Skenario C Blok 3

download Skenario C Blok 3

of 41

  • date post

    18-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    38
  • download

    17

Embed Size (px)

description

Gangguan asam basa dan mineral

Transcript of Skenario C Blok 3

Laporan Tutorial Skenario C| 22

Skenario C Blok 3Potasi, laki-laki berumur 15 tahun mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan yang pedas. Selain itu Potasi juga mempunyai kebiasaan malas minum apalagi kalau sedang melakukan aktivitas. Satu minggu ini sering mengeluh merasa lemas dan frekuensi BAB agak sering ( 2-3 kali/hari). Pada saat dia mengikuti upacara dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI, Potasi mengalami lemas, keringat dingin dan pingsan. Setelah istirahat dan diberi pertolongan seadanya (diberi air mineral) di UKS, Potasi merasa sehat kembali. Keesokannya karena mersa masih lemas Potasi datang berobat ke dokter keluarga, dan atas saran dokter tersebut Potasi dianjurkan cek laboratorium.Hasil Pemeriksaan Fisik : TD : 100/70 mmHg, RR : 20 x/menit, Nadi : 90 x/menit, Temperatur 36,80CHasil Pemeriksaan Laboratorium :Na 140 mEq/L; Cl 115 mEq/L; BSS 110 mg/dL ; Pritein total 7 g/dL ; K 3 mEq/LHCO3 20 mEq/L; PCO2 arteri 50 mmHg; Hb 14 g/ dL)

1. Kalrifikasi Istilah a. Frekuensi BAB : Tingkat keseringan buang air besar(normal < 3kali/hari)b. Lemas: Suatu gejala atau sensasi kurangnya tenagac. Keringat Dingin: peluh yang menyebabkan rasa dingin pada tubuh (karena masuk angin)d. Pingsan: Tidak sadar;Tidang Ingate. UKS: Usaha Kesehatan Sekolahf. Dokter Keluarga: Dokter praktek umum yang menyelanggarakan layanan primer dalam lingkup keluarga dan lingkungan.g. Cek Laboratorium: Tindakan dan prosedur pemeriksaan khusus dengan mengambil bahan atau sampel dari penderita.h. TD (Tekanan Darah): Tekanan yang disebabkan oleh sirkulasi darah terhadap dinding dari pembuluh darahi. RR: Respiratory Rate ( Diatas 10th 12-15/menit)j. Nadi: Pembuluh darah di pergelangan tangan (rasa berdenyut bila ditekan)k. BSS: Blood Smear Scan ( Untuk memverifikasi perhitungan gula darah)

2. Identifikasi Masalah a. Potasi (15th) mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas.b. Potasi (15th) mempunyai kebiasaan malas minum saat melakukan aktivitas.c. Satu minggu potasi sering merasa lemas dan frekuasi BAB agak sering (2-3 kali/hari).d. Saat mengikuti upacara, Potasi merasa lemas , keringat dingin dan pingsan.e. Keesokan harinya potasi masih merasa lemas.f. Hasil Pemeriksaan Fisik.g. Hasil Pemeriksaan Laboratorium.

3. Identifikasi Masalah Berdasarkan PrioritasNo.MasalahKonsen

1.Potasi (15th) mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan pedasVV

2.Potasi (15th) mempunyai kebiasaan malas minum saat melakukan aktivitasVV

3.Satu minggu potasi sering merasa lemas dan frekuasi BAB agak sering (2-3 kali/hari)VV

4.Saat mengikuti upacara, Potasi merasa lemas , keringat dingin dan pingsanVVV

5.Keesokan harinya potasi masih merasa lemasV

6.Hasil Pemeriksaan FisikV

7.Hasil Pemeriksaan LaboratoriumV

4. Analisis Masalah1. Potasi (15th) mempunyai kebiasaan mengkonsumsi makanan pedas.a. Apakah akibat dari kebiasaan mengonsumsi makanan pedas ? Kebiasaan mengkonsumsi pedas dapat meyebabkan dehidrasi, karena pada cabai terdapat zat kapsaisin yang merangsang gerak peristaltik usus untuk BAB, sehingga siklus BAB cepat dan penyerapan air pada usus besar tidak terlalu baik, dan akhirnya air banyak keluar bersama feses.

2. Potasi (15th) mempunyai kebiasaan malas minum saat melakukan aktivitas.a. Apakah dampak kebiasaan malas minum? 1. Menyebabkan DehidrasiDehidrasi adalah kondisi dimana tubuh yang tidak cukup mendapatkan cairan dalam tubuh. Kondisi ini disebabkan karena tidak minum selama latihan/kerja berat.2. Mudah lelah dan tubuh lesuTubuh terasa lelah dan lesu bisa jadi karena faktor dehidrasi. Karena dehidrasi kronis akan membuat volume darah dan tekanan darah ikut turun yang membuat pasokan oksigen ke darah juga menurun. Tanpa pasokan oksigen yang cukup, otot, organ tubuh dan fungsi saraf akan bekerja lambat sehingga orang menjadi lebih lelah.3. Sembelit atau sulit buang air besar. Selain karena faktor makanan yang kurang serat, sembelit juga sangat dipengaruhi oleh kekurangan air. Hal ini karena saat proses pembuangan air besar air menjadi bahan pelumas bagi usus dan organ tubuh yang berhubungan saat buang air besar.

b. Berapa banyak kebutuhan minum manusia/hari?Kebutuhan sehari-hari terhadap air berbeda-beda untuk tiap tempat dan tingkatan kehidupan. Semakin tingi taraf kehidupan, semakin meningkat jumlah kebutuhan akan air. Air minum merupakan kebutuhan manusia paling penting. Kebutuhan air minum setiap orang bervariasi dari 2,1 liter hinga 2,8 liter per hari, tergantung pada berat badan dan aktivitasnya.c. Apakah dampak kebiasaan malas minum saat beraktivitas? Pada otak. Komposisi otak terdiri atas cairan, dan ketika otak tidak mendapatkan asupan air yang cukup akan terjadi gangguan fungsi kognitif (kepandaian) di otak. Otak tidak bisa menjalankan fungsi normalnya lagi, terutama fungsi kognitif yaang akhirnya membuat seseorang menjadi lemot, gampang lupa, dan tidak konsentrasi. Serta dapat mengalami pingsan dan kematian.

Dehidrasi yang dialami tubuh bisa menyebabkan gejala mulai dari yang ringan dan sedang seperti lelah, haus, tenggorokan kering, badan panas, sakit kepala, air kencing pekat, denyut nadi cepat, hingga gejala berat seperti halusinasi dan kematian.

Rentan terkena infeksi kandung kemih karena bakteri tidak bisa keluar akibat kurang minum. Gejala infeksi kandung kemih ini bisa berupa suhu badan yang sedikit meningkat, rasa nyeri terutama saat akhir buang air kecil, perasaan ingin buang air kecil yang tidak dapat ditahan, nyeri tekan di atas tulang kemaluan. Kadang kala terdapat darah dalam urine.

Perempuan harus lebih banyak mengonsumsi air karena panjang saluran kemihnya lebih pendek dibanding laki-laki. Banyak minum air akan membantu bakteri keluar dari saluran kemih dan mengurangi risiko infeksi kandung kemih.

Kulit jadi kusam karena kurang minum membuat aliran darah kapiler di kulit juga tidak maksimal.

Kurang minum air putih bisa mengganggu fungsi ginjal karenanya air penting untuk mencegah batu ginjal. Dengan cukup air maka komponen pembentuk batu ginjal menjadi lebih mudah luruh bersama buang air kecil.

Pada kasus ini potasi mengalami dampak pada otaknya karena telah di ketahui dalam scenario potasi merasa lemas dan pingsan.3. Satu minggu potasi sering merasa lemas dan frekuasi BAB agak sering (2-3 kali/hari).a. Apa penyebab frekuensi BAB meningkat ? Pada kasus Potasi kebiasaan mengkonsumsi pedas dapat meyebabkan frekuensi BAB meningkat, karena pada cabai terdapat zat kapsaisin yang merangsang gerak peristaltik usus untuk BAB, sehingga siklus BAB cepat dan penyerapan air pada usus besar tidak terlalu baik, dan akhirnya air banyak keluar bersama feses.b. Apa dampak frekuansi BAB meningkat ?Menurut Maryunani (2010) sebagai akibat dari diare akan terjadi beberapa hal sebagai berikuta. Kehilangan air (dehidrasi)Dehidrasi terjadi karena kehilangan air (output) lebih banyak dari pemasukan (input), merupakan penyebab terjadinya kematian pada diare.b. Gangguan keseimbangan asam basa (metabolik asidosis)Hal ini terjadi karena kehilangan Na-bicarbonat bersama tinja.Metabolisme lemak tidak sempurna sehingga benda kotor tertimbun 14dalam tubuh, terjadinya penimbunan asam laktat karena adanya anorexia jaringan. Produk metabolisme yang bersifat asam meningkat karena tidak dapat dikeluarkan oleh ginjal (terjadi oliguria atauanuria) dan terjadinya pemindahan ion Na dari cairan ekstraseluler kedalam cairan intraseluler.c. HipoglikemiaHipoglikemia terjadi pada 23 % anak yang menderita diare, lebih sering pada anak yang sebelumnya telah menderita Kekurangan Kalori Protein (KKP). Hal ini terjadi karena adanya gangguan penyimpanan atau penyediaan glikogen dalam hati dan adanya gangguan etabol glukosa. Gejala hipoglikemia akan muncul jika kadar glukosa darah menurun hingga 40 % pada bayi dan 50 % pada anakanak.d. Gangguan giziTerjadinya penurunan berat badan dalam waktu singkat, hal ini disebabkan oleh makanan sering dihentikan oleh orang tua karena takut diare atau muntah yang bertambah hebat, walaupun susu diteruskan sering diberikan dengan pengeluaran dan susu yang encer ini diberikan terlalu lama, makanan yang diberikan sering tidak dapat dicerna dan diabsorbsi dengan baik karena adanya hiperperistaltik.e. Gangguan sirkulasiSebagai akibat diare dapat terjadi renjatan (shock) hipovolemik, akibatnya perfusi jaringan berkurang dan terjadi hipoksia, asidosis bertambah berat, dapat mengakibatkan perdarahan otak, kesadaran menurun dan bila tidak segera diatasi klien akan meninggal.Menurut Ngastiyah (2005) sebagai akibat diare baik akut maupun kronik akan terjadi kehilangan air dan elektrolit (terjadi dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan keseimbangan asam basa (asidosis metabolis, hipokalemia), gangguan gizi akibat kelaparan 15(masukan kurang, pengeluaran bertambah), hipoglikemia, gangguan sirkulasi darah.

c. Bagaimana menangani frekuensi BAB yang meningkat?Saat frekuensi BAB meningkat,kita harus memperbanyak minum air putih karena bersamaan dengan buang air besar, cairan tubuh juga banyak keluar. Kita juga dapat meminumlarutan oralit untuk menghentikan BAB yang terus terjadi. Kemudian, kita jangan dulu mengonsumsi makanan yang berserat, karena makanan berserat dapat mendorong terjadinya BAB.

d. Bagaimana hubungan frekuensi BAB yang meningkat dengan keadaan tubuh agak lemas ?Frekuensi BAB meningkat, menyebabkan dehidrasi karena air juga banyak terbuang lewat feses. Kehilangan banyak air mengganggu keseimbangan cairan elektrolit tubuh. Terganggunya keseimbangan cairan elektrolit tubuh ini akan menyebabkan tubuh terasa lemas.e. Berapa frekuensi BAB yang normal ? Frekuensi defekasi/ buang air besar (BAB) yang normal adalah 3 sampai 12 kali dalam seminggu.Buang air tiga kali sehari pun masih dapat dikatakan normal. Buang air tiga kali seminggu juga masih dapat dikatakan normal. Semua ini tergantung kondisi pad