Makalah Komunikasi Pendidikan

download Makalah Komunikasi Pendidikan

of 21

  • date post

    10-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    238
  • download

    45

Embed Size (px)

description

makalah komunikasi

Transcript of Makalah Komunikasi Pendidikan

BAB. IPENDAHULUAN1.1. Latar BelakangDari semua pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki, pengetahuan dan keterampilan yang menyangkut komunikasi termasuk di antara yang paling penting dan berguna. Melalui komunikasi intrapribadi kita berbicara dengan diri sendiri, mengenal diri sendiri, mengevaluasi diri sendiri tentang ini dan itu, mempertimbangkan keputusan-keputusan yang akan diambil dan menyiapkan pesan-pesan yang akan kita sampaikan kepada orang lain. Melalui komunikasi antar pribadi kita berinteraksi dengan orang lain, mengenal mereka dan diri kita sendiri, dan mengungkapkan diri sendiri kepada orang lain. Apakah kepada pimpinan, teman sekerja, teman seprofesi, kekasih, atau anggota keluarga, melalui komunikasi antar pribadilah kita membina, memelihara, kadang-kadang merusak (dan ada kalangnya memperbaiki) hubungan pribadi kita. Komunikasi merupakan sarana untuk terjalinnya hubungan antar seseorang dengan orang lain, dengan adanya komunikasi maka terjadilah hubungan sosial, karena bahwa manusia itu adalah sebagai makluk social, di antara yang satu dengan yang lainnya saling membutuhkan, sehingga terjadinya interaksi yang timbalk balik.Pengertian komunikasi sudah banyak didefinisikan oleh banyak orang, jumlahnya sebanyak orang yang mendifinisikannya. Dari banyak pengertian tersebut jika dianalisis pada prinsipnya dapat disimpulkan bahwa komunikasi mengacu pada tindakan, oleh satu orang atau lebih, yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan (noise), terjadi dalam suatu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu, dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik. Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan siapa? mengatakan apa? dengan saluran apa? kepada siapa? dengan akibat atau hasil apa? (who? says what? in which channel? to whom? with what effect?). (Lasswell 1960). Dalam prosesnya bahwa komunikasi merupakan suatu proses social untuk mentranmisikan atau menyampaikan perasaan atau informasi baik yang berupa ide-ide atau gagasan-gagasan dalam rangka memperanani orang lain.Dalam melaksanakan suatu program pendidikan aktivitas menyebarkan, menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sangat penting. Oleh karena itu, dalam makalah ini akan dibahas mengenai komunikasi, pendidikan, komunikasi pendidikan dan Peeranan komunikasi terhadap pendidikan.1.2. Rumusan MasalahMendasari latar belakang diatas maka yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah :1. Apa itu Komunikasi?2. Apa dan Bagaimana Pendidikan ?3. Apa dan Bagaimana Komunikasi Pendidikan?4. Bagaimana Peranan Komunikasi terhadap Pendidikan?1.3. Tujuan PembahasanAdapun yang menjadi tujuan pembahasan makalah ini adalah :1. Menjawab pertanyaan-pertanyaan pada rumusan masalah.2. Menyelesaikan tugas kelompok makalah Teori Komunikasi dalam Pendidikan3. Membahas dan mendalami tentang Peranan Komunikasi Terhadap Pendidikan.1.4. Manfaat PembahasanDengan pembahasan materi Peranan Komunikasi Terhadap Pendidikan, mahasiswa pasca sarjana diharapkan semakin memahami teori komunikasi dalam pendidikan sehingga dapat di aplikasikan dalam aktivitas bekerja dan aktivitas sehari-hari.

BAB. IIPEMBAHASAN2.1. KomunikasiIstilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication bersal dari bahasa Latin communicatio, bersumber dari communisyang berarti sama. Sama disini adalah dalam pengertian sama makna. Komunikasi minimal harus mengandung kesamaan makna antara kedua belah pihak yang terlibat. Dikatakan minimal karena kegiatan komunikasi itu tidak bersifat informatif saja, yakni agar orang mengerti dan tahu, tetapi juga persuasif yaitu agar orang bersedia menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu kegiatan dan lain-lain Komunikasi secara sederhana, dapat didefinisikan sebagai proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melelui/tanpa media yang menimbulkan akibat tertentu. Kegiatan komunikasi pada prinsipnya adalah aktifitas pertukaran ide atau gagasan secara sederhana, dengan demikian kegiatan komunikasi itu dapat dipahami sebagai kegiatan penyampaian ide atau pesan arti dari suatu pihak ke pihak lain, denagn tujuan komunikasi yaitu menghasilkan kesepakatan bersama terhadap ide atau pesan yang disampaikan tersebut.Thomas M .Scheihwadel (dalam Mulyana, Dedi 2004) mengemukakan bahwa kita berkomunikasi terutama untuk menyatakan dan mendukung identitas diri, untuk membangun kontak siosial dengan orang disekitar kita, dan untuk memperanani orang lain untuk merasa, berfikir, dan berperilaku seperti yang kita inginkan. Komunikasi merupakan alat untuk membangun interaksi anar pribadi untuk mewujudkan suatu tujuan yang diharapkan dari proses komunikasi tersebut.Ada sejumlah komponen penting atau unsur yang merupakan prasyarat terjadinya sebuah komunikasi. Dalam bahasa komunikasi komponen-komponen tersebut meliputi: 1. Komunikator, orang yang menyampaikan pesan2. Pesan, pernyataan yang di dukung oleh lambang3. Komunikan, orang yang menerima pesan4. Media, sarana atau saluran yang mendukung pesan5. Efek, dampak sebagai peranan pesanSetiap perilaku manusia mempunyai potensi komunikasi. Ada istilah yang sangat familier dalam dunia komunikasi yaitu we cannot not communication, Kita tidak dapat tidak berkomunikasi. Betapa tidak, komunikasi terjadi jika seseorang memberi makna pada perilaku orang lain atau perilakunya sendiri. Jadi semua perilaku kita memiliki potensi komunikasi, baik dari segi ekspresi muka, bahasa tubuh, terlebih pengucapan baik secara verbal maupun nonverbal.2.2.Pengertian PendidikanPendidikan berasal dari kata pedagogi (paedagogie, Bahasa Latin) yang berarti pendidikan dan kata pedagogia (paedagogik) yang berarti ilmu pendidikan yang berasal dari bahasa Yunani. Pedagogia terdiri dari dua kata yaitu Paedos (anak) dan Agoge yang berarti saya membimbing, memimpin anak. Sedangkan paedagogos ialah seorang pelayan atau bujang (pemuda) pada zaman Yunani Kuno yang pekerjaannya mengantar dan menjemput anak-anak (siswa) ke dan dari sekolah. Perkataan paedagogos yang semula berkonotasi rendah (pelayan, pembantu) ini, kemudian sekarang dipakai untuk nama pekerjaan yang mulia yakni paedagoog (pendidik atau ahli didik atau guru). Dari sudut pandang ini pendidikan dapat diartikan sebagai kegiatan seseorang dalam membimbing dan memimpin anak menuju ke pertumbuhan dan perkembangan secara optimal agar dapat berdiri sendiri dan bertanggung jawab. Kihajar dewantara (bapak pendidikan nasional indonesia 1889-1959) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu pendidikan umumnya berarti daya upaya untuk memajukan budi pekerti (karakter, kekuatan batin) pikiran (intellect) dan jasmani anak-anak selaras dengan alam dan masyarakatnya.Dengan kata lain, Pendidikan dapat di artikan sebagai usaha orang dewasa dalam mendewasakan peserta didiknya agar menjadi dewasa dan menjadi manusia yang seutuhnya. 2.3. Komunikasi PendidikanKomunikasi pendidikan merupakan komunikasi yang sudah merambah atau menyentuh dunia pendidikan dan segala aspeknya dan merupakan proses komunikasi yang dipola dan dirancang secara khusus untuk mengubah perilaku sasaran tertentu kearah yang lebih baik. Sasaran atau komunikan disini maksudnya adalah sekelompok orang, yang mana dalam proses pendidikan disini adalah murid atau siswa.Sudah disepakati juga bahwa fungsi umum komunikasi ialah informatif, edukatif, persuasif, dan rekreatif (entertainment) (Effendy,1981). Maksudnya secara singkat ialah komunikasi berfungsi memberi keterangan, memberi ata atau fakta yang berguna bagi segala aspek kehidupan manusia. Disamping itu, komunikasi juga berfungsi mendidik masyarakat, mendidik orang, dalam menuju pencapaian kedewasaan bermandiri. Seseorang bisa banyak tau karena banyak mendengar, banyak membaca dan banyak berkomunikasi. Komunikasi pendidikan lebih berarti sebagai proses komunikasi yang terjadi dalam lingkungan pendidikan baik secara teoritis maupun secara praktis. Komunikasi pendidikan adalah proses perjalanan pesan atau informasi yang menambah bidang atau peristiwa-peristiwa pendidikan. Komunikasi ini sifatnya tidak netral lagi, tetapi sudah dipola untuk memperlancar tujuan-tujuan pendidikan. Kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh guru kelas kepada muridnya, dan komunikasi yang terjadi dan dirancang oleh orang tua untuk mendidik dan memahamkan kepada anaknya, itu semua merupakan bentuk-bentuk komunikasi pendidikan. Salah satu cirinya adalah berlangsung dan dirancang denagn maksud untuk mengubah perilaku sasaran kearah yang lebih baik di masa yang akan datang. Komunikasi pendidikan bukan hanya terjadi pada kasus dialog saja, namun masih banyak contoh lainnya seperti pada setiap orang tua, baik sebagai ayah, ibu ataupun wali, bahkan mereka yang berkedudukan sebagai orang tua (senior, baik dalam ilmu, status sosial, maupun dalam usia) dilingkungan masyarakatnya, mempunyai keinginan memberi wejangan kepada yang lebih muda. Bentuk wejangan ini bermacam-macam. Sebuah nasihatpun berarti wejangan. Juga wejangan dalam bentuk contoh atau teladan perbuatan termasuk perbuatan memberi semangat, dorongan, dan hal lain yang dapat menumbuhkan motivasi seseorang untuk berbuat sesuai dengan norma yang berlaku. Hal ini terlihat jelas sebagai mana disarankan dalam salah satu konsep pendidikan Ki Hajar Dewantara yang terkenal itu, yakniing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tutwuri handayani.Artinya kira-kira sebagai berikut: didepan dapat memberi contoh atau teladan yang baik, baik dalam pengetahuan, sikap maupun dalam berbuat, di tengah-tengah harus bisa membangun kehendak atau kemauan, berinisiatif, dan dibelakang harus bisa memberi dorongan atau semangat. Banyak tujuan komunikasi pendidikan atau tujuan belajar yang sering tidak tercapai akibat dari kurang atau tidak berfungsinya unsur-unsur komunikasi di dalamnya, atau tujuan pendidikan tidak tercapai karena penerapan komunikasi yang keliru. Tujuan pendidikan secara umum adalah mengubah kondisi awal manusia kepada atau ke arah yang sesuai dengan norma kehidupan