hasil rekam ECG

download hasil rekam ECG

of 42

  • date post

    03-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    636
  • download

    2

Embed Size (px)

description

masalah hasil perekaman ECG

Transcript of hasil rekam ECG

BAB I

ECG RECORDERI.1. Data teknis peralatan

Nama alat

: Elektrokardiograf Merk

: Fukuda ME Type

: Cardisuny 501-IIIB Aksesoris: Kabel power (power cord)Kabel pasien (patient cable)Kabel Ground (ground cable)Limb lead

Chest lead

Jelly EKG

Kertas EKG (ecg recording paper)Baterai kering Class alat : I Type alat : BFI.2. Dasar teori

a. Anatomi dan Fisiologi Jantung

Jantung berfungsi sebagai pompa dengan empat kamar pada sistem peredaran darah. Pemompaan utama adalah oleh ventrikel, sedangkan atrial berfungsi untuk menyimpan darah selama ventrikel mernompa. Fasa pengisian dalam sikius jantung dikenal sebagai diastole. Kontraksi ventrikel atau fasa pemompaan disebut sistole. Rithme kontraksi atria dan ventrikel yang mulus disebabkan suatu sistem elektnk yang mengkoordinasi langkah-langkah elektrik yang terjadi pada jantung.

Jantung terbagi menjadi empat ruangan, yaitu dua atrium (kanan dan kin) dan dua ventrikel (kanan dan kin). Selain itu jantung juga mempunyai beberapa jaringan yang berbeda (jaringan nodal SA dan AV; jaringan atrial, Purkinye, dan ventrikular). Tampilan anatomi masing-masing tipe sel sangat berbeda, tetapi mereka semua dapat dieksitasi elektrik, dan setiap sel mempunyai potensial-aksinya sendiri.

Irama sinyal jantung diatur oleh isyarat listrik yang dihasilkan oleh rangsangan yang terjadi secara spontan. Rangsangan spontan ini dilakukan oleh sel - sel khusus yang terdapat pada atrium kanan (dekat muara vena cava superior dan inferior), yaitu SA node (simpul sinoatrial). SA node ini bertindak sebagai pemicu (pace maker), dan bergetarnya SA node berkisar 60 - 100 kali per menit pada jantung normal dalam kondisi rileks. Getaran tersebut dapat meningkat atau menurun diatur oleh saraf eksternal jantung yang merupakan respon/jawaban terhadap kebutuhan darah oleh tubuh. Isyarat listrik SA node menyebabkan depolarisasi otot jantung atrium dan memompa darah ke ventrikel, kemudian diikuti oleh repolarisasi otot atrium. Isyarat listrik dilanjutkan ke AV node dan akan menyebabkan depolarisasi ventrikel kanan dan kiri yang menyebabkan kontraksi ventrikel sehingga darah dipompa ke dalam arteri pulmonalis dan ke aorta,setelah itu saraf pada ventrikel dan otot ventrikel akan mengalami repolarisasi dan mulai kembali isyarat listrik dari SA node. Jalan depolarisasi sel dalam jantung dilustrasikan dalam Gambar 1.1.

Gambar 1.1 Sistim Hantaran Kelistrikan Jantung Manusia

Depolarisasi SA node menyebar melalui atrium dan mencapai AV node dalam waktu 40 mdt. Karena kecepatan konduksi yang kecil pada jaringan AV node, maka diperlukan waktu 110 mdt utuk mencapai bundle branches, yang disebut sistem Purkinje. Ventrikel akan kontraksi, ventrikel kanan mendorong darah menuju ke paru-paru, dan ventrikel kiri memompa darah ke dalam aorta dan kemudian melalui sistem sirkulasi. Perioda kontraksi jantung disebut systole.

Potensial-aksi dalam ventrikel tetap ada selama 200 250 mdt. Waktu relatif panjang yang diperlukan kontraksi ventrikular ini adalah untuk mengosongkan darah pada ventrikel menuju ke arteri. Jantung kemudian repolarisasi selama perioda istirahat dan disebut diastole. Kemudian sikius berulang.

Potensial Permukaan-Tubuh

Potensial jantung yang diukur dan permukaan luar tubuh disebut Elekrokardiogram (ECG). Pada ECG, jantung dipandang sebagai ekivalensi dan generator listnik. Potensial-aksi padajantung berasal dan Sinoatnial Node (SA node) dan atrioventnicular (AV node). SA Node berdenyut 70 80 beat tiap menit (bpm) dalam keadaan istirahat, sedangkan AV node berdenyut 4060 bpm, dan bundle branch berosilasi pada 15 40 bpm.

Sementara jantung dalam keadaan istirahat, semua sel terpolarisasi, sehingga setiap sel adalab negatif terhadap luarnya. Depolarisasi pertama muncul path SA node, membuat bagian luar jaringan relatif negatif terhadap sel di dalam, juga akan lebih negatif dibandingkan dengan jaringan yang belum depolarisasi. Hal ini menghasilkan arus ionik, I, yang menyebabkan lengan kin terukur lebih positifdibandingkan lengan kanan. Seperti yang terlihat pada Gambar 2. Tegangan yang dihasilkan disebut P-wave.

Gambar 1.2. Arus ionik sebagui sumber dan elektrokardiogram

Setelah sekitar 90 mdt, atrium telah depolarisasi secara lengkap dan arus ionik yang terukur pada lead I berkurang menjadi no! (lead I adalah antara Lengan kanan (-) dan lengan kin (+)). Depolarisasi kemudian akan me!ewati AV node, yang menyebabkan delay sekitar 110 mdt. Depo!arisasi kemudian melewati otot ventrikular kanan, dan menyebabkannya lebih negatif relatif terhadap otot sebelah kiri. Seka!i lagi, arah I menyebabkan suatu tegangan plus-minus dan LA ke RA yang disebut R-wave.

Bentuk-gelombang lengkap ditampilkan pada Gambar 3 yang disebut Elektrokardiogram (ECG), dengan label P, Q, R, S dan T. P-wave muncu! dan depolarisasi atrium. Kompleks QRS muncul pada depo!arisasi ventrikel. Besar R-wave dalam komp!eks QRS mi sekitar I mV. T-wave muncul dan repolarisasi otot ventrikel. Selama T-wave, repolarisasi parsial dan otot jantung menimbulkan arus ionik dan potensia! ECG yang berkaitan. U-wave yang kadang-kadang menyertai T-wave adalah efek orde-kedua dan sumber yang tidak tentu dan untuk diagnostik tidak signifikan.

Interval, segmen dan kompleks pada ECG didefinisikan seperti path Gambar 3. Durasinya adalah sebagai berikut :

Fitur

Durasi (mdt) Durasi QRS, Interval P-R, Interval S-T

QRS kompleks 70 - 110 tergantung pada rate depolansasi dari

jantung

Interval R-R

600 - 1000 dan relatif konstan untuk seorang

individu,

Interval P R

150 - 200 tanpa memandang pada level latihan.

Interval S-T 320 Range yang ditampilkan ini

merefleksikanperbedaan individuil

dalam populasi normal.

Interval

P-R awal P-wave ke awal QRS kompleks

S-T akhir S=wave ke akhir T-wave

Q-T awal Q-wave ke akhir T-wave

Segmen

P-R akhir P-wave ke awal Q-wave

S-T akhir S-wave ke awal T-wave

Kompleks

QRS mulai Q-wave ke akhir S-wave

Gambar 1.3. Sinyal Jantung NormalKeterangan gambar 1.3. :

Sinyal jantung normal terbentuk karena adanya penyebaran impuls atau rangsang listrik yang berpusat di Sinoatrial Node melalui bagian atrium, sehingga menyebabkan perubahan potensial listrik pada bagian atrium.

Gelombang P, adalah gelombang yang timbul akibat aktifitas listrik yang diakibatkan pada saat depolarisasi atrium. Tinggi gelombang P yang normal dapat mencapai 0,5 sampai dengan 2,5 mm. Lamanya gelombang P ini menunjukkan waktu yang diperlukan untuk penyebaran impuls di bagian atrium yaitu mulai dari Sinoatrial node sampai Atrioventricular Node.

Gelombang komplek QRS , adalah gelombang yang timbul akibat aktifitas listrik ventrikel ketika berdepolarisasi. Gelombang QRS ini dapat dibedakan menjadi tiga gelombang, yaitu gelombang Q, R dan S.

Gelombang Q, adalah defleksi negatif pertama sesudah gelombang P dan yang mendahului defleksi R, gelombang ini dibangkitkan akibat depolarisasi permukaan ventrikel.

Gelombang R, adalah defleksi positif yang pertama sesudah gelombang P yang ditimbulkan oleh depolarisasi utama ventrikel.

Gelombang S, merupakan defleksi negatif sesudah R atas penyimpangan negatif yang menunjukkan depolarisasi ventrikel.

Gelombang T, adalah gelombang yang timbul pada saat repolarisasi ventrikel.

PR Segment, menunjukkan berhentinya impuls pada Atrioventricular Node atau tidak ada transmisi impuls di Atrioventricular Node.

ST Segment, Tidak adanya transmisi impuls disebabkan adanya periode refrakter di sel miokardium.

b. Elektrokardiograf

Elektrokardiograf (EKG) merupakan alat medis yang digunakan untuk mengetahui/ menampilkan pulsa bioelektrik jantung. Jantung mengeluarkan sinyal isyarat listrik yang dihasilkan oleh sel-sel khusus yang terdapat pada atrium kanan yaitu SA node (sinoatrial node). SA node ini bertindak sebagai pemicu (pace maker), dan bergetarnya SA node berkisar 60 - 100 kali per menit pada jantung normal dalam kondisi rileks. Getaran tersebut dapat meningkat atau menurun diatur oleh saraf eksternal jantung yang merupakan respon/jawaban terhadap kebutuhan darah oleh tubuh. Isyarat listrik SA node menyebabkan depolarisasi otot jantung atrium dan memompa darah ke ventrikel, kemudian diikuti oleh repolarisasi otot atrium. Isyarat listrik dilanjutkan ke AV node dan akan menyebabkan depolarisasi ventrikel kanan dan kiri yang menyebabkan kontraksi ventrikel sehingga darah dipompa ke dalam arteri pulmonalis dan ke aorta, setelah itu saraf pada ventrikel dan otot ventrikel akan mengalami repolarisasi dan mulai kembali isyarat listrik dari SA node.

Pada EKG, jantung dipandang sebagai ekivalensi dan generator listrik. Potensial-aksi pada jantung berasal dan Sinoatnial Node (SA node) dan atrioventnicular (AV node). SA Node berdenyut 70 80 beat per-menit (bpm) dalam keadaan istirahat, sedangkan AV node berdenyut 4060 bpm, dan bundle branch berosilasi pada 15 40 bpm.

1. Standar Leads

Leads standar ini mengukur perbedaan potensial antara dua elektroda pada permukaan tubuh bidang frontal, yang terdiri dari :

Lead I = VL VR = VI

Lead II = VF VR = VII

Lead III = VF VL = VIII

VI + VIII = VII

Gambar 1.4. Segitga Einthoven

Konfigurasi lead dihasilkan oleh segitiga Einthoven, adapun konfigurasinya sebagai berikut :

Lead I

: Pengukuran potensial antara RA dengan LA, dimana LA dihubungkan pada input penguat non inverting, RA dihubungkan pada input penguat inverting. Maka akan menggambarkan perbedaan potensi