Makalah psikologi komunikasi

download Makalah psikologi komunikasi

of 21

  • date post

    14-Jun-2015
  • Category

    Education

  • view

    3.537
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Makalah psikologi komunikasi

  • 1. - 1 - TUGAS KELOMPOK DOSENPEMBIMBING PSIKOLOGI KOMUNIKASI NUR JANAH. M.Si KOMUNIKASI VERBAL DAN KOMUNIKASI NON VERBAL DISUSUN OLEH : GILANG RISKI KARISMA JHOHAN SITUMORANG MONIKA NOFRIDA UMI DASIROH YELTI DESTIANA SRI MULYANI YENI SELFIRA SARIANTO JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS RIAU 2013

2. - 2 - KATA PENGANTAR Segala puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan yang maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul KOMUNIKASI VERBAL DAN KOMUNIKASI NONVERBAL ini dengan baik dan tanpa hambatan sedikitpun. Kami sadar bahwa penulisan ini masih sangat sederhana, jauh dari kesempurnaan, namun harapan kami tidak mengurangi kecermerlangan isi makalah ini. Penulisan makalah psikologi komunikasi ini dapat diselesaikan atas usaha keras penulis, juga bantuan teman-teman, bukan itu saja tetapi juga dari berbagai pihak terkait yang tidak dapat kami sebutkan namanya satu-persatu dalam mengisi kekurangannya, termasuk dorongan moril, dan bantuan pemikiran yang sangat kondusif. Pada kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada semua yang terlibat dalam membuat makalah ini. Saran kritik yang membangun sangat kami harapkan untuk kesempurnaan makalah ini, semoga mendapat balasan kebaikan dari Tuhan yang maha esa dan menjadi amal kebaikan di dunia dan akhirat, amin. Pekanbaru, April 2014 Penulis 3. - 3 - DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.............................................................................................2 DAFTAR ISI..........................................................................................................3 BAB I : PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG.............................................................................4 B. RUMUSAN MASALAH.........................................................................4 C. TUJUAN PENELITIAN..........................................................................4 BAB II : PEMBAHASAN 1. KOMUNIKASI VERBAL.......................................................................5 a. Pengertian Komunikasi Verbal...........................................................5 b. Munculnya Kemampuan Berbahasa.....................................................7 c. Bahasa dan Realitas............................................................................8 d. Kata dan Makna.................................................................................8 2. KOMUNIKASI NON-VERBAL..............................................................10 a. Pengertian Pesan Non-verbal..............................................................10 b. Fungsi Pesan non-verbal....................................................................11 c. Klasifikasi pesan non-verbal...............................................................16 BAB III : PENUTUP A. KESIMPILAN.......................................................................................17 B. SARAN................................................................................................17 C. DAFTAR PUSTAKA.............................................................................17 4. - 4 - I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada hakekatnya manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan interaksi dengan manusia lainnya. Dalam berinteraksi manusia pasti saling berkomunikasi, komunikasi yang terjadi bisa dimana saja, baik di rumah, lingkungan kampus, tempat-tempat umum, ataupun lokasi-lokasi yang lainnya. Dalam berkomunikasi manusia manggunakan dua jenis komunikasi, yakni komunikasi verbal dan Non verbal. Kemampuan kita dalam berkomunikasi dengan orang lain, akan sangat berpengaruh dalam kualitas hidup kita, agar kita dapat memahami dan meningkatkan komunikasi yang kita lakukan dengan orang lain. B. Rumusan Masalah 1. Apa itu Komunikasi Verbal? 2. Bagaimana Kemampuan Berbahasa itu Muncul? 3. Apa itu Bahasa dan Realitas? 4. Apa itu kata-kata dan Makna? 5. Apa itu Komunikasi Non-verbal? 6. Apa Fungsi Pesan Non-verbal? 7. Bagaimana Klasifikasi Pesan Non-verbal? C. Tujuan Penelitian Mampu memahami apa itu komunikasi verbal maupun non-verbal, pembaca juga mampu menggunakan bahsa dengan baik dalam konteksnya masing-masing, cerdas dalam berkomunikasi dan mengerti bagaimana mengklsifikasikan pesan non-verbal. 5. - 5 - II. PEMBAHASAN 1. Komunikasi Verbal a. Pengertian Komunikasi Verbal Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan kata-kata, entah lisan maupun tulisan. Komunikasi ini paling banyak dipakai dalam hubungan antar manusia. Melalui kata- kata, mereka mengungkapkan perasaan, emosi, pemikiran, gagasan, atau maksud mereka, menyampaikan fakta, data, dan informasi serta menjelaskannya, saling bertukar perasaan dan pemikiran, saling berdebat, dan bertengkar. Dalam komunikasi verbal itu bahasa memegang peranan penting. Karena kenyataannya, ide-ide, pemikiran atau keputusan, lebih mudah disampaikan secara verbal ketimbang non verbal. Dengan harapan, komunikan (baik pendengar maun pembaca ) bisa lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan. Ada beberapa unsur penting dalam komunikasi verbal, yaitu: 1. Bahasa Pada dasarnya bahasa adalah suatu system lambang yang memungkinkan orang berbagi makna. Dalam komunikasi verbal, lambang bahasa yang dipergunakan adalah bahasa verbal entah lisan, tertulis pada kertas, ataupun elektronik. Bahasa suatu bangsa atau suku berasal dari interaksi dan hubungan antara warganya satu sama lain. Bahasa memiliki banyak fungsi, namun sekurang-kurangnya ada tiga fungsi yang erat hubungannya dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Ketiga fungsi itu adalah: Untuk mempelajari tentang dunia sekeliling kita; Untuk membina hubungan yang baik di antara sesama manusia Untuk menciptaakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia. Bagaimana mempelajari bahasa? Menurut para ahli, ada tiga teori yang membicarakan sehingga orang bisa memiliki kemampuan berbahasa. ~ Teori pertama disebut Operant Conditioning yang dikembangkan oleh seorang ahli psikologi behavioristik yang bernama B. F. Skinner (1957). Teori ini menekankan unsur 6. - 6 - rangsangan (stimulus) dan tanggapan (response) atau lebih dikenal dengan istilah S-R. teori ini menyatakan bahwa jika satu organism dirangsang oleh stimuli dari luar, orang cenderung akan member reaksi. Anak-anak mengetahui bahasa karena ia diajar oleh orang tuanya atau meniru apa yang diucapkan oleh orang lain. ~ Teori kedua ialah teori kognitif yang dikembangkan oleh Noam Chomsky. Menurutnya kemampuan berbahasa yang ada pada manusia adalah pembawaan biologis yang dibawa dari lahir. ~ Teori ketiga disebut Mediating theory atau teori penengah. Dikembangkan oleh Charles Osgood. Teori ini menekankan bahwa manusia dalam mengembangkan kemampuannya berbahasa, tidak saja bereaksi terhadap rangsangan (stimuli) yang diterima dari luar, tetapi juga dipengaruhi oleh proses internal yang terjadi dalam dirinya. Berbicara komunikasi verbal, yang porsinya kurang 35% dari keseluruhan komunikasi kita, banyak orang yang tidak sadar bahwa bahasa itu terbatas. Bukti keterbatasan bahasa dapat dilihat sebagai berikut: Keterbatasan jumlah kata yang tesedia untuk mewakili objek. Penggunaan komunikasi verbal pada dasarnya sangat terbatas, yang porsinya hanya sepertiga dari keseluruhan komunikasi kita. Jumlah kata-kata memiliki keterbatasan untuk mewakili objek. Kata- kata adalah kategori-kategori untuk merujuk pada objek tertentu: orang, benda, peristiwa, sifat, perasaan, dsb. Tidak semua kata tersedia untuk merujuk pada objek. Satu kata hanya mewakili realitas, tetapi bukan realitas itu sendiri. Seperti halnya kata-kat sifat dalam bahasa cenderung dikotomis, misalnya baik-buruk, kaya miskin, pintar-bodoh, tebal-tipis. Padahal realitas yang sebenarnya tidak bersifat hitam-putih, tetapi terdiri dari jutaan corak abu-abu dan warna lainnya. Misalnya di antara konsep kaya dan miskin, masih banyak orang yang tidak mau digolongkan pada keduanya. Kata-kata bersifat ambigu kontekstual. Kata yang bersifat ambigu, karena kata-kata merespresentasikan persepsi dan interprestasi orang-orang yang berbeda pula. Karena itu terdapat berbagai kemungkinan untuk memaknai kata-kat tersebut. Contoh kata berat yang punya banyak makna. Kata-kata mengandung bias budaya. 7. - 7 - Bahasa terikat oleh konteks budaya. Dengan kata lain, bahasa dapat dipandang sebagai perluasan budaya. Bahasa yang berbeda sebenarnya mempengaruhi pemakaianya dalam berpikir, melihat lingkungan alam semesta di sekitarnya secara berbeda, tentunya akan menghasilkan perilaku secara berbeda pula. Contoh bahasa Jawa dan Sunda yang menunjukkan alam pikiran yang berbeda bagi pihak-pihak yang menggunakan bahasa tersebut. Pencampuradukkan fakta, penafsiran dan penilaian. Kita sering meencampuradukkan fakta (uraian), penafsiran (dugaan), dan penilaian. Masalah ini berkaitan dengan kekeliruan persepsi. Komunikasi kita akan lebih efektif kalau kita memisahkan penyertaan fakta dengan dugaan. Komunikasi dalam bahasa yang sama dapat menimbulkan salah pengertian, apalagi bila kita tidak menguasai bahasa lawan bicara kita. Untuk komunikasi yang efektif, kita harus menguasai bahasa motra komunikasi kita. (Yasir, 2009:93) a. Munculnya Kemampuan Berbahasa Umumnya kita tidak pernah sulit mengatakan kata-kata. Setiap kita berbicara dengan komunikasi yang baik dengan bertatap muka maupun melalui media. Kita merasa sudah terlatih sejak kita bayi untuk berbicara. Sejak kecil kita mengumpulkan kosa kata dan maknanya dalam memori kita. Dalam hal penggunaan bahasa ini, kita jarang menyadari bagaimana kita belajar berbahasa. Kapan orang bisa berbahasa, terutama bahasa ibunya? Tentunya kita tidak pernah menghapal satu persatu kata dalam bahasa itu untuk mengetahui maknanya. Beberapa pendekatan menjelaskan hal ini untuk mengetahui maksudnya. Salah satunya Psikologi yang menjelaskan bahwa kemampuan orang berbahasa dengan Teori Belajar dari aliran Behaviorisme dan teori nativisme d