Basic ECG Dan Sejarah

download Basic ECG Dan Sejarah

of 18

  • date post

    14-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    122
  • download

    12

Embed Size (px)

description

test

Transcript of Basic ECG Dan Sejarah

Elektrokardiografi DasarSEJARAH EKG Rekaman listrik jantung pertama kali dilakukan oleh seorang warga negara belanda kelahiran Indonesia yang bernama Sir Einhovent. Dengan menggunakan alat rekam listrik sederhana, einthoven mendapatkan gambaran pola aktivitas listrik yang berbeda-beda pada pergelangan tangan kanan, tangan kiri dan kaki kiri. Pola defleksi aliran listrik inilah yang selanjutnya berkembang pesat dan kini dapat direkam menggunakan alat elektrokardiografi (EKG). Dengan menggunakan alat EKG maka seorang dokter tidak perlu membuka dinding dada untuk mengetahui penyakit jantung yang diderita pasien, namun cukup mengetahui perangai listrik jantung dengan menggunakan EKG maka kita dapat mengetahui kelainan jantung yang sebenarnya. Terdapat 12 sadapan yang rutin digunakan, namun ada sadapan tambahan lainnya. Sadapan ventrikel kanan dan dinding posterior. Agar mendapatkan gambaran seluruh aktifitas listrik jantung maka dibuatlah sadapan yang mewakili semua area jantung. Untuk menilai pola aktifitas listrik jantung di area sumbu vertikal maka diwakili oleh sadapan bipolar (meliputi sadapan I, II dan III) dan sadapan ekstremitas (meliputi sadapan aVR, aVL dan aVF). Untuk menilai pola aktifitas listrik jantung di area sumbu horizontal maka diwakili oleh sadapan V1, V2, V3, V4, V5, dan V6. Konsensus menggunakan ke-12 sadapan inilah yang rutin dikerjakan sehari-hari pada perekaman EKG, namun dengan catatan bahwa jantung pasien dalam posisi normal (bukan dekstrokardi). Jika dicurigai suatu gangguan iskemi ventrikel kanan maka harus dibuat sadapan tambahan V3R, V4R atau jika dicurigai iskemia dinding posterior maka dibuat sadapan V7, V8 dan V9. Lihatlah selalu sadapan aVR saat pertamakali merekam EKG. Pada jantung normal, maka defleksi negatif dari gelombang P (bahkan gelombang kompleks QRS) di sadapan aVR menunjukkan bahwa arus listrik menjauhi kutub aVR. Defleksi positif gelombang P atau kompleks QRS di sadapan II dan aVF menunjukkan arus listrik menuju ke bawah (daerah inferior). Jika saat perekaman EKG ditemukan gelombang P defleksi positif di aVR maka kemungkinan terdapat kesalahan dalam pemasangan sadapan atau dekstrokardi, segera lakukan cek and re-cek. Kecepatan kertas adalah 25 mm/detik, amplitude kalibrasi 10 mm = 1 mVolt.. Kertas grafik khusus memanjang biasanya digunakan dalam mencetak gambaran EKG, namun saat ini sudah banyak macam kertas EKG seiring alat-alat EKG canggih dan modern yang digunakan di Indonesia.

ECG COURSE IN DAILY PRACTICE Optima-| 1

Kertas grafik EKG terdiri atas kotak-kotak ukuran sedang yang didalamnya terdapat kotak-kotak kecil ukuran 1 mm2 . ukuran satu kotak kecil = 1mm = 0,04 detik. Ukuran satu kotak sedang = 5 mm = 0,02 detik.

Namun pada prinsipnya kecepatan kertas dan amplitudo kalibrasi EKG harus diperhatikan. Sebagai konsensus standar maka kecepatan laju kertas EKG adalah 25 mm/detik (5 kotak sedang per detik) dengan amplitudo kalibrasi 10 mm = 1 mV. Pada kasus takiaritmia dimana analisa gelombang sangat diperlukan maka kecepatan kertas dapat ditingkatkan sehingga jarak antar kompleks QRS menjadi lebih lebar. Pada kasus-kasus voltase tinggi (seperti pada kasus hipertrofi ventrikel) maka kalibrasi amplitudo kertas dapat di atur lebih pendek (setengah kali atau seperempat kali). Sadapan

Grafik yang menunjukkan hubungan antara elektrode positif, muka gelombang depolarisasi (atau rerata vektor listrik), dan kompleks yang ditampilkan di EKG. ECG COURSE IN DAILY PRACTICE Optima-| 2

Sebuah elektrokardiogram diperoleh dengan menggunakan potensial listrik antara sejumlah titik tubuh menggunakan penguat instrumentasi biomedis. Sebuah sadapan mencatat sinyal listrik jantung dari gabungan khusus elektrode rekam yang itempatkan di titik-titik tertentu tubuh pasien.

Saat bergerak ke arah elektrode positif, muka gelombang depolarisasi (atau rerata vektor listrik) menciptakan defleksi positif di EKG di sadapan yang berhubungan. Saat bergerak dari elektrode positif, muka gelombang depolarisasi menciptakan defleksi negatif pada EKG di sadapan yang berhubungan. Saat bergerak tegak lurus ke elektrode positif, muka gelombang depolarisasi (atau rerata vektor listrik) menciptakan kompleks equifasik (atau isoelektrik) di EKG, yang akan bernilai positif saat muka gelombang depolarisasi (atau rerata vektor listrik) mendekati (A), dan kemudian menjadi negatif saat melintas dekat (B).

Ada 2 jenis sadapanunipolar dan bipolar. EKG lama memiliki elektrode tak berbeda di tengah segitiga Einthoven (yang bisa diserupakan dengan netral stop kontak dinding) di potensial nol. Arah sadapan-sadapan ini berasal dari tengah jantung yang mengarah ke luar secara radial dan termasuk sadapan (dada) prekordial dan sadapan ekstremitasVL, VR, & VF. Sebaliknya, EKG baru memiliki kedua elektrode itu di beberapa potensial dan arah elektrode yang berhubungan berasal dari elektrode di potensial yang lebih rendah ke tinggi, mis., di sadapan ekstremitas I, arahnya dari kiri ke kanan, yang termasuk sadapan ekstremitas --I, II, dan III. Catat bahwa skema warna untuk sadapan berbeda antarnegara. Sadapan bipolar Sadapan I, II dan III disebut sadapan bipolar. EKG ini membentuk dasar yang kini dikenal sebagai segitiga Einthoven. Elektrode-elektrode itu masih menjadi 3 sadapan pertama EKG 12 sadapan modern.

Sadapan I adalah dipol dengan elektrode negatif (putih) di lengan kanan dan elektrode positif (hitam) di lengan kiri. Sadapan II adalah dipol dengan elektrode negatif (putih) di lengan kanan dan elektrode positif (merah) di kaki kiri. Sadapan III adalah dipol dengan elektrode negatif (hitam) di lengan kiri dan elektrode positif (merah) di kaki kiri.

ECG COURSE IN DAILY PRACTICE Optima-| 3

Sadapan Unipolar Sadapan Unipolor terdapat dua jenis yaitu Sadapan aVR, aVL, dan aVF merupakan sadapan ekstremitas tambahan dan sadapan prekordial V1, V2, V3, V4, V5, dan V6. Sadapan ekstremitas

Sadapan aVR atau "vektor tambahan kanan" memiliki elektrode positif (putih) di lengan kanan. Elektrode negatif merupakan gabungan elektrode lengan kiri (hitam) dan elektrode kaki kiri (merah), yang "menambah" kekuatan sinyal elektrode positif di lengan kanan. Sadapan aVL atau "vektor tambahan kiri" mempunyai elektrode positif (hitam) di lengan kiri. Elektrode negatif adalah gabungan elektrode lengan kanan (putih) dan elektrode kaki kiri (merah), yang "menambah" kekuatan sinyal elektrode positif di lengan kiri. Sadapan aVF atau "vektor tambahan kaki" mempunyai elektrode positif (merah) di kaki kiri. Elektrode negatif adalah gabungan elektrode lengan kanan (putih) dan elektrode lengan kiri (hitam), yang "menambah" sinyal elektrode positif di kaki kiri.

Sadapan ekstremitas tambahan aVR, aVL, dan aVF diperkuat dengan cara ini karena sinyal itu terlalu kecil untuk berguna karena elektrode negatifnya adalah terminal sentral Wilson. Bersama dengan sadapan I, II, dan III, sadapan ekstremitas tambahan aVR, aVL, dan aVF membentuk dasar sistem rujukan heksaksial, yang digunakan untuk menghitung sumbu kelistrikan jantung di bidang frontal.

ECG COURSE IN DAILY PRACTICE Optima-| 4

Sadapan prekordial

Penempatan sadapan prekordial yang benar. Sadapan prekordial V1, V2, V3, V4, V5, dan V6 ditempatkan secara langsung di dada. Karena terletak dekat jantung, 6 sadapan itu tak memerlukan augmentasi. Terminal sentral Wilson digunakan untuk elektrode negatif, dan sadapan-sadapan tersebut dianggap unipolar. Sadapan prekordial memandang aktivitas jantung di bidang horizontal. Sumbu kelistrikan jantung di bidang horizontal disebut sebagai sumbu Z.

ECG COURSE IN DAILY PRACTICE Optima-| 5

Sadapan V1, V2, dan V3 disebut sebagai sadapan prekordial kanan sedangkan V4, V5, dan V6 disebut sebagai sadapan prekordial kiri. Kompleks QRS negatif di sadapan V1 dan positif di sadapan V6. Kompleks QRS harus menunjukkan peralihan bertahap dari negatif ke positif antara sadapan V2 dan V4. Sadapan ekuifasik itu disebut sebagai sadapan transisi. Saat terjadi lebih awal daripada sadapan V3, peralihan ini disebut sebagai peralihan awal. Saat terjadi setelah sadapan V3, peralihan ini disebut sebagai peralihan akhir. Harus ada pertambahan bertahap pada amplitudo gelombang R antara sadapan V1 dan V4. Ini dikenal sebagai progresi gelombang R. Progresi gelombang R yang kecil bukanlah penemuan yang spesifik, karena dapat disebabkan oleh sejumlah abnormalitas konduksi, infark otot jantung, kardiomiopati, dan keadaan patologis lainnya.

Sadapan V1 ditempatkan di ruang intercostal IV di kanan sternum. Sadapan V2 ditempatkan di ruang intercostal IV di kiri sternum. Sadapan V3 ditempatkan di antara sadapan V2 dan V4. Sadapan V4 ditempatkan di ruang intercostal V di linea midclavicula Sadapan V5 ditempatkan secara mendatar dengan V4 di linea axillaris anterior. Sadapan V6 ditempatkan secara mendatar dengan V4 dan V5 di linea midaxillaris.

Interpretasi Singkat EKG Interpretasi laporan EKGyang telah dibuat harus dilaporkan secara berurutan dan sistematis. Laporan hasil EKG antara lain : 1. Irama (Rhythm) 2. Laju jantung (QRS rate) 3. Aksis 4. Gelombang P 5. Interval PR 6. Kompleks QRS (durasi, morfologi, dan amplitudo) 7. Segmen ST 8. Gelombang T dan U Irama Jantung Irama jantung ditentukan oleh area jantung yang mengawali atau mendominasi aktifitas listrik jantung. Irama sinus berarti aktifitas listrik diawali dan berasal dari nodus sinus di atrium. Berdasarkan pembagian aktifitas listriknya, daerah jantung dibagi menjadi 2 bagian yaitu daerah supraventrikel dan daerah ventrkel. Daerah supraventrikel meliputi sinus, atrium, AV groove atau Atrioventricular Junction. Gambaran EKG berupa durasi QRS sempit menunjukkan aktifitas listrik berasal dari supraventrikel sedangkan gambaran EKG berupa durasi QRS lebar menunjukkan bahwa aktifitas listrik berasal dari ventrikel Terdapat empat langkah singkat yang dapat digunakan untuk mempermudah kita dalam men