Referat syok anak,,

download Referat syok anak,,

of 38

  • date post

    09-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    38
  • download

    3

Embed Size (px)

description

fghfghfghf

Transcript of Referat syok anak,,

BAB IPENDAHULUAN

Syok adalah suatu kegawatan yang sering dijumpai baik di ruang perawatan intensif maupun di bangsal perawatan biasa. Syok lazim dijumpai pada anak. Sebagai sindrom klinis yang kompleks, syok ditandai oleh disfungsi sirkulasi akut di mana hubungan antara kebutuhan oksigen dan pasokan oksigen terganggu. Akibatnya, sistem kardiovaskular gagal menjalankan fungsinya. Umumnya, semua keadaan syok berakhir dengan berkurangnya hantaran atau gangguan utilisasi substrat sel yang esensial, sehingga fungsi sel normal berhenti.1Syok merupakan proses progresif yang ditandai oleh 3 stadium berbeda. Pada fase dini, stadium kompensasi, sejumlah mekanisme neurohormonal yang bersifat kompensatorik dan fisiologis bekerja untuk mempertahankan tekanan darah dan memelihara kecukupan fungsi jaringan. Pada stadium ini, syok bisa reversibel dengan intervensi yang benar. Namun, bila mekanisme kompensasi ini gagal, syok berlanjut ke stadium dekompensata. Pada stadium menetap (irreversible stage), syok berlanjut ke cedera organ dan jaringan yang berat, yang tidak responsif terhadap terapi konvensional, dan berujung dengan gagal organ ganda dan kematian pasien.2Kejadian syok pada anak dan remaja sekitar 2% pada rumah sakit di Amerika serikat, dimana angka kematian sekitar 20-50% kasus. Hampir seluruh pasien tidak meninggal pada fase hipotensi tapi karena hasil dari satu atau lebih komplikasi akibat syok. Disfungsi multiple organ meningkatkan resiko kematian( satu organ 25% kematian, dua organ 60% kematian, tiga organ atau lebih >85%)Angka kematian syok pada anak menurun sebanding dengan tingkat edukasi yang baik, dimana pengenalan awal syok dan management yang baik dan cepat memberi kontribusi lebih.1,2Oleh karena itu, syok merupakan suatu kondisi yang mengancam jiwa dan membutuhkan tindakan segera, sehingga sangatlah diperlukan pengetahuan mengenai syok dan penatalaksanaannya, sehingga angka mortalitas yang disebabkan oleh syok dapat ditekan.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1. DefinisiBanyak definisi yang diberikan mengenai syok. Syok adalah sindrom klinik akut yang timbul karena sirkulasi oksigen tidak adekuat, sehingga kebutuhan metabolisme organ vital dan jaringan tidak terpenuhi. Definisi lain dari syok adalah suatu keadaan dimana pasokan darah tidak mencukupi untuk kebutuhan organ-organ di dalam tubuh. Syok juga didefinisikan sebagai gangguan sirkulasi yang mengakibatkan penurunan kritis perfusi jaringan vital atau menurunnya volume darah yang bersirkulasi secara efektif.1Batasan syok secara tepat dan memuaskan sampai saat ini tidaklah mudah, karena terjadi bersama-sama dengan berbagai perubahan klinis dan metabolisme. Manifestasi syok berubah-ubah tergantung dari penyebab dan lamanya proses berlangsung. Sebagai batasan secara umum, dapat dikatakan bahwa syok adalah keadaan tidak sempurnanya perfusi jaringan.1,2Syok merupakan proses yang progresif sehingga dapat berakibat sistem kardiovaskuler gagal menjalankan fungsi utamanya, yakni membawa substrat dan membuang metabolit, sehingga terjadi metabolisme anaerob dan asidosis jaringan. Awalnya, syok dapat dikompensasikan dengan berupa peningkatan laju jantung dan konstriksi pembuluh darah perifer (keduanya secara refleks), sehingga hal tersebut dapat memelihara tahanan perifer dan aliran darah ke organ-organ vital, namun proses syok yang bersifat progresif dapat menjadi tidak terkompensasi. Umumnya, semua syok yang tidak ditangani akan berakhir dengan kerusakan jaringan yang ireversibel, yaitu ditandai dengan kurangnya hantaran atau gangguan utilisasi substrat yang esensial, sehingga fungsi sel normal berhenti dan dapat berakibat kematian.1,2

2.2. EpidemiologiSyok terjadi hampir pada 2% dari anak-anak dan orang dewasa yang dirawat inap di rumah sakit (sekitar 400.000 kasus/tahun). Tingkat kematiannya berkisar 20-50%. Sebagian besar pasien tidak meninggal pada fase hipotensi akut syok tetapi lebih diakibatkan oleh satu atau lebih komplikasi yang diakibatkan oleh syok. Sindrom disfungsi organ multipel meningkatkan angka kematian akibat syok (satu organ yang terlibat sebesar 25%, dua organ yang terlibat sebesar 60%, tiga organ yang terlibat sebesar >85%).Tingkat kematian syok pada pasien pediatri telah menurun sebagai akibat dari adanya edukasi, misalnya pada program pembelajaran pediatric advanced life support (PALS), di mana dapat dilakukan deteksi dini dan intervensi dini pada pasien yang kritis.2

2.3. KlasifikasiAda lima jenis syok yang utama, yaitu syok hipovolemik, sepsis, kardiogenik, distributif, dan obstrustif, namun pembagian ini terlalu sederhana, karena lebih dari satu mekanisme dapat terjadi pada pasien yang sama.1

Tabel 1. Tipe-tipe Syok berdasarkan Penyebabnya

Syok hipovolemik dan syok septik adalah penyebab syok paling sering terjadi pada anak-anak. Syok kardiogenik dapat terjadi pada pasien-pasien dengan penyakit jantung kongenital dan pada pasien yang telah operasi jantung untuk perbaikan defek jantung kongenital, pada pasien dengan kardiomiopati atau miokarditis, atau pada pasien yang mengalami reaksi penolakan setelah transplantasi jantung.

Tabel 2. Tipe-tipe Syok dengan Mekanisme Kegagalan Sirkulasinya, Tanda dan Gejalanya, beserta Intervensinya8

Namun, ada sumber yang mengklasifikasikan syok yang berbeda dari tipe-tipe syok di atas.

Tabel 3. Tipe-tipe/Klasifikasi Syok

Namun, hasil akhirnya adalah kegagalan menyediakan substrat energi untuk memenuhi kebutuhan metabolik dari jaringan, yang menyebabkan tidak sempurnanya perfusi ke jaringan.8

2.4. PatofisiologiGagal sirkulasi mengakibatkan penurunan hantaran oksigen (DO2) ke jaringan dan disusul oleh kurangnya tekanan oksigen parsial sel (PO2). Bila sampai ke titik kritis PO2, fosforilasi oksidatif dibatasi oleh kurangnya oksigen, sehingga menggeser metabolisme dari aerob menjadi anerob. Ini menghasilkan kenaikan laktat sel dan darah, serta asidosis laktat.Hantaran oksigen (DO2) bergantung pada dua variabel: kandungan oksigen darah arteri (CaO2) dan curah jantung. CaO2 adalah produk dari hemoglobin, arterial SaO2 dan kapasitas angkut oksigen dari hemoglobin. Selanjutnya, curah jantung pada detak jantung dan curah sekuncup, yang ditentukan oleh kontraktilitas miokard dan preload serta afterload.7Gambar 1. Peran Sistem Kardiovaskular dalam Hantaran Oksigen

Pada anak, curah jantung lebih bergantung pada detak jantung dibanding curah sekuncup karena miokard belum matang. Metabolisme energi yang tidak adekuat dapat berasal dari peningkatan konsumsi oksigen total tubuh (VO2), walaupun hantaran oksigen (DO2) normal. Kebutuhan oksigen bervariasi menurut jenis jaringan dan waktu. Walaupun oksigen tidak bisa diukur atau dihitung. VO2 dan DO2 keduanya bisa dihitung, dan dihubungkan sebagai berikut : VO2 = DO2 x ERO2 (oxygen extraction ratio)Pada kondisi normal, kebutuhan oksigen setara dengan DO2. Bila kebutuhan meningkat, DO2 harus menyesuaikan dan meningkat.Pada syok sirkulasi atau hipoksemia karena DO2 berkurang, VO2 dipertahankan dengan peningkatan kompensatorik dari ERO2. Namun, jika DO2 turun terus, dicapai titik kritis dan ERO2 tidak bisa lagi bertambah untuk mengkompensasi penurunan DO2. Konsekuensi patofisiologis dari syok kardiogenik dan hipovolemik lebih berkaitan dengan defisiensi oksigen akut.Pada syok septik, oksigenasi jaringan bisa tidak adekuat sekalipun ada aliran darah normal yang disebabkan peningkatan banyak dari kebutuhan metabolik dan gangguan ekstraksi oksigen. Pada syok septik ada interaksi kompleks antara vasodilatasi patologis, hipovolemia relatif dan absolut, depresi miokard langsung dan perubahan distribusi aliran darah, yang terjadi akibat respon radang terhadap infeksi. Respon inflamasi yang berlebihan selanjutnya berperan terhadap gangguan hemodinamik dan iskemia jaringan yang tersebar, dengan berakhirnya sebagai disfungsi organ ganda.4 Beberapa respon mediator inflamasi yang terjadi selama syok, terutama yang diakibatkan oleh infeksi, disebut sindrom respon inflamasi sistemik (systemic inflammatory response syndrome/ SIRS). Berbagai mediator inflamasi, seperti tumor necrosis factor, platelet-activating factor,dan proinflammatory interleukins merupakan agen-agen yang berkontribusi terhadap timbulnya SIRS. SIRS menimbulkan kehilangan cairan pada kapiler dengan pembentukan edema dan distribusi cardiac output yang tidak merata dalam rangka untuk menjaga aliran oksigen ke jaringan sekitar.1

Bagan 1. Respon Imunoinflamasi Tubuh terhadap Syok

Bagan 2. Lingkaran Syok

2.5. Stadium Syok2.5.1. Stadium Dini atau syok kompensataPada fase awal syok, sejumlah mekanisme kompensasi fisiologi berperan dalam mempertahankan tekanan darah dan perfusi ke jaringan untuk memelihara aliran darah ke organ-organ vital, seperti otak, jantung, dan ginjal.. Mekanisme tersebut meliputi aktivasi sistem saraf simpatis meningkatkan detak jantung (HR) dan tahanan pembuluh sistemik (SVR) melalui pelepasan katekolamin dari kelenjar adrenal. Sistem renin-angiotensin-aldosteron juga dikatifkan sehingga ikut menyebabkan vasokonstriksi dan mempertahankan SVR, serta retensi cairan melalui pemekatan urin.2Pada anak, tonus vaskular dipertahankan walaupun dalam keadaan aliran rendah pada syok septik dan syok kardiogenik. Oleh karena itu, anak bisa sering mempertahankan tekanan darah sebelum mereka berada dalam keadaan syok berat. Vasokonstriksi kompensatorik sering begitu mencolok hingga tekanan darah sistemik bisa berada dalam kisaran normal, sekalipun ada gangguan sirkulasi bermakna. Hipotensi khas merupakan temuan lanjut pada syok anak. Dengan vasokonstriksi, darah menjauhi organ non-vital (kulit dan splanchnic bed) untuk diarahkan ke otak, jantung dan paru. Hasilnya adalah ekstremitas dingin dan bercak-bercak (mottled), capillary refill memanjang, serta takikardia yang diinduksi katekolamin.7Laju pernafasan meningkat untuk mengekskresikan CO2 sebagai kompensasi dari peningkatan produksi CO2 da