TENTIR 1 PENGINDERAAN

download TENTIR 1 PENGINDERAAN

of 26

  • date post

    20-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    58
  • download

    19

Embed Size (px)

description

Kedokteran

Transcript of TENTIR 1 PENGINDERAAN

TENTIR I

Dengan Menyebut Nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

TENTIR IMODUL PENGINDERAAN

1. Anatomi Sistem Penginderaan Nola Rizal ................................... 1-92. Histologi Sistem Penginderaan A. Sonia dan M. A. Kevin K....... 9-143. Fisiologi Sistem Penginderaan (2) M. Faris Afif......................... 15-224. Aspek Biokimia Mata Rara Agung Rengganis ........................... 22-25

Seksi Pendidikan 2008 Tingkat III

1. Anatomi Sistem Penginderaan Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Anatomi penginderaan akan membahas: struktur anatomi mata dan telinga, jaras penglihatan, pendengaran dan keseimbangan, pengecap, dan penghidu.

1.1. PenghiduFungsi penghidu dijalankan oleh hidung. Struktur anatomis hidung tidak akan dibahas lagi karena sudah pernah dikuliahkan saat modul respirasi. Sekarang, yang akan dijelaskan hanya mengenai jaras penghidu.

Secara anatomis, reseptor penghidu terletak pada konka nasalis superior rongga hidung. Reseptor penghidu tersebut terdapat dalam kelompok sel yang disebut epitel olfaktori. Dilihat secara histologis, epitel olfaktori terdiri atas 3 jenis sel, yaitu sel olfaktori, sel basal, dan sel penyokong. Sel olfaktori merupakan reseptor penghidu yang dimaksudkan. Sel olfaktori merupakan sel saraf khusus yang berbentuk bipolar. Sel ini memiliki dua penjuluran (prosesus), yaitu prosesus sentral dan perifer. Prosesus sentral nantinya akan bersinaps dengan sel-sel pada bulbus olfaktori, di mana prosesus ini terlebih dahulu menembus lamina kribrosa os etmoidalis sebelum mencapai bulbus. Prosesus sentralis inilah yang akan membentuk serabut saraf olfaktorius. Prosesus perifer memiliki silia-silia pendek atau rambut-rambut olfaktori yang menembus ke dalam mukus yang menutupi permukaan membran mukosa.

Di dalam bulbus olfaktorius terdapat beberapa tipe sel, tipe sel yang terbesar adalah sel mitral. Serabut-serabut nervus olfaktorius yang datang akan bersinaps dengan dendrit sel-sel mitral dan membentuk daerah berbentuk bulat yang disebut glomeruli sinaptik. Sel-sel saraf yang lebih kecil disebut sel rumbai (tufted cell) dan sel granular yang juga bersinaps dengan dendrit-dendrit sel mitral. Selain itu, bulbus olfaktorius juga menerima akson-akson dari bulbus olfaktorius kontralateral melalui traktus olfaktorius.

Setelah bulbus olfaktorius, struktur lain yang terdapat di dalam otak yang juga merupakan bagian dari jaras olfaktori adalah traktus olfaktorius. Traktus olfaktorius merupakan pita substansia alba yang sempit dan berjalan dari ujung posterior bulbus olfaktorius di bawah permukaan inferior lobus frontalis otak. Pita ini terdiri dari akson sentral sel mitral dan sel rumbai dan beberapa serabut sentrifugal dari bulbus olfaktorius sisi kontralateral.

Ketika traktus olfaktorius masuk sampai di substansia perforata anterior, traktus ini terbagi menjadi dua yaitu stria olfaktori medialis dan lateralis. Stria olfaktori lateralis membawa akson-akson ke area olfaktorius korteks serebri yang disebut area periamigdaloidea dan area prepiriformis. Stria olfaktorius medialis membawa serabut yang menyilang bidang median di dalam komisura anterior dan berjalan ke bulbus olfaktorius kontralateral.

Area periamigdaloidea dan prepiriformis korteks serebri umumnya dikenal sebagai korteks olfaktori primer. Area entorrhinal (area 28) girus parahippokampalis yang menerima banyak hubungan dari korteks olfaktorius primer disebut korteks olfaktorius sekunder. Area-area korteks tersebut berfungsi mengapresiasikan sensasi penghidu. Tidak seperti semua jaras sensorik lain. Jaras aferen olfaktorius hanya memiliki dua neuron dan mencapai korteks serebri tanpa bersinaps dengan nuklei di thalamus.

Korteks olfaktorius primer mengirimkan serabut-serabut saraf ke berbagai pusat lainnya di dalam otak untuk membentuk hubungan untuk respons emosi dan otonom terhadap sensasi penghidu.

1.2. PengecapFungsi pengecapan dilaksanakan oleh lidah. Terdapat empat reseptor pengecap pada lidah yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Sel reseptor pengecap adalah sel-sel epitel termodifikasi. Fungsi sensorik lidah diinervasi oleh tiga jenis saraf kranial yaitu N VII, N IX, dan N X. N VII mempersarafi 2/3 anterior lidah, N IX mempersarafi 1/3 bagian posterior lidah, dan N X mempersarafi bagian pangkal lidah. Ketiga serabut saraf ini akan masuk ke medula oblongata dan bersinaps dengan nukleus solitarius. Serabut ini lalu menyilang dan selanjutnya akan bersinaps dengan nuklei Ventral Postero Medial di thalamus. Dari thalamus selanjutnya akan masuk ke korteks gustatorius pada lobus parietal.

1.3. Penglihatan

1.3.1. Struktur Anatomi MataMata terdiri dari bola mata dan organ aksesoris. Organ aksesoris mata terdiri dari alis mata, bulu mata, dan kelopak mata.

Berikut adalah beberapa struktur yang dapat dilihat pada struktur eksternal mata:- Kantus medial dan lateral : merupakan sudut di medial dan lateral mata yang merupakan pertemuan palpebra superior dan inferior.- Sklera : bagian putih pada mata yang ditutupi oleh konjungtiva, di daerah depan membentuk kornea yang berwarna transparan.- Koroid : lapisan tengah mata yang mengandung pembuluh darah dan pigmen dan di bagian depan mata membentuk iris.- Iris : bagian bola mata yang berwarna.- Pupil : bagian tengah iris, menghubungkan ruang anterior dan posterior mata.- Fisura palpebralis : celah antara palpebra superior dan inferior.- Di kantus medial ada karunkula lakrimal tempat keluarnya air mata, mengalir ke hidung lewat duktus nasolakrimal.(untuk struktur lainnya bisa dilihat di slide, struktur yang dijelaskan di sini adalah yang disebutkan pas kuliah)

Kalau kulit di sekitar mata dibuka, maka akan terlihat m. orbikularis okuli yang mengelilingi mata. Otot ini terdiri dari pars orbitalis dan pars palpebralis, di nasal otot ini difiksasi oleh ligamentum palpebralis medial. Kalau otot m. orbikularis okuli dibuka akan terlihat ligamen dan lempeng kelopak mata yang disebut tarsus (superior dan inferior). Di samping itu, juga akan terlihat tendon m. levator palpebra superior.

Pendarahan kelopak mata : dari arteri fasialis, arteri temporalis superfisial, arteri infraorbitalis. Kelenjar lakrimal dipendarahi oleh oleh a lakrimalis . Persarafan kelopak mata dan kelenjar lakrimal n infraorbitalis, n lakrimalis. Foramen infraorbitalis: masuk dan keluarnya arteri dan vena infraorbitalis serta nervus infraorbitalis. (nama pembuluh darah dan nervus yang menginervasi kelopak mata lihat gambar untuk keterangan lebih lengkap)

Kelenjar lakrimal : terletak superolateral kelopak mata, mata kita mengedip, mengalirkan sisi mata dari lateral ke medial, selanjutnya keluar melalui kanalikuli lakrimalis superior dan inferior, lalu ke sakus lakrimalis, lalu turun melalui duktus nasolakrimalis, keluar melalui meatus inferior hidung. Kelenjar lakrimal memeluk tendon m. levator palpebra superior . untuk persarafannya, kelenjar lakrimal punya komponen sensorik simpatis dan parasimpatis preganglionik dan postganglionik.

Orbita adalah rongga berbentuk piramid dengan basis di depan dan apeks di belakang. Margo orbitalis dibentuk di sebelah atas oleh os frontalis yang bertakik atau berlubang untuk tempat lewatnya arteri, vena, dan nervus supraorbitalis. Margo lateralis dibentuk oleh prosesus os frontalis dan os zigomatikum. Margo infraorbitalis dibetuk oleh os zigomatikum dan maksila, sedangkan margo medialis dibentuk oleh prosesus os maksila dan os frontalis.

Atap orbita dibentuk oleh pars orbitalis os frontalis, yang memisahkan orbita dari fossa krania anterior dan lobus frontalis hemisfer serebri. Dinding lateral dibentuk oleh os zigomatikum dan ala mayor os sphenoidalis. Dasar orbita dibentuk oleh fasies orbitalis os maksila, yang memisahkan orbita dari sinus maksilaris. Dinding medial dari depan ke belakang terdiri atas: prosesus frontalis os maksila, os lakrimalis, lamina orbitalis os ethmoidalis, dan korpus os sphenoidalis. Jadi dapat disimpulkan, tulang-tulang yang membentuk rongga orbita secara umum adalah: os frontalis, os maksila, os zigomatikum, os ethmoidalis, os sphenoidalis, dan os lakrimalis.

Informasi dari rekaman kuliah (setelah slide tulang-tulang pembentuk rongga orbita) : Origo otot penggerak bola mata berjejer membentuk cincin tendo. Otot-otot ini nanti mengapit nervus optikus dan arteri oftalmika. Sumbu bola mata miring, begitu juga otot-ototnya, jadi aksisnya miring, sehingga beberapa gerakan bola mata dapat terjadi.

Bola mata : secara umum terdiri dari 1/5 anterior dan 4/5 posterior dibatasi lensa. Daerah posterior disebut ruang postrema berisi jel. Daerah anterior dibagi dua yaitu kamera okuli anterior dan posterior yang berisi cairan (akuos humor).

Lapisan bola mata. Lapisan paling luar: sklera ke depan membentuk kornea yang transparan (fibrosa), lapisan tengah (vaskular ): koroid di depan membentuk korpus siliaris dan iris. Korpus siliaris terdiri dari : muskulus dan prosesus, dan dihubungkan ke lensa melalui zonula jaringan ikat. Lapisan paling dalam (neuralis) : retina yang sensitif cahaya, bagian depan retina yang tidak sensitif cahaya disebut ora serata .

Bola mata dipendarahi arteri sentralis retina masuk melalui diskus optikus, menyebar untuk mendarahi retina. Diskus optikus tempat keluarnya nervus optikus. Sedikit menjauhi diskus optikus ditemukan fovea sentralis yang merupakan daerah sangat sensitif cahaya, sedangkan diskus optikus tidak dapat menerima cahaya (blind spot). Koroid mendapat pendarahan dari cabang arteri oftalmika (a. siliaris posterior longus brevis). Kornea dan lensa avaskular mendapat nutrisi dari akuos humor. Aliran akuos humor adalah dari kamera okuli posterior kamera okuli anterior kanal Schlemm. Aliran normal ini berfungsi untuk mempertahankan tekanan bola mata.

Otot-otot pada mata dapat di