makalah biokimia enzim

download makalah biokimia enzim

If you can't read please download the document

  • date post

    15-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    24

Embed Size (px)

Transcript of makalah biokimia enzim

MAKALAH

BIOKIMIA(ENZIM)

Di Susun OlehNama Anggota : Imam Budi Pratama

NIM: 1041311075

Prodi/Kelas: S1 Farmasi/BSTIFAR YAYASAN PHARMASI SEMARANG

Jl Letjend Sarwo Edie Wibowo Km. 1 Plamongan Sari-Semarang

Telp. (024) 6706147 Fax. (024) 6706148

www.stifar.ac.id email : stifar_yaphar@yahoo.com2014KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya dan rido-Nyalah penyusunan makalah tentang enzim ini dapat diselesaikan dengan baik. Bermacam halangan terkadang menghambat pembuatan goresan yang mungkin masih jauh dari sebutan makalah. Akan tetapi, berkat dukungan dari berbagai pihak, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.Untuk itu, penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang membantu penyusunan makalah ini. .Sesungguhnya yang benar hanya dari Tuhan semata dan yang salah adalah kelemahan penyusun.

Semarang, 9 April 2014

PenyusunDAFTAR ISIKATA PENGANTAR............................................................................................iDAFTAR ISI..........................................................................................................iiBAB IPENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang.................................................................................................

11.2Rumusan Masalah............................................................................................

21.3Tujuan .............................................................................................................

2BAB IIPEMBAHASAN2.1 Pengertian Katalisator

dan Enzim.......................................................................................................

32.2 Klasifikasi, Penggolongan dan komposisi Enzim..........................................

42.3 Reaksi Enzimatis dan Spesifisitasnya.............................................................9

2.4Faktor yang mempengaruhi Kestabilan dan Kerja Enzim..............................

12

2.5Enzim dan Pengendalian Seluler....................................................................162.6Aplikasi dari Enzim........................................................................................17BAB III PENUTUP3.1 Kesimpulan......................................................................................................

243.2Kritik dan Saran...............................................................................................

24DAFTAR PUSTAKA............................................................................................25BAB I PENDAHULUAN1.1. Latar BelakangSejak jaman dahulu manusia sudah mengenal Bioteknologi. Dahulu bioteknologi diasumsikan berupa pengolahan makanan dan minuman menggunakan mikroba. Dahulu bioteknologi hanya menghasilkan tempe, keju, anggur, yogurt, dsb. Seiring dengan perkembangan jaman, Bioteknologi menghasilkan alkohol, penicilin, sampai kemudian antibbodi monoklonal.Bioteknologi itu sendiri merupakan penerapan asas-asas sains (ilmu pengetahuan alam) dan rekayasa (teknologi) untuk pengolahan suatu bahan dengan melibatkan aktivitas jasad hidup untuk menghasilkan barang dan/atau jasa (Bull, et all, 1982). Jasad hidup yang dimaksud dalam pengertian tersebut adalah agen biologi. Bioteknologi di era modern sekarang banyak menghasilkan produk dalam skala industri. Dalam memanfaatkan agen biologi, bioteknologi menggunakan peranan penting enzim, sehingga enzim memegang peranan penting dalam industri.Enzim adalah protein tidak beracun namun mampu mempercepat laju reaksi kimia dalam suhu dan derajat keasaman yang lembut. Produk yang dihasilkannya sangat spesifik sehingga dapat diperhitungkan dengan mudah. Walaupun berat mikroba, seperti contohnya bakteri hanya mencapai sepersejuta gram, kemampuan kimiawinya cukup mengagumkan. Selnya tersusun atas ribuan jenis zat kimia, kebanyakan diantaranya bersifat sangat kompleks. Semua zat ini tentunya dibangun dengan reaksi kimia dari bahan-bahan penyusun yang relatif sederhana yang ditemukan mikroba di lingkungannya. Semua reaksi kimia harus terkoordinasi secara harmonis dan protein yang disebut enzim memainkan peran utama pada setiap tahap.Enzim menjadi primadona industri bioteknologi saat ini dan di masa yang akan datang karena melalui penggunaannya, energi dapat dihemat dan akrab dengan lingkungan. Saat ini penggunaan enzim dalam industri makanan dan minuman, industri tekstil, industri kulit dan kertas di Indonesia semakin meningkat. Dilaporkan, enzim amilase yang digunakan dalam industri tekstil di Bandung - Jawa Barat, jumlahnya tidak kurang dari 4 ton per bulan atau sekitar 2- 3 juta dolar Amerika setiap bulannya dan semuanya diimpor.1.2. Rumusan Masalaha) Apa yang dimaksud dengan katalisator dan enzim?b) Apa saja klasifikasi, penggolongan dan komposisi enzim?c) Bagaimana reaksi enzimatis dan spesifisitasnya?d) Apa yang mempengaruhi kestabilan enzim?e) Jelaskan enzim dengan pengendalian selulernya?f) Apa saja aplikasi dari enzim?1.3. TujuanBerdasarkan rumusan masalah diatas, makalah ini bertujuan untuk :a) Untuk mengetahui apa itu enzim

b) Untuk mengetahui klasifikasi, penggolongan dan komposisi enzim

c) Untuk mengetahui reaksi enzimatis dan spesifisitasnyad) Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kestabilan enzime) Untuk mengetahui enzim dengan pengendalian selulernya

f) Untuk mengetahui aplikasi dari enzim

BAB IIPEMBAHASAN2.1. Pengertian Katalisator dan Enzima) KatalisatorKatalisator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi dengan maksud memperbesar kecepatan reaksi. Katalis terkadang ikut terlibat dalam reaksi tetapi tidak mengalami perubahan kimiawi yang permanen, dengan kata lain pada akhir reaksi katalis akan dijumpai kembali dalam bentuk dan jumlah yang sama seperti sebelum reaksi. Katalisator juga biasanya spesifik untuk reaksi tertentu, yakni bahwa suatu katalisator hanya bekerja baik untuk reaksi tertentu tetapi mungkin tidak baik untuk reaksi yang lain.

Ini adalah perbedaan suatu reaksi tanpa katalis atau dengan katalis :

b) EnzimEnzim atau biokatalisator adalah polimer biologis yang mengatalisis reaksi kimia yang memungkinkan berlangsungnya kehidupan seperti yang kita kenal. Keberadaan dan pemeliharaan rangkaian enzim yang lengkap daan seimbang merupakan hal yang esensial untuk menguraikan nutrient menjadi energy dan bahan dasar kimiawi , menyusun bahan dasar tersebut menjadi protein, DNA , membrane, sel dan jaringan. Enzim juga berfungsi mempercepat reaksi biokimia tanpa ia berubah karena reaksi tersebut. Enzim memberi jalan alternatif denagn energi aktivasi yang lebih rendah untuk reaksi biokimia dapat berlangsung.Ini adalah contoh sederhana reaksi enzimatis :

2.2. Klasifikasi, Penggolongan dan komposisi Enzim

a) Klasifikasi Enzim Berdasarkan Tipe ReaksiEnzimdigolongkan menurut reaksi yg diikutinya/dikatalisisnya, sedangkan masing-masingenzimdiberi nama menurut nama substratnya. Dgn semakin banyaknyaenzimyg ditemukan, ketidakjelasan juga semakin tak terelakkan, & kerap kali tidak jelasenzimmana yg tengah dibicarakan oleh seorang penyelidik. Untuk mengatasi permasalahan ini,Committee of the International Union of Biochemistry and Molecular Biology (NC-IUBMB)telah mengadopsi sebuah sistem yg kompleks tapi tdk meragukan bagi peristilahanenzimyg didasarkan padamekanisme reaksi.1. Reaksi &enzimyg mengatalisis reaksi tsb mbentuk enam kelas, masing-masing mempunyai 4-13 subkelas.2. Namaenzimterdiri atas 2 bagian. Nama pertama menunjukkan substrat. Nama kedua, yg berakhir dgn akhiran ase, menyatakan tipe reaksi yg dikatalisis.3. Informasi tambahan, bila diperlukan utk menjelaskan reaksi, dpt dituliskan dlm tanda kurung pd bagian akhir; misal,enzimyg mengatalisis reaksi L-malat + NAD+piruvat + CO2+ NADH + H+diberinama1.1.1.37L-malatL: NAD+oksidoreduktase(dekarboksilasi).4. Setiapenzimmempunyai nomor kode (EC) yg mencirikan tipe reaksi ke dlm kelas (digit pertama), subkelas (digit kedua), & subsubkelas (digit ketiga). Digit keempat adalah untukenzimspesifik. Jadi, EC 2.7.1.1 menyatakan kelas 2 (transferase), subkelas 7 (transfer fosfat), subsubkelas 1 (alcohol merupakan aseptor fosfat). Digit terakhir menyatakan heksokinase atau ATP: D-heksosa 6-fosfotrasferase, sebuahenzimyang mengatalisis pemindahan fosfat dari ATP ke gugus hidroksil pada atom karbon keenam molekul glukosa.

Nama-nama yang paling sering di gunakan untuk kebanyakan enzim menjelaskan tipe reaksi yang di katalisis di ikuti ole akhiran ase. Contohnya, dehidroganasemengeluarkan atom-atom hydrogen, protasemenghidrolisis protein dan isomerasemengatalisis tata ulang dalam konfigurasi.Untuk menghilangkan anbiguitas,international union of biochemists(IUB) menciptakan suatu system terpadu tata nama enzim yaitu setiap enzim memiliki namadan kode khusus yang menunjukan tipe reaksi yang di katalisis dan substrat yang terlibat. Enzim di kelompokan dalam enam kelas :

1. Oksideruktase, mengatalisis oksidasi dan reduksi2. Transfase, mengatalisis pemindahan gugus seperti gugus glikosil, metal dan fosforil3. Hidrolase, mengatalisis pemutusanhidrolitikC-C, C-O, C-N dan ikatan lain4. Liase, mengatalisis pemutusan C-C, C-O, C-N, dan ikatan lain denganeliminasi atomyang menghasilkan ikatan rangkap5. Isomerase, mengatalisis perubahan geometrik atau stuktural di dalam satu molekul6. Ligase, mengatalisis penyatuan dua molekul yang di kaitkan dengan hidrolisis ATP.b) Penggolongan enzimGolongan enzimEnzimSumberAktivitas / fungsi

A. Esterase (enzim yang menghidroisis ester menjadi asam dan alcohol dengan bantuan air)- LipaseTerdapat pada pancreas binatang dan minyak biji-bijianHidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserin

- SteapsinMencerna lemak (lipolitik enzim0

- PectaseUbah pectin menjadi asam pectat dan methyl alkohol

- UreaseKede