Puslitbangtan - .6 Pebruari 2017, Pak Joko, panggilan akrab Dr Joko Susilo Utomo, dilantik menjadi

download Puslitbangtan - .6 Pebruari 2017, Pak Joko, panggilan akrab Dr Joko Susilo Utomo, dilantik menjadi

of 12

  • date post

    26-Aug-2019
  • Category

    Documents

  • view

    217
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Puslitbangtan - .6 Pebruari 2017, Pak Joko, panggilan akrab Dr Joko Susilo Utomo, dilantik menjadi

  • Pengantar Redaksi

    Balitkabi Mendapat Penghargaan Abdibaktitani

    Dr Andriko Noto Susanto, Nakhoda Baru Puslitbangtan

    Pejabat Baru Puslitbangtan

    Sri Suharni Siwi, Syukur dalam Pengabdian

    Pak Hasil Kembali ke Dunia Pnelitian

    Kondisi Rujukan Jurnal Penelitian Terakreditas

    Dr Made Jana Mejaya Ketua Redaksi Jurnal PP yang Baru

    Buku Pengendalian Penyakit Tungro

    2

    4 6

    8

    9

    12

    11

    3

    Puslitbangtan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan

    No. 64 April 2017 ISSN 0852-6230

    Puslitbangtan Berita

    Setelah melalui lelang jabatan di Kementerian

    Pertanian, Dr Andriko Noto Susanto akhirnya

    dilantik sebagai nakhoda baru Puslitbangtan.

    Sebelumnya, enam pejabat struktural di

    bawahnya juga dilantik untuk segera menjalankan

    tugas di posisi masing-masing. Mendapat peng-

    hargaan Abdibaktitani dari Menteri Pertanian,

    Balitkabi dinilai berhasil menjalankan tugas

    pelayanan publik. Ketiga momen tersebut

    menjadi berita utama Berita Puslitbangtan kali ini.

    Tim Redaksi juga mengungkap keberadaan

    Prof Dr Sri Suharni Siwi setelah meninggalkan

    Puslitbangtan sejak purnatugas beberapa tahun

    yang lalu. Mengakhiri tugas sebagai Dirjen

    Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Dr

    Hasil Sembiring kembali ke pangkuan Puslit-

    bangtan sebagai ahli peneliti.

    Berita penting lainnya berkaitan dengan

    kondisi rujukan Jurnal Penelitian Pertanian setelah

    terakreditasi, keredaksian, dan buku pengen-

    dalian penyakit tungro.

    Setelah melalui lelang jabatan di Kementerian

    Pertanian, Dr Andriko Noto Susanto akhirnya

    dilantik sebagai nakhoda baru Puslitbangtan.

    Sebelumnya, enam pejabat struktural di

    bawahnya juga dilantik untuk segera menjalankan

    tugas di posisi masing-masing. Mendapat peng-

    hargaan Abdibaktitani dari Menteri Pertanian,

    Balitkabi dinilai berhasil menjalankan tugas

    pelayanan publik. Ketiga momen tersebut

    menjadi berita utama Berita Puslitbangtan kali ini.

    Tim Redaksi juga mengungkap keberadaan

    Prof Dr Sri Suharni Siwi setelah meninggalkan

    Puslitbangtan sejak purnatugas beberapa tahun

    yang lalu. Mengakhiri tugas sebagai Dirjen

    Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Dr

    Hasil Sembiring kembali ke pangkuan Puslit-

    bangtan sebagai ahli peneliti.

    Berita penting lainnya berkaitan dengan

    kondisi rujukan Jurnal Penelitian Pertanian setelah

    terakreditasi, keredaksian, dan buku pengen-

    dalian penyakit tungro.

    Balitkabi Mendapat Penghargaan Abdibaktitani

    Dr Andriko Noto Susanto, Nakhoda Baru Puslitbangtan

    Pejabat Baru Puslitbangtan

    Sri Suharni Siwi, Syukur dalam Pengabdian

    Pak Hasil Kembali ke Dunia Penelitian

    Kondisi Rujukan Jurnal Penelitian Terakreditas

    Dr Made Jana Mejaya Ketua Redaksi Jurnal PP yang Baru

    Buku Pengendalian Penyakit Tungro

  • 2 Berita Puslitbangtan 64 • April 2017

    Penanggungjawab: Kepala Puslitbang Tanaman Pangan, Dr Andriko Noto Susanto Dewan Redaksi: Ronald T.P. Hutapea, Hermanto, Haryo Radianto, Eko Sri Mulyani, M. Syam Tata Letak: Edi Hikmat Alamat: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Jalan Merdeka 147, Bogor, 16111 Telp. (0251) 8334089, 8311432, Faks. (0251) 8312755; E-mail: puslitbangtan@litbang.pertanian.go.id. www.pangan.litbang.pertanian.go.id

    ISSN 0852-6230

    Selain menghasilkan teknologi, unitkerja penelitian juga dituntutmemberikan pelayanan prima kepada publik, sebagaimana diper- syaratkan oleh undang-undang keterbukaan informasi. Dalam hal ini, masyarakat berhak mendapatkan informasi dari institusi publik, termasuk lembaga penelitian yang memperoleh anggaran operasional dari APBN.

    Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) yang bermarkas di Malang, Jawa Timur, dinilai sebagai institusi penelitian yang memiliki pelayanan yang lebih baik. Penilaian itu didasarkan pada berbagai aspek dalam pelayanan publik, men- cakup kualitas, kecepatan, kemudahan, keterjangkauan, dan keterukuran informasi yang diberikan. Atas prestasi itu, Balitkabi mendapat penghargaan “Abdibaktitani”dari Menteri Pertanian. Penghargaan kinerja pelayanan publik untuk tahun 2016 ini diserahkan kepada Balitkabi pada 2 Maret 2017 di Malang melalui Badan Litbang Pertanian.

    Pelayanan prima Balitkabi kepada berbagai kalangan antara lain tercermin dari penyediaan dan pengiriman benih sumber, informasi hasil penelitian, kontinuitas penyelenggaraan seminar nasional yang dihadiri oleh pihak kom- peten, dan penyambutan pengunjung dari berbagai institusi untuk mendapat- kan informasi penelitian aneka kacang dan umbi. Pengunjung yang mendapat pelayanan prima tidak terbatas pada aparat pemerintahan di bidang

    pertanian, pengusaha agribisnis, dosen, mahasiswa, dan pelajar tetapi juga siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dengan gaya penyambutan dan komunikasi yang sesuai.

    Penghargaan kinerja pelayanan tersebut diharapkan menjadi acuan oleh unit kerja penelitian lainnya di

    Balitkabi Mendapat Penghargaan Abdibaktitani dari Menteri Pertanian Kinerja pelayanan publik di Balitkabi mendapat penghargaan “Abdibaktitani” dari Menteri Pertanian. Capaian kinerja ini perlu ditingkatkan dan diharapkan menjadi acuan oleh unit kerja penelitian lainnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

    lingkup Puslitbangtan dalam mening- katkan kualitas pelayanan publik. Bagi Balitkabi, penghargaan Abdibaktitani adalah capaian yang perlu diper- tahankan dan ditingkatkan dengan memberikan stimulus dan motivasi bagi semua pihak yang terlibat dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat pertanian. (HMT/Edi)

    Kepala Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Kabag Humas, Dr Edi Husen, menyerahkan plakat penghargaan Abdibaktitani dari Menteri Pertanian kepada Kepala Balitkabi yang diwakili Prof Dr Arif Harsono di Malang, Jawa Timur.

  • 3Berita Puslitbangtan 64 • April 2017

    Hari Senin, 17 April 2017, DrAndriko Noto Susanto dilantikmenjadi Kepala Puslitbangtan menggantikan Dr Ali Jamil yang beberapa waktu lalu hijrah ke Jakarta memimpin salah satu direktorat di Ditjen Perkebunan, lalu beralih ke Direktorat Serealia Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian.

    Bagi sebagian warga Puslitbangtan, pelantikan Dr Andriko sebagai Kapus agak mencengangkan karena tidak melalui jalur umum yang ditempuh Kapus-Kapus sebelumnya. Dr Ali Jamil, misalnya, sebelum menakhodai Puslitbangtan terlebih dahulu menjadi Kepala BB Padi setelah memimpin Balai Penelitian Tanah, BPTP Sumatera Utara dan BPTP Riau. Demikian juga beberapa Kapus terdahulu.

    Di era lelang jabatan dewasa ini, pendekatan jalur konvensional tampak- nya tidak lagi menjadi pertimbangan dalam pengangkatan pejabat struktural. Pihak kompeten di Kementerian Per- tanian mempunyai penilaian tersendiri dalam mempromosikan personel yang dipercaya memimpin dan menggerak- kan unit kerja. Kepercayaan yang diberikan kepada Dr Andriko sebagai Kepala Puslitbangtan tentu tidak terlepas dari kiprahnya menggerakkan BPTP Sumatera Utara dalam meng- implementasikan program prioritas Kementerian Pertanian, terutama upaya khusus (Upsus) peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai (Pajale). Secara nasional, program Upsus Pajale dinilai berhasil meningkatkan produksi padi

    sebagaimana tercermin dari tidak adanya impor beras sejak tahun lalu.

    Pria kelahiran Ponorogo 45 tahun yang lalu ini mengawali kariernya sebagai peneliti di BPTP Maluku sejak 1998. Dalam perjalanan kariernya, Pak Andriko mendapat kesempatan tugas belajar pada program S2 dan S3 di Universitas Gadjah Mada dan berhasil dijalaninya dengan baik. Judul Disertasi Pak Andriko yakni “Kajian Terhadap Cara Evaluasi Status Kesuburan Tanah dan Pemanfaatannya sebagai Dasar Pengelolaan Hara Spesifik Lokasi Padi Sawah Irigasi di Kabupaten Buru”.

    Integritas dan kepemimpinan Dr Andriko pertama kali diuji di BPTP Maluku Utara pada tahun 2013. Tiga tahun kemudian dia mendapat kepercayaan memimpin BPTP Sumatera Utara, yang akhirnya dilantik sebagai

    Dr Andriko Noto Susanto, Nakhoda Baru Puslitbangtan Patah tumbuh hilang berganti. Itulah perumpamaan regenerasi pemegang tongkat estafet kepemimpinan di semua lini kehidupan. Pergantian Kepala Puslitbangtan diharapkan membawa perubahan yang lebih baik dalam menghasilkan inovasi yang diperlukan petani padi dan palawija yang sebagian besar masih terlilit kemiskinan.

    Dr Andriko Noto Susanto bersama keluarga.

    Kepala Puslitbangtan setelah melalui proses lelang jabatan. Sebagai peneliti, Dr Andriko telah menghasilkan tidak kurang dari 40 karya tulis ilmiah, yang sebagian diterbitkan pada beberapa jurnal ilmiah dan sebagian lagi dalam bentuk buku.

    Kiprah Pak Andriko di Puslitbangtan tentu ditunggu banyak pihak, yang di- harapkan memberi warna dan se- mangat baru bagi kemajuan penelitian padi dan palawija dalam menghasilkan teknologi yang mampu meningkatkan produksi secara berkelanjutan.

    Menyunting gadis pujaannya, Santi Ambarwati kelahiran Ambon 41 tahun yang lalu, kini Pak Andriko telah dikaruniai seorang putra (Ians Adji Adhitama, 18 tahun) dan dua putri (Dians Nisa Cendraswari, 13 tahun dan Nailans Shira Nariswari, 10 tahun). (HMT/MS)

  • 4 Berita Puslitbangtan 64 • April 2017

    Sebelum pelantikan Dr AndrikoNoto Susanto sebagai Kapus yangbaru pada 17 April 2017 di Jakarta, Puslitbangtan juga diwarnai oleh per- gantian pejabat struktural di bawahnya, terkait dengan telah berakhirny