tentir biokimia ginjal

download tentir biokimia ginjal

of 15

  • date post

    03-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    283
  • download

    5

Embed Size (px)

Transcript of tentir biokimia ginjal

BI KIMIA IADIS ISUSUN OLEH:

HUSNI F I FAUZAL RAMDAN AN RABIU PRIYANTONO IUL O1

Hai teman-teman.. (malas basa-basi soalnya ntar kepanjangan di pembukaannya.. trus ntar kalian kebanyakan nge-printnya lagi gara-gara banyak cuap-cuap di awal tentir. Jdi pembukaannya dikit ajj ya, aq juga lagi malas buat pembukaannya..) Nah di tentir ini ada 3 pokok bahasan yang akan diangkat, antara lain: Pengaturan Imbangan Asam Basa oleh tubuh Komponen dan fungsi bufer kimiawi Kelainan Imbangan Asam Basa: asidosis and alkalosis

Sebelum masuk ke pembahasan di atas, kita akan me-review ulang tentang asam, basa dan pH. pH adalah satuan yang digunakan untuk menunjukkan derajat keasaman atau kebasaan suatu larutan, nilai pH didapatkan dari perhitungan: pH= - log [H+] masih inget kan pelajaran SMA?? H+ adalah suatu proton (ion hydrogen). Nilai pH berkisar antara 0-14. Jika suatu larutan memiliki [H+] tinggi, maka larutan tersebut bersifat asam dan memiliki pH 7.

2

Asam adalah donor proton ([H+]) sedangkan basa adalah penerima proton ([H+]) atau yang memberikan [OH-] dalam larutan. Asam kuat (misalnya HCL, H2SO4) terdisosiasi secara sempurna menjadi anion dan kation di dalam larutan. Asam lemah terdisosiasi hanya sebagian dari larutan asam (contohnya asam laktat dan asam karbonat). Hampir sama dengan konsep asam kuat dan asam lemah, basa kuat (seperti KOH atau NaOH) terdisosiasi secara sempurna dalam larutan. Contoh basa lemah adalah Ca(OH)2.1 Setelah memahami konsep pH, sekarang kita masuk membahas tentang pH di dalam tubuh (yang belum ngerti tentang pH, baca lagi sebelum masuk berikutnya, biar lebih nyambung) pH cairan tubuh baik ekstrasel, intrasel maupun darah, dijaga dengan ketat melalui proses homeostasis. pH cairan ekstrasel dijaga supaya nilai pH-nya konstan yaitu 7,4 sedangkan di darah, rentang nilai pH yang dikatakan normal adalah berkisar antara 7,35-7,45 (kecil banget kan rentangnya). Nah jika pH dalam cairan tubuh itu 8,0 maka akan menyebabkan kematian.. (nah lo!!). Suatu keadaan yang dinamakan asidosis terjadi apabila pH dalam cairan tubuh 7,45. ke pembahasan

3

Kemudian sekarang kita akan mempelajari tentang imbangan asam basa.. apa tuh?? Nah imbangan asam basa itu adalah keadaan dimana [H+] yang diserap selalu setara dengan [H+] yang dilepaskan. Tujuannya ya udah pasti, untuk mempertahankan pH cairan tubuh supaya tetap berada dalam rentang normal (pH darah 7,35-7,45). Hasil metabolism didalam tubuh menyebabkan terbentuknya asam dan basa (terutama asam, cth: asam laktat dari respirasi anaerob) dan sebagian besar enzim bekerja pada pH tertentu (kerja optimal di pH optimal). Oleh karena itu, pH cairan di dalam tubuh harus dijaga ekstra ketat supaya kerja normal tubuh dapat berlangsung dengan baik. Pengaruh perubahan pH selain mempengaruhi kerja enzim di dalam tubuh, juga mempengaruhi kerja organ tertentu seperti otak dan jantung. Eksitabilitas saraf dan otot juga dipengaruhi oleh perubahan pH. Jika pH menurun maka eksitabilitas saraf dan otot juga akan menurun, begitu juga sebaliknya.

4

Dalam kondisi fisiologis, tubuh kita itu cenderung jadi asam. Kenapa? Pertama makanan uh Pert banyak makanan yang lebih as asam (jarang lah makanan bersifat basa, palin alingan soda kue NaHCO3 yang juga bisa ditemu di obat antasida kan bisa bikin alkalosis) metabolisme emui sis), protein bisa menghasilkan asam sulfat (sebenarnya gak ada di asam aminony tapi di rantai sam onya polipeptidanya banyak) dan asa fosfat, metabolisme asam lemak mengh asam nghasilkan badan keton (contoh: aseton, asam asetoasetat, sama asam beta-hidroksibuti am butirat). Glikolisis anaerob menghasilkan asam lak laktat, dan yang terakhir CO2 dihasilin sama glikolisis aerob a dan reaksi metabolisme seluler Perlu diingat bahwa CO2 bisa bereaksi sama H2O yang luler. si sa ngebentuk asam karbonat H2CO yang dikatalisis oleh enzim karbonat anhidr 2CO3 hidrase dan sangat segera terurai menjadi HCO3- da H+. Ada juga asam sitrat (salah satu kompo dan mponen dari siklus asam trikarboksilat) dan ion am amonium Keliatan kan dari yang semua disebu tadi itu ada ebutin kesan asam-nya?

5

Dari gambar bisa dilihat gimana metabolism glukosa, asam lemak dan asam amino menghasilkan CO2 yang bisa mengakibatkan perubahan pH tubuh. Asam karbonat atau H2CO3 disebut juga sebagai asam volatil (Latin: volare terbang). Ini satu-satunya asam yang volatil dalam tubuh karena bisa menguap dapat dikeluarkan

lewat paru jadi mekanisme untuk mengeliminasi-nya bisa melalui paru dan CO2 diubah jadi H2CO3 berhubungan sama konsentrasi H2CO3 dan secara langsung menggambarkan PCO2 yang berhubungan scr terbalik sama pH (inget rumus HH: ; dan jenis asam lainnya adalah asam non-volatil (H2SO4 dan H2PO4) yang ga bisa dikeluarkan lewat paru. Di slide ditulis sebagai asam fixed (tidak terpisahkan di dalam larutan, seperti asam sulfat dan fosfat); sama asam organik (hasil metabolisme anaerob, seperti asam laktat yang merupakan hasil dari asam piruvat). Nah, setelah kita belajar dasar-dasarnya, sekarang kita akan belajar gimana sih tubuh kita mmpertahankan pH nya.. Imbangan asam-basa dipertahankan di dalam tubuh dilakukan deng ancara melakukan pengaturan imbangan ion hidrogen (H+). Bagaimana cara mengatur ini? Nah tubuh melakukan 3 mekanisme untuk menjaga agar ion hydrogen di dalam tubuh tetap seimbang. 3 mekanisme itu melalui system Buffer (penyangga), Paru dan Ginjal. Ketiganya diurutkan berdasarkan waktu kerjanya dalam merespons ketidakseimbangan asam-basa (buffer kimiawi: instan, hitungan detik saja; paru: hitungan menit; ginjal: hitungan jam sampai hari). Buffer disebut juga pengaturan jangka pendek yang hanya MENETRALISIR dari perubahan pH bukan mengeliminasi agen dari penyebab perubahan pH. Sedangkan paru dan ginjal disebut juga pengaturan jangka panjang yang melakukan proses ELIMINASI agen2 penyebab perubahan pH, bukan menetralisirkan perubahan tersebut.

6

Coba lihat gambar/skema di atas.. bisa dilihat bahwa tubuh melakukan mekanisme utk menjaga agar pH tetap seimbang (bahasa kerennya tawazun) dengan dua lini yaitu buffer kimiawi dan buffer fisiologis.. buffer kimiawi dibagi menjadi 3 yaitu system buffer bikarbonat, fosfat dan protein. Lah bedainnya gimana?? Kalo bikarbonat itu kerjanya di ekstraseluler makanya bikarbonat banyak terdapat di ekstraseluler. Sedangkan fosfat itu kerjanya di intraseluler makanya ion fosfat banyak di intraseluler kayak yg dijelasin shiddig kmren tuh.. lah kalo gitu si protein kerjanya dimana? Di kantoran? Di rumah sakit? Teettt jawabannya salah, yang bener itu system buffer protein kerjanya di dalam dan di luar sel. Untuk yang lini kedua, kami akan coba jelasin per bagian Paru Bagaimana paru bisa mengatur pH dalam tubuh? Paru melakukan mekanisme homeostasis pH tubuh dengan cara mengatur tingkat pernapasan (respiratory rate). Caranya seperti ini nih: Saat pH darah turun (kadar CO2 di darah tinggi H2CO3 juga tinggi), paru

meningkatkan RR-nya sehingga akan lebih banyak CO2 yang akan dibuang melalui paru. Saat pH darah naik (kadar CO2 di darah rendah H2CO3 juga rendah), paru

menurunkan RR-nya sehingga akan lebih banyak CO2 yang akan tertahan di dalam tubuh yang kemudian menyebabkan penurunan pH.

7

Gambar diatas itu maksudnya P ya Paru-Paru.. Ilustrasi diatas menjelaskan baga agaimana caranya CO2 dikeluarkan.. CO2 diangkut d ut dalam bentuk ion bikarbonat. Ion bikarbonat tersebut akan nat bergabung dengan ion hydrog rogen membentuk asam karbonat.. dengan bantuan enzim n b karbonat anhidrase, asam karb karbonat akan dipecah menjadi air dan CO2 seterusnya CO2 dikeluarkan melalui ekspirasi par paru.

t supaya ngerti gambar di atas, peningkatan CO2 menyebabkan Yang perlu dipegang erat-erat su penurunan pH darah.

8

Ginjal Ginjal merupakan regulator pH yang efektif. Ginjal mengatur sekresi dan reabsorpsi HCO3re serta mengatur sekresi, ekskres dan reabsorpsi H+. bagaimana ginjal bisa mengatur pH? kresi isa Jawabannya adalah dengan n produksi ammonia, produksi buffer asam karbonat/ion sam

bikarbonat dan buffer fosfat. K Kalo terjadi alkalosis maka otomatis pH urine naik (lantaran rine banyak HCO3- dalam urine yang ga semuanya tereabsoprsi); sementara kalo asidosis pH urin ng lo a (banyak H+ dalam urine yang di g dikeluarin). Ginjal juga berperan dalam mengha ghasilkan amonia dan buffer fosfat. Beuh, penting bener fungsi ginjal yak?? Gimana kalo ginjal rusak? Ya, ginjal ting jal ngk bisa mmpertahankan homeo meostasis pH tubuh donk.. (ini salah efeknya) Ginjal menghasilkan amonia dar deaminasi glutamin (as amino) yang dikatal dari atalisis oleh enzim glutaminase. Nah, inget kan kon kondisi dimana H+ tadi banyak terdapat di urine lantaran tubuh ine mengalami asidosis? Nah H+ ini keiket sama amonia di lumen tubulus dista ataupun saat istal masih berada di dalam tubulus d us distal (inget lagi H+ yang lagi kita bicarain adanya di tubulus ada ginjal). Jadilah H+ dikeluarin mel melalui urin dalam bentuk ion amonium (NH4+). +).

Nah tadi udah dibilang bahwa g a ginjal itu berfungsi mengatur sekresi dan reabsorpsi HCO3-. rea Gimana caranya? Sebenernya di fisiologi udah dijelasin, tpi diulang lagi deh supaya ngerti.. a eh

9

Ion bikarbonat direabsorpsi di tu i tubulus proksimal dengan cara seperti pada gambar di bawah ga ini.

Di tubulus distal HCO3- dibentu lagi, utk menggantikan HCO3- yg dipakai oleh asam yg tdk uk i ole menguap (HCL, H3PO4, H2SO4 dan as. organik) dalam darah yang merupaka hasil proses akan metabolisme.

Gambar di atas merupakan skem sekresi H+ di dalam tubulus distal. kema Sekresi H+ hampir sama dengan yang terjadi di tubulus proksimal. Pertama H2O dan CO2 gan ama, akan bergabung menjadi H2CO3 dengan bantuan enzim CA, bentuk ini meru erupakan bentuk yang tidak stabil dan langsung m g menjadi ion-ion yaitu H+ dan HCO3-. Ion hydrog akan keluar rogen10

ke dalam