LAPORAN KASUS LEPTOSPIRosis

Click here to load reader

download LAPORAN KASUS LEPTOSPIRosis

of 35

Embed Size (px)

description

f

Transcript of LAPORAN KASUS LEPTOSPIRosis

LAPORAN KASUS PENYAKIT GINJAL KRONIS

dr. Alif FakhrurroziLAPORAN KASUSLeptospirosisLEPTOSPIROSISDEFINISIPENYAKIT ZOONOSIS YANG DISEBABKAN OLEH LEPTOSPIRA Sp

MANIFESTASI KLINISRINGAN FLUE LIKE SYNDROME DEMAM, SAKIT KEPALA, MYALGIABERAT ICTERUS, GANGGUAN FUNGSI GINJAL, DIATHESIS HEMORRHAGIC WEILS DISEASEETIOLOGI

EPIDEMIOLOGI

TRANSMISIHewan karier ekskresi leptospira di dalam urine secara intermiten atau kontinyu

Infeksi pada manusia : Kontak langsung : veterinarians, pekerja di peternakan, tukang potong Kontak tidak langsung : kontak dengan air, atau tanah, lumpur yang telah terkontaminasi

Infeksi terjadi terutama bila terdapat luka/ erosi pada kulit atau selaput lendir.

PATHOGENESIS dan PATHOLOGI

PATHOGENESIS dan PATHOLOGI

PATHOGENESIS dan PATHOLOGI

PATHOGENESIS dan PATHOLOGI

GEJALA KLINIS

Anikterik Leptospirosis

Anikterik Leptospirosis

Ikterik Leptospirosis (Weils Disease)

Ikterik Leptospirosis

Ikterik Leptospirosis

Ikterik Leptospirosis

LABORATORIUM

DIAGNOSIS

Diagnosis Klinis dan Laboratorium Leptospirosis di Puskesmas dan RS

Biphasic nature of leptospirosis and relevant investigations at different stages of disease. Specimens 1 and 2 for serology are acute-phase serum samples; specimen 3 is a convalescent-phase serum sample that may facilitate detection of a delayed immune response; and specimens 4 and 5 are follow-up serum samples that can provide epidemiologic information, such as the presumptive infecting serogroup. [Reprinted as adaptedby Levett (from Turner LH: Leptospirosis. BMJ 1:231, 1969)DIAGNOSIS DIFERENSIAL

Conjunctivitis

THERAPY

THERAPY

LAPORAN KASUSI. ANAMNESISTn. Ajek/23th datang dengan keluhan panas sejak 4 hari yll, hilang timbul, pasien juga mengeluhkan muntah 1x, berupa makanan. Batuk (-), nyeri uluhati (+), BAB cair, ampas(+), berwarna kuning, 3x sejak kemarin. BAK (+) normal. pasien juga mengeluhkan mata dan kulitnya berwarna kekuningan sejak 2 hari yll. Riw sakit seperti ini sebelumnya (-). Pasien mengaku dirumahnya banyak tikus. Pemeriksaan FisikTanda tanda VitalKeadaan umum : lemahKesadaran : compos mentisTekanan darah : 80/60 mmHgNadi : 74 x/menitRespirasi rate : 20 x/menitSuhu : 36 derajat celciusPEMERIKSAAN FISIK1. Kepala Leher: a-/ i+/ c-/ d-Peningkatan JVP -/-Perbesaran KGB -/-2. Thorax: a. Pulmo:Pergerakan nafas simetris +, perkusi sonorSuara nafas vesikuler lemah, ronki -/-Wheezing -/-

PEMERIKSAAN FISIK2. Thorax: a. Cordis- Thrill ()- Apex cordis teraba di ICS 4 mid clavicular line sinistra- Batas kanan jantung ICS 4 parasternal sinistra- Batas kiri jantung ICS 4 mid clavicular line sinistra- S1 S2 tunggal, Gallop (-), Murmur (-)

PEMERIKSAAN FISIK3. Abdomen- flat (-),soefl (+), nyeri tekan epi (+)- meteorismus (-), bising Usus meningkat4. Pemeriksaan neurologis:- GCS 456- Reflex fisiologis (+) normal, reflex patologis (-)- Fasikulasi (-), Tonus (-), Klonus (-)- Kekuatan otot 5 5 5 55. Ekstremitas: Akral hangat (+), Oedem tungkai (-), nyeri tekan otot (-)IV. PEMERIKSAAN LAB- Darah Lengkapplt58hgb 12,4wbc21,7hct38,4lym1,2mcv76,4mid2,3mch 24,7gra18,2mchc 32,3rbc5,02rdw 13,9mpv 8,0

IV. PEMERIKSAAN LAB- LFTSGOT75SGPT27Bilirubin total 12.96Bilirubin direk 11.7HBsAg Non reaktif- RFTBUN 72CREATININ 4.81ElektrolitKalium 3.2Natrium 133Chlorida 99

DIAGNOSISSuspek LeptospirosisDD:1. Acute Kidney Injury2. SIRSPENATALAKSANAAN O2 nasal canul 3 lpmResusitasi cairan NaCl 0,9% 2 liter dalam 1 jamInjeksi ceftriaxon 2x1 grInjeksi Ondansetron 2x 4mgInjeksi antrain 1 ampul K/p

TERIMA KASIH