan pengendalian kualitas mempunyai ruang lingkup yang sangat

    luas, karena semua aspek yang mempengaruhi kualitas harus diperhatikan. Secara garis besar,

    pengendalian kualitas dapat dibedakan menjadi tiga tingkatan yaitu pengendalian kualitas pra

    proses, pengendalian kualitas selama proses berlangsung dan pengendalian kualitas terhadap

    produk yang dihasilkan. Dengan demikian akan dapat dikurangi penyimpangan-

    penyimpangan yang mungkin terjadi.

    2.3 Perkembangan Kualitas

    Pada mulanya sistem untuk memonitor dan memanager kualitas hanya berupa

    pengukuran (inspection), yang akhirnya banyak mengalami perkembangan sehingga dikenal

    dengan adanya sistem pengendalian kualitas (Quality Control) serta jaminan kualitas (Quality

    Assurance). Sejak tahun 1970, sistem-sistem tersebut diatas yaitu Inspection, Quality Control

    dan Quality Assurance dikembangkan dan disempurnakan menjadi Total Quality

  • 8

    Management (TQM). Dimana TQM ini mengintegrasikan semua level di atas menjadi satu

    kesatuan untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas.

    A. Total Quality Management

    Perkembangan mutu terpadu pada mulanya sebagai suatu sistem perkembangan di

    Amerika Serikat. Buah pikiran mereka pada mulanya kurang diperhatikan oleh

    masyarakat, khususnya masyarakat bisnis. Namun, beberapa dari mereka merupakan

    pemegang kunci dalam pengenalan dan pengembangan konsep mutu. Sejak 1980

    keterlibatan mereka dalam manajemen terpadu telah dihargai di seluruh dunia.

    TQM adalah pendekatan manajemen pada suatu organisasi, berfokus pada kualitas

    dan didasarkan atas partisipasi dari keseluruhan sumber daya manusia dan ditujukan

    pada kesuksesan jangka panjang melalui kepuasan pelanggan dan memberikan manfaat

    pada anggota organisasi (sumber daya manusianya) dan masyarakat TQM juga

    diterjemahkan sebagai pendekatan berorientasi pelanggan yang memperkenalkan

    perubahan manajemen yang sistematik dan perbaikan terus menerus terhadap proses,

    produk, dan pelayanan suatu organisasi. Proses TQM memiliki input yang spesifik

    (keinginan, kebutuhan, d