Bagian Bab Joko

download Bagian Bab Joko

of 114

  • date post

    06-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    9.961
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Bagian Bab Joko

1 BAB I PENDAHULUAN A.Later Belakang Masalah Prosespembelajaranpadahakekatnyauntukmengembangkanaktivitasdan kreativitassiswa,melaluiberbagaiinteraksidanpengalamanbelajar.Namun dalam pelaksanaanya seringkali penulis tidak sadar bahwa masih banyak kegiatan pembelajaranyangdilaksanakanjustrumenghambataktivitasdankreativitas siswa. Apayangdiungkapkandiatasdapatdilihatdalamprosespembelajarandi kelasyangpadaumumnyalebihmenekankanpadaaspekkognitif,kemampuan mentalyangdipelajarisebagianbesarberpusatpadapemahamanbahan pengetahuandaningatan.Dalamsituasiyangdemikian,biasanyasiswadituntut untukmenerimaapa-apayangdianggappentingolehgurudanmenghafalnya. Dengankondisidemikian,makaaktivitasdankreativitassiswaterhambatdan tidak dapat berkembang secara optimal. Banyak resep untuk menciptakan suasana belajaryangkondusif,siswadapatmeningkatkanaktivitasdankreativitas belajarnya secara optimal, dengan kemampuannya masing-masing. Pada hakekatnya tujuan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah adalahuntukmengembangkanketerampilanberbahasa,baiklisanmaupun 2 tertulis,sertamenumbuhkanapresiasisastra.Pelaksanaanpembelajaranbahasa dansastradinyatakanbermaknaapabila,tujuantersebuttercapai,yakni berkembangnyaketerampilanmendengarkan,berbicara,membaca,danmenulis, sertatumbuhnyaapresiasisastrasecarabaikdikalangansiswa.Olehkarenaitu, untukmencapaikebermaknaanyapembelajaranbahasadansastrasudah seharusnyalebihdiarahkanpadapembinaanketerampilanberkomunikasidalam berbagai situasi serta pembinaan sikap kritis dan menghargai karya- karya sastra. DikemukakandalamKurikulumBerbasisKompetensi,bahwafungsiutama sastraadalahsebagaipenghalusbudi,peningkatanrasakemanusiaandan kepeduliansosial,penumbuhanapresiasibudayadanpenyalurangagasan, imajinasidanekspresisecarakreatifdankontruktif.Adapunpengajaransastra ditujukan untukmeningkatkan kemampuan siswadalammenikmati,menghayati, danmemahamikaryasastra.Pengetahuantentangsastrahanyalahsebagai penunjang dalam mengapresiasi karya sastra (Depdiknas, 2003:4). Tentu dapat dimaklumi mengapa apresiasi sastra menjadi tujuan utama yang harusdicapaidalampengajaransastra.Tercapainyatujuantersebutdiharapkan berpengaruh besar pada kehidupan siswa. Siswa dapat memetik hikmah dari karya sastratersebutyangberupanilai-nilaikemanusiaanataunilaimoralnya,yang pada gilirannya dapat mempertinggi derajat budi pekerti. Pengajaran puisi merupakan suatu alat untuk mengembangkan apresiasi sem pada anak didik. Pengajaran puisisecaraintensifmerapakansalahsatu alatyang 3 pentmg untuk memupuk dan memperkembangkan apresiasi seni pada anak didik. Pembelajaranpuisihanyasebagiandaripembelajaransastra.Salahsatu tujuanpengajaransastraialahmenanamkanapresiasisenipadaanakdidik.Oleh karenaitu sudahmenjadi tugas pendidikan dan pengajaranmengembangkan seni pada setiap anak, mendorong anak-anak berbakat estetis. Berdasarkanpernyataanatasdapatdisimpulkanbahwasenidanpuisiitu berkaitanerat.Ketikasiswamengapresiasipuisi,unsurseniterangkumdi dalamnya. Puisi mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsangimajinasipancainderadalamsusunanyangberirama.Semuaitu merupakansesuatuyangpentingyangdirekamdandiekspresikan,dinyatakan denganmenarikdanmemberikesan.Puisiitumerupakanrekamandan interpretasiataupemberiankesanpengalamanmanusiayangpenting,diubah dalam wujud yang paling berkesan (Pradopo, 2009:7). Puisi sebagai karya seni itu puitis.Katapuitissudahmengandungkeindahanyangkhususuntukpuisi. Sesuatuitudisebutpuitisbilahalitumembangkitkanperasaan,menarik perhatian,secaraumumbilahalitumenimbulkankeharuandisebutpuitis.Hal yangmenimbulkankeharuanitubermacam-macam,makakepuitisanpun bermacam-macam. Kepuitisan itu dapat dicapai denganbermacam-macamcara,misalnya dengan bentuk visual: tipografi,bait,denganbunyi,persajakan,asonansi, aliterasi,kiasanbunyi,lambangrasa,orkestrasi,denganpemilihankata,bahasa 4 kiasan, sarana retorika, unsur-unsur ketatabahaan, gaya bahasa, dan sebagainya. Pengajaranpuisimerupakansalahsatualatuntukmengembangkan apresisasi seni pada anak didik. Senidanpuisiberkaitanerat.Ketikagurumengajarkanpuisi,unsur seniterangkumdidalamnya.Berbagaiupayauntukmewujudkantujuan pengajaranapresiasisastra terusmenerusdijalankan.Akantetapiberdasarkan pengalaman dan pengamatan serta penelitian ternyata kemampuan siswa dalam mengapresiasipuisibelumsesuaidenganharapan.Indikatordarirendahnya kemampuan siswa dalam mengapresiasi sastra tersebut tampak pada rendahnya minatsiswadalammembacapuisi.Kondisitersebutsejalandenganpendapat Pradopo(2009:278),yangmengatakanbahwamemahamimaknapuisiatau sajaktidaklahmudahlebih-lebihpadawaktusekarang,puisilebihkompleks dan "aneh". Di samping itu puisi itu mempergunakan banyak sarana kepuitisan secara bersama-sama untuk mendapatkan jaringan efek sebanyak-banyaknya. Daripendapatahlidiatasdapatdisimpulkanbahwamengajarkanpuisi perlubimbinganyanglebihguru.Mengajarkanpuisilebihsulitdaripada mengajarkanprosa.Puisimerupakansebuahstrukturyangkomplek.Oleh karenaitu,untukmemahaminyaperludianalisissehinggadapatdiketahui bagian-bagiansertajalinannyasecaranyata.Menikmatipuisimemerlukan ketekunan,keterbukaanhati,konsentrasi,danpemahamanunsurpembentuk puisi. Hal ini disebabkan di dalam puisi perlambang, kata-kata kias, imajinasi, 5 gaya bahasa, danstruktur pilihan kata yang khas. Selainpendapatdiatas,hasilpenelitiantentangpengajaranapresiasi puisi yaitu yang dikemukakan oleh Sakdiyah (2002:1) bahwa:Pengajaranapresiasipuisidisekolahbanyakdikeluhkanolehguru. Dalamhalinibanyakfaktorpenyebabnya.Misalnyadariguruitu sendiri, dari siswa, dan dari bahan puisi yang diajarkan. Penyebab dari guruitusendirijugasangatbermacam-macam.Latarbelakang pendidikanguru,kemampuanguru,kegemaranguruterhadapsatra. Faktor siswa juga berperan dalam hal apresiasi puisi. Namun biasanya kegemaran siswa dalam mengapresiasi puisi akan terbentuk jika situasi dan kondisibelajar puisiyang diikutinyamendukung. Darisegi puisi, kiatgurudalammeyeleksimateripuisisangatdiperlukan.Puisiyang menarikminatdanperhatiansiswadapatmengkondisisiswauntuk menyukai apresiasi puisi. DemikianjugapenelitianyangdilakukakanolehSaefi(2010),pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Cilacap menyatakan bahwa: Pembelajaranapresiasipuisibagisiswamerupakanmateriyangsulit. Halinidapatdiketahuidariisianangketyangdiberikankepada24 siswa,sebanyak15(62,5%)menyatakansulit,9(37,5%)menyatakan sedang, dan tidak satupun anak yang menyatakan mudah. Kesulitan siswa yang berdampak pada rendahnya kemampuan apresiasi puisidisebabkanolehbeberapafaktor.Salahsatunyaadalahfaktorguru. Berdasarkanhasilangkettanggapan30siswaSMPNegeri8KotaTangerang SelatanterhadapprosespembelajaranBahasaIndonesiayangselamaini dilakukanguru,diperolehinformasifaktor-faktorpenyebabrendahnya kemampuan apresiasi siswa antara lain : 6 1.Sebanyak15(50%)menyatakanstrategipembelajaranataumetode yangdigunakangurutidakmenarik,8(26,67%)kurangmenarik,4 (13,33) menarik, dan 3 (10%) 2.Sebanyak 5 (16, 67) menyatakan tidak pernah menggunakan media, 17 (56,66) menyatakan jarang menggunakan media, 5 (16,67) menyatakan seringmenggunakanmedia,dan3(10%)menyatakanselalu menggunakan media. 3.Sebanyak14(46,67%)menyatakanbahwapenilaianyangdilakukan oleh guru banyak teori, 6 (20%) menyatakan banyak tugas, 5 (16,67%) banyak praktek, dan 5 (16,67%) 11 menyatakan teori dan praktek. 4.Sebanyak 6 (20%) menyatakan pembelajaran di luar kelas tidak pernah dilakukan,14(46,67)menyatakanjarangdilakukan,6(20%)sering dilakukan, dan 4 (13,33) 11 menyatakan pernah dilakukan. Darihasilangkettersebut,didugabahwaterdapatempatpermasalahan yangmenyebabkankemampuanapresiasipuisisiswarendah.Faktor-faktor tersebut adalah strategi ataumetode pembelajaranyang digunakan guru tidak menarik, guru jarang menggunakan media, penilaian banyak berupa teori, dan pembelajaran diluar kelasjarang dilakukan sehingga para siswa bosan selalu berada di dalam ruangan. 7 Dariuraiantersebutdapatdisimpulkanbahwafaktorgurusangat berpengaruhterhadaphasillajarsiswa.Kualitaspembelajaranpuisisangat ditentukanolehkreativitasguru,disampingkompetensi-kompetensi keprofesionalannya. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas pembelajaran harusdimulaidaripembenahankemampuanguru.Salahsatukemampuan yangharusdimilikiolehguruadalahbagaimanamerancangsuatustrategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan kompetensi yang akan dicapai. Akhir-akhirinimodelpembelajaranbelajarbersamamenjadiperhatian dandianjurkanparaahlipendidikanuntukdigunakan.Sanjaya(2008:242), mengemukakan dua alasan pertama, beberapa hasil penelitian membuktiktikan bahwa penggunaan pembelajaran belajar bersama dapat meningkatkan prestasi belajarsiswasekaligusdapatmegkatkanhubungansosial,menumbuhkan sikapmenerimakekurangandirioranglain,sertadapatmeningkatkanharga. diri.Kedua,pembelajaranbelajarbersamadapatmerealisasikankebutuhan siswadalambelajarberfikir,memecahkanmasalah,danmengintegrasikan pengetahuandenganketerampilan.Dariduaalasantersebut,maka pembelajaranmodelbelajarbersamamerupakanbentukpembelajaranyang dapat memperbaiki sistem pembelajaran yang selama ini memiliki kelemahan Arbani,Chambers,danSlavin1996(Sanjaya,2008:244),juga berpendapatbahwabelajarmelaluibelajarbersamadapatdijelaskandari beberapa perspektif, yaitu perspektif motivasi, sosial, perkembangan kognitif, 8 danelaborasikognitif.Perspektifmotivasiartinyabahwapenghargaanyang dibenkankepadakelompokmemungkinkansetiapkelompokakansaling membantu.Dengandemikian,keberhasilansetiapindividupadadasarnya adalahkeberhasilankelompok.Hasilsemacamimakanmendorongsetiap anggotauntukmemperjuangkankeberhasilankelompoknya.Perspektifsosial artinyabahwamelaluibelajarbersamasetiapsiswaakansalingmembantu dalambelajarkarenamerekamenginginkansemuaanggotakelompok memperolehkeberhasilan.Perspektifperkembangankognitifartinyabahwa denganadanyainteraksiantaraanggotakelompokdapatmengembangkan prestasi siswa untuk berfikir mengolah berbagai informasi. Elaborasi kognitif, artinyabahwabahwasetiapsiswaakanberusahauntukmemahamidan menimba infomiasi untuk menambah ilmu pengetahuan kognitifnya. Garis besar karakteris