Ecg agustini icu sh

download Ecg agustini icu sh

of 21

Embed Size (px)

Transcript of Ecg agustini icu sh

  1. 1. Oleh I G A AGUSTINI Oleh I G. A. AGUSTINI
  2. 2. Irama jantung yg normal disebut IRAMA SINUS, Yaitu irama yang berasal dari Nodus Sinus Atrial (SA node) yg merupakan pusat pacu jantung. IRAMA SINUS bila memenuhi hal-hal sbb : Bentuk dan besar gelombang P selalu sama PR interval normal : 0,12-0,20 Gelombang P selalu diikuti oleh kompleks QRS Gelombang P selalu positif pada lead 2 dan negative pada lead AVR Bentuk dan ukuran lebar kompleks QRS ( < 0,10 ) Frekwensi denyut jantung 60 100 x/mnt Irama teratur
  3. 3. VENTRIKEL FIBRILASI Gambaran EKG dari Ventrikel Fibrilasi : Gambaran gelombang yg naik turun dgn bentuk yg kacau ( Chaos ) Iramanya ireguler, menunjukkan banyaknya tempat impuls di ventrikel Frekwensi sering kali tdk terukur akibat irama yg tdk teratur tersebut
  4. 4. Frekwensi biasanya 20 40 x/mnt QRS biasanya lebar, biasanya lebih dari 0,120 msec Tidak terdapat gelombang P Gambaran P.E.A. dengan irama Idioventrikuler
  5. 5. SURVEI ABCD PRIMER Fokus : CPR dan defibrilasi Nilai kesadaran Aktifkan system emergensi Panggil atau ambil alat defibrillator A AIRWAY : BUKA JALAN NAFAS B BREATHING : BERIKAN VENTILASI BUATAN DGN TEKANAN POSITIF C CIRCULASI : LAKUKAN KOMPRESI JANTUNG LUAR D DEFIBRILASI : KAJI DAN LAKUKAN DEFIBRILASI UNTUK VF/ VT TANPA NADI 3 KALI JIKAPERLU ( 200 JOULE, 200-300 JOULE, 360 JOULE )
  6. 6. VT/VF menetap / berulang
  7. 7. Epineprin 1 mg IV bolus ( Push ), ulang tiap 3-5 mnt ATAU Vasopresin 40 unit IV , dosis tunggal , satu kali
  8. 8. Pertimbangkan obat antiaritmia Amiodoran ( II b ), Lidokain ( Indeterminate ) Magnesium ( II b jika ada riwayat hipomagnesimia ) Prokainnamide ( II b untuk VF/VT menetap ) Pertimbangan pemberian Biokarbonat Natrikus Lakukan defibrilasi 1 x 360 joule, dalam waktu 30 60 detik
  9. 9. SURVEI ABCD PRIMER Fokus : CPR dan defibrilasi Nilai kesadaran Aktifkan sistem emergensi Panggil / ambil alat defibrilator A AIRWAY : BUKA JALAN NAFAS B BREATHING : BERIKAN VENTILASI BUATAN DGN TEKANAN POSITIF C CIRCULASI : LAKUKAN KOMPRESI JANTUNG LUAR D DIFERENTIAL DIAGNOSIS : KAJI DAN LAKUKAN DEFIBRILASI UNTK VF/ VT TANPA NADI 3 KALI JIKA PERLU (200 JOULE,200-300 JOULE,360 JOULE) Pulseles Elektrik Activity PEA = irama di monitor (), nadi tdk teraba
  10. 10. SURVEI ABCD SEKUNDER Fokus : Penilain dan pengobatan lebih lanjut A AIRWAY : PASANG ALAT UNTUK MEMBEBASKAN JALAN NAFAS B BREATHING : YAKINKAN ALAT TERPASANG DGN BAIK FIKSASI ALAT TERSEBUT PASTIKAN DAPAT MELAKUKAN VENTILASI DGN BAIK C CIRCULASI : PASANG INFUS KAJI IRAMA MONITOR BERI OBAT SESUAI DGN IRAMA YG ADA D DIFERENTIAL DIAGNOSIS : CARI PENYEBAB DAN OBATI SESUAI PENYEBAB
  11. 11. Cek kembali penyebab yg paling umum menyebabkan P.E.A. Hipovolemia Hipoksia Asidosis Hiper/ Hipokalemia Hipotermia Obat ( overdosis ) Temponade Tension pneumotorak Trombosis, koroner (SKA) Trombosis pulmonal ( emboli )
  12. 12. Atropin 1 mg IV ( jika HR < 60 x/ mnt ) ulang tiap 3-5mnt sampai dosis maksimal
  13. 13. SURVEI ABCD PRIMER Fokus : CPR dan defibrilasi Nilai kesadaran Aktifkan sistem emergensi Panggil / ambil alat defibrilator A ARWAY : BUKA JALAN NAFAS B BREATHING : BERIKAN VENTILASI BUATAN DGN TEKANAN POSITIF C CIRCULASI : LAKUKAN KOMPRESI JANTUNG LUAR DDIFERENTIAL DIAGNOSIS : KAJI DAN LAKUKAN DEFIBRILASI UNTK VF/ VT TANPA NADI 3 KALI JIKA PERLU (200 JOULE, 200-300 JOULE, 360 JOULE )
  14. 14. SURVEI ABCD SEKUNDER Fokus : Penilain dan pengobatan lebih lanjut A AIRWAY : PASANG ALAT UNTUK MEMBEBASKAN JALAN NAFAS B BREATHING : YAKINKAN ALAT TERPASANG DGN BAIK FIKSASI ALAT TERSEBUT PASTIKAN DAPAT MELAKUKAN VENTILASI DGN BAIK C CIRCULASI : PASANG INFUS KAJI IRAMA MONITOR BERI OBAT SESUAI DGN IRAMA YG ADA D DIFERENTIAL DIAGNOSIS : CARI PENYEBAB DAN OBATI SESUAI PENYEBAB
  15. 15. Epineprin 1 mg IV bolus ( Push ) ulang tiap 3-5 mnt
  16. 16. Asistol yang menetap Pertimbangkan untuk menghentikan