Skenario Kasus III

Click here to load reader

  • date post

    11-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    195
  • download

    10

Embed Size (px)

Transcript of Skenario Kasus III

1

I.

PENDAHULUAN

Proses belajar memiliki berbagai metode pembelajaran dalam rangka mencapai sasaran belajar dan kompetensi yang diharapkan untuk mahasiswa yang bersangkutan. Salah satu metode pembelajaran tersebut adalah dengan metode Problem Based Learning, yakni suatu metode belajar dengan model diskusi pembelajaran bersama terhadap skenario kasus tertentu yang menuntut mahasiswa berperan aktif secara individu. Tujuan diselenggarakannya PBL adalah sebagai berikut, 1. Mengembangkan kemampuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan dari skenario masalah yang berisi patient problem. 2. Melatih kemampuan generic learning skills, dan memahami serta menghubungkan basic sciences dengan clinical sciences. 3. Meningkatkan penguasaan soft skills yang meliputi kepemimpinan, profesionalisme, ketrampilan komunikasi, kemampuan untuk bekerja sama dan bekerja dalam tim, ketrampilan untuk berpikir secara kritis,serta kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi (Cline,2005). 4. Melatih karakter student centred learning,self directed learning dan adult learning. Pada kasus PBL (Problem Based Learning) ketiga blok Tropical Medicine ini, kami membahas mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD). DBD harus benar-benar dipahami mulai dari definisi, klasifikasi, penegakkan diagnosis, penatalaksanaan dan prognosis.

2

II.

PEMBAHASAN

Informasi I Seorang anak perempuan berusia 8 tahun dibawa orangtuanya ke UGD RS pukul 09.00 dengan keluhan tadi pagi BAB berwarna hitam. BAB 1x, konsistensi normal. Keluhan disertai dengan perasaan sebah di perut. Dari orangtuanya didapatkan informasi bahwa 4 hari yang lalu pasien demam, namun mulai pagi ini demam sudah tidak ada lagi. Saat ini anak mengeluh keluar keringat dingin dan merasa lemas.

1.

Klarifikasi Istilah Tidak ada istilah yang perlu diklarifikasi.

2.

Batasan Masalah Identitas Pasien Usia Jenis kelamin : 8 tahun : Perempuan

Riwayat Penyakit Sekarang (RPS) Keluhan utama Onset Frekuensi Kualitas : BAB berwarna hitam : tadi pagi : 1 kali : konsistensi normal

Keluhan penyerta : sebah di perut, keringat dingin dan merasa lemas Kronologi 3. Batasan Masalah a. Anamnesis tambahan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang b. Differensial Diagnosis c. Macam-macam demam d. Patofisiologi BAB berwarna hitam e. Patofisiologi sebah f. Patofisiologi keringat dingin g. Derajat kesadaran g. Diagnosis Kerja : 4 hari yang lalu demam

3

g. Definisi DBD h. Faktor resiko DBD i. Etiologi DBD j. Tanda dan gejala DBD k. Pemeriksaan penunjang DBD l. Patogenesis dan Patofisiologi DBD m. Tatalaksana DBD \ n. Pencegahan o. Prognosis dan komplikasi

Informasi II Anamnesis lebih lanjut didapatkan informasi bahwa panas yang dialami selama 4 hari yang lalu sifatnya terus menerus dan hanya turun sebentar setelah minum obat turun panas. Selama sakit penderita tidak ada keluhan menggigil, tidak mimisan, dan tidak sesak nafas. Teman sekolahnya sedang ada yang dirawat di RS karena demam berdarah. Buang air kecil tadi malam sebelum tidur. Pasien memiliki kebiasaan makan yang teratur, dan tidak pernah mengkonsumsi obat selain dari dokter. Penderita tidak pernah menderita sakit kuning dan baru pertma sakit seperti ini. Pasien memiliki kebiasaan tidur siang setiap harinya.

Informasi III Pemeriksaan fisik KU BB Tanda vital : delirium, anak tampak lemah : 26 Kg : TD RR HR : 80/40 mm/Hg : 28x/menit : 112x/menit, nadi teraba cepat dan lemah

Suhu : 36,8C (axilla) Kepala : mata Hidung Mulut Leher : konjunctiva palpebre anemis -/-, sclera ikterik -/: bekas darah mengering -/: thypoid tongue -, tanda perdarahan gusi : pembesaran nll -/-

4

Thorax Abdomen: I

: paru dan jantung dalam batas normal : datar

Au : BU (+) N Pe : tympani, pekak pada region hipokondriaca dextra Pa : hepatomegali (+) splenomegali (-) Ekstrimitas : petekie (+) pada lengan kanan kiri

Akral dingin -+/+ +/+ Pemeriksaan Penunjang HB Ht Leukosit Trombosit : 15,5 % : 48% : 2000 : 65000

Informasi IV Ig M anti dengue Ig G anti dengue : (+) : (+)

Pemeriksaan ro thorax: dalam batas normal, sudut costofrenikus lancip

Informasi V Selama perawatan suhu tubuh penderita sempat naik pada hari ke 2 perawatan, disertai dengan penurunan trombosit sampai 37.000. selanjutnya, pada hari keempat perawatan trombosit naik menjadi 122.000. Hb 11,1 g%, Ht: 34%. Hasil lab lain dalam batas normal. Nafsu makan baik. Tugas Mahasiswa: 1. Jika anda menjadi dokter yang merawat, apa rencana anada selanjutnya? 2. Dari segi epidemiologi, apa yang tidak boleh dilupakan/ harus dilakukan oleh RS yang merawat?

4. PEMBAHASAN a. Anamnesis tambahan, pemeriksaan fisik dan penunjang yang diharapkan 1) Anamnesis tambahan

5

a)

Apakah demam tiba-tiba meninggi atau tidak

b) Apakah demam menyerupai pelana kuda? c) Apakah ada nyeri tekan terutama di otot atau persendian?

d) Apakah sebah perut terus menerus terjadi atau hilang timbul? 2) Pemeriksaan fisik tambahan 3) Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan serologis antibody IgM dan IgG. Pemeriksaan ini dilakukan pada hari ke 5 demam untuk melihat apakah terjadi infeksi virus primer atau sekunder.

b. Differensial Diagnosis Diagnosis Anamnesis Dengue Haemorrhagic Fever Demam 2-7 hari, perdarahan mukosa (epistaksis atau perdarahan gusi), hematemesis/ melena, Petekie, ekimosis atau purpura (Suhendro dkk, 2007). Demam Tifoid Tukak gaster dan tukak duodenum Demam > 7 hari Mual, muntah, kembung, Gx konstitusional: nyeri nyeri ulu hati, sendawa, rasa kepala, pusing, malaise, terbakar, mialgia, anoreksia hematemesis/melena Gx GI: obstipasi, diare, Tukak duodenum nyeri mual, muntah, kembung timbul saat pasien lapar dan Gx saraf sentral: apatis, hilang setelah makan penurunan kesadaran ( Tukak gaster nyeri Widodo, 2007). timbul setelah makan (Tarigan, 2007). Hepatomegali ringan Palpasi abdomen: nyeri Splenomegali epigastium (Tarigan, 2007). Lidah kotor tepi hiperemis Bradikardi relative Rose spot ( Widodo, 2007). Darah leucopenia, Radiologi dan endoskopi: eosinofilia, LED lesi seperti kawah dengan meningkat batas jelas (Tarigan, 2007). Uji widal (+) Kultur darah ( Widodo, 2007).

Pemeriksaa n fisik

uji tornikuet (+) Tanda2 kebocoran plasma (asites) (Suhendro dkk, 2007).

Pemeriksaa n penunjang

Darah leukopenia, trombositopenia, peningkatan hematokrit SGOT-SGPT: meningkat Rx: efusi pleura Protein/ albumin: hiperproteinemia Imunoserologi: peningkatan IgG dan IgM terhadap dengue (Suhendro dkk, 2007)

6

c. Tipe-tipe demam (Sudoyo, 2009): 1) Demam septik: Suhu badan berangsur naik ke tingkat yang tinggi sekali pada malam hari dan turun kembali ke tingkat di atas normal pada pagi hari. Sering disertai keluhan menggigil dan berkeringat. Bila demam yang tinggi tersebut turun ke tingkat yang normal dinamakan juga demam hektik 2) Demam remiten: Suhu badan dapat turun setiap hari tetapi tidak pernah mencapai suhu badan normal. Perbedaan suhu yang mungkin tercatat dapat mencapai dua derajat dan tidak sebesar perbedaan suhu yang dicatat pada demam septik. 3) Demam intermiten: Suhu badan turun ke tingkat yang normal selama beberapa jam dalam satu hari. Bila demam seperti ini terjadi setiap dua hari sekali disebut tersiana dan bila terjadi dua hari bebas demam diantara dua serangan demam disebut kuartana 4) Demam kontinyu: Pada tipe demam kontinyu variasi suhu sepanjang hari tidak berbeda lebih dari satu derjat. Pada tingkat demam yang terus menerus tinggi sekali disebut hiperpireksia 5) Demam siklik: Pada demam ini terjadi kenaikan suhu badan selama beberapa hari yang diikuti oleh periode bebas demam untuk beberapa hari yang kemudian diikuti oleh periode bebas demam untuk beberapa hari yang kemudian diikuti oleh kenaikan suhu seperti semula

d. Patofisiologi BAB berwarna hitam Melena adalah pengeluaran feses berwarna hitam yang disebabkan karena adanya perdarahan (minimal 50-100 ml) saluran cerna bagian atas. Penyebab: 1. Kelainan esophagus: varises, esofagitis, keganasan, dll

7

2.

Kelainan lambung dan duodenum: tukak lambung, tukak duodenum, keganasan, dll

3. 4.

Penyakit darah: leukemia, DIC, dan trombositopenia Pemakaian obat yang ulseratif: obat gol. Salisilat, kortikosteroid, dan alcohol

Patofisiologi: Virus Aktivasi makrofag Supresi sumsum tulang

Aktivasi sel Th dan Tc

Hiposelulerr dan supresi megakariosit

Produksi limfokin dan INF

Aktivasi monosit

Sekresi mediator inflamasi (TNF , IL1, IL-6, histamine)

Disfungsi sel endotel

Kebocoran plasma

Trombositopeni

Perdarahan

Gangguan koagulasi

Perdarahan di saluran cerna atas menyebabkan darah bercampur asam lambung sehingga akan teroksidasi

Feses berwarna hitam

8

e. Patofisiologi sebah di perut Terdapat beberapa kemungkinan penyebab munculnya perasaan perut sebah (kembung), antara lain (Lindseth, 2005): 1. Meningkatnya sekresi asam lambung Bakteri usus besar menyintesis vitamin K dan beberapa vitamin B. Pembusukan oleh bakteri dari sisa protein menjadi asam amino dan zat yang lebih sederhana seperti peptida, indol, skatol, fenol, dan asam lemak. Bila asam lemak dan HCl dinetralisasi oleh ion bikarbonat, maka akan terbentuklah gas karbondioksida (CO2). Peningkatan sekresi asam lambung akibat stres atau peradangan pada mukosa lambung akan berpengaruh pada kinerja usus besar sehingga gas karbondioksida yang dihasilkan pun akan meningkat dan bersirkulasi di lumen usus sehingga menyebabkan perasaan kembung. 2. Meningkatnya produksi gas dari hasil metabolisme bakteri di usus Bakteri di dalam usus merupakan flora normal yang memang bertugas untuk membantu proses pencernaan. Bakteri-bakteri di dalam usus akan bermetabolisme dan hasil dari metabolisme tersebut adalah berbagai macam