semproF tuk di prin

download semproF tuk di prin

of 42

  • date post

    30-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    112
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of semproF tuk di prin

Angkutan Transportasi Nyaman Tanpa Berdesakan, Sampai Tujuan Dengan Aman (Studi Efektifitas RPP Standar Pelayanan Minimum Terhadap Angkutan Micro Bus) Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Seminar Profesi Kesehatan Masyarakat

Disusun Oleh : Arif Kurniawan Ahmad Rivai Arya Kemal Azhara Dwi Ambang P Fadila Ratna Diary Firman Hidayat Intan Primashani M. Ansharullah M. Wahid Muslim Nur Najmi Laila Riki Akbar Rizka R Lihany Siska Yuniati Zahro Abdani Fauzi

PEMINATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ( UIN ) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1431 H / 2010 M

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Setiap penduduk selalu mempunyai kebutuhan dan kebutuhan itu tidak bisa dipenuhi oleh dirinya sendiri. Dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya, penduduk harus melakukan mobilitas ke tempat-tempat tertentu apabila kebutuhan yang berupa barang dan jasa tersebut tidak diperoleh di tempat permukimannya. Penduduk akan mendatangi pusatpusat pelayanan yang menyediakan berbagai kebutuhan hidup, baik berupa barang maupun jasa. Di sini, penduduk memerlukan pelayanan transportasi yang dapat membawa penduduk dari tempatnya bermukim menuju pusat pelayanan yang dikehendaki. Tanpa adanya transportasi yang memadai maka penduduk kurang memiliki akses terhadap pusat-pusat pelayanan yang dibutuhkan. Transportasi merupakan sarana yang penting dalam menunjang keberhasilan pembangunan karena transportasi merupakan proses pergerakan barang, orang, ide dan jasa dari suatu daerah ke daerah lain dengan menggunakan alat angkut. Dengan adanya pergerakan ini menimbulkan interaksi dan interdependensi antar daerah. Sehingga dalam zaman globalisasi seperti sekarang ini, dimana hidup selalu dituntut untuk selalu cepat dan tepat, alat trasportasi pun tentunya memegang peranan penting dalam hal ini. alat transportasi yang cepat dam murah pun menjadi pilihan bagi mereka yang selalu menginginkan kecepatan dan ketepatan waktu untuk sampai ke tempat tujuan. Alat transportasi seperti angkutan umum yang murah dan cepatlah yang banyak menjadi pilihan. tetapi dibalik cepat dan murah tentunya berdampak pada banyaknya kecelakaan yang terjadi pada bis tersebut. Menurut hasil perhitungan Polda metro jaya, Angkutan Umum Penyumbang Kecelakaan Terbesar, Ada sekitar 2.687 kecelakaan yang melibatkan kendaraan umum. Selain kendaraan roda dua, angkutan umum di Jakarta menjadi penyumbang pelanggaran dan kecelakaan terbesar selama 2009. Tingginya angka ini disebabkan minimnya perhatian dari pengusaha dan pengendara angkutan umum. Ada sekitar 2.687 kecelakaan yang melibatkan kendaraan umum. Sebanyak 1.058 kecelakaan melibatkan truk. Peringkat kedua adalah bus dengan 429 kecelakaan, disusul Mikrolet 322 kasus dan Metromini 91 kecelakaan. Menurut WHO dan Bank Dunia (2004) pada tahun 1990 lakalantas di jalan menempati urutan kesembilan penyebab kematian, dan cacat seumur hidup. Pada tahun 2020

mendatang, korban lakalantas diprediksi akan meningkat keurutan ketiga setelah penyakit jantung dan depresi. Berdasarkan laporan ADB bertajuk Asean Regional Road Safety Strategy and Action Plan (2005-2010), di antara negara-negara Asia Pasifik, Indonesia merupakan negara paling buruk dalam urusan keselamatan di jalan. Faktor penyebab kecelakaan ini bersumber dari perilaku berkendara yang tidak disiplin (80%-90%) faktor kendaraan (4%), faktor jalan (3%) dan faktor lingkungan (1%), ini pertanda budaya keselamatan jalan di Indonesia masih sangat rendah. Data tahun 2003 menyebutkan Indonesia merupakan korban lakalantas terbesar di Asean setelah Thailand dan Vietnam, dengan kerugian ekonomi mencapai Rp.41 trilyun, atau sekitar 2,9% dari Gross Domestic Bruto (GDP), ini berarti hampir dua kali lipat dari seluruh dana bantuan luar negeri yang diterima Indonesia. Kerugian ini tentunya menghambat kemajuan ekonomi bangsa. Dana yang semestinya bisa dialokasikan untuk pelayanan umum ataupun untuk investasi kesehatan, terpaksa kandas hanya untuk pengadaan fasilitas medis. Sedangkan berdasarkan hasil perhitungan dari tahun 2003-2007, angka kecelakaan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi kian meningkat. Korban tewas dan luka mencapai ribuan orang setiap tahunnya. Sepeda motor merupakan jenis kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan. Hal itu terungkap dari data Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya. Sejak tahun 2003 hingga 2007, angka kejadian kecelakaan terus meningkat. Dalam kurun waktu satu semester saja, Januari-Juli 2008, sudah 692 orang tewas, sementara korban luka berat 1.499 orang, dan korban luka ringan 2.641 orang. Adapun jumlah total korban kecelakaan (tewas dan luka) pada 2003-2007 mencapai 26.853 orang. Data Direktorat Lalu Lintas Polda Metro menunjukkan, sejak tahun 2003 hingga 2007, sepeda motor paling banyak terlibat dalam kecelakaan, yaitu 15.145 sepeda motor, sementara mobil pribadi 8.356 buah, 379 kopaja, 730 Metromini, 1.254 taksi, dan 624 mikrolet. Hal ini didukung seperti yang terdapat dalam salah satu berita dari koran ibukota yang menyatakan bahwa telah terjadi kecelakaan di Jalan Tol Pondok Pinang. Kecelakaan yang tidak disangka akan terjadi pada angkutan Bus Metromini 510 Jurusan Kampung Rambutan-Ciputat. Kecelakaan ini menewaskan kurang lebih 15 orang penumpang dan penumpang lainnya luka-luka. Para korban kecelakaan segera dilarikan ke Rumah Sakit Fatmawati. Diperkirakan kecelakaan ini terjadi karena laju kecepatan Metromini yang melampaui batas rata-rata dan menabrak sebuah kijang Innova. Sopir didakwa menjadi tersangka penanggung jawab dari kecelakaan ini. Tapi, sopir dan kondektur tersebut ikut menjadi korban naas dari kecelakaan.

Selain kecelakaan karena supir

bus yang membawa Metromini dengan kecepatan

melebihi batas rata-rata, hal kecelakaan lain pun dapat terjadi karena bus mengangkut penumpang yang lebih dari batas kapasitas angkut bus, seperti kapasitas 20 tempat duduk, tetapi terisi hampir 150% sehingga Metromini pun mengangkut hampir 50 orang. akibatnya bus Metromini tersebut kelebihan muatan yang dapat mengakibatkan bus menjadi berat, karena kendaraan yang berat membutuhkan waktu lebih lama untuk berhenti. Adapun Konsep Transportasi Jakarta perkembangannya dari tahun ke tahun pengelolaannya di berikan kepada swasta. Maya sari, angkutan kota, taksi, bajaj dan lain-lain termasuk Metromini. konsep transportasi tersebut juga dapat dilihat di daerah tangerang selatan. Tidak satu pun dari kepemilikan perusahaan ini dimiliki oleh pemerintah. Bahkan PPD yang adalah perusahaan daerah juga akhirnya ditinggal kan oleh pemerintah dan diganti oleh program Busway. Sehingga RPP yang akan dikeluarkan oleh pemerintah yang berisikan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang standar pelayanan minimum (SPM) yang tidak sekadar membahas angkutan sedang seperti Metromini harus ber-AC dan juga Jumlah penumpang yang akan dibatasi. Hal ini dinilai PT Metromini tentang rencana Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membatasi jumlah penumpang sangat berlebihan. Kelebihan muatan Metromini disebabkan masyarakat memaksa untuk naik. Keterbatasan sarana transportasi seperti bus sedang tersebut memaksa masyarakat harus menggunakan transportasi umum tersebut dengan segala macam kondisi. Menurut Panjaitan selaku direksi PT Metromini menyatakan bahwa pemerintah tidak pernah berkoordinasi dengan jajarannya sehingga peraturan yang dikeluarkan oleh Kemenhub sangat tidak mewakili pihaknya. Pihak PT Metromini mengaku mendukung, namun pemerintah juga harus membantu para pengusaha untuk bisa merealisasikannya. Rancangan pemerintah tersebut tentunya perlu ditinjau ulang kembali dengan Perusahaan bus sedang lainnya, pembatasan terhadap jumlah penumpang sebaiknya juga diimbangi dengan peremajaan Bus sedang yang beroperasi terlebih dahulu dan melakukan kesepakatan dengan PT Bus Sedang tersebut mengenai perealisasian RPP tersbut. menurut YLKI Peremajaan Bus sedang Lebih Penting . Wacana dari Kementerian Perhubungan untuk membatasi jumlah penumpang Bus sedang maksimal 30 orang, dinilai tidak akan efektif berjalan. Lebih baik Bus sedang yang ada diremajakan terlebih dulu untuk keselamatan penumpang. Menurut ketua pengurus harian YLKI, Soedaryatmo, Peremajaan bus sedang diprioritaskan, itu lebih penting. Bagi konsumen itu prioritas keselamatan baru kenyamanan. Soedaryatmo mengungkapkan, contoh bus sedang seperti Metro Mini sudah berumur 10

tahun. Menurutnya sejak era Reformasi, bus sedang Metro Mini belum ada peremajaan. menurutnya untuk apa jumlah penumpang di batasi, jika umur metro mini sudah 10 tahun semua. sudah dianggap tidak layak. Berdasarkan latar belakang inilah maka kami akan mengangkat tema RPP untuk dikaji lebih lanjut tentang efektifitas RPP tersebut dibandingkan dengan kenyataan yang ada dalam mewujudkan transportasi lebih aman dan nyaman. Hal ini dilakukan untuk didapatkan pertimbangan lebih lanjut terkait efektifitas wacana RPP dan mendapatkan suatu wacana dari sisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sebagai masukan yang diharapakan dapat menjadi pertimbangan terhadap penyusunan RPP tersebut untuk mewujudkan transportasi yang lebih aman dan nyaman. 1.2. Rumusan Masalah Adanya RPP tentang Standar Pelayanan Minimum yang salah satunya menyatakan akan membatasi jumlah penumpang dan pemberian AC dalam bus Sedang, hal ini perlu dilakukan pengkajian ulang terhadap RPP yang ada dibandingkan dengan UU dan teori yang memuat tentang keamanan dan keselamatan transportasi yang kemudian dilihat bagaimana fakta yang ada sekarang, apakah RPP tentang Standar Pelayanan Minimum tersebut sudah sesuai dengan kondisi yang ada sekarang ini. Hal ini dilakukan untuk didapatkan pertimbangan lebih lanjut terkait efektifitas wacana RPP dan mendapatkan suatu wacana dari sisi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) sebagai masukan yang diharapakan dapat menjadi pertimbangan terhadap penyusunan RPP tersebut untuk m