Leadership 1

of 21 /21
1

Transcript of Leadership 1

Page 1: Leadership 1

1

Page 2: Leadership 1

2

1. Berkomunikasi.2. Membudayakan mutu.3. Mengadakan inovasi.4. Menampung aspirasi pelanggan.5. Menetapkan struktur lembaga, tanggung-jawab

dan wewenang.6. Mengoreksi kebijaksanaan.7. Mengatasi kendala.8. Mengembangkan tim-t im kecil.9. Mengembangkan mekanisme pemantauan dan

evaluasi keberhasilan.10. Mengadakan kaderisasi.11. Memberdayakan anggota (Empowerment)12. Memotivasi anggota.

KEPEMIMPINAN adalah suatu kegiatan mempengaruhi perilaku orang banyak agar mau bekerjasama untuk

mencapai sesuatu tujuan tertentu.

PERAN PEMIMPINPERAN PEMIMPIN

Page 3: Leadership 1

3

1. Memiliki visi.1. Memiliki visi. 2. Kemampuan2. Kemampuan dan kemauan dan kemauan kerja kerja

keras.keras. 3. Tekun dan tabah3. Tekun dan tabah 4. Disiplin.4. Disiplin. 5. Memiliki sikap kepelayanan :5. Memiliki sikap kepelayanan :

– Care (Kepedulian)Care (Kepedulian)– Courtesy (Sopan, Berbudi)Courtesy (Sopan, Berbudi)– Concern (Concern ( KepedulianKepedulian ))– Friendliness (Sikap bersahabat)Friendliness (Sikap bersahabat)

– Helpfulness (Sedia membantu)Helpfulness (Sedia membantu)

SYARAT-SYARAT PEMIMPINSYARAT-SYARAT PEMIMPIN

Page 4: Leadership 1

4

HSIFAT-SIFAT SIFAT-SIFAT IDEAL IDEAL PEMIMPINPEMIMPIN

� Imtaq Sabar Jujur� Bertanggung-jawab Disiplin Berani� Terampil Cerdas Tegas� Terbuka Toleran Adil� Obyektif Sederhana Sehat � Memiliki rasa humor

Page 5: Leadership 1

5

PEMIMPIN PERLUPEMIMPIN PERLUMEMILIKI WAWASANMEMILIKI WAWASAN

VISI (VISION)VISI (VISION)

* Pandangan jauh ke depan, angan-angan* Impian, idaman, cita-cita.• Misalnya :

Melaksanakan tugas dengan standar kinerja tinggi.

Membersihkan unsur-unsur KKN di daerah.

Mencerdaskan kehidupan bangsa.

Membangun SDM yang mampu bersaing dan bersanding dengan bangsa lain.

Menjadi teladan bagi daerah lain.

Membangun masyarakat yang adil dan sejahtera.

Page 6: Leadership 1

6

MISI (MISSION)MISI (MISSION)� Terkait dengan visi.

� Membedakan lembaga yang satu dari yang lain.

� Pelaksanaan tugas jangka panjang.

� Dapat fleksibel.

۞Acuan dan Tujuan kepada Allah SWT۞Sebagai Amanah۞Berpegang teguh pada Syariat dan Akhlak Islam

PEMIMPIN DALAM PEMIMPIN DALAM ISLAMISLAM

Page 7: Leadership 1

7

TUJUAN (GOAL)TUJUAN (GOAL)

• Apa yang ingin dicapai dibawah kepemimpinannya.

• Tujuan yang dapat diraih sesuai dengan

kemampuan.

* Realistis sesuai sikon.

• Dapat diukur dan dinilai.

Page 8: Leadership 1

8

P E M I M P I N seharusnyaP E M I M P I N seharusnya : :1. Memahami dan mengutarakan pada orang-orangnya 1. Memahami dan mengutarakan pada orang-orangnya

makna sesuatu sistemmakna sesuatu sistem : : menjelaskan tujuan-tujuan sistem, menjelaskan tujuan-tujuan sistem, dan pentingnya kerja kelompok untuk mencapai tujuan.dan pentingnya kerja kelompok untuk mencapai tujuan.

2. Membantu orang-orang memandang diri mereka 2. Membantu orang-orang memandang diri mereka sendiri sebagai komponen-komponen dalam suatu sendiri sebagai komponen-komponen dalam suatu

sistem:sistem: untuk membangun kerjasamake arah optimasi usaha-untuk membangun kerjasamake arah optimasi usaha-usaha untuk mencapai tujuan.usaha untuk mencapai tujuan.

Menurut W. Edwards Deming

Page 9: Leadership 1

9

3. Mengerti bahwa orang-orang berbeda satu 3. Mengerti bahwa orang-orang berbeda satu dengan lainnya :dengan lainnya : berusaha menciptakan minat, berusaha menciptakan minat, tantangan, dan kegembiraan bagi setiap orang tantangan, dan kegembiraan bagi setiap orang dalam pekerjaan. Berusaha mengoptimasikan latar dalam pekerjaan. Berusaha mengoptimasikan latar belakang keluarga, pendidikan, pengalaman, belakang keluarga, pendidikan, pengalaman, keterampilan, harapan, dan kemampuan setiap keterampilan, harapan, dan kemampuan setiap orang. Bukan meranking orang-orang, melainkan orang. Bukan meranking orang-orang, melainkan mengakui adanya perbedaan-perbedaan, dan mengakui adanya perbedaan-perbedaan, dan berusaha menempatkan setiap orang pada posisi berusaha menempatkan setiap orang pada posisi siap berkembang. siap berkembang.

4. Adalah pengarah (4. Adalah pengarah (coachcoach) dan penasihat, ) dan penasihat, bukan hakim. bukan hakim. MendorongMendorong orangorang yang dipimpin yang dipimpin untuk selalu mencari perbaikan prestasi, bukan untuk selalu mencari perbaikan prestasi, bukan mencari-cari kesalahan dan menghukumnya. mencari-cari kesalahan dan menghukumnya.

3. Mengerti bahwa orang-orang berbeda satu 3. Mengerti bahwa orang-orang berbeda satu dengan lainnya :dengan lainnya : berusaha menciptakan minat, berusaha menciptakan minat, tantangan, dan kegembiraan bagi setiap orang tantangan, dan kegembiraan bagi setiap orang dalam pekerjaan. Berusaha mengoptimasikan latar dalam pekerjaan. Berusaha mengoptimasikan latar belakang keluarga, pendidikan, pengalaman, belakang keluarga, pendidikan, pengalaman, keterampilan, harapan, dan kemampuan setiap keterampilan, harapan, dan kemampuan setiap orang. Bukan meranking orang-orang, melainkan orang. Bukan meranking orang-orang, melainkan mengakui adanya perbedaan-perbedaan, dan mengakui adanya perbedaan-perbedaan, dan berusaha menempatkan setiap orang pada posisi berusaha menempatkan setiap orang pada posisi siap berkembang. siap berkembang.

4. Adalah pengarah (4. Adalah pengarah (coachcoach) dan penasihat, ) dan penasihat, bukan hakim. bukan hakim. MendorongMendorong orangorang yang dipimpin yang dipimpin untuk selalu mencari perbaikan prestasi, bukan untuk selalu mencari perbaikan prestasi, bukan mencari-cari kesalahan dan menghukumnya. mencari-cari kesalahan dan menghukumnya.

5. Belajar tanpa henti. Mendorong orang-orang agar belajar. Lembagakan sistem pendidikan dan pelatihan untuk selalu meningkatkan kemampuan kerja orang-orang. Mendorong adanya pendidikan berkelanjutan.

Page 10: Leadership 1

10

6. Memahami sistem yang stabil. 6. Memahami sistem yang stabil. Ia mengetahui Ia mengetahui bahwa kiner-ja setiap orang yang bisa mempelajari bahwa kiner-ja setiap orang yang bisa mempelajari sesuatu ketrampilan akan sampai pada suatu sesuatu ketrampilan akan sampai pada suatu keadaan stabil, dan pelajaran-pelajaran lebih lanjut keadaan stabil, dan pelajaran-pelajaran lebih lanjut tidak akan meningkatkan kinerjanya. Dalam tidak akan meningkatkan kinerjanya. Dalam keadaan stabil, jika orang tersebut diberi tahu keadaan stabil, jika orang tersebut diberi tahu mengenai suatu kekeliruan, perhatiannya akan mengenai suatu kekeliruan, perhatiannya akan terbelokkan ke arah lain.terbelokkan ke arah lain.

7. Ia mempunyai tiga sumber kekuatan : 7. Ia mempunyai tiga sumber kekuatan : otoritas jabatan; pengetahuan; dan kepriba-otoritas jabatan; pengetahuan; dan kepriba-dian, daya persuasi, serta ketaktisan. dian, daya persuasi, serta ketaktisan. Para Para pemimpin sering mengembangkan dan mengguna-pemimpin sering mengembangkan dan mengguna-kan yang kedua dan yang ketiga, tapi jarang me-kan yang kedua dan yang ketiga, tapi jarang me-ngandalkan yang pertama. Namun demikian dia me-ngandalkan yang pertama. Namun demikian dia me-ngemban kewajiban menggunakan otoritas jabatan ngemban kewajiban menggunakan otoritas jabatan untuk mengubah proses -- peralatan, bahan-bahan, untuk mengubah proses -- peralatan, bahan-bahan, metode-metode -- untuk mewujudkan peningkatan.metode-metode -- untuk mewujudkan peningkatan.

( W. Edwards Deming )

Page 11: Leadership 1

11

8. Mempelajari/menilai hasil-hasil kinerja 8. Mempelajari/menilai hasil-hasil kinerja dengan tujuan meningkatkan kinerjanya dengan tujuan meningkatkan kinerjanya sebagai pengelola orang-orang. sebagai pengelola orang-orang. Apakah Apakah dirinya berhasil mengelola orang hingga orang-dirinya berhasil mengelola orang hingga orang-orang itu mampu bekerja dengan sungguh-orang itu mampu bekerja dengan sungguh-sungguh dan hasil yang baik.sungguh dan hasil yang baik.

9. Berusaha menemukan siapa, kalau ada, 9. Berusaha menemukan siapa, kalau ada, di dalam sistem yang membutuhkan di dalam sistem yang membutuhkan bantuan khusus. bantuan khusus. Adanya individu-individu Adanya individu-individu yang menghadapi hambatan sehingga gagal da-yang menghadapi hambatan sehingga gagal da-lam melaksanakan tugasnya. Bantuan khusus lam melaksanakan tugasnya. Bantuan khusus mungkin dalam bentuk pengaturan kerja yang mungkin dalam bentuk pengaturan kerja yang baru.baru.

10. Menciptakan kepercayaan. 10. Menciptakan kepercayaan. Ia menciptakan Ia menciptakan lingkungan yang mendorong kebebasan dan lingkungan yang mendorong kebebasan dan inovasi.inovasi.

( W. Edwards Deming )

Page 12: Leadership 1

12

11.Tidak 11.Tidak terlalu terlalu mengharapkan kesempurnaan. mengharapkan kesempurnaan. Tak ada orang yang sempurna, tetapi semua harus Tak ada orang yang sempurna, tetapi semua harus bisa menyadari kekurangannya dan mau berusaha bisa menyadari kekurangannya dan mau berusaha memperbaiki diri.memperbaiki diri.

12. Mendengarkan dan belajar tanpa menjatuh-12. Mendengarkan dan belajar tanpa menjatuh-kan palu hakim pada orang yang ia dengar-kan palu hakim pada orang yang ia dengar-kan. kan. Belajar mendengarkan bawahan untuk diana-Belajar mendengarkan bawahan untuk diana-lisa dan dikoreksi, tanpa marah-marah dan menghu-lisa dan dikoreksi, tanpa marah-marah dan menghu-kumnya.kumnya.

13. Melakukan percakapan informal, spontan, 13. Melakukan percakapan informal, spontan, santai dengan setiap orang setidak-tidaknya santai dengan setiap orang setidak-tidaknya sekali setahun, bukan untuk menghakimi, sekali setahun, bukan untuk menghakimi, melainkan hanya untuk mendengarkannya. melainkan hanya untuk mendengarkannya. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pema-Tujuannya adalah untuk mengembangkan pema-haman mengenai orang-orangnya, tujuan-tujuan haman mengenai orang-orangnya, tujuan-tujuan mereka, harapan-harapan serta kekhawatiran-mereka, harapan-harapan serta kekhawatiran-kekhawatiran mereka.kekhawatiran mereka.

Page 13: Leadership 1

13

14. Ia memahami keuntungan-keuntungan 14. Ia memahami keuntungan-keuntungan kerja sama dan kerugian-kerugian dari kerja sama dan kerugian-kerugian dari persaingan antara orang-orang dan persaingan antara orang-orang dan antara kelompok-kelompok. antara kelompok-kelompok. Dorong orang-Dorong orang-orang untuk berkerjasama, saling bantu dan orang untuk berkerjasama, saling bantu dan tolong-menolong, serta hindari adanya tolong-menolong, serta hindari adanya persaingan yang tak perlu.persaingan yang tak perlu.

( W. Edwards Deming, )

Page 14: Leadership 1

14

KEPEMIMPINAN YANG BAIKKEPEMIMPINAN YANG BAIK

Pemimpin yang baik memiliki lima kebiasaan dan sepuluh tekad.

KEBIASAANKEBIASAAN T E K A DT E K A D

1. Menantang adanya Proses 1. Mencari kesempatan 2. Mencoba dan Ambil Risiko.

2. Berbagi visi dengan orang 3. Berfikir Jauh kedepan

lain 4. Mengajak orang lain

3. Memberdayakan orang lain 5. Lakukan Kerjasama untuk bertindak 6. Memperkuat orang lain

4. Membuat Model 7. Memberi contoh

8. Meraih kemenangan kecil

5. Memberi semangat 9. Mengakui Sumbangan

Anggota / Orang lain 10. Rayakan Keberhasilan

Page 15: Leadership 1

15

BERFIKIR PIMPINAN TENTANG MUTU

PIMPINAN KONVENSIONAL PIMPINAN MUTU

Perbaikan Mutu perlu uang dan waktu. � Perbaikan Mutu menghemat waktu dan uang.

Pekerjaan adalah rangkaian peristiwa. � Pekerjaan adalah sistem terpadu dari beberapa proses.

Kuantitas sama pentingnya dgn kualitas.

� Tanpa kualitas, kuantitas tiada arti.

Mutu berarti mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya .

� Mutu berarti Perbaikan yang berkelanjutan.

95% betul adalah cukup bagus. � Hanya 100% usaha terbaik yang cukup.

Mutu adalah hasil dari pemeriksaan yg baik.

� Mutu menyatu dengan cara kerja dari awal.

� Mutu dapat dicapai melalui pelatihan yang lebih baik bagi karyawan kita plus kepemim- pinan yang bermutu.

Mgs/MMT/96

Untuk mendapatkan mutu kita perlu karyawan yang lebih baik.

Page 16: Leadership 1

16

PEMIMPIN, BUKAN MANAJER PEMIMPIN, BUKAN MANAJER !!!!

MANAJERMANAJER PEMIMPINPEMIMPIN

1. Tunduk pada konteks.1. Tunduk pada konteks. 1. Menguasai konteks.

2. Mengurus / Mengelola 2. Mengurus / Mengelola organisasi.organisasi.

2. Memperbarui organisasi.

3. Salinan / Turunan.3. Salinan / Turunan. 3. Asli.

4. Memelihara organisasi.4. Memelihara organisasi. 4. Mengembangkan organisasi.

5. Fokus pada sistem 5. Fokus pada sistem dan struktur.dan struktur. 5. Fokus pada orang.

6. Menyandarkan diri 6. Menyandarkan diri pada struktur.pada struktur.

6. Didasari oleh rasa percaya diri.

Page 17: Leadership 1

17

PERBEDAAN ANTARA PEMIMPIN DAN KEPALA

PEMIMPINPEMIMPIN KEPALAKEPALA

* Dipilih * Ditunjuk, diangkat

* Kepercayaan kelompok * Kekuasaan atasan

* Pencetus ide, koordinator * Penguasa * Tanggung-jawab terhadap * Tanggung-jawab terhadap

atasan dan kelompok. atasan.

* Berasal dari kelompok * Bisa bukan berasal dari kelompok

* Punya kelebihan * Belum tentu punya kele- bihan

Page 18: Leadership 1

18

PEMBERDAYAANPEMBERDAYAANKEPADA BAWAHANKEPADA BAWAHAN

Beri tugas yang jelas tujuannya.

Beri kebebasan mencari cara kerjanya.

Beri fleksibilitas kerja yang diperlukan.

Beri pendidikan & pelatihan yang diperlukan.

Sediakan fasilitas yang memang diperlukan.

Akui dan hargai segala usahanya.

Ciptakan suasana kerja yang mendukung.

Page 19: Leadership 1

19

KEPEMIMPINAN KEPEMIMPINAN KEMANAJERANKEMANAJERAN

+ Fokus pada kelompok. o Fokus pada individu.+ Melimpahkan wewenang untuk o Mengendalikan proses ambil

keputusan. keputusan.

+ Merangsang kreativitas. o Memaksakan ide lama.+ Memberi semangat/motivasi, o Mempertahankan kebiasaan inisiatif dan inovasi. lama.

+ Memikirkan program penyertaan o Usulan program sendiri. bersama.+ Proaktif (Pencegahan masalah) o Reaktif.

+ Memperhatikan SDM. o Memperhatikan bisnis.+ Bicara tentang persaingan ketat. o Sedikit tentang persaingan.

+ Membina karakter, budaya, dan o Tidak penting, bukan tugas- iklim organisasi. nya.+ Kepemimpinan tersebar. o Kepemimpinan terpusat.

PERBEDAAN : KEPEMIMPINAN DAN KEMANAJERAN

Page 20: Leadership 1

20

WILAYAH INTERAKSI ANTARA PIMPINAN DAN BAWAHAN

OTORITER DEMOKRATIK

MEMERINTAH MEMBIMBING MEMPERMUDAH MENDELEGASIKAN

DAERAH KEKUASAAN PIMPINAN

DAERAH “KEBEBASAN” BAWAHAN

GAYA KEPEMIMPINAN

GAYA KEPEMIMPINAN ATASAN

1 2 3 4

Page 21: Leadership 1

21