Ujian Skizoafektif Tipe Manik Alvina

download Ujian Skizoafektif Tipe Manik Alvina

of 41

  • date post

    21-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    132
  • download

    7

Embed Size (px)

Transcript of Ujian Skizoafektif Tipe Manik Alvina

LAPORAN PEMERIKSAAN PSIKIATRIK

Laporan Kasus UjianGANGGUAN SKIZOAFEKTIF TIPE MANIK(F25.0)

OlehAlvina Ulfah Rusmayuni, S.KedI1A009064

Pembimbing

dr. H. Yulizar Darwis, Sp. KJ, MMUPF/Lab Ilmu Kedokteran Jiwa

FK Unlam-RSUD ULINBanjarmasin

Agustus 2013LAPORAN PEMERIKSAAN PSIKIATRIK

I. IDENTITAS PASIEN

Nama:Tn.FUsia:24 tahun

Jenis Kelamin:Laki-lakiPenanggung Jawab: Ny. SitawatiHubungan dengan Pasien: Ibu Kandung Pasien

Alamat: Jl. Astambul Kota RT 007

RW 002 No.7 MartapuraPendidikan:MTs (tamat)Pekerjaan:Dekorator janur kuning dan

Gabus acara pernikahan

Agama :IslamSuku :BanjarBangsa :Indonesia

Tanggal kunjungan ke poli:31 Juli 2013II. RIWAYAT PSIKIATRIK

Diperoleh dari alloanamnesa dengan ibu kandung pasien (Ny.Sitawati), sepupu pasien (Nn.Mawaddah), dan paman pasien (Tn.Bambang) pada tanggal 31 Juli 2013 pukul 10.10 WITA di Poliklinik RSJ Sambang Lihum dan dengan ibu pasien pada tanggal 3 Agustus 2013 pukul 15.00 WITA di Rumah pasien. Autoanamnesa dengan pasien pada tanggal 31 Juli 2013 pukul 11.15 WITA di Poliklinik RSJ Sambang Lihum dan tanggal 3 Agustus 2013 pukul 15.45 WITA di rumah pasien.A. KELUHAN UTAMA

Bicara kacauB. KELUHAN TAMBAHAN

Tertawa sendiri, mengaku mendapat wahyu, marah-marah, curiga dengan orang lain, keluyuran, dan susah tidur.C. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANGAlloanamnesa

Tahun 2009, pasien pernah keluyuran keluar rumah. Pasien berbohong dengan keluarganya, ia mengatakan hendak tadarusan ke mushola di kampungnya. Ternyata pasien pergi ke mushola di kampung lain, dan pasien ternyata tidak melakukan tadarus, melainkan hanya ngobrol-ngobrol saja dengan temannya di sekitar mushola. Pasien masih bisa makan dan mandi sendiri tanpa perlu diingatkan. Namun pasien lebih memilih mandi di sungai dibandingkan mandi di kamar mandi rumah. Sungai berada tak jauh dari tempat tinggal pasien, sehingga tidak ada kendala bagi pasien untuk mandi di sungai setiap hari. Pasien juga pernah melihat bayangan berwarna hitam besar kepada keluarganya saat berada dirumah, padahal keluarga tidak melihat adanya bayangan yang dimaksud. Akhir tahun 2009, pasien mulai menunjukkan gejala-gejala aneh, seperti sering tertawa sendiri tanpa ada alasan yang jelas.

Pada pertengahan tahun 2010, pasien memberikan beberapa pakaiannya dengan tetangganya. Alasannya tidak diketahui oleh keluarganya. Pasien juga pernah membagi-bagikan uang kepada tetangganya. Uang yang dibagi-bagikan tersebut adalah uang yang diberikan orangtuanya kepadanya, namun pasien membagi-bagikan dengan tetangganya walaupun tidak sampai habis. Keluarga tidak mengetahui alasan pasien melakukan hal tersebut. Selain itu, di tahun yang sama, pasien juga pernah membakar bajunya yang bergambarkan tengkorak. Alasan pasien melakukan hal tersebut adalah karena pakaian atau segala sesuatu yang bergambar tengkorak tidak diperkenankan dalam agama Islam. Apabila keadaan tersebut dibantah oleh keluarga pasien, maka pasien akan marah. Keadaan tersebut masih pernah berlanjut hingga kini.

Tahun 2011, pasien pernah mendatangi polisi yang sedang melakukan razia dijalan. Pasien marah kepada polisi-polisi tersebut karena pasien menganggap bahwa mereka memakan uang rakyat kecil dengan cara razia tersebut.

Pada awal bulan Maret 2012, pasien mulai bicara kacau. Pasien berbicara mengenai candi-candi dan putri junjung buih. Pasien mengatakan bahwa di sekitarnya banyak candi-candi yang berdiri tegak dan kokoh sampai sekarang dan banyak makhluk yang memuja candi tersebut. Ketika keluarga menanyakan nama candi yang diceritakan pasien, pasien hanya tertawa dan meneruskan ceritanya. Pasien juga pernah mengatakan kepada keluarga bahwa dirinya dirasuki oleh putri junjung buih. Ia mengatakan bahwa dirinya memiliki kekuatan sakti yang dapat menghancurkan candi-candi tersebut apabila ada orang yang berusaha melawan dirinya.

Satu minggu setelah itu, pasien mulai berjalan keluyuran hendak ke kampung lain tanpa ada tujuan yang jelas. Pasien hendak ke kampung sebelah dengan berjalan kaki. Apabila pasien dicegah oleh keluarganya, maka pasien akan marah.

Pertengahan bulan Maret 2012, pasien memukuli kerumunan warga yang sedang menyaksikan sebuah konser musik. Lalu ayah yang ikut dengannya segera membawa pasien ke rumah paman pasien yang berada di luar kampung tempat tinggal pasien. Setelah itu, pasien kemudian diobati oleh pamannya (yang dikatakan keluarga dapat mengobati masalah kejiwaan pasien). Pasien diobati oleh pamannya dengan cara kepala pasien dipijat-pijat hingga pasien merasa lebih tenang. Namun setelah beberapa hari, pasien marah-marah tanpa sebab lagi kepada orang lain.

Pada Bulan April tahun 2012, pasien dibawa ke IGD RSJ Sambang Lihum dengan keluhan utama keluyuran. Ayah pasien yang membawanya, menceritakan mengenai keadaan pasien yang keluyuran, bicara kacau, dan memukuli kerumunan orang-orang yang sedang menonton konser. Ayah pasien mengatakan bahwa pasien sering tertawa sendiri tanpa alasan yang jelas. Kemudian pasien diberikan 3 jenis obat oleh dokter yang sedang bertugas. Menurut keluarga pasien, obat yang diberikan tersebut adalah tablet yang berwarna oren besar, oren kecil, dan kuning.

Satu bulan sejak awal pemberian obat, pasien masih mau minum obat secara rutin. Namun setelah itu, pasien sudah tidak mau lagi minum obat secara rutin, hingga ia menghentikan obat tersebut sama sekali. Pasien beralasan, bila ia minum obat tersebut, itu sama seperti memasukkan racun dalam tubuh. Hal tersebut dilarang oleh Islam, karena hukumnya sama dengan bunuh diri. Apabila dilakukan, maka yang meminum obat menjadi kafir karena berusaha membunuh dirinya sendiri. Ia juga marah apabila ada keluarganya yang mengingatkan bahkan memaksanya minum obat. Ia menganggap bahwa keluarganya tersebut ingin membunuhnya. Setelah beberapa bulan putus obat, menurut pengakuan keluarga pasien, pasien sudah jarang marah-marah dan keluyuran lagi. Walaupun terkadang masih bicara kacau. Pasien juga mudah menaruh curiga dengan orang lain. Apabila ada beberapa orang yang sedang berbicara di dekatnya, pasien merasa bahwa mereka sedang membicarakannya.

Bulan Mei 2013, pasien hendak membeli pulsa di kios ponsel dekat rumahnya, namun ia tiba-tiba menampar pembeli yang tidak dikenalnya sebelumnya yang berada di sebelahnya dengan alasan ia melihat aura buruk yang ada pada pembeli tersebut. Namun pembeli yang ditampar pasien tidak melawan. Sesampainya dirumah, pasien bercerita mengenai kejadian tersebut dengan keluarganya. Pasien mengatakan bahwa ia melihat pembeli tersebut seperti seekor monyet yang memiliki aura buruk. Pasien juga mengatakan Hati orang itu kotor, rigat, makanya aku muar. Keluarga pasien datang lagi ke RSJ Sambang Lihum pada akhir bulan Mei 2013 dengan alasan ingin meminta obat lagi oleh dokter dengan keluhan-keluhan tersebut.

Awal bulan Juli 2013 (awal bulan Puasa), pasien mengalami kesulitan tidur. Pasien sulit saat memulai tidur. Apabila pasien sulit tidur, ia sering mendengarkan lagu sambil bernyanyi-nyanyi. Ketika ditanyakan oleh keluarganya mengapa ia tidak tidur, pasien mengatakan karena kepalanya pusing. Pasien sering diterapi pijat oleh pamannya apabila kepala pasien sakit dan pusing karena sulit tidur. Apabila kepala pasien dipijat-pijat oleh pamannya, pasien menjadi lebih tenang dan malam harinya dapat tidur, walaupun beberapa saat setelah itu pasien kambuh lagi. Pasien juga mengatakan kepada keluarga bahwa ada Jin Iprit yang merasuki tubuhnya dan mengendalikan segala perbuatannya. Sehingga segala perbuatannya yang tidak tepat, selalu dikatakan bahwa hal tersebut yang melakukan adalah Jin Iprit, bukan dirinya. Pertengahan bulan Juli tahun 2013 (2 minggu sebelum masuk Rumah Sakit), pasien bicara kacau lagi. Kali ini pasien berbicara tentang keTuhanan dan ilmu keagamaan. Pasien menjelaskan tentang tasawuf dan ilmu agama lainnya. Pasien juga sering bicara sendiri dan tertawa sendiri tanpa alasan yang jelas. Ketika ditanya oleh keluarga apa yang dibicarakan atau ditertawakan, pasien menjawab tidak apa-apa. Pasien sering marah-marah dengan keluarganya apabila ada orang yang tidak setuju dengan pembicaraan dan pemikirannya. Satu minggu sebelum masuk rumah sakit, pasien pernah marah-marah dengan adik kandungnya yang masih berusia 8 tahun. Ketika adiknya mengajaknya bermain dengan sebuah mainan, pasien tiba-tiba saja marah dan mengatakan Kalo pina ku hampas mainannya nih. Untung jua mun ku hampas. Mun ku bunuh ikam pang. Pasien seringkali lupa menaruh barang pribadi miliknya, dan sering bertanya dimana barang tersebut sambil marah-marah dengan anggota keluarga lainnya. Tak jarang pasien menuduh bahwa keluarganya yang menyimpan barang pribadi miliknya tersebut, padahal keluarga tidak ada menyentuh barang-barang pasien sama sekali. Pasien juga mengaku jika ia mendapat bisikan dari Tuhan bahwa ia mendapat wahyu secara langsung dari Tuhan. Pasien kini mengubah model rambutnya, yang dinamakannya Model Rambut Datuk Badak. Menurut ibu pasien, pasien pernah mengatakan bahwa apabila ada seseorang yang mengganggunya, maka akan diseruduknya.Autoanamnesa

Pasien mengaku bahwa dahulu ia memiliki pacar yang bernama Kurniawati Azizah, sekitar 7 tahun yang lalu (tahun 2006). Mereka berpacaran selama 1 tahun, namun kemudian Kurniawati memutuskan dirinya karena Kurniawati suka dengan pria lain. Ia mengelak bahwa ia sedih ditinggal pacarnya.

Pasien mengatakan bahwa dirinya sedang garing hati, namun pasien mengatakannya sambil tertawa, seolah hal tersebut merupakan hal yang lucu. Pasien juga mengatakan bahwa ia sedang galau. Ketika ditanya apa masalah yang menyebabkan dirinya galau, pasien enggan menjawabnya, pasien hanya tertawa kecil. Pasien menyangkal pernah melihat bayangan-bayangan seperti candi-candi, dan lain-lain. Pasien mengelak