Tentir Modul Ginjal Dan Cairan Tubuh 2011 - Sum II Part I

download Tentir Modul Ginjal Dan Cairan Tubuh 2011 - Sum II Part I

of 20

  • date post

    19-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    62
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of Tentir Modul Ginjal Dan Cairan Tubuh 2011 - Sum II Part I

  • 5/28/2018 Tentir Modul Ginjal Dan Cairan Tubuh 2011 - Sum II Part I

    1/20

    1

    TENTIR MODUL GINJALCAIRAN TUBUH2011

    SUMATIF -PARTT-14 Farmasi

    Nanda Lucky Prasetya

    T-16 Nutritional Therapy for Renal Disease

    Deriyan Sukma Widjaja

    T-17 Patologi Anatomi: Keganasan Ginjal

    Rahmanu Reztaputra

    T-18 Patologi Klinik: Asam-Basa & Elektrolit

    Aldo Ferly

    T-14 FARMASI

    Salam super! Sekarang, saya akan membantu menyistematiskan kuliah farmasi kemarin

    yang sebenarnya slidenya sendiri sudah dapat dimengerti, walau ada beberapa catatan

    kuliah yang tidak dicantumkan disana. Materinya mudah/gampang/cetek baik dari segi

    pemengertian dan penghapalan. Semangat :D

    Garis Besar:

    A. Definisi dan klasifikasi obat parenteralB. Kendala pemberian

    Topik 1 - Pemberian Obat pada Pasien

    (Slide 4) Cara pemberian obat pada pasien terdiri dari dosis, pemilihan bentuk sediaan,

    waktu pengobatan dll. Yang dibahas disini adalah pemilihan bentuk sediaan obat (BSO).

    Pemilihan BSO ini memperhitungkan:

    1. Mula Kerja Obat (MKO). Obat dalam BSO injeksi intravena (IV) mula kerjanyasegera. Makanya salah satu indikasinya adalah emergency state.

    2. Lama Kerja Obat (LKO). Obat dalam BSO injeksi intramuskular (IM) misalnya, nantiakan dijelaskan, kerja obatnya lama, karena membentuk depot-depot yang nanti

    perlahan-lahan masuk ke pembuluh darah. Seperti suntik Keluarga

    Berencana/kontrasepsi tapi yang ini subkutan -__-.3. Bioavailabilitas4. Respon Farmakologi yang dicapai

    Topik 2 - Definisi Obat Parenteral dan Klasifikasinya

    Parenteral secara etimologi berasal dari kata para enteron yang berarti beside

    intestine/selain lewat pencernaan. Satu-satunya terapi parenteral adalah injeksi yang

    menembus kulit dan mukosa.

    1. Keuntungana. MKO segera. Misalnya pada pasien kejang, dapat diberikan Diazepan IVb. Berindikasi pasien tidak sadar/kooperatifc. Berindikasi pasien tidak bisa peroral

    2. Syarat:a. Kesterilan obat dan wadahb. Bebas pirogen dan kontaminanc. Isotonik/Hipertonik sesuai keperluand. Isohidris

    3. Klasifikasi: Intravena (Infus, injeksi, dan injeksi yang dimasukkan ke infus).Intramuskular. Subkutan. Lain-lain

  • 5/28/2018 Tentir Modul Ginjal Dan Cairan Tubuh 2011 - Sum II Part I

    2/20

    2

    Topik 3 - Injeksi IM

    Obat yang diinjeksikan dapat berupa larutan dalam air/dalam minyak/suspensi. Ingat IM

    ingat depot. Depot adalah obat yang ada di jaringan yang perlahan-lahan masuk via kapiler

    dan memberikan efek ke tubuh. Onset of action (MKO) bervariasi.

    Untung Rugi (U/R):

    1. Tidak akan terpapar dengan obat lain sehingga interaksi tercegah2. Nyeri >>3. Volume obat-yang-diinjeksi < dan terbatas

    a. lengan & paha max 2 mlb. gluteus maximus max 5 mlc. anak < 1 th : max 0,5 mld. anak 1-2 th : max 1 mle. anak 2 -12 th : max 2 ml

    4. Absorbsi tidak pastiTopik 4.1 - Injeksi IV

    Obat yang diinjeksikan dapat berupa larutan dalam air/dalam minyak/suspensi.

    Bioavailabilitasnya 100% karena tidak masuk birokrasi ADME. Efektif untuk penanganan

    darurat. Volume obatnya bisa banyak, tidak seperti IM. Tapi, iya kali, kalau 500ml jangan

    disuntik, karena tidak ada suntikan segedong itu. 10ml ke atas saja, sudah dianjurkan

    diberikan dalam infus yang IV juga ntar dibahas di injeksi ke infus.

    Injeksi IV ini ada perlahan, dan ada injeksi bolus. Injeksi perlahan adalah injeksi seperti

    sikapnya presiden kita, alon alon asal kelakon, menghindari segala macam efek samping

    dan reaksi anafilaktik yang menakutkan! Kerugiannya adalah perlu waktu. Beda ceritanya

    dengan injeksi bolus, tegas, memberhentikan kebijakan infus lain dulu untuk melakukan

    injeksi ini. Kerugiannya adalah kalau ada efek samping, obat tidak bisa recover. Kalau yang

    suka suntik vit C, injeksinya perlahan-lahan, karena vit C itu iritatif + merusak

    keseimbangan asam kan?

    Indikasi:

    1. Pasien penyakit berat2. Birokrasi ADME yang ruwet per oral malas digunakan3. Pasien tidak bisa minum4. Kesadaran menurun dan resiko aspirasi5. Ingin cepat kadar puncak

    Topik 4.2 - Injeksi ke infus

    Kadang pasien kritis perlu lebih dari 1 obat dalam waktu yang sama. Untuk itu, hadirlah

    teknologi injeksi ke infus (IKI), yang definisinya ada 2: bisa obatnya disuntik ke botol infus

    atau selang nya bersamaan (kan ada cabang-cabang, jadi bisa banyak selang, satu lubang).

    Tetapi, tetap ada syaratnya untuk IKI. Apabila infusnya hanya minipack 250ml, obatnya 1

    jenis saja, dan kalau 500-1l obatnya jangan lebih dari 2 jenis.

    Kerugian:

    1. Interaksi (obat-obat, obat-infus)2. Deteorisasi obat3. Kontaminasi mikroba. Mungkin dari tempat tusukan IKI ke botol infusnya, swab

    alcohol mutlak tetap diperlukan.

    Topik 4.3 - Infus IV

    Memangnya, sejak kapan ada infus intramuskular? Untuk itu, masih di topik 4 ttg IV. Super

    KeyWord: jumlah besar, penggantian kehilangan cairan/zat makanan.

    Indikasinya:

    1. Pemberian cairan2. Nutrisi3. Transfusi darah4. Obat yang kontinyu5. Profilaksis pre operasi6. Profilaksis pada pasien tidak stabil

    Kontra Indikasi:1. Inflamasi dan infeksi di lokasi pemasangan2. Obat iritan terhadap pembuluh vena kecil dan alirannya lemot seperti vena di tungkai

    dan kaki. Hati-hati: di slidenya di bold caps lock PERINGATAN PEMASANGAN

    INFUS

    Topik 4.3.1 - Terapi Cairan

    Kalau di tortora, atau pernah juga gue liat di LTM nya hatim. Ada gambar grafik komposisi

    cairan tubuh yang menunjukkan bahwa 60% tubuh kita adalah cairan. 40% di antaranya

    adalah cairan intrasel, 20% adalah cairan ekstrasel yang meliputi 5 % cairan Intravaskular

    dan sisanya cairan interstisial. Ada juga bonus (padahal itungannya udah 60 ya? Dasar

    biologi! >.

  • 5/28/2018 Tentir Modul Ginjal Dan Cairan Tubuh 2011 - Sum II Part I

    3/20

    3

    pemicu satu justru bisa menyebabkan edema otak, karena itu sama saja tidak

    mempertimbangkan status hemodinamik pasien

    2. Status elektrilitnya yang disesuaikan dengan kandungan elektrolit dari infus3. Ada tdaknya gangguan organ

    Jenis Cairan Infus:

    1. Cairan kristaloid. Super KeyWord: isotonik. Zat dengan BM dan tekanan onkotikrendah sehingga terdistribusi banyak di ekstrasel. Contohnya: RL, ringer asetat, dan

    NaCl 0,9%. Kampanye kristaloid:

    a. Mudah dan murahb. Komposisi = plasmac. Bisa disimpan di suhu kamard. Bebas alergi dan komplikasi berat

    Kekurangan:

    e. Edemadinding dada susah ekspansi, ntar apneaf. Oksigenasi jaringan terganggu karena jarak kapiler dan sel nya menjauhg. Volume cairan yang diperlukan 4 kali lebih banyak

    2. Cairan koloid.Super KeyWord: Hipertonik Zat dengan BM dan tekanan onkotik tinggi.Contohnya: produk darah, albumin, dextran, dan HESS. Kampanye koloid:

    a. Ekspansi volume plasma tanpa ekspansi interstisial.b.

    Ekspansi volume lebih besar

    c. Durasi lebih lamad. Oksigenasi jaringan lebih baike. Gradien oksigen alveo-arterial lebih sedikitf. Insiden edema paru lebih rendah (kok aku susah ya ngertinya, hiks)

    Kekurangan:

    g. Anafilaksish. Koagulopatii. Depresi miokard karena albumin. (karena berpotensi keluar aku bold)

    albumin mengikat kalsium dan mengurangi kadar ion.

    3. Cairan khusus. Contohnya mannitol, NaCl dalam konsentrasi lebih kecil 0,3%. Danbicarbonat.

    Hih, udah repot klasifikasi yang itu, eh ada lagiAdalagi klasifikasi sbbb:

    1. Cairan isotonik. Seperti RL dan NaCl 0,9, osmolaritasnya = serum sehingga cairan tetapdi pembuluh darah. Tentunya kita akan mudah mengerti bahwa indikasinya adalah

    pasien yang volume serum/darahnya kurang atau hipovolemia. Tetapi hati-hati dengan

    pasien gagal jantung kongestif dan hipertensi. Karena kita tau bahwa hipertensi itu

    bisa karena 3 hal: pembuluh menyempit, cairan membanyak, jantung melebay.

    2. Cairan hipertonik. Seperti D5% (dextrose) + Rl atau NaCl. Produk darah. Albumin.Osmolaritasnya besar! Jadi yang di jaringan/sel ke pembuluh darah. Tujuannya adalah

    meningkatkan produksi urin tapi dengan cara bukan diuretik, dan menormalkan apabila

    ada edema.

    Topik 5 - Kendala Pemberian Obat Parenteral

    (bingung slide awal-awal kok gak dibahas si nanda?) Kendala dalam pemberian obat antara

    lain:

    1. Extravasasi2. Tromboflebitis3. Embolisme4. Infeksi5. Alergi6. Interaksi farmasetik

    Interaksi itu ada 3 macam:

    1. Farmakokinetik. Ketika dia masuk proses ADME, obatnya berinteraksi dengan yanglain. Ingat kan pelajaran neo rheumacyl ketika muskuloskeletal? Kalau diskusinya

    baik, pasti pernah tahu bahwa kadang obat berebut protein pembawa nya di darah.

    2. Farmakodinamik. Misalkan di dunia ini ada obat pembuat demam dan penghilangdemam. Efek yang dihasilkan adalah saling memusnahkan efek satu sama lain. Ya,

    kira-kira seperti itu

    3.

    Farmasetik. Super KeyWord nya: luar tubuh. Akibatnya ada 1, bukan 3! Yaituperubahan efek farmakologik. Nah! Perubahannya yang ada 3, yaitu: Inaktivasi,

    aktivasi berlebihan (toksik), atau kerusakan obat (inaktivasi sebagian, efek

    terharapnya tidak sampai).

    Penyebab Interaksi Farmasetik:

    1. Hidrolisis2. Perubahan pH3. Degradasi sinar matahari. Lagi-lagi yang suka sama vitamin C, jangan taruh di

    tempat yang terkena sinar matahari atau dapat pantulannya. Walaupun begitu,

    biasanya perusahaan sudah mengerti , dan serum vitamin C warna ampul/botol

    berpipetnya coklat.

    4. Terbentuk ikatan komplek tak larut. Ini dinamakan Cinta Lokasi obat, maka itubersikaplah Konsisten dan Profesional (kata-kata dr. abdul munim di BBMnya) jangansampai hal-hal lain, salah satunya cinta malah jadi menghambat kita jadi pribadi

    yang potensinya