Buletin YSBS Vol 4.pdf

download Buletin YSBS Vol 4.pdf

of 19

Embed Size (px)

Transcript of Buletin YSBS Vol 4.pdf

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    1/19

    YAYASAN SOSIAL BINA SEJAHTERA CILACAP

    April 2012S eptember 2012

    ww.ysbs.or.id

    Volume III

    www.ysbs.or.id

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    2/19

    2

    Dari Redaksi

    Sajian Utama

    Buletin Enam Bulanan YSBSDiterbitkan oleh :

    YAYASAN SOSIAL BINA SEJAHTERA CILACAP

    Penanggung Jawab:Dewan Pembina YSBS

    Pengurus YSBS

    Pemimpin Redaksi:

    Stephanus Mulyadi

    Team Redaksi:

    Staff Kantor Sekretariat YSBS

    Alamat Redaksi:

    Gedung AMN Lt 4

    Jl. Kendeng 308, Cilacap 53223

    Jawa TengahIndonesia

    Tel /Fax: +62-282-507 000 4

    E-Mail: [email protected]

    2 Dari Redaksi

    3Laporan Khusus

    Kunjungan Misereor di Kampung Laut

    5

    Rm.Carolus, OMI

    Mengupayakan Sumber Penghidupan

    berkelanjutan

    7Strategi Kreatif Petani pelindukan

    menghadapi musim kemarau

    8Utusan PBB belajar dari ketulusan pak

    Eman

    Berita Dari Divisi

    9 KSW: Kisah sukses anggota KSW

    10Pendidikan: SMK Yos Sudarso Majenang

    sebagai Sekolah Karir

    11 Minomartani

    12 AMN: dulu, sekarang dan masa depan

    13 Kabar Baik: Pinjaman Dana Pendidikan

    14 Hasil Penelitian Sulistiono

    15Sharing Pengalaman Siswa Kanisius Jakarta

    Live in di Wilayah Kerja YSBS Cilacap

    Khusus

    18 Mengenal YSBS-Borneo

    Pembaca terkasih yang sangat kreatif,Saya begitu kaget saat membaca Koran Radar Banyumas, senin 15

    Oktober 2012. Kaget bukan karena di halaman depan terpampang sangat besarfoto Jokowi dan Ahok, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang baru, melainkankarena membaca ada 9 orang di gerebek petugas gabungan saat melakukanaksi penambangan liar di wilayah Karang Lenang, pulau Nusakambangan.Karang Lenang itu adalah daerah proyek penghijauan YSBS. Di wilayah itupemerintah melarang melakukan kegiatan apapun, kecuali kegiatan yang men-dukung program penghijauan. Kegiatan penambangan illegal untuk mencariemas dan timah ini jelas sangat bertentangan dengan prinsip penghijauan dankonservasi. Para penambang tersebut, terutama otak pelaku dan sponsornya,jelas adalah orang-orang nekad. Jelas bahwa usaha tersebut dilarang dilakukandi Pulau Nusakambangan. Jadi saya mengucapkan salut kepada petugas ga-bungan yang telah berhasil menggerebek aktivitas illegal tersebut. Upaya seriusini sangat pantas diberi apresiasi.

    Kegiatan penambangan, entah illegal atau tidak, bila ditinjau dari sisiupaya mendukung sumber penghidupan yang berkelanjutan, terutama bagipenduduk kecil dan miskin sering kali sangat merugikan. Alam jadi rusak, sum-ber penghasilan, terutama pertanian yang paling dekat dengan warga pede-saan, menjadi hilang karena tanah digali.

    Sudah lebih dari 30 tahun YSBS berjuang menjamin agar pendudukmiskin dan terisolasi memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan. Itu se-babnya mula-mula infrastruktur jalan dan kemudian infrastruktur pertanian,seperti saluran irigasi, penyudetan lumpur, dll., terus menerus digalakkan. Na-mun, yang terpenting dari semua itu adalah kemampuan petani atau pendudukpedesaan untuk dengan kreatifpositif mengembangkan dan memperkuatsumber penghasilan yang berkelanjutan bagi diri mereka sendiri terus didukung.

    Edisi ke empat ini akan menyoroti aktifitas warga, entah secarasendiri-sendiri atau bersama-sama, entah secara struktural maupun parsial,membangun sumber penghidupan yang berkelanjutan. Bagaimana merekakreatif, tekun dan bijak mengelola segenap potensi SDA dan SDM yang adapada mereka akan dikupas dalam edisi ini. Kita semua bisa belajar dari darikesuksesan saudara-saudara kita dan mengambil inspirasi darinya, sehinggakitapun mampu membangun sumber kehidupan kita dengan kreatif dan suksessehingga bisa berkelanjutan.

    Selamat membaca!Salam hangat,

    Stephanus MulyadiPemRed

    Dari Redaksi

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    3/19

    3

    Mengunjungi Titik NOL

    Pada tanggal 23-24 September 2012 lalu YSBS menerima

    kunjungan dari Misereor, Jerman. Misereor adalah salah satulembaga donor Jerman yang sudah membantu proyek sosial

    kemanusiaan YSBS sejak tahun 1992. Dr. Ulrich Dornberg,

    Koordinator Proyek Indonesia, yang sekaligus menjadi ketua

    rombongan, bersama Anselm Meyer (penasehat ahli bidang

    keuangan mikro dan sekolah kejuruan), Jutta Zoebel (bagian

    keuangan) dan Christoph Uhle (konsultan untuk mitra

    Misereor di Indonesia) ingin melihat langsung dampak proyek

    YSBS di lapangan dan bertemu langsung dengan masyarakat di

    Kampung Laut.

    Pagi-pagi, sekali Minggu (23/9) rombongan sudah berada

    di pelabuhan Majingklak. Dari Majingklak naik perahu cepat ke

    Karanganyar. Karanganyar adalah kampung di kawasan Segara

    Anakan yang pertama kali dikunjungi Rm. Carolus,OMI, sehari

    setelah kedatangannya di Cilacap, pada tahun 1973, dan Rm,

    Carolus langsung jatuh cinta pada kampung itu. Dari kam-

    pung itulah bermula proyek sosial kemanusiaan YSBS. Itu se-

    babnya Ulrich ingin melihat sekilas kampung yang menjadi

    titik NOL karya sosial kemanusiaan Rm. Carolus dan YSBS di

    Cilacap.

    Dari Karanganyar rombongan Misereor melanjutkan per-

    jalanan naik perahu menuju dusun Ciberem dan Pelindukan.

    Di Ciberem rombongan disambut oleh pejabat Desa dan

    masyarakat yang sedang bergotong-royong mengadakan nor-

    malisasi sungai dan peninggian tanggul. Selain untuk menjaga

    agar sungai ini selalu bisa dilalui perahu, tanggul itu dimaksud-

    kan untuk melindungi dusun dari bahaya banjir saat musim

    hujan tiba, kata Bp. Kades menjelaskan kepada Ulrich, men-

    gapa mereka mengadakan gotong-royong mengerkjakan nor-

    malisasi sungai dan peninggian tanggul. Maklum daerah itu

    termasuk daerah rawan banjir di musim hujan. Kesempatan

    tersebut tidak disia-siakan oleh Ulrich untuk berbincang-

    bincang dengan masyarakat tentang proyek-proyek yang su-

    dah didukung oleh YSBS/Misereor di sana dan perkembangan

    di dusun mereka setelah ada proyek tersebut.

    Di Pelindukan rombongan Misereor melihat sawah baru

    hasil proyek penyudetan tahun 2010 dan proyek tanggul yang

    sedang dikerjakan di bantaran sungai Cimeneng. Kebetulan hari

    itu lebih dari 200 warga sedang bergotong-royong membangun

    tanggul. Tanggul setinggi hampir 3 meter dengan lebar 5 meter

    dan panjang 4 kilometer tersebut dimaksudkan untuk

    melindungi dusun dan sawah warga dari bahaya banjir yang

    datang setiap musim hujan.

    Dalam kesempatan istirahat siang di rumah salah satu

    warga, Ulrich, Anselm dan Jutta masih berkesempatan berbin-

    cang-bincang langsung dengan warga, pejabat desa dan pak

    Camat Kampung Laut tentang perkembangan Kampung Laut dan

    perencanaan pembangunan di sana.

    Sangat penting mendengar langsung dari masyarakat ten-

    tang perkembangan apa yang telah mereka alami setelah ada

    proyek, bagaimana mereka beradaptasi terhadap perkembangan

    itu dan apa yang mereka pikirkan jika di kemudian hari tidak ada

    bantuan lagi dari YSBS atau Misereor. Jika kita berbicara tentang

    perkembangan, di sini yang terpenting adalah perkembangan

    kemandirian masyarakat, demikian diungkapkan Ulrich di pen-

    ghujung acara pertemuan dengan masyarakat di Kampung Laut.

    Perjalanan selanjutnya ditempuh dengan naik mobil dari

    Pelindukan melalui Bugel menuju Bantarsari dan selanjutnya ke

    Cilacap. Di perjalanan antara Bugel dan Bantarsari rombongan

    Misereor juga berkesempatan melihat proyek pengerasan jalan

    dan pembangunan saluran penyudetan yang sedang dikerjakan

    YSBS. Baik Ulrich, Anselm maupun Jutta mengaku sangat gem-

    bira bisa melihat proyek secara langsung dan bertemu langsung

    dengan masyarakat. Dengan begini kita bisa memahami secaralebih baik satu sama lain, dan ini sangat penting untuk perkem-

    bangan kerjasama ke depan, imbuh Ulrich gembira.

    Makan Malam dengan Bupati Cilacap,

    H. Tatto S. Pamudji.

    Meskipun telah menempuh perjalanan panjang dan berat di

    Kampung Laut, jam 18.00 WIBA Ulrich masih mengukuti Misa

    Pembukaan Tahun Ajaran Baru sekolah-sekolah YSBS dan AMN

    di Kapel St. Eugenius de Mazenod Cilacap.

    Setelah misa masih ada jadwal acara makan malam bersama

    Bupati Cilacap, H. Tatto Suwarto Pamudji. Bupati Cilacap be-

    serta jajarannya telah lama menjadi mitra kerja YSBS dalam ber-bagai program pembangunan di Kabupaten Cilacap, khususnya

    pembangunan desa. Makan malam bersama Pak Bupati dengan

    Misereor yang diinisiasi oleh YSBS tersebut dimaksudkan untuk

    mempererat persahabatan dan kerjasama antara PEMDA Cilacap

    dengan YSBS dan Misereor. Acara makan malam tersebut juga

    dihadiri oleh beberapa anggota DPRD Cilacap, pejabat pemerin-

    tah dan tamu undangan lainnya.

    Di sela-sela acara makan malam tersebut pak Bupati mema-

    parkan program Bangga mbangun Desa kepada Misereor yang

    mendapat apresiasi tinggi dari Misereor. Program yang sangat

    bagus dan briliant puji Ulrich. Ulrich juga mengungkapkan ko-

    mitmentnya untuk mendukung Pak Tatto selama periode ja-batannya ke depan. (bersambung ke hal 4)

    Liputan Khusus

    KUNJUNGAN MISEREOR DI KAMPUNG LAUT

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    4/19

    4

    Dukungan itu kami berikan karena kami melihat Pak Tatto

    sangat konsern membangun desa dan membangun persauda-

    raan antar umat beragama, kata Ulrich menutup perbincan-

    gannya dengan Bupati. Acara makan malam ditutup dengan foto

    bersama dengan Bupati.

    Kunjungan di Sekretariat YSBS

    Keesokan harinya, Senin, 24 September 2012, karena waktu

    sangat terbatas, anggota rombongan Misereor terpaksa dibagi

    menjadi dua. Anselm Meyer, penasehat ahli Misereor bidang

    keuangan micro dan sekolah kejuruan, pagi hari mengunjungi

    BPR dan SMK Yos Sudarso Jeruklagi dan SMK Yos SudarsoKawunganten untuk membahas proposal untuk peralatan beng-

    kel otomotif ringan. Sedangkan Ulrich, Jutta dan Christoph

    berkunjung ke kantor sekretariat YSBS untuk mengadakan perte-

    muan langsung dengan Board serta seluruh staff YSBS. Acara

    pertama adalah pertemuan pribadi dengan seluruh staff BPH.

    Dalam pertemuan tersebut Misereor ingin mengetahui jabatan

    dan job descriptionmasing-masing staff. Kemudian dilanjutkan

    dengan pertemuan bersama untuk mengadakan perkenalan dan

    penyampaian maksud dan tujuan kunjungan Misereor. Termin

    pagi hari ditutup dengan pertemuan kelompok Team Infrastruk-

    tur Padat Karya dengan Ulrich dan Team bagian Keuangan den-

    gan Jutta.Dalam masing-masing pertemuan tersebut dibahas secara

    mendalam berbagai persoalan yang muncul serta perencanaan-

    perencanaan program pengembangan masa depan. Bagian

    keuangan YSBS memanfaatkan pertemuan kelompok itu untuk

    saling bertukar pengalaman dengan Jutta tentang kesulitan-

    kesulitan yang sering mereka hadapi ketika harus membuat la-

    poran periodik (6 bulanan) yang tepat waktu (pada akhir periode

    proyek) dan segera mengirimkannya ke Misereor. Laporan tepat

    waktu seperti diharapkan Misereor tersebut sulit dipenuhi

    karena dalam kenyataannya harus menunggu laporan peng-

    gunaan dana di lapangan yang baru bisa direkap di akhir periode

    laporan.

    Liputan Khusus (lanjutan)

    KUNJUNGAN MISEREOR DI SEKRETARIAT YSBSKemudian masih harus menunggu proses auditing oleh pihak

    auditor yang sering membutuhkan waktu lebih dari 2 minggu.

    Pengiriman dokumen ke Jerman membutuhkan waktu mini-

    mal satu minggu. Itu artinya akan ada keterlambatan sekitar

    sebulan dari tanggal akhir periode laporan. Keterlambatan itu

    berdampak pada kelanjutan proyek, karena pencairan dana

    berikutnya dari misereor juga terlambat.

    Jutta bisa memahami kesulitan itu dan memberikan

    solusi, di mana YSBS bisa melaporkan terlebih dahulu peng-

    gunaan dana selama 5 bulan tanpa diaudit untuk setiap pe-

    riode pelaporan (6 bulanan). Dengan demikian ada waktu 1

    bulan untuk menurunkan dana berikutnya dan proses turun-

    nya dana dari Misereor tidak mengganggu jalannya pelak-

    sanaan proyek. Setelah itu baru mengirimkan laporan keuan-

    gan 6 bulanan yang sudah diaudit bersama dengan laporan

    kegiatan atau laporan narasi (jika laporan itu untuk periode 1

    tahunan).

    Dalam kesempatan yang sama Ibu Jutta menunjukkan

    bagaimana bagian keuangan bisa memonitor naik-turunnya

    nilai tukar Euro ke Rupiah setiap kali dana diterima dari

    Misereor dan memonitor dana yang sudah masuk dan yang

    sudah digunakan, sehingga bisa diketahui apakah peng-

    gunaannya sudah over budgetatau tidak.

    Bagi saya, yang paling penting dalam pertemuan dengan

    Ibu Jutta tersebut, kami bisa kenal lebih dekat dengan Ibu

    Jutta, sehingga kami merasa lebih bebas dan tidak canggung

    lagi untuk berkomunikasi dengan Ibu Jutta ungkap C. Widian-

    tarti mengenai kesannya dari pertemuan dengan Jutta, Fi-

    nance Officer di Misereor. Jutta juga memuji kinerja bagiankeuangan YSBS dengan mengatakan bahwa laporan-laporan

    keuangan yang dibuat oleh YSBS sudah makin baik dan bisa

    diterima oleh Misereor. Dia berharap, semoga ke depan bisa

    lebih baik lagi.

    Setelah acara makan siang, rombongan Misereor men-

    gadakan kunjungan ke AMN Cilacap. Misereor ingin melihat

    perkembangan AMN dan melihat perencanaan apa yang

    dibuat AMN untuk mengembangkan AMN ke depan. Misereor

    merasa berkepentingan terhadap perkembangan AMN yang

    selama ini telah mereka bantu, seperti pemberian beasiswa

    untuk ratusan mahasiswa korban Tsunami dari Nias, bantuan

    bengkel AMN dan peralatannya serta Student Loan yangdigulirkan sejak tahun 2011 lalu.

    Sayang saat berkunjung ke Lab. CBT, computernya tidak

    ada yang bisa nyala, sehingga Rombongan Ulrich tidak bisa

    melihat demo pemakaiannya. Beberapa mahasiswa yang se-

    dang di ruang Lab CBT juga tidak bisa menyalakan computer,

    sedangkan dosen penanggung jawab Lab CBT saat itu tidak

    ada di tempat.

    Rangkaian acara kunjungan Misereor ditutup dengan

    pertemuan dengan Board YSBS. Dari pihak Board YSBS hadir

    saat itu Rm. Carolus, OMI (ketua YSBS); Rm. Andriatmaka, OMI

    dan Rm. Asodo, OMI (Dewan Pembina) serta pak Y. Saptadi

    (Sekretaris YSBS). Beberapa program AMN dan SMK Yos Su-darso Kawunganten menjadi salah satu topik dalam perte-

    muan Misereor dengan Board tersebut.(Arda/CW/SM)

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    5/19

    5

    Tema MENGUPAYAKAN

    SUMBER PENGHIDUPAN YANG

    BERKELAN-

    J U T A N

    mengingat-

    kan saya

    k e m b a l i

    pada saat pertama kali saya masuk

    Desa Karanganyar Ujung Gagak, Kam-

    pung Laut, dan hari itu adalah hari yangkedua saya berada di Cilacap. Dalam

    hati saya merasa perlu ada waktu 50

    tahun untuk membawa perkembangan

    yang berarti di sini.

    Tiap hari Selasa saya antar

    beberapa perawat dari Poliklinik Santa

    Maria untuk mengobati orang sakit dan

    saya menawarkan diri untuk membantu

    dan saya diberi tugas untuk mengobati

    pasien-pasien yang sakit mata yang se-

    lalu begitu banyak dengan memasukkan

    salve tetracycline dalam mata mereka

    pelayannya gratis dan dengan demikian

    banyak yang minta diobati. Saya mengo-

    bati dengan jalan-jalan dan mampir

    sana sini tanya-tanya keadaan eko-

    nomi masyarakat dan bagaimana bisa

    ada perkembangan. Kebetulan ada dana

    A.M.M.I. Australia yang diperuntukan

    untuk membantu orang miskin. Saya

    membahas bagaimana dana itu bisa

    sampai kepada masyarakat untuk

    menghasilkan Kesejahteraan

    Beberapa orang mengusulkan

    memelihara itik, karena rumah mereka

    dikelilingi air. Dengan bantuan Pak

    Widisoewarno (alm) dan Pak Waris

    guru agama waktu itu saya mengelil-

    ingi pasar-pasar di Cilacap dan membeli

    100 bebek betina dan 10 bebek jantan.

    Bebek tersebut diberikan kepada 10 keluarga di Karanganyar

    dan dengan perjanjian akan mengembalikan 10 telur tiap

    minggu untuk dijual dan membeli bebek lagi untuk keluarga

    lain yang mau ikut proyek itu. Dalam waktu beberapa bulan

    kami sudah membagi 550 bebek untuk 50 keluarga lagi. Sesu-

    dah itu ada proyek reclamasi tanah untuk menanam sayur dan

    memelihara babi.

    Dalam penelitian sudah jelas sangat sedikit anak

    melanjutkan pendidikan ke jenjang S.M.P. sesudah tamat S.D.

    Bahkan sangat sedikit murid yang sampai ke-

    las VI S.D. yang putri keluar dan menikah

    yang laki-laki keluar untuk ikut cari ikan. Hal

    itu disebabkan sikap banyak orang di sana

    waktu itu bahwa pendidikan hanya buang

    uang saja. Bagi sayapendidikan membebas-

    kan.

    Maka sambil jalan-jalan saya mampir

    sana-sini, omong tentang pendidikan danmemberi pemahaman bagi orang tua agar

    menyekolahkan anak sampai lulus S.D. dan

    mengijinkan anak melanjutkan ke sekolah

    S.M.P. Saya berjanji bahwa saya akan mengu-

    rus semua biayanya, tetapi anak-anak harus

    masuk S.M.P. diluar desa Kampung Laut

    karena belum ada SMP di sana.

    Untuk itu Y.S.B.S. membangun As-

    rama sangat sederhana di Kawunganten, Si-

    dareja dan Cilacap untuk tempat tinggal anak-

    anak dari Kampun Laut. Kebetulan pada bulan

    Desember 1979 pemerintah membebaskansemua Tahanan Politik (TAPOL) dari penjara

    Nusakambangan. Para eks TAPOL itu ingin

    kembali menghidupi keluarga mereka. Saya

    mempekerjakan keluarga-keluarga eks TAPOL

    itu untuk masak dan menjaga asrama-asrama.

    Berita tentang Pendidiakan Gratis

    dari YSBS cepat tersebar. Y.S.B.S. membayar

    makanan, baju dan pendidikan dan ASRAMA-

    NYA GRATIS. Banyak sekali orang tua datang

    mohon agar anak-anak mereka boleh ikut.

    Tiap mau masuk Tahun Ajaran baru S.M.P.,

    sering kali saya kedatangan bapa-bapa dipastoran. Suatu hari, saat beberapa bapak

    duduk di ruang tamu Pastoran, saya lihat

    mereka banyak sekali merokok. Mungkin

    karena takut BULE GALAK. Saya membiarkan

    mereka merokok sambil omong-omong dan

    sesudah habis beberapa batang rokok, saya

    tanya, berapa harga satu batang rokok. Selama nunggu tadi

    habis berapa batang rokok dan harganya berapa?

    Kelihatan bapak berat merokok dari pada membayar

    biaya pendidikan anak. Apakah Bapak tidak malu bagaimana

    anak jadi dewasa sikapnya terhadap bapak kalau bapak tetap

    berat merokok dari pada membayar pendidikan anak Tanyasaya.

    A p a k a t a R m . C a r o lu s, O M I, P e n e r im a M a a r i f a w a r d 2 0 12 , t e n t a n g k a r y a n y a :

    Mengupayakan Sumber Peghidupan yang Berkelanjutan

    Rm. Carolus, OMI, , Pendiri dan Direktur YSBS, pertengahan tahun ini mendapat penghargaan ber-gengsi dari Maarif Institute, yaitu Maarif Award. Redaksi Buletin YSBS sedikit penasaran, apa yangmelatarbelakangi semangat Rm. Carolus dalam melaksanakan karya kemanusiaannya, sampai Maarif

    Institute menghargai karyanya dengan Maarif award? Untuk mendapatkan gambaran semangat itu,Redaksi meminta Rm. Carolus bercerita tentang awal karyanya di Cilacap.

    Rm.Carolu

    s,OMI

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    6/19

    6

    Lalu saya tawar menawar agar mereka mengurangi merokok dan mem-

    bayar bagian apa dari ongkos mendidik anak mulai bayar baju tahun

    berikutnya bayar makanan, yang berikutnya lagi sebagian biaya sekolah

    dan sesudah kurang lebih 10 tahun keluarga yang mampu mau mem-

    bayar seluruh biaya-biaya pendidikan.

    Juga sebagian anak, yayasan sekolahkan di S.P.G. Purworejo,

    S.P.P. Sidareja., dan sebagian sampai Universitas Sanata Darma dan

    Sekolah Perawat/Bidan di Panti Rapih Yogyakarta.

    Pelayanan kesehatan ke Kampung Laut berjalan tiap hari

    Selasa selama kurang lebih 20 tahun, lalu Pemerintah ambil alih dengan

    menempatkan mantri-mantri kesehatan dan membangun klinik di tiap

    desa.

    Tahun 1977 proses pendangkalan/sidementasi sudah mulai

    terasa dan laut dibawah rumah-rumah semakin tidak dalam lalu ada

    seorang bapa tua yang punya ide untuk menguruk dibawah rumah den-

    gan lumpur yang diangkut dengan perahu dari tanah yang sudah mulai

    muncul di kiri kanan desa. Dalam waktunya beberapa minggu rumah-

    nya yang dulu berdiri diatas tiang kayu-kayu, sekarang berdiri diatas

    tanah.

    Saya hitung-hitung berapa pohon harus ditebang tiap tahun

    untuk menggantikan tiang-tiang yang jadi busuk dan saat itu saya di-

    tawari Proyek Padat Karya Pangan dari C.R.S. Amerika. Rakyat akan

    diberi bulgur (sejenis gandum) campur kedelai, asal mereka mau

    bekerja membangun desa. Ditawari satu kilogram pangan untuk setiap

    meter cubic lumpur yang ditaruh dibawah rumah dan dua kilo untuk

    taruh untuk bikin jalan umum.

    Rakyat sangat antusiasis dengan program ini dan dalam waktu

    kurang dari 10 tahun semua desa di Kampung Laut sudah jadi pulau-

    pulau bikinan manusia dan ini juga memungkinkan membangun rumah

    -ruamh yang lebih permanen dari batu-batu yang didapat dipinggiran

    Pulau Nusakambangan. Sekarang ada rumah-rumah yang lebih mewah

    dari Pastoran Cilacap!!!Dengan proses sedimentasi/pendongkolan rakyat minta bi-

    kin tanggul-tanggul supaya tanah timbul diamankan dari genangan air

    laut disaat panca roba dan tanggul bisa berfungsi sebagai badan jalan.

    Sungai-sungai menuju Kampung Laut, juga memerlukan tanggul dan

    rakyat minta bantuan pangan Proyek Padat Karya supaya bisa cepat

    jadi. Contoh mulai dari desa Bojong (Kawunganten) sambung desa

    Bringkeng, sambung Grugu Binangun Baru, Muara Dua, Penikel satu

    jalan lagi mulai dari Sitinggil Bantarsari Bugel Karanganyar Pelindu-

    kan Cibereum dsb.

    Saat ini sedang merintis jalan baru dari Karangsalam ke Bon-

    dan dan diharapkan akhirnya sampai Mutehan Ujung Alang. Diharap-

    kan sebelum 50tahun jalan sudah dimakadam dan diaspal. (Sekarangbaru 40tahun).

    Selama berapa tahun ini dengan semangat rakyat meninggi-

    kan rawa-rawa jadi sawah dengan biikin selokan-selokan dengan ban-

    tuan incentive dari Y.S.B.S. dan ratusan hct. sudah jadi sawah yang san-

    gat produktif dan di musim kemarau lombok, kedelai, waluh dsb. Dan

    program ini mau diteruskan sampai ribuan hectare. Y.S.B.S. merasa

    bangga dan bahagia bisa berjalan dengan rakyat membangun desa-

    desa dan menyaksikan perkembangan yang sangat menyenangkan ber-

    kat rakyat bekerja dengan semangat gotong royong untuk menghasil-

    kan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak, cucu-cucu. (RC)

    Perkembangan Kampung Laut dalam 30 tahun

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    7/19

    7

    Kemarau yang sangat panjang tahun ini (2012)

    membuat banyak petani kebingungan, karena mereka sangat

    tergantung pada ketersediaan air. Khususnya bagi petani sawah

    tadah hujan, musim kemarau yang panjang membuat merekasangat menderita. Hal itu dirasakan oleh para petani di Dusun

    Pelindukan, Desa Ujung Gagak, Kampung Laut. Baru setahun

    mereka menikmati hasil panen yang berlimpah (2011 dan awal

    2012) tiba-tiba sawah yang baru mereka miliki itu menjadi ker-

    ing mengeras seperti batu. Kegembiraan karena baru miliki

    memiliki sawah sebagai hasil dari pengeringan rawa-rawa den-

    gan system penyudetan tahun 2011 lalu, seakan mengerut

    menjadi kekhawatiran, karena musim kemarau. Setelah pada

    bulan Maret lalu mereka panen raya, kini lahan sawah tadah

    hujan seluas lebih dari 500 hektar itu kekurangan air. Dalam

    situasi demikian jelas tidak mungkin menanam padi di sana.

    Kebanyakan dari kami di sini adalah petani baru.Dulu kami nelayan. Karena laut hilang kami beralih menjadi

    petani. Kemaren kami sangat senang. Karena panen pertama

    melimpah. Namun sekarang tiba-tiba kami dihadapkan pada

    cobaan baru, yaitu musim kemarau. Kami tidak bisa menanam

    padi. Kami bingung, ungkap seorang petani di Pelindukan saat

    kami temui bulan Juli lalu.

    Karena petani di sini kebanyakan baru, memang

    mereka belum berpengalaman menghadapi perubahan iklm

    seperti ini, jelas pak Prayitno, Kepala Dusun Pelindukan.

    Melihat kesulitan itu, Stephanus, seorang Staf YSBS

    tidak tinggal diam. Coba ditanami tanaman lainnya yang tidak

    memerlukan banyak air. Cabe atau jagung, misalnya. Atau jugamembuat bata yang justru perlu panas terik, nasihatnya

    memberi alternatif.

    Nasihat itu diikuti oleh petani. Dan benar! Karena

    tanah di Pelindukan merupakan endapan lumpur yang sangat

    subur, tanaman cabe, jagung, terong dan singkong tumbuh

    dengan subur. Hanya dibutuhkan sedikit air untuk menyirami

    tanaman tersebut. Cabe yang biasanya rusak di musim hujan, di

    musim kemarau memberikan panenan yang melimpah.

    Nasihat untuk membuat bata juga mendatangkan ber-

    kah besar bagi petani di Pelindukan. Panas yang sangat terik

    membuat proses pengeringan bata sangat cepat dan tidak

    membutuhkan banyak kayu atau sekam untuk membakarnya.Selain untuk keperluan sendiri, batu bata dapat mereka jual

    dengan harga yang lumayan tinggi.

    Berkat musim kemarau ini saya bisa membangun

    rumah permanen. Karena bata bisa bikin sendiri, tidak usah

    beli ungkap seorang warga gembira.

    Bata juga bisa dijual dengan harga cukup malah,

    karena sekarang angkutan sudah lebih mudah, temannya yang

    lain menimpalinya.

    Musim kemarau yang panjuang ini telah mengajarkan

    sesuatu yang baru bagi petani di Pelindukan. Kini mereka tidak

    takut lagi pada musim kemarau. Mereka sudah punya strategi

    untuk menghadapinya. Berkat pengetahuan dan strategi baru

    tersebut petani Pelindukan sudah bisa menjamin keberlangsun-

    gan sumber penghidupan mereka.

    Memasuki musim hujan ini petani pelindukan juga su-

    dah tenang. Selain sudah punya lahan sawah yang siap ditanami,

    mereka juga sudah selesai membangun tanggul di sepanjang

    pinggir Sungai Cimeneng. Tanggul itu akan menahan banjir se-

    hingga tidak merusak sawah dan menggenangi rumah warga.

    Tanggul tersebut dibangun secara gotong-royong oleh masyara-kat dan bantuan dana dari Misereor, Jerman. (SM)

    St r a t e g i P e t a n i P e l in d u k a n m e n g a t a si m u si m k e m a r a u :

    Kreatif, mencoba berbagai kemungkinan

    Pembangunan tanggul

    Usaha Batu Bata

    Panen Cabe

    Cabe sebagai alternatif

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    8/19

    8

    Pak Eman, (60) adalah

    salah satu petani penggarap

    Nusakambangan yang terga-bung dalam kelompok Penghi-

    jauan Nusakambangan YSBS. 3

    (tiga) tahun pak Eman sudah ikut program penghijauan, lahan

    yang dipercayakan kepadanya untuk ditanami pohon-pohon

    keras sudah penuh. Pohonnya tumbuh subur. Di sela-sela po-

    hon tersebut, pak Eman menanam berbagai pohon buah,

    pisang, singkong, papaya dan sayuran. Hasilnya sudah dapat

    dinikmati oleh pak Eman. Dan itu semua membuat pak Eman

    gembira.

    Karena lahan garapan pertama sudah penuh pohon-

    pohon, kini pak Eman menggarap lahan kedua. Lahan ini pun

    sudah penuh ditanami pohon keras. Namun karena pohonnya

    masih kecil, pak Eman masih bisa bercocok tanam di sela-sela

    tanaman keras tersebut. Kini musim hujan sudah datang. Pak

    Eman sudah siap menanam padi gogo, kacang-kacangan dan

    sayuran. Apakah pak Eman merasa senang dengan datangnya

    musim hujan?

    Ya, senang sekali, jawab pak Eman lugas sambil

    tersenyum.

    Jelas, pak Eman sangat senang. Musim hujan mem-

    bawa harapan bagi dia dan keluarganya. Harapan untuk men-

    dapatkan hasil panenan, sebagai upah atas jerih payahnya.

    Dikunjungi orang penting dari PBB

    Pak Eman tidak pernah tahu, bahwa seorang londo

    yang mengunjungi pondoknya adalah orang penting di PBB

    (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Peristiwa itu terjadi hari Rabu,

    19/09/2012 lalu. Si londo itu adalah P. Daniel Le Blanc, OMI,

    seorang anggota VIVAT Internasional dan komite Keadilan, Per-

    damaian dan Keutuhan Ciptaan (JPIC) yang bertugas memberi-

    kan rekomendasi kepada PBB. Daniel sehari-hari tinggal di New

    York, Amerika.

    Mengapa Daniel mengunjungi pak Eman di Nusakam-

    bangan? Di kantor YSBS sudah diberi tahu bahwa perjalanan keSolok Jero, Nusakambangan, lokasi penghijauan YSBS, membu-

    tuhkan waktu 2 jam naik perahu. Daniel tidak peduli. Dia ingin

    sekali melihat proyek penghijauan YSBS yang sudah sukses di

    sana. Dan dia ingin bertemu salah seorang anggota kelompok

    yang terlibat di penghijauan itu, yaitu Pak Eman. Karena dia

    mendengar bahwa pak Eman adalah orang yang paling tulus dan

    pekerja keras dalam menghijaukan kembali Nusakambangan. Dia

    yang paling rajin dan bersungguh-sungguh menanam lahannya,

    sesuai dengan ketentuan program penghijauan di Nusakamban-

    gan. Dia tekun merawat tanaman, terutama di musim kemarau.

    Hasilnya sekarang sudah lahan garapannya sudah hijau dengan

    pohon-pohon tumbuh subur. Pak Eman sudah memberikan sum-bangan besar bagi dunia.

    Dunia sibuk berbicara tentang bahaya perubahan ik-

    lim. PBB juga. Tapi tidak banyak yang berbuat sesuatu yang

    konkrit untuk mengatasi itu. Pak Eman inilah yang sungguh-

    sungguh berjuang mencegah perubahan iklim, kata Daniel

    bangga melihat pekerjaan pak Eman.

    Saya belajar banyak dari ketulusan pak Eman, lanjut

    Daniel tulus.

    Selamat pak Eman. Terus berjuang, teruslah menanam

    pohon. Dan terima kasih atas ketulusanmu menghijaukan Nusa-

    kambangan.

    Urusan Lingkungan Hidup,

    Utusan PBB Belajar dari Ketulusan pak Eman

    Pak Eman

    Pak Eman berpose bersama P. Le Blanc (tengah) dan pak Memed

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    9/19

    9

    Komunitas Perempuan Berbisnis

    Setelah mengangkat cerita sukses perorangan di Kelompok

    Swadaya Wanita pada bulletin 3, pada bulletin kali ini kami

    sajikan cerita sukses per kelompok . 3 kelompok berikut ini

    adalah kelompok-kelompok aktif yang sudah sukses, mereka

    menjadi kelompok-kelompok binaan yang karena kete-

    patannya dalam pembayaran serta kekompakannya, terpilih

    untuk pilot project kerjasama dengan KIVA (salah satu lem-

    baga pinjaman tanpa bunga yang berlokasi di Amerika)

    Kelompok KSW - INTAN

    Kelompok yang terbentuk pada tang-

    gal 19 Oktober 2009 ini, berlokasi di

    Jln.Sirkaya No.14 RT01/RW09 Kel.

    Tambakreja Cilacap, dengan anggota

    18 orang. Masing-masing anggota

    memiliki bisnis yang berbeda, dari

    produksi tempe, buka warung makan,

    jual makanan ringan sampai jual

    sepatu dan baju. Mereka menjadi

    kelompok yang solid, saling meleng-

    kapi satu sama lain. Hubungan dalam

    kelompok tidak lagi sebatas hubungan

    bisnis pinjam-meminjam tetapi sudah

    menjadi sebuah komunitas yang seia

    sekata. Jika salah satu anggota ada

    yang sakit mereka mengumpulkan

    dana untuk membantu si sakit.

    Kelompok ini diketuai oleh Ibu Menik,

    dia memiliki 3 anak yang masih seko-

    lah, Beliau mempunyai usaha ber-

    jualan baju, tas dan bed cover. Kali ini

    pinjaman yang diajukan untuk

    mengembangkan usahanya tersebut.

    Beliau juga berharap pinjaman kali ini

    dapat memperluas usaha serta meningkatkan pendapatan

    masing-masing anggota kelompok KSW INTAN. Pinjaman ini

    didapat dari program KIVA sebesar RP.26.400.000,- denganangsuran Rp.2.200.000,-/bulan selama 12 bulan yang dibagi 18

    anggota, besar angsuran masing-masing anggota berbeda ter-

    gantung besarnya dana yang dipinjam.

    Kelompok KSW FLAMBOYAN

    Kelompok ini beranggotakan 14 orang berdiri sejak tahun

    2007, berlokasi di Jl.Slamet RT21/ RW 03 Kroya Cilacap. Bidang

    usaha masing-masing anggota kelompok ini terutama adalah

    memproduksi dan menjual makanan tradisional khas Jawa

    seperti : Dadar gulung, arem-arempastel basah, gethuk lindri,

    carang gesing, nagasari, namun ada juga yang memiliki bisnis

    jualan baju di pasar Kroya.

    Solidaritas kelompok ini terjalin sangat erat karena mereka

    saling mengisi dan melengkapi jenis makanan ketika mendapat

    pesananan snack. Mereka mengadakan pertemuan rutin setiap

    bulan dan selalu bergantian di ruamah tiap anggota. Kelompokini menjadi sebuah komunitas para ibu yang memiliki usaha

    meningkatkan pendapatan keluarga dan menjadi ajang untuk

    saling berbagi dan menguatkan.

    Kelompok Flamboyan diketuai oleh Ibu Titi yang sangat luarbiasa

    dalam pendampingan terhadap anggotanya untuk memberikan

    semangat serta teladan. Beliau memiliki usaha membuat

    makanan kecil seperti pastel basah, pastel kering dan dadar

    gulung. Pinjaman kali ini sangat berman-

    faat untuk membeli alat-alat cetak kue

    untuk memperbanyak produksi kuenya

    dan juga mempererat hubungan keluar-

    ganya, karena usaha ini dijalankan den-

    gan melibatkan suami dan anak-

    anaknya. Ibu Titi juga berharap pinja-

    man ini dapat lebih mensejahterakan

    setiap anggota kelompok Flamboyan

    dan keluarganya. Besar pinjaman yang

    didapat dari KIVA Rp.29.000.000,- den-

    gan Rp.2.417.000 ,-/bulan selama 12

    bulan yang dibagi 18 anggota, besar

    angsuran masing-masing anggota ber-

    beda tergantung besarnya dana yang

    dipinjam.

    Kelompok KSW - RAHAYU

    Berlokasi di Desa Karangbenda RT2 RW4

    Adipala Cilacap, ditepian wisata Pantai

    Srandil, beranggotakan 19 orang. Saat

    Tsunami datang desa Karangbenda han-

    cur kehidupan warganya sangat mem-

    prihatinkan. Berangkat dari keprihatinan

    itu kelompok Rahayu terbentuk, ang-

    gota mereka terdiri dari 19 orang. Usaha dari anggotanya antara

    lain membuka warungkopi, warung makan, produksi ikan ban-

    deng presto dan juga membuka permainan untuk anak-anak.

    Kelompok ini diketuai oleh Ibu Sumarsih yang memiliki usaha

    warung kopi. Harapannya pinjaman kali ini dapat menambah

    modal untuk melengkapi warung kopinya. Beliau juga berharap

    semua anggotanya bisa lebih bersemangat lagi dalam mengem-

    bangkan usahanya. Kelompok Rahayu mendapat pinjaman dari

    KIVA sebesar Rp.24.600.000,- dengan angsuran Rp.2.460.000,-

    bulan selama 12 bulan yang dibagi 18 anggota, besar angsuran

    masing-masing anggota berbeda tergantung besarnya dana yang

    dipinjam. Cp,24/9/2012 - Dee

    Liputan Usaha:

    KISAH SUKSES Kelompok Swadaya Wanita

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    10/19

    10

    Pada Tahun 1982 Yayasan Sosial Bina Sejahtera Cilacap

    mendirikan SMK Yos Sudarso Majenang sebagai wujud

    partisipasi Yayasan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa

    khusus nya dalam bidang pendidikan, salah satunya

    pendidikan kejuruan. Salah satunya adalah SMK Yos Sudarso

    Majenang. SMK ini memiliki jurusan Akutansi, Tata Busana,

    Penjualan.

    Jurusan Akutansi dan Penjualan terakreditasi A,

    sementara untuk jurusan Tata Busana dalam proses akreditasi,

    karena baru dibuka 2 tahun lalu. Meskipun baru berusia 3

    tahun Jurusan Tata Busana busana sudah memiliki fasilitas

    mesin jahit yang modern sesuai dengan yang ada di

    perusahaan perusahan konveksi besar, sehingga siap

    membimbing siswa untuk siap berkarir di perusahan

    perusahan konveksi besar atau berwiraswasta, saat mereka

    lulus.

    Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, SMK Yos

    Sudarso Majenang memiliki fasilitas Ruang Komputer yang

    lengkap, Perpusatakan yang luas dan nyaman, Mesin jahit

    yang modern, Serta fasilitas lain yang dapat menunjang

    jurusan yang ada.

    Saat ini Sekolah sudah menjalin kerjasama sama denagn

    beberapa perusahaan besar, diantara nya : PT. Sofi ( Western

    Digital ) Malaysia, Solaria, PT. Mergasari, Bogor, PT. Konaka.

    Sementara banyak sekolah sibuk mengurusi standard

    sekolah, nasilnal, RSBI atau SBI, SMK Yos Sudarso Majenang

    justru berkomitment menjadi sekolah KARIR. Hal itu dilatar

    belakangi oleh pemikiran, bahwa bagi SMK yang terpenting

    bukan gelar atau embel-embel standard sekolahnya,

    melainkan kemampuannya membimbing siswa-siswi untuk

    siap berkarir setelah mereka lulus. Maka SMK menjadi Sekolah

    untuk Membangun Karir.

    Untuk mewujudkan komitment tersebut, SMK Yos

    Sudarso Majenang mendirikan BKK (Badan Ketetenaga

    Kerjaan) yang bertujuan untuk menyalurkan siswa siswi yangtelah lulus ke perusahaan-perusahaan bonafit, membuat

    program Bisnis Center, melengkapi semua ruang kelas dengan

    fasilitas pendukung tehnologi pendidikan, mengadakan

    pelatihan pembelajaran modern bagi guru, menggunakan

    sistem komputerisasi dan media elektronik dalam mengajar

    dan memantapkan peran unit produksi dan lain-lain.

    Saat ini 80% dari lulusan angkatan pertama untuk jurusan

    Tata Busana sudah bekerja di perusahaan dan sisanya studi

    lanjut atau memilih berwiraswasta (R).

    Liputan Pendidikan

    SMK YOS MAJENANGBukan sekolah biasa

    Siswa-siswi SMK Yos Sudarso majenang sedang praktek menjahit di

    Lab. Tata Busana (Unit Produksi) menggunakan mesin modern

    tapi sekolah KARIR

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    11/19

    11

    Mino Martani adalah salah satu Divisi YSBS, yang programmnya

    berfokus pada ECD (Early Children Development) atau PAUD

    (pendidikan anak usia dini). Program Minomartani didukung oleh

    ChildFund Indonesia. Kegiatan Minomartani mencakup 3 desa di

    wilayah Kabupaten Cilacap, yaitu desa Panikel dan desa Ujung Gagak-kecamatan Kampung Laut dan desa Sidasari-Kecamatan Cipari, den-

    gan 5 PAUD dan 2 desa di Kabupaten Banyumas, yaitu desa Wiradadi

    dan Desa Kalikidang- Kecamatan Sokaraja, dengan 4 PAUD. Untuk

    membantu anak usia dini mencapai tingkat perkembangan potensi

    secara maksimal, layanan PAUD harus dikelola dengan baik. Agar

    mampu mengelola PAUD dengan baik di samping memiliki kemauan

    dan semangat yang tinggi, para pendamping PAUD harus memiliki

    keterampilan atau kompetensi yang tinggi juga, sebagaimana tertu-

    ang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indone-

    sia Nomor 16 tahun 2007, tentang Standar Kualifikasi Akademik dan

    Kompetensi Guru. Karena para pendamping PAUD di wilayah kerja

    Minomartani rata-rata hanya memiliki latar belakang pendidikan SD

    s/d SMA, Mino Martani berupaya membekali para pendamping PAUD

    dengan berbagai jenis keterampilan yang ada kaitannya dengan

    kegiatan PAUD. Dengan demikian diharapkan para pendamping

    PAUD memiliki kompetensi kepribadian yang baik, sehingga mampu

    bersikap dan berperilaku sesuai dengan kebutuhan psikologis anak.

    Adapun pelatihan yang diselenggarakan untuk para tutor PAUD

    dampingan Mino Martani adalah sebagai berikut:

    Pelatihan Pembuatan Modul kurikulum dan Peningkatan mutuPendidik Paud.

    Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 18 Maret 2012 lalu.Dari kegiatan tiga hari tersebut, setelah mendapatkan pengeta-

    huan dan ketrampilan dalam merancang aneka ragam

    kegiatan dan permainan bagi anak-anak usia dini, peserta

    berhasil menyusun sebuah kurikulum PAUD. Isi kurikulum

    tersebut cukup menggembirakan karena para peserta sungguhkreatif dan inovatif dalam menyusun sekaligus menemukan

    metodologi yang tepat pada sasaran di mana para peserta

    didik berada. Dengan cara sederhana peserta bisa mencipta-

    kan macam- macam kegiatan, dengan mengambil tema besar

    MBANGUN BANYUMAS MAJU.

    Kreatifitas ,semangat dan inovatif para tutor PAUD sungguhdiluar dugaan kami, karena mereka mampu menciptakan

    ragam permainan dan lagu yang selama ini hanya dibilang

    biasa-biasa saja, namun setelah mendapatkan bimbingan dan

    motivasi dari pendamping pelatihan, ternyata mampu mencip-

    takan ragam permainan dan lagu yang sesuai dengan sub tema

    sehingga sangat membantu anak- anak didik untuk mengingat,

    apa yang mereka dengar, mereka lihat, dan mereka laksanakandalam sehari-harinya, sehingga tumbuh kembang anak sesuai

    usianya.

    Harapannya kurikulum tersebut dapat diterapkan di setiapPAUD di wilayah dampingan Mino Martani yaitu di Desa Ujung

    Gagak dan Desa Panikel-Kecamatan Kampung Laut, serta Desa

    Sidasari-Kecamatan Cipari-Kabupaten Cilacap, maupun Desa

    Kalikidang dan Desa Wiradadi-Kecamatan Sokaraja Kabupaten

    Banyumas.

    Kurikulum yang merupakan produk local tersebut berisi mua-tan macam- macam kegiatan bermain, yang bahan-bahan

    pendukung sangat murah dan tersedia disekitar kita. Kurkulum

    tersebut juga memacu para tutor PAUD agar tidak berhenti

    berkreasi dan selalu mencari pengalaman dan ilmu untukterus berkembang.

    Pelatihan peningkatan Mutu Pendidik PAUD. Pelatihan inimengembangkan modal dasar yang harus dimiliki oleh seorang pen-

    didik/pendamping anak usia dini dalam menciptakan pembelajaran

    yang menarik dan menyenangkan, meliputi kemampuan bermain,

    bercerita, dan bernyanyi. Semua pendidik PAUD juga harus bisa me-mainkan perlengkapan permainan yang digunakan. Dalam kegiatan

    pembelajaran PAUD para pendamping dilarang menggunakan plas-

    ticin/malam, karena berbahaya. Kemudian dalam bercerita boleh

    menggunakan bahasa anak-anak, bahasa yang mudah dimengerti.

    Jadi diusahakan tidak menggunakan bahasa baku, dan alur cerita bisa

    dibuat sendiri. Pendidik PAUD juga harus hafal atau bisa bernyanyi

    dan mengajarkan dengan gerakan, agar anak-anak tertarik

    PARENTING Keterlibatan Ayah terhadap pengasuhan anak dankegiatan PAUD. Selama ini secara langsung belum ada penelitian

    penyebab ketidakpedulian ayah terhadap pengasuhan anak dan

    kegiatan PAUD. Namun berdasarkan hasil angket, ternyata terbukti

    bahwa kepedulian ayah masih sangat rendah. Hal ini menjadi kepri-

    hatinan serius, karena tanggungjawab terhadap anak tidak hanyatertumpu pada ibu atau pengasuh melainkan membutuhkan per-

    hatian dari seorang ayah. Menurut ibu-ibu , mengapa ayah kurang

    peduli terhadap pengasuhan anak, karena ayah sudah sibuk dengan

    pekerjaan mencari nafkah. Sehingga pada saat akan diadakan

    kegiatan orientasi dan pelatihan tentang perkembangan anak dan

    pentingnya PAUD, para tutor PAUD merasa pesimis apa mungkin

    kaum ayah mau hadir dalam kegiatan tersebut. Namun demikian

    tutor PAUD tetap berusaha untuk mengundang kaum ayah untuk

    hadir dalam pelatihan yang diadakan pada tgl 3 Januari 2012 di Ci-

    berem dan tgl 4 Januari 2012 di Wiradadi. Diluar dugaan, ternyata

    ada respon yang cukup bagus karena beberapa ayah ikut hadir dalam

    pelatihan dan cukup aktif selama pelatihan berlangsung.

    Workshop Advokasi masyarakat ( BMM & orang tua) dan pendamp-

    ing PAUD. Dalam workshop, peserta diajak untuk memetakan ma-

    salah yang ada di masing-masing PAUD kemudian mencermati kebu-

    tuhan dan advokasi yang sudah dilakukan oleh masing-masing PAUD.

    Dengan mendapatkan pelatihan, para pendamping semakin berani

    untuk melakukan advokasi kepada pemerintah desa maupun kepada

    pihak lain. Dan ternyata masing-masing pendamping PAUD sudah

    melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah desa, agar PAUD

    yang ada menjadi perhatian pemerintah dengan mendapatkan ang-

    garan dari APBDES. Dalam hal ini beberapa sudah ada yang terealisasi

    tetapi ada juga yang masing dalam proses untuk diperjuangkan olehPemerintah desa setempat..(TK)

    Mengenal Divisi:

    MINOMARTANI

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    12/19

    12

    Berawal dari kepindahan Akademi Maritim Swasta (AKS)

    III Surakarta yang dibawah pembinaan Yayasan Pembina Pen-

    didikan Kemaritiman ( YPPK ) Surakarta tahun 1984 ke Cilacap,

    yang selanjutnya pada tanggal 14 Pebruari 1985 dengan akteNotaris Nomor 39, YPPK Surakarta berubah menjadi YPPK Cila-

    cap, sekaligus nama Akademi berubah menjadi Akdemi Mari-

    tim Nusantara Cilacap, sehingga tanggal 14 Pebruari 1985

    ditetapkan sebagai tanggal lahirnya AMN Cilacap. Pada tahun

    1988 YPPK Cilacap bekerjasama dengan Yayasan Bina Se-

    jahtera ( YSBS ) Cilacap yang dituangkan dalam Akte Notaris

    Nomor 22 tanggal 10 Pebruari 1988, yang dalam perkemban-

    gan selanjutnya YPPK Cilacap secara penuh dibawah payung

    YSBS.

    Pada awal awal perkembangannya, AMN dalam opera-

    sionalnya serba dalam keterbatasan dan penuh keprihatinan,

    baik mengenai sarana prasarana, tanaga staf dan Dosen yangmasih terbatas, maupun jumlah Mahasiswa yang masih sangat

    sedikit, sebagai contoh, Gedung tempat belajar mengajar ha-

    rus meminjam tempat di SMP 3, beberapa tahun kemudian

    pinjam tempat di losmen Sangkal Putung sampai dengan bisa

    membuat gedung sendiri di Jalan Kendeng yang saat ini ditem-

    pati. Saat itu, AMN belum boleh melaksanakan ujian D.III

    sendiri, ujian masih menginduk di BPLP, AKPELNI dan AMNI

    Semarang. Namun dengan modal tekat, semangat dan kete-

    kunan bekerja, walaupun lambat tetapi pasti, dari tahun keta-

    hun selalu ada peningkatan dan akirnya saat ini AMN dapat

    mensejajarkan diri dengan Akademi Maritim suwasta yang

    lain, sebagai indikator antara lain;1. jumlah dan jenis segala peralatan yang diperlukan sesuai

    ketentuan yang berlaku, sudah tercukupi untuk semua

    jurusan, tinggal simulator yang saat ini masih dalam

    proses pembelian, dan dapat dikatakan relatif lebih leng-

    kap dibanding peralatan yang dimiliki Akademi Maritim

    Swasta yang lain di Indonesia ( komentar kepala PUSDIK-

    LAT Perhubungan Laut yang saat ini berubah menjadi

    PPSDM saat mengadakan audit ke AMN ).

    2. Semua Program studi sudah terakreditasi, AMN sudahmenerima Rekomendasi dari Pusat Pengembangan sum-

    ber Daya Maritim ( PPSDM ), sudah menerima ijin penye-

    lenggaraan dari KOPERTIS WIL VI Jawa Tengah, Approvaltinggal menunggu simulator yang saat sedang dalam

    proses pembelian, sehingga para Taruna/Taruni bisa me-

    nempuh ujian sesuai dengan haknya.

    3. Kesejateraan Karyawan tidak hanya sekedar gaji, semuaKaryawan sudah diikutkan dalam semua program yang

    ada dalam Jamsostek .

    4. Jumlah Taruna/Taruni baru dari tahun ketahun selalumeningkat bahkan pada tahun ajaran 2012/2013 ini jum-

    lah Taruna/Taruni baru yang diterima sebanyak 348 orang

    dari jumlah pendaftar 382 orang, dan jumlah keseluruhan

    Taruna/Taruna aktif, diluar jumlah Taruna/Taruni belum

    lulus melebihi batas waktu kuliah selama 3 tahun seban-yak 778 orang.

    5. Dalam 2 tahun terakir jumlah Dosen yang telah lulus S2 se-

    banyak 3 orang sedangkan saat ini yang masih mengikuti

    kuliah S2 sebanyak 5 orang dan yang S3 sebanyak 1 orang,

    sehingga di tahun 2015 jumlah dosen S2 sesuai ketentuan

    diharapkan dapat terpenuhi.

    6. Untuk prestasi Taruna/Taruni diberbagai bidang Olah ragadan Karya Ilmiah, telah mampu mengharumkan nama AMN,

    dalam 5 tahun terakir dapat meraih gelar kejuaraan baik

    ditingkat Propinsi maupun Nasional .

    Dari uraian diatas, dengan potensi yang dimiliki saat ini, dan

    prestasi yang telah dapat dicapai, serta faktor faktor lain yang

    cukup mendukung seperti antara lain:

    1. Telah ditanda tanganinya MoU antara AMN dengan Atma

    Jaya Jogyakarta untuk penggunaan Perpustakaan Bersama.2. Telah ditanda tanganinya MoU antara AMN dengan Freepot

    Timika Papua untuk menerima Putra/Putri Daerah dari

    Timika belajar di AMN yang dibiayai dari CSR Freepot Timika

    Papaua.

    3. Dengan telah efektif dan efisiennya, para Agen2 pendafta-ran Taruna/Taruni baru di Daerah2, maka dapat dijamin

    jumlah Mahasiswa Baru yang masuk AMN dapat diken-

    dalikan .

    4. Dengan terbentuknya Ikatan Alumni AMN Cilacap, dapatmemfasilitasi peran Alumni yang selama ini cukup besar

    dalam membantu perkembangan AMN ke masa depan

    dalam bentuk, menjadi tenaga Dosen , bantuan peralatanyang diperlukan, bantuan buku2 untuk menambah jumlah

    buku nyang diperlukan diperpustakaan dan lain sebagainya.

    5. Perhatian dari Pemda Cilacap maupun Pemda Prop Jateng,yang secara berkala membantu AMN, baik untuk pengadaan

    sarana prasarana yang diperlukan ,maupun bantuan biaya

    untuk kegiatan ilmiah yang lain.

    Maka dengan tekat dan semangat membangun dari semua ele-

    men yang ada di AMN dapat terus terjaga dan terbina dengan

    baik, serta diiringi doa yang tanpa henti , untuk mewujudkan cita

    cita dimasa depan, agar AMN dapat ditingkatkan menjadi Se-

    kolah Tinggi Maritim bukanlah hal yang mustahil, AMIN.

    AMN CILACAP:DULU, SEKARANG DAN MASA DEPAN

    Oleh : Drs. F. Sutanto AP, M.A (Direktur AMN Cilacap)

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    13/19

    13

    Program Pinjaman Dana Pendidikan (Student Loan)

    Pendidikan untuk semua, demikian motto Divisi Pendidikan

    Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) Cilacap. Untuk mewujudkan

    motto tersebut, kini siswa/ mahasiswa yang kurang mampu secara

    ekonomi, tidak perlu khawatir. Sejak tahun 2011 YSBS meluncur-

    kan program Pinjaman tanpa bunga untuk Pelajar dan Mahasiswa,

    yang diberi nama Program Student Loan (SL). Syarat utamanya

    agar dapat memperoleh progam tersebut adalah para siswa ataumahasiswa masih bersekolah / kuliah di salah satu lembaga pen-

    didikan milik YSBS, khususnya di SMK-SMK dan Akademi Maritim

    Nusantara (AMN).

    Program Student Loan didukung oleh MISEREOR (Jerman)

    dan KIVA (Amerika). Jumlah pinjaman maksimum yang dapat

    diberikan disesuaikan dengan besarnya biaya sekolah/kuliah yang

    harus dibayar selama masa pendidikan. Untuk sementara, pinja-

    man (SL) baru dapat diberikan kepada mahasiswa dan siswa yang

    sedang menempuh pendidikan di AMN Cilacap, SMK Yos Sudarso

    Jeruklegi, Kawunganten dan Majenang.

    Program SL diberikan kepada AMN dan SMK karena lulu-

    sannya dapat langsung bekerja setelah mereka lulus. Artinya ada

    jaminan mereka dapat segera mencicil pembayaran pinjaman.

    Dana pengembalian pinjaman tersebut selanjutnya dapat dipinjamlagi oleh adik-adik kelas yang membutuhkan. Dengan demikian

    program Student Loan dapat berkelanjutan.

    Ketentuan dan Syarat Pengajuan Pinjaman

    Ketentuan Program Student Loan dari MISEREOR

    1. Sumber Dana: Miseror Jerman

    2. Program dimulai tahun: 2011

    3. Jumlah maksimal pinjaman : Rp. 12.000.000,00 (dua belas jutarupiah) (untuk AMN)

    4. Bunga: 0 %

    5. Jumlah kuota maksimal peminjam setiap tahun: 60 Maha-siswa.

    6. Yang bisa mengajukan: Mahasiswa AMN Cilacap

    7. Calon peminjam belum memiliki rekening di BPR Ukabima,Cilacap.

    8. Waktu mulai pengembalian: (sesudah bekerja)

    9. Jangka waktu pengembalian: [sesuai dengan pendapatan ,diharapkan paling lama 2 tahun)

    Syarat Administratif pengajuan pinjaman SL Misereor:

    1. Menyerahkan Surat Pengajuan Permohonan Pinjaman BiayaPendidikan (SPPPBP-SL), yang di dalamnya berisi: a) Permoho-

    nan pinjaman Student Loan b) Pernyataan kesediaan mulai

    mengembalikan pinjaman kepada YSBS, Cilacap segera sete-

    lah mendapatkan pekerjaan atau paling lambat 2 tahun sete-

    lah lulus dari AMN Cilacap. c) Pernyataan Persetujuan men-

    jadikan Ijazah Asli Diploma III AMN sebagai agunan di Bank

    BPR Ukabima, Cilacap selama pinjaman belum lunas.

    2. Bagi Mahasiswa baru, menyerahkan Surat Keterangan Peneri-

    maan (sementara) dari AMN Cilacap

    3. Menyerahkan Surat Pernyataan Persetujuan dari Orang-

    tua/wali (SPPO-SL) yang berisi: a) pernyataan persetujuan

    anaknya mengajukan pinjaman pendidikan (student loan), b)

    dan bertanggung jawab bahwa peminjam (anaknya) akan

    mematuhi syarat-sayarat dari program Pinjaman Mahasiswa

    (SL).

    4. Menyerahkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari

    Kepala Desa tempat domisili asal mahasiswa.

    5. Menyerahkan Surat Keterangan dari Tokoh Agama yang menyatakan

    bahwa pemohon Student Loan benar berasal dari keluarga kurang

    mampu.

    6. Menyerahkan fotokopi KTP diri pemohon yang masih berlaku

    7. Menyerahkan foto copy ijasah terakhir SLTA/SMK yang sudah dilegal-

    isir.

    Ketentuan Program Student Loan dari KIVA untuk AMN Cilacap1. Sumber Dana: KIVA, Amerika

    2. Program dimulai tahun : 2012

    3. Jumlah maksimal pinjaman : Rp.12.000.000,00 (dua belas jutarupiah), sekaligus akan dibayarkan ke AMN. Jadi penyaluran dananya

    dari Kiva YSBS - AMN

    4. Bunga: 0 %

    5. Jumlah kuota maksimal peminjam pada tahun ini (sebagai tahapawal) sebanyak 39 mahasiswa, yang mana belum ada kejelasan untuk

    tahun-tahun berikutnya berapa jumlah quotanya.

    6. Yang bisa mengajukan : Mahasiswa AMN Cilacap.

    7. Waktu mulai pengembalian: 4 bulan setelah lulus, yang diharapkansudah mendapatkan pekerjaan.

    8. Jangka waktu pengembalian: 2 tahunSyarat administratif pengajuan pinjaman SL KIVA untuk AMN Cilacap:

    1. sama dengan persyaratan administratif Student Loan Misereor

    2. profile diri (sekitar setengah halaman kwarto A4)

    3. foto diri (berwarna) dalam bentuk soft copy

    4. calon peminjam bersedia profile diri dan foto ditayangkan di websiteKIVA.

    Ketentuan Program Student Loan dari KIVA untuk SMK YSBS

    1. Sumber Dana: KIVA, Amerika

    2. Program dimulai tahun : 2012

    3. Jumlah maksimal pinjaman : Rp.11.000.000,00,- (sebelas juta rupiah),dana langsung disalurkan dari Kiva YSBS SMK masing-masing

    4. Bunga: 0%

    5. Jumlah kuota maksimal peminjam saat ini sebanyak 47 siswa (jumlahquota bisa berubah setiap tahun)

    6. Yang bisa mengajukan : SMK Yos Sudarso Jeruklegi, SMK Yos SudarsoKawunganten dan SMK Yos Sudarso Majenang

    7. Waktu mulai pengembalian: 4 bulan setelah lulus dari SMK, diharap-kan sudah mendapatkan pekerjaan

    8. Jangka waktu pengembalian: 44 bulanSyarat administratif pengajuan Student Loan KIVA untuk SMK YSBS:

    1. sama persyaratan administratif Student Loan Misereor2. profile tentang kehidupan orangtua (sekitar setengah halaman

    kwarto A4)

    3. foto bersama dengan salah satu orangtua yang ada, dg latar belakangrumah tinggal atau tempat bekerja orangtua, karena usia siswa masih

    di bawah umur, maka tidak boleh muncul di website Kiva, harus den-

    gan salah satu orangtuanya dan yang dianggap bertanggungjawab

    sebagai penerima pinjaman siswa adalah salah satu orangtuanya.

    (dalam bentuk soft copy)

    4. calon peminjam bersedia profile diri dan foto ditayangkan di websiteKIVA.

    Informasi lengkap hubungi:

    Bp. Arda / Ibu Titiek

    Sekretariat YSBS, Gedung AMN Lt.4, Jl. Kendeng 307 Cilacap 53223

    Telp.Fax.: 0282-5070004 E-Mail: [email protected]

    Kabar Baik:

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    14/19

    14

    Kampung Laut is part of Cilacap Re-

    gency in Segara Anakan lagoon. It is

    covering 141.4 km2 area. Kampung

    Laut is also the designation for peo-

    ple who live in the lagoon. From the biological side, lagoon has

    highly productive ecosystem. Fisherman have became very

    prosperous. However, due to huge sedimentation ( 1 million

    m3 annually) of rivers the wide and depth are reduced. Ac-

    cording to government, the surface reduced from 6.540 ha in

    1903 to 3.270 ha in 1984, 1.800 ha in 1992 to 600 ha in 2004.

    The depth of 10-15 meters in 1976 turned into about 1.5 me-

    ters in 2003.

    The environmental change, sedimentations in Segara Ana-

    kan brought two major problems to the people. First, peoplelose their livelihood as fisherman. Their income is declining

    gradually. Second, Kampung Laut becomes isolated. Sedimen-

    tation causes villages inaccessible by water or road transport.

    These situations triggers a tragic period of transition. In fact, in

    1970s people suffered from hunger. Kampung Laut is recog-

    nized as one of the poorest areas in Java. This area faces prob-

    lems, including deteriorating resource base, geographical iso-

    lation, limited mobility and accessibility, endemic diseases,

    malnutrition, poor housing, poor sanitation and water supply,

    low level of education, unemployment, and unclear land own-

    ership.

    Local government does not lot provide infrastructures inthis area because it requires a lot of money and time. Since

    1976 Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS, The Foundation for

    Bringing about of Prosperity and Good Will), a Non Govern-

    mental Organization (NGO) operates in Cilacap, has been con-

    ducting poverty alleviation program. YSBS has built a number

    of community-based infrastructures. E.g. 487 kilometres of

    rural roads, bridges, dams, dykes, and irrigation canals. Rural

    road is the first and the biggest project in the area and be-

    lieved to give important contribution to improve people acce-

    sibility to market, economic activities, social (health and edu-

    cation) facilities, and services. This project is also expected to

    improve people capacity and community capital.YSBS has been conducting labour intensive of food for

    work and cash for work projects with principle of subsidiary.

    Community (until the bottom layer) is fully involved in the

    project, and based on trust to each other. In this principle,

    individual and community is main actor of community devel-

    opment effort. YSBS implements integrated development con-

    cept and model of mutual cooperation. It can reduce construc-

    tion costs of infrastructure significantly. The model, on one

    hand, takes a lot of time, but on the other hand is useful for

    building community capital. This method can provide very

    positive outputs, outcomes and impact for long time. Practi-

    cally, YSBS rural road infrastructure program is based on thefollowing principles:

    Bottom-Up: all infrastructure project provision always servethe needs of the community and based on community initia-

    tives. All stakeholders are involved in the process (planning,

    implementation, and evaluation);

    All development process are always carried out with theprinciple of mutual assistance (gotong-royong);

    Infrastructure project serve as place for community to meetand learn and a mean for community education, develop-

    ment, and dialogue;

    It encourages evolution in the community (way of thinking,understanding and openness) and trust (within community,

    community-government, community-YSBS, and community-

    government-YSBS);

    It encourages good governance principles implementation.YSBS has been promoting the application of a holistic ap-

    proach in adapting environmental change resulting in the de-

    crease inaccessibility of rural communities and poverty. In addi-

    tion to infrastructure development, at the same time YSBS also

    builds community capacity. Provisions as well as utilization of

    infrastructures are environmental change adaptation and com-

    munity development strategies. Infrastructure is not only im-

    proving access but also assets and community capabilities (socialcapital) such as trust and solidarity, collective action and coop-

    eration, social cohesion and inclusion and empowerment.

    YSBS success is also determined by factors of adaptation

    and community response and role of key persons. Local leaders

    (formal and informal) have significant Influences. Harmonization

    of external support and models of communication, cooperation,

    and coordination between government, NGOs and local actors in

    managing rural road project are also essential.

    By Sulistiono( [email protected])

    - Researcher, Center for Transportation and Logistics Studies, Uni-

    versitas Gadjah Mada

    - Indonesian Forum Group of Rural Trasport and Development(IFGRTD)

    Penelitian

    The Struggle to Eradicate Extreme Poverty and Hunger:

    YSBS Experiences in Adapting Environmental Change in Kampung Laut

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    15/19

    15

    Oleh Bimo Andrianus Djwuanto XIF 04

    Pada tanggal 21- 25 Oktober 2012 yang lalu, saya

    diberikan kesempatan untuk mengikuti Live In di daerah

    Cilacap, Jawa Tengah, tepatnya di daerah Kampung Laut.

    Kampung Laut terbagi menjadi beberapa dusun, dan saya

    tinggal di daerah Ujung Alang, Dusun Lempong Pucung.

    Begitu banyak hal- hal yang saya pikirkan selama

    perjalanan menuju daerah tersebut, dan ternyata

    sesampainya disitu semua yang saya pertanyakan dalam dirisaya sendiri terjawab.

    Dusun Lempong Pucung merupakan salah satu dusun

    yang masuk dalam ke dalam daerah Ujung Alang, yang berada

    di dekat segaranakan. Mata pencaharian orang- orang desa ini

    tentu saja tidak jauh dari melaut. Namun, hal lain yang biasa

    dikerjakan oleh warganya adalah bertani, mencari kerang,

    menangkap ikan- ikan, maupun menjaga goa- goa yang berada

    di dekat daerah ini. Hal tersebut merupakan hal- hal baru yang

    saya temui sesampainya di Lempong Pucung ini.

    Saat berada disana, kami semua di sambut dengan

    ramah oleh warganya. Mereka sangat ramah, sangatbersahabat, dan mau membantu kami sebagai orang baru

    disana. Kami dituntun dengan baik menuju rumah yang akan

    kami tinggali selama berada di Lempong Pucung ini. Jujur saja,

    jarak antar rumah di daerah Lempong Pucung ini sangatlah

    jauh. Butuh tenaga yang cukup untuk menjelajah seluruh

    daerah dusun Lempong Pucung ini.

    Di Lempong Pucung ini terdapat 2 sekolah yang

    jaraknya tidak terlalu jauh dari daerah perkampungan warga.

    1 sekolah SD dan 1 sekolah SMP. Namun, selain sekolah-

    sekolah tersebut, terdapat pula tempat yang dikhususkan

    untuk anak- anak yang masih kecil. Tempat ini biasa disebut

    PAUD. PAUD merupakan kependekkan dari Pendidikan AnakUsia Dini. Disini anak- anak yang masih kecil dilath untuk

    mengenal huruf, bernyanyi, mewarnai, serta mengenal banyak

    hal. Saya pun diberi kesempatan unutk melihat secara

    langsung proses dari pengajaran ini. Sangat menarik dan

    membuat saya ingin ikut mengajar.

    Selain hal- hal tersebut diatas, masih ada hal- hal

    yang menarik lainnya yang patut kita acungi jempol.

    Kekeluargaan antarwarga sangatlah dibangun oleh mereka

    dan mereka saling menghormati dan menghargai antar

    sesama warganya maupun orang- orang baru seperti kami.

    Jadi, jangan takut untuk tersesat disana, karena ketika anda

    bertanya dimanakah rumah Ibu X, mereka tahu dan mengenal

    dengan baik ibu tersebut. Mereka sangat ramah dan mau

    Jika ada kesempatan lagi untuk pergi kesana, saya sangat tertarik

    dan mau untuk pergi kembali ke sana. Warga Lempong Pucung

    sudah seperti keluarga saya sendiri, walaupun baru beberapa

    Live in SMA Kanisius JakartaTanggal 21- 25 Oktober 2012 yang lalu, SMA Kanisius Jakarta mengadakan Live In di daerah Cilacap, Jawa Tengah, tepatnya di

    daerah Kampung Laut. Setiap 2 tahun SMA Kanisius selalu mengadakan acara Pekan Sosial ( Peksos ), yaitu live in dan jambore.

    Acara ini dimaksudkan untuk menambah rasa kepedulian terhadap sesama, dimana rasa tersebut semakin pudar seiring ber-

    jalannya waktu. Berikut adalah cerita-cerita mereka

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    16/19

    16

    Pengalaman di KawungantenOleh Sandy Halim

    Masing - masing siswa SMA Kanisius diperbolehkan

    untuk memilih satu dari dua acara yang diselenggarakan. Pada

    saat tersebut saya memilih live in sebagai acara yang akan

    saya jalani. Saya memilih live in sebagai acara peksos saya

    karena pada dasarnya saya menyukainya, dimana saya bisa

    bertemu dengan orang orang yang baru serta mengenal te-

    man teman yang berbeda angkatan.

    Pada live in kali ini saya berkesempatan untuk tinggal

    di rumah Bapak Vincencius Parimin di desa Kawunganten du-sun Grugu. Keluarga Bapak Parimin terdiri dari empat orang,

    yaitu Bapak Parimin, Ibu Puji ( istri Bapak Parimin ) , Budi

    ( anak pertama ), dan Cika ( anak kedua ). Namun saat ini Budi

    sebagai anak pertama sedang berada di luar kota untuk beker-

    ja.

    Di awal kedatangan saya, saya disambut dengan ra-

    mah oleh keluarga Pak Parimin sehingga saya merasa sangat

    beruntung ditempatkan di keluarga ini. Tak hanya itu, ternyata

    penduduk di desa ini ramah ramah dan murah senyum. Me-

    reka selalu berusaha untuk membuat kami semua merasa se-

    nang di tempat tersebut.

    Di desa Kawun-ganten ini, saya banyak

    melihat hal hal yang

    baru, seperti membuat

    gula jawa ( membuat

    gula jawa adalah salah

    satu mata pencaharian

    Pak Parimin ). Sebelum

    saya sampai di desa ini,

    bila ditanya mengenai

    gula jawa saya hanya

    mengetahui bahwa gula

    jawa adalah benda yang

    berwarna coklat, ber-

    bentuk tabung dan ra-

    sanya manis. Gula jawa

    ini banyak digunakan

    pada makanan tradisio-

    nal seperti cendol dan

    bubur kacang hijau. Dan

    bagaimana proses pembuatan gula jawa ini mulai dari pen-

    gambilan bahan pokoknya sampai pencetakannya barulah

    saya ketahui sekarang ini.

    Di live in kali ini saya sangat terkesan dengan salah

    satu keluarga yang ada di sana. Rumah yang ditempatinya

    terlihat sederhana, tetapi imannya kepada Tuhan tak seseder-

    hana penampilan rumahnya.

    Dalam perbincangannya dengan saya dan teman te-

    man beliau berkata suami saya pernah diajakin untuk menjadi

    makelar Tenaga Kerja Indonesia ( TKI ) untuk daerah sekitar sini.

    Setiap satu orang yang direkrut dan dikirim ke luar negeri, suami

    saya bisa mendapatkan 4 sampai 6 juta. Tapi saya melarang

    suami saya karena saya tahu bahwa sistem perekrutan TKI terse-

    but banyak yang tidak prosedural, seperti pemalsuan KTP ( ma-

    sih dibawah umur ) dan tidak ada izin orang tua. Saya sangat

    tersentuh dengan prinsip tersebut, karena walaupun beliau ma-

    sih membutuhkan fasilitas fasilitas yang lebih baik, namun be-

    liau tidak ingin mendapatkannya dari cara yang tidak benar. Be-

    liau merasa bahagia dengan apa yang sedang beliau jalani hari

    ini karena beliau percaya bahwa Tuhan akan selalu memberikan

    yang terbaik bagi dirinya. Beliau juga mengingatkan saya dan

    teman teman agar selalu berdoa setiap hari kepada Tuhan me-

    mohon berkah dan bantuannya.

    Last but not least,

    pengalaman menginjakkan

    kaki di Desa Kawunganten

    adalah sebuah pengalaman

    berharga yang mungkin tak

    bisa didapatkan oleh semua

    orang. Di desa ini saya me-

    rasakan penerimaan pendu-

    duk yang hangat, seder-

    hana, tetapi berbahagia

    sehingga kami semuapun

    merasakan kebahagiaan

    tersebut.

    Sekali lagi kepada

    Pak Parimin dan masyarakat

    desa Kawunganten tidak

    lupa kami ucapkan yang

    sebesar besarnya atas

    penerimaan ini serta Tuhan

    selalu memberkati. Amin.

    Live in SMA Kanisius JakartaTanggal 21- 25 Oktober 2012 yang lalu, SMA Kanisius Jakarta mengadakan Live In di daerah Cilacap, Jawa Tengah, tepatnya di

    daerah Kampung Laut. Setiap 2 tahun SMA Kanisius selalu mengadakan acara Pekan Sosial ( Peksos ), yaitu live in dan jambore.

    Acara ini dimaksudkan untuk menambah rasa kepedulian terhadap sesama, dimana rasa tersebut semakin pudar seiring ber-

    jalannya waktu. Berikut adalah cerita-cerita mereka

    Pemberian sejumlah baju layak pakai

    Pembuatan gula jawa

    Keluarga asuh serta peserta live in pada malam terakhir

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    17/19

    17

    Monggo

    Oleh: Theodorus Samuel, SMA Kolese Kanisius, Jakarta

    Monggo, mas, kata-kata yang sangat sering ditutur-

    kan oleh para penduduk setempat pada saya dan teman-

    teman, saat saya mengikuti kegiatan Live In di Kampung Laut

    bersama SMA Kolese Kanisius, Jakarta. Setelah bertanya-

    tanya, akhirnya saya men-

    getahui arti kata itu;

    monggo dalam Bahasa

    Jawa berarti silakan, se-

    buah kata yang menunjuk-

    kan keramahan.

    Seberapa sering-

    kah saya mendengar kata

    tersebut di Jakarta? Sangat

    jarang, atau mungkin su-

    dah tidak pernah lagi. 4

    hari 3 malam lamanya saya

    tinggal di Kampung Laut,

    selama itu saya belajar dari

    para penduduk setempat,

    dari setiap hal kecil yangsaya alami. Dari setiap ja-

    batan tangan, setiap per-

    cakapan, setiap sapaan,

    setiap senyuman, bahkan

    setiap tatapan mata

    menunjukkan sesuatu

    yang berbeda dari warga

    Jakarta, sesuatu yang te-

    lah lama hilang dari warga

    Jakarta, yaitu keramahan.

    Saya rasa, budaya

    keramahan yang saya jum-pai setiap saat di Kampung

    Laut, sudah tinggal kenan-

    gan belaka bagi kampung

    halaman saya. Budaya

    bersikap ramah sudah

    hilang dari Ibukota Ja-

    karta.

    Saya sebagai

    siswa dari SMA Kanisius, selalu dituntut untuk belajar men-

    genai nilai compassionyang selalu mendorong saya untuk mau

    perduli pada orang lain. Namun, saya rasa sebesar apapun

    compassion yang saya miliki, tidak akan berguna tanpa katamonggo, tanpa keramahan.

    Menurut saya, memperdulikan seseorang tanpa bersi-

    kap ramah adalah hal yang sia-sia. Mungkin dari pengalaman

    saya ini saya dapat mengasosiasikan kata compassion dengan

    kata monggo, dari pengalaman ini juga saya dapat mengata-

    kan bahwa dalam keseharian saya sebagai seorang siswa, saya

    membutuhkan lebih banyak monggo dalam hari-hari saya.

    Saya mendapatkan banyak sekal pengalaman baru se-

    lama saya tinggal di Kampung Laut, terutama dengan anak-anak.

    Awalnya, saya cukup sibuk

    mengurus acara Live In se-

    hingga saya kurang sempat

    bersosialisasi. Namun, menje-lang akhir kegiatan saya ban-

    yak berkenalan dengan anak-

    anak, bermain dan bercanda

    bersama. Hal istimewa yang

    saya lihat kembali adalah ba-

    gaimana anak-anak tersebut

    dapat menerima saya, anak

    kota yang sangat asing bagi

    mereka, yang baru mereka

    temui untuk beberapa saat ke

    dalam rumah mereka, ke

    dalam permainan-permainanmereka. Dapatkan saya jum-

    pai hal tersebut di Jakarta?

    Tidak.

    Banyak hal yang harus dipela-

    jari oleh orang-orang desa dari

    orang Jakarta. Namun saya

    rasa lebih banyak lagi hal-hal

    yang harus dipelajari oleh

    orang-orang Jakarta dari

    orang desa, yakni hal-hal ten-

    tang esensi dari hidup ini. Se-

    lama ini yang saya lihat dari

    orang-orang Jakarta hanyalah

    keangkuhan, sikap acuh, indi-

    vidualistik, dan berpikiran

    negative terhadap orang lain.

    Orang-orang Jakarta harus

    belajar untuk menjadi ramah,

    perduli, terbuka, dan berpikiran positif terhadap sesamanya

    seperti anak-anak yang saya temui di Kampung Laut. Seperti

    yang saya katakana sebelumnya, dibutuhkan lebih banyakmonggo dalam hidup ini, terutama di Jakarta.

    Live in SMA Kanisius JakartaTanggal 21- 25 Oktober 2012 yang lalu, SMA Kanisius Jakarta mengadakan Live In di daerah Cilacap, Jawa Tengah, tepatnya di

    daerah Kampung Laut. Setiap 2 tahun SMA Kanisius selalu mengadakan acara Pekan Sosial ( Peksos ), yaitu live in dan jambore.

    Acara ini dimaksudkan untuk menambah rasa kepedulian terhadap sesama, dimana rasa tersebut semakin pudar seiring ber-

    jalannya waktu. Berikut adalah cerita-cerita mereka

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    18/19

    18

    YSBS-BORNEO adalah cabangYSBS Cilacap, didedikasikan

    untuk melayani wilayah Bor-

    neo (Kalimantan).

    Diinisiasikan tahun 2013,

    YSBS-Borneo mengembang-

    kan berbagai program pen-

    dampingan masyarakat yang

    dijalankan lewat kegiatan

    advokasi, pelatihan dan pro-

    mosi demokrasi dan justice,

    peace and the integrity ofcreation(JPIC), serta pengga-

    lian nilai-nilai adat-seni-

    budaya dan kebijaksanaan

    lokal.

    Tujuan dari berbagai pro-

    gram tersebut adalah untuk

    memperkuat (kelembagaan)

    masyarakat sipil di tingkat akar rumput

    dan mempengaruhi kebijakan di tingkat

    lebih luas.

    YSBS-BORNEO berkomitmen mendorong

    pembangunan yang berkeadilan dan

    berkelanjutan, yang berwawasan lingkun-

    gan, kesejahteraan serta tata pemerin-

    tahan yang bebas korupsi, good govern-

    ance, di mana masyarakat, pemerintah

    dan bisnis saling bekerjasama tanpa domi-

    nasi, demi terwujudnya masyarakat yang

    harmonis, adil dan sejahtera.

    YSBS-BORNEO memperjuangkan hak-hak

    dasar individu serta kebijaksanaan publik

    yang berpihak kepada masyarakat terping-

    girkan dan pro pelestarian lingkungan

    hidup, membangun dan memperkuat jar-

    ingan kerjasama antar individu, organisasi

    dan masyarakat, dan memperkuat rasa

    percaya diri dan kapasitas individu, or-

    ganisasi dan masyarakat.

    Sebagai cabang yang dinamis, YSBS-

    BORNEO selalu ingin menyajikan solusi

    yang inovatif, kreatif dan unik, dengan menggali nilai-nilai filosofis

    dan budaya lokal yang dipadukan dengan nilai-nilai budaya mod-

    ern. Keinginan besar untuk dapat berpartisipasi dalam mengatasipersoalan kemiskinan dan keterbelakangan dengan hasil terbaik

    dan bermanfaat bagi keberlanjutan keharmonisan hidupmanusia dan alam sekitar menjadi dasar keberadaan kami di

    tengah upaya untuk memajukan bangsa.

    Didukung oleh SDM kompeten dan profesional dengan

    kualitas manajemen proyek terbaik, juga dengan dukungan

    dari berbagai mitra lainnya, kami mampu membangun se-

    buah kerjasama sinergi yang strategis, efektif dan dahsyat.

    Kami menyadari sepenuhnya bahwa tujuan akhir dari imple-

    mentasi berbagai program adalah transformasi sosial

    masyarakat ke arah yang lebih efektif, efisien dan produktif,

    sehingga dengan demikian masyarakat mampu beradaptasimenang terhadap berbagai perubahan yang ada. Kami

    memperhatikan seluruh aspek yang terlibat dalam pen-

    yediaan solusi yaitu proses, teknologi dan SDM.

    Pemahaman ekspektasi dan kebutuhan masyarakat meru-

    pakan fokus utama dalam proses penyediaan solusi. Pemili-

    han dan penguasaan teknologi, metode dan manajemen

    proyek yang tepat serta pemahaman budaya dan adat yang

    mendalam adalah langkah penting

    dalam melaksanakan pekerjaan. Maka

    kerangka research dan development

    (R&D) dilaksanakan secara berkesinam-

    bungan sebagai inovasi untuk mewu-

    judkan kualitas kinerja dan hasil yang

    lebih baik.

    Sebagai cabang yayasan yang sedang

    tumbuh dan berkembang dengan se-

    mangat sosial, enterpreneuership,

    serta komitmen yang tinggi pada kuali-

    tas, belajar terus-menerus dan proaktif

    terhadap perubahan, kami berusaha

    mengaktualisasikan komptetensi dalam

    aktivitas. YSBS-BORNEO akan senan-

    tiasa memberikan dukungan bagi pem-

    bangunan yang berkelanjutan bagi

    masyarakat yang dilayaninya.

    Stephanus MulyadiInisiator YSBS-Borneo

    YSBS-BORNEO

    Jl. Pipit Tengil Sejiram II,

    Kec. Seberuang, Kab. Kapuas Hulu,

    Kalimantan BaratIndonesia

    E-Mail. [email protected]

    Website: www.ysbs.or.id/borneo

    Kontak Person: Stephanus Mulyadi

    Mobile: +62-81280503764

  • 7/22/2019 Buletin YSBS Vol 4.pdf

    19/19

    Borneo (Kalimantan) adalah

    pulau terbesar di Indonesia.Pulau yang sangat eksotis den-gan kekayaan keanekaragaman

    hayati dan sumber alam dankeunikan serta keluhuran sukuDayak yang mendiaminya seha-

    rusnya memberikan kese-jahteraan bagi masyarakat disana. Namun faktanya masyara-

    kat Dayak masih sangat banyakyang hidup di bawah garis ke-

    miskinan.

    Lajunya pembangunan infra-struktur ternyata tidak berpihak

    pada penguatan kapasitasmasyarakat local, melainkansemata untuk memenuhi ke-

    pentingan kapitalis. Hutan tro-pis Kalimantan yang terkenalsebagai paru-paru dunia kini

    tinggal kenangan. Perkebunansawit yang merajalela telahmenghancurkan semuanya

    tanpa memberikan kontribusiyang berarti bagi kesejahteraanmasyarakat asli.

    Diskriminasi dalam pemban-gunan menjadi salah satu per-

    soalan yang belum teratasi.Daerah transmigrasi diberi ber-bagai fasilitas infrastruktur

    yang sangat memadai, semen-tara penduduk asli terisolirdalam desa-desa yang tersebar

    di pedalaman. Mereka dibiar-

    kan tidak diberi akses ke perko-taan, sehingga perkembanganekonomi terhambat.

    Posisi Gereja KatolikGereja Katolik sudah hadir dipedalaman Kalimantan lebihdari 200 tahun. Namun setelah

    berlalunya para misionaris as-ing yang menangani karya kari-tatif, selain pelayanan di sekitar

    altar, Gereja dinilai belum ban-yak berperan dalam menangani

    masalah sosial-kemanusiaansecara konkrit.

    Beberapa upaya dilakukan untuk melawan perkebunan yangtidak peduli pada masyarakat lokal dan lingkungan. Gereja

    berjuang mengurangi resiko dampak negatif dari persoalantersebut dengan memberdayakan masyarakat lokal danpendampingan, advokasi, penanganan kasus melaluipendampingan hukum mulai dari lokasi sampai ke pengadilan,

    pembinaan mengarahkan petani agar tetap menjadi pemilikperkebunan (karet atau jika terpaksa sawit). Gereja jugamendorong pastor paroki untuk lebih gencar membimbing umatdi paroki, sosialisasi pada tingkat kelompok akar rumput

    melalui APP-yang mengangkat tema-tema lingkungan hidupserta Surat Gembala.

    Perlu sentuhan tangan dan hatiJika tidak ada yang peduli, bisa dipastikan bahwa di ke-

    mudian hari akan terjadi semakin banyak persoalan di pulauterbesar Indonesia itu. Konflik saat ini sudah seperti api didalam sekam. Kemiskinan dan penyakit semakin banyakdimensi dan jenisnya. Oleh karena itu, Kalimantan membu-

    tuhkan sentuhan tangan-tangan terampil dan hati .

    InfrastrukturMasyarakat di pedalaman

    mengalami kesuliatmendapat akses listrik, air

    bersih dan akses ke pasar

    atau perkotaan, sehinggaharga kebutuhan pokok

    menjadi naik. Masyarakatpedesaan membutuhkan:PLTA-Micro Hydro, airbersih, jalan jembatan

    dan sarana irigasi.

    Isu-isu penting untuk

    ditanganiDari Kunjungan Stepha-nus Mulyadi ke PSEKeuskupan Sintang dan

    perbincangan bersama Tokoh Masyarakat yang dilaksanakandi Sejiram, pertengahan Desember 2012 lalu berhasil terpeta-kan beberapa isu penting untuk segera ditangani, yaitu ma-

    salah perluasan perkebunan kelapa sawit yang menghabiskantanah masyarakat dan hutan hujan di wilayah keuskupan

    Sintang. Sudah terjadi beberapa kali konflik yang bahkansampai menimbulkan korban. Masalah penyebaran Narkobayang sudah sampai masuk wilayah pedesaan. Di wilayahperkotaan banyak anak sekolah yg berasal dari kampung

    menjadi korban peredaran Narkoba, karena mereka tidak adayang melindungi. Masalah keadilan dan demokratisasipembangunan: masyarakat pedesaan sama sekali tidakdilibatkan dalam proses penentuan pembangunan. Pendidikan

    vokasi masih sangat mini serta minim pendidikan yangberorientasi pengembangan masyarakat lokal dan lingkungan

    hidup serta pengembangan sumber ekonomi alternatif.(sm)