LEPTOSPIROSIS (W1-kelompok 2).pptx

download LEPTOSPIROSIS (W1-kelompok 2).pptx

of 26

  • date post

    17-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    225
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of LEPTOSPIROSIS (W1-kelompok 2).pptx

LEPTOSPIROSIS

LEPTOSPIROSISCLAUDYA FEBRIKAANDI DEWI AMALIANURHAYATI LATIF

Tikus penyebab leptospirosis ???

Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang dapat menyerang manusia dan binatang. Penyakit menular ini adalah penyakit hewan yang dapat menjangkiti manusia. Termasuk penyakit zoonosis yang paling sering terjadi di dunia. Leptospirosis juga dikenal dengan nama flood fever atau demam banjir karena memang muncul dikarenakan banjir. Pengertian Leptospirosis

Penyakit yang terdapat di semua negara dan terbanyak ditemukan di negara beriklim tropis ini, disebabkan oleh Leptospira interrogans dengan berbagai subgrup yang masing-masing terbagi lagi atas setipe bisa terdapat pada ginjal atau air kemih binatang peliharaan seperti anjing, lembu, babi, kerbau dan lain-lain, maupun binatang liar seperti tikus, musang, tupai dan sebagainya. Manusia bisa terinfeksi jika terjadi kontak pada kulit atau selaput lendir yang luka atau erosi dengan air, tanah, lumpur dan sebagainya yang telah tercemar oleh air kemih binatang yang terinfeksi leptospira (Mansjoer, 2005). ETIMOLOGI LEPTOSPIROSIS

Penyakit ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1886 oleh Adolf Weil dengan gejala panas tinggi disertai beberapa gejala saraf serta pembesaran hati dan limpa. Penyakit dengan gejala tersebut di atas oleh Goldsmith (1887) disebut sebagai Weil's Disease. Pada tahun 1915 Inada berhasil membuktikan bahwa "Weil's Disease" disebabkan oleh bakteri Leptospira icterohemorrhagiae.SEJARAH PENYAKIT LEPTOSPIROSIS

Gambaran klinis leptospirosis dibagi atas 3 fase yaitu : fase leptospiremiafase imun danfase penyembuhanMenurut berat ringannya, para ahli membagi menjadi dua bagian yaitu;Leptospirosis anikterik (non ikterik) danleptospirosis ikterik. Manifestasi Klinik Leptospirosis

Onset leptospirosis ini mendadak dan ditandai dengan demam ringan atau tinggi yang umumnya bersifat remiten, nyeri kepala dan menggigil serta mialgia. Nyeri kepala bisa berat, mirip yang terjadi pada infeksi dengue, disertai nyeri retro-orbital dan photopobia. Nyeri otot terutama di daerah betis, punggung dan paha. Nyeri ini diduga akibat kerusakan otot sehingga creatinin phosphokinase pada sebagian besar kasus akan meningkat, dan pemeriksaan cretinin phosphokinase ini dapat untuk membantu diagnosis klinis leptospirosis. Akibat nyeri betis yang menyolok ini, pasien kadang-kadang mengeluh sukar berjalan. Mual, muntah dan anoreksia dilaporkan oleh sebagian besar pasien. Leptospirosis anikterik Pemeriksaan fisik yang khas adalah conjunctival suffusion dan nyeri tekan di daerah betis. Limpadenopati, splenomegali, hepatomegali dan rash macupapular bisa ditemukan, meskipun jarang. Kelainan mata berupa uveitis dan iridosiklis dapat dijumpai pada pasien leptospirosis anikterik maupun ikterik.

Pasien dengan Leptospirosis anikterik pada umumnya tidak berobat karena keluhannya bisa sangat ringan. Pada sebagian pasien, penyakit ini dapat sembuh sendiri ( self - limited ) dan biasanya gejala kliniknya akan menghilang dalam waktu 2-3 minggu. Karena gambaran kliniknya mirip penyakit-penyakit demam akut lain, maka pada setiap kasus dengan keluhan demam, leptospirosis anikterik harus dipikirkan sebagai salah satu diagnosis bandingnya, apalagi yang di daerah endemik.

Ikterus umumnya dianggap sebagai indikator utama leptospirosis berat. Gagal ginjal akut, ikterus dan manifestasi perdarahan merupakan gambaran klinik khas penyakit Weil. Pada leptospirosis ikterik, demam dapat persisten sehingga fase imun menjadi tidak jelas atau nampak overlapping dengan fase leptospiremia. Ada tidaknya fase imun juga dipengaruhi oleh jenis serovar dan jumlah bakteri leptospira yang menginfeksi, status imunologik dan nutrisi penderita serta kecepatanmemperoleh terapi yang tepat. Leptospirosis adalah penyebab tersering gagal ginjal akut.Leptospirosis ikterik

Penularan leptospirosis pada manusia ditularkan oleh hewan yang terinfeksi kuman leptospira. Hewan pejamu kuman leptospira adalah hewan peliharaan seperti babi, lembu, kambing, kucing, anjing sedangkan kelompok unggas serta beberapa hewan liar seperti tikus, bajing, ular, dan lain-lain. Pejamu resevoar utama adalah roden. Kuman leptospira hidup didalam ginjal pejamu reservoar dan dikeluarkan melalui urin saat berkemih. Manusia merupakan hospes insidentil seperti pada gambar berikut : Epidemiologi Leptospirosis

Melalui darah, urin atau cairan tubuh lain yang mengandung kuman leptospira masuk kedalam tubuh pejamu. Dari hewan ke manusia merupakan peyakit akibat pekerjaan, terjadi pada orang yang merawat hewan atau menangani organ tubuh hewan misalnya pekerja potong hewan, atau seseorang yang tertular dari hewan peliharaan.Dari manusia ke manusia meskipun jarang, dapat terjadi melalui hubungan seksual pada masa konvalesen atau dari ibu penderita leptospirosis ke janin melalui sawar plasenta dan air susu ibu.Menurut Saroso (2003) penularan leptospirosis dapat secara langsung dan tidak langsung. Genangan air. Sungai atau badan air. Danau. Selokan saluran air dan lumpur yang tercemar urin hewan. Jarak rumah dengan tempat pengumpulan sampah.

Faktor-faktor resiko terinfeksi kuman leptospira, bila kontak langsung atau terpajan air atau rawa yang terkontaminasi yaitu : Kontak dengan air yang terkonaminasi kuman leptospira atau urin tikus saat banjir. Pekerjaan tukang perahu, rakit bambu, pemulung.Mencuci atau mandi disungai atau danau. Tukang kebun atau pekerjaan di perkebunan.Petani tanpa alas kaki di sawah. Pembersih selokan. Pekerja potong hewan, tukang daging yang terpajan saat memotong hewan.Faktor Resiko

Peternak, pemeliharaan hewan dan dorter hewan yang terpajan karena menangani ternak atau hewan, terutama saat memerah susu, menyentuh hewan mati, menolong hewan melahirkan, atau kontak dengan bahan lain seperti plasenta, cairan amnion dan bila kontak dengan percikan infeksius saat hewan berkemih. Pekerja tambang. Pemancing ikan, pekerja tambak udang atau ikan tawar. Anak-anak yang bermain di taman, genangan air hujan atau kubangan. Tempat rekreasi di air tawar : berenang, arum jeram dan olah raga air lain, trilomba juang (triathlon), memasuki gua, mendaki gunung.

Infeksi leptospirosis di Indonesia umumnya dengan perantara tikus jenis Rattus norvegicus (tikus selokan), Rattus diardii (tikus ladang), dan Rattus exulans Suncu murinus (cecurt).

Pencegahan Penyakit LeptospirosisMenurut Saroso (2003) pencegahan penularan kuman leptospirosis dapat dilakukan melalui tiga jalur yang meliputi : Jalur Sumber InfeksiJalur PenularanJalur Pejamu Manusia

Jalur Sumber Infeksi

Jalur Penularan

Jalur Pejamu Manusia

Setelah bakteri Leptospira masuk ke dalam tubuh melalui kulit atau selaput lendir, maka bakteri akan mengalami multiplikasi (perbanyakan) di dalam darah dan jaringan. Selanjutnya akan terjadi leptospiremia, yakni penimbunan bakteri Leptospira di dalam darah sehingga bakteri akan menyebar ke berbagai jaringan tubuh terutama ginjal dan hati.Di ginjal kuman akan migrasi ke interstitium, tubulus renal, dan tubular lumen menyebabkan nefritis interstitial (radang ginjal interstitial) dan nekrosis tubular (kematian tubuli ginjal). Gagal ginjal biasanya terjadi karena kerusakan tubulus, hipovolemia karena dehidrasi dan peningkatan permeabilitas kapiler. Gangguan hati berupa nekrosis sentrilobular dengan proliferasi sel Kupffer. Pada konsisi ini akan terjadi perbanyakan sel Kupffer dalam hatiPerjalanan Penyakit Leptospirosis

Leptospira juga dapat menginvasi otot skeletal menyebabkan edema, vakuolisasi miofibril, dan nekrosis fokal. Gangguan sirkulasi mikro muskular dan peningkatan permeabilitas kapiler dapat menyebabkan kebocoran cairan dan hipovolemia sirkulasi.Pada kasus berat akan menyebabkan kerusakan endotelium kapiler dan radang pada pembuluh darah. Leptospira juga dapat menginvasi akuos humor mata dan menetap dalam beberapa bulan, sering mengakibatkan uveitis kronis dan berulang. Setelah infeksi menyerang seekor hewan, meskipun hewan tersebut telah sembuh, biasaya dalam tubuhnya akan tetap menyimpan bakteri Leptospira di dalam ginjal atau organ reproduksinya untuk dikeluarkan dalam urin selama beberapa bulan bahkan tahuN.

Pengobatan LeptospirosisRehidrasiMenjaga keseimbangan cairan dan elektrolit. Pengobatan simptomatis.Antibiotik :PENICILIN PROCAIN 4 X 1,5 JUTA UNIT.AMOKSISILIN 4 X 1 gram.CIPROFLOXACIN 2 X 500 mgCEFTRIAXON 1 X 2 gramCEFOTAXIM 2 X 1 gramPengobatan antibioticLama pemngobatan selama 7 hari :RinganDOXYCYCLINE 2 x 100 MG AMPICILLIN 4 x 500-750 MGAMOXILCILLIN 4 x 500 MGSedang atau BeratPENICILLIN G 4 x 1,5 JUTA UNITAMOXICILLIN 4 x 1 GR.ERYTHROMYCIN 4 x 500 MGCephalosporin / Quinolone