Tentir Praktikum Biomol

download Tentir Praktikum Biomol

of 23

  • date post

    16-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    24
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Tentir Praktikum Biomol

  • 1

    Tentir Praktikum Biomol

    Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan

    manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mnegajarkan

    (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al Alaq:

    1-5)

    Tentir ini bertujuan untuk mempermudah kalian belajar, semuanya diambil dari penuntun

    praktikum dan beberapa dari sumber lain.

    ISI: Halaman

    1. Identifikasi Karbohidrat, Protein, Lemak ...............................................................2

    2. Isolasi dan pemisahan protein.................................................................................10

    3. Pengaruh suhu dan pH terhadap enzim .................................................................12

    4. Isolasi DNA ................................................................................................................15

    5. PCR .............................................................................................................................18

    6. STR .............................................................................................................................21

    Selamat belajar..

  • 2

    Identifikasi Karbohidrat, Protein, Lemak

    1. Karbohidrat

    Uji karbohidrat yang dilakukan pada praktikum kali ini adalah uji Benedict, uji Molisch, uji

    Selliwanoff dna uji Iodium.

    a. Uji Benedict

    Uji ini bertujuan untuk mengetahui sifat reduksi karbohidrat. Prinsipnya adalah larutan

    tembaga yang beraski basa akan direduki oleh gula yang mempunyai gugus aldehida atau

    keton bebas dan akan terbentuk endapan kupro-oksida yang berwarna merah. Larutan

    Benedict mengandung kupri sulfat, natrium karbonat dan natrium sitrat.

    Uji benedict adalah uji kimia untuk mengetahui kandungan gula (karbohidrat) pereduksi.

    Gula pereduksi meliputi semua jenis monosakarida dan beberapa disakarida seperti laktosa

    dan maltosa.

    Sukrosa (gula pasir) tidak terdeteksi oleh pereaksi Benedict. Sukrosa mengandung dua

    monosakrida (fruktosa dan glukosa) yang terikat melalui ikatan glikosidic sedemikian rupa

    sehingga tidak mengandung gugus aldehid bebas dan alpha hidroksi keton. Sukrosa juga

    tidak bersifat pereduksi.

    Cara Kerja:

    Masukkan 1 ml larutan Benedict ke dalam tabung reaksi tambahkan 1,5 mL larutan

    yang akan diperiksa masukkan ke dalam penangas air mendidih selama 3 menit, dinginkan

    perlahan periksa warna endapan.

    Hasil positif: endapan berwarna hijau, kuning atau merah.

  • 3

    b. Uji Molisch

    Uji Molisch merupakan tes umum karbohidrat. Prinsipnya adalah karbohidrat dengan

    asam sulfat pekat menghasilkan suatu senyawa furfural. Senyawa tersebut dengan pereaksi

    alfa naftol menghasilkan senyawa yang berwarna ungu. Hasil negatif merupakan suatu bukti

    bahwa tidak ada karbohidrat.

    Dasar uji ini adalah heksosa atau pentosa mengalami dehidrasi oleh asam sulfat pekat

    menjadi hidroksimetilfurfural atau furfural dan kondensasi aldehida yang terbentuk ini

    dengan -naftol membentuk senyawa yang berwarna khusus untuk polisakarida dan

    disakarida.

    Cara kerja:

    2 mL larutan karbohidrat yang akan diperiksa dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan

    diberikan 3 tetes pereaksi Molisch kocok pegang tabung dalam keadaan miring, alirkan

    dengan hati-hati 2 mL asam sulfat pekat melalui dinding tabung pereaksi.

    Hasil positif: adanya cincin berwarna ungu pada batas antara kedua lapisan cairan.

  • 4

    c. Uji Selliwanoff

    Uji Selliwanoff merupakan uji yang digunakan untuk membedakan karbohidrat yang

    mempunyai gugus keton dan aldehida. Prinsipnya adalah karbohidrat atau turunannnya (4-

    hidroksi metil furfural) dengan resorsinol menghasilkan senyawa yang berwarna merah.

    Uji Selliwanoff dipakai untuk menunjukkan adanya ketoheksosa, misalnya fruktosa.

    Pereaksi Selliwanoff adalah resorsinol dalam asam klorida encer. Dua tahap reaksi terjadi

    dalam pendidihan ini, yaitu dehidrasi fruktosa oleh HCL yang ada dalam pereaksi Selliwanoff

    membentuk hidroksimetilfurfural dan kondensasi hidroksimetilfurfural yang terbentuk

    dengan resorsinol membentuk senyawa berwarna merah.

    Sukrosa memberikan hasil positif pada uji ini karena sukrosa mengalami hidrolisis

    menjadi glukosa dan fruktosa. Fruktosa memberikan warna merah.

    Cara kerja:

    Masukkan 2 mL larutan karbohidrat yang akan diperiksa ke dalam tabung reaksi

    tambahkan 2 mL pereaksi Selliwanoff campurkan dan panaskan dalam penangas air

    mendidih selama 60 detik.

    Hasil positif: larutan berwarna merah

  • 5

    d. Uji iodium

    Uji Iodium bertujuan untuk mengidentifikasi polisakarida. Reagent yang digunakan

    adalah larutan iodine yang merupakan I2 terlarut dalam potassium iodide. Reaksi antara

    polisakarida dengan iodin membentuk rantai poliiodida. Polisakarida umumnya membentuk

    rantai heliks (melingkar), sehingga dapat berikatan dengan iodin, sedangkan karbohidrat

    berantai pendek seperti disakarida dan monosakaraida tidak membentuk struktur heliks

    sehingga tidak dapat berikatan dengan iodin. Amilum dengan iodine dapat membentuk

    kompleks biru, amilopektin dengan iodin akan memberi warna merah ungu sedangkan

    dengan glikogen dan dekstrin akan membentuk warna merah coklat.

    2. Protein

    a. Uji Biuret

    Uji Biuret adalah uji untuk mengidentifikasi adanya protein (merupakan tes umum

    tehadap protein). Uji Biuret adalah uji umum untuk protein (ikatan peptida), tetapi tidak

    dapat menunjukkan asam amino bebas. Prinsipnya adalah protein dengan tembaga

    hidroksida membentuk kompleks berwarna ungu.

    Cara kerja:

    2 mL larutan albumin dicampur dengan 2 ml NaOh tambahkan 5 tetes larutan CuSO4

    kocok.

    Hasil positif: terbentuk kompleks berwarna ungu

  • 6

    b. Uji Millon

    Uji Millon merupakan uji untuk menentukan gugus mono hidroksi benzen dalam sampel.

    Prinsipnya adalah reaksi ini bergantung adanya derivat mono hidroksi benzen seperti tirosin

    dan fenol. Reaksi ini akan terganggu jika ada ion klorida atau amonium.

    Pereaksi Millon terdiri atasa larutan merkuro nitrat dan merkuri nitrat dalam asam nitrat.

    Protein dengan pereaksi Millon akan membentuk endapan putih. Jika dipanaskan, warnanya

    berubah menjadi merah.

    Cara kerja:

    Dalam tabung reaksi, campurkan 2 mL albumin dnegan 3 tetes reagen Millon

    panaskan 5 menit.

    Hasil positif: adanya endapan merah

    c. Uji Xantoproteat

    Uji Xantoproteat adalah uji untuk mengidentifikasi adanya asam amino yang

    mengandung cincin benzena, seperti fenilalanin, tirosin, dan triptofan.

    Pada uji Xantoproteat ini, larutan asam nitrat pekat (HNO3) ditambahkan dengan hati-

    hati ke dalam larutan protein. Setelah dicampur terjadi endapan putih yang dapat berubah

    menjadi kuning apabila dipanaskan kemudian menjadi warna jingga bila dibuat alkalis (basa)

    dengan larutan NaOH. Reaksi yang terjadi ialah nitrasi atau reaksi substitusi atom H pada

    benzena yang terdapat pada molekul protein oleh gugus nitro. Inti benzena dapat ternitrasi

    oleh asam nitrat pekat menghasilkan turunan nitrobenzena.

  • 7

    Cara Kerja:

    Masukkan 2 mL larutan yang akan diperiksa tambahkan asam HNO3 pekat sebanyak 1

    mL perhatikan adanya endapan putih yang terbentuk panaskan 1 menit sampai

    endapan larut kembali

    Hasil positif: larutan berwarna kuning

    d. Pengaruh alkohol terhadap protein

    Uji ini bertujuan untuk melihat pengaruh alkohol terhadap protein. Prinsipnya adalah

    protein dapat membentuk presipitat dengan alkohol. Dengan penambahan air, beberapa

    protein akan jernih kembali (menunjukkan sifat reversibilitas protein). Penambahan alkohol

    dapat mendenaturasi protein, karena sifat alkohol yang dapat menarik mantel air pada

    protein.

    Cara kerja:

    2 mL larutan albumin dicampur dengan 3 mL alkohol tambahkan 5 mL air

    3. Lipid

    a. Uji Hubl

    Uji ini bertujuan untuk mengetahui ikatan tak jenuh dalam suatu lipid. Prinsipnya adalah

    senyawa tak jenuh seperti lipid dapat mengalami reaksi adisi (pengurangan jumlah ikatan

    rangkap dalam senyawa). Untuk menentukan adanya ikatan rangkap, sampel direaksikan

    dengan larutan Hubl. Berkurangnya warna merah larutan Hubl, menunjukkan adanya ikatan

    rangkap.

    Cara Kerja:

    2 mL minyak ditambahkan klorofom dan 2 tetes larutan Hubl kocok.

    *kloroform berfungsi untuk melarutkan minyak

    b. Uji kelarutan lipid

    Pada uji kelarutan lipid, hampir semua jenis lipid, yaitu lemak dan minyak tidak larut

    dalam pelarut polar seperti air, namun larut dalam pelarut non polar seperti kloroform, dan

  • 8

    eter. Pada natrium karbonat, minyak mengalami reaksi emulsi/penyabunan. Asam oleat dan

    gliserol larut dalam air maupun alkohol. Hal ini disebabkan karena pada gliserol dan asam

    oleat mempunyai kepala polar berupa gugus -OH yang dapat berikatan hidrogen dengan

    molekul air ataupun alkohol. Lemak hewan dan minyak kelapa tengik dapat terdispersi

    menjadi misel yang megubah asam-asam lemak penyusunnya menjadi sabun.

    c. Uji keasaman lipid

    Uji ini bertujuan untuk sifat asam basa minyak kelapa. Prinsipnya adalah minyak murni

    umumnya bersifat netral, sedangkan minyak yang sudah tengik bersifat asam. Hal ini

    disebabkan karena minyak mengalami hidrolisis dan oksidasi mengha