PBL Blok 10 Efen

download PBL Blok 10 Efen

of 17

  • date post

    06-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    229
  • download

    7

Embed Size (px)

description

mekanisme kerja ginjal

Transcript of PBL Blok 10 Efen

Struktur dan Mekanisme Kerja Ginjal

Struktur dan Fungsi serta Mekanisme Kerja Ginjal

Dominikus Veri EfendiNIM : 102014156/A4Email: vifin.saragih@civitas.ukrida.ac.idFakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Alamat Korespondensi : Jalan Arjuna Utara 6, Jakarta Barat

Pendahuluan

Manusia hidup tidak hanya dari makanan yang dimakan dan udara yang dihirup saja, dan juga hanya bergantung terhadap satu organ saja, tetapi seluruh organ tubuh saling membutuhkan satu sama lain untuk menunjang kehidupan dan salah satunya adalah ginjal. Ginjal sangat berguna bagi tubuh manusia karena ginjal memiliki fungsi mempertahankan keseimbangan cairan tubuh, mereabsorbsi, dan sekresi zat-zat yg di perlukan oleh tubuh. Ginjal sangatlah penting dalam hal kesehatan tubuh, karena memberikan hal-hal yang berguna dan membuang yang tidak berguna.

Pembahasan

Struktur Makroskopik Ginjal

Ginjal merupakan organ pada tubuh manusia yang menjalankan banyak fungsi untuk homeostasis, yang terutama adalah sebagai organ ekskresi dan pengatur kesetimbangan cairan dan asam basa dalam tubuh. Terdapat sepasang ginjal pada manusia, masing-masing di sisi kiri dan kanan (lateral) tulang vertebra dan terletak retroperitoneal (di belakang peritoneum).

Ginjal merupakan organ yang berbentuk seperti kacang merah, terdapat sepasang (masing-masing satu di sebelah kanan dan kiri vertebra) dan posisinya retroperitoneal. Ginjal kanan terletak sedikit lebih rendah dibanding ginjal kiri, hal ini disebabkan adanya hati yang mendesak ginjal sebelah kanan. Ginjal kiri adalah iga 11 (vertebra L2-3), sedangkan ginjal kanan iga 12 (vertebra L3-4). Adapun kutub bawah ginjal kiri adalah kira-kira 5 cm dari krista iliaca, sedangkan kutub bawah ginjal kanan adalah 3 cm dari krista iliaca. Jarak antara kutub atas ginjal kiri ke kutub atas ginjal kanan adalah 7 cm, dan jarak antara kutub bawah ginjal kanan ke kutub bawah ginjal kiri adalah 11 cm. Dari batas-batas tersebut dapat terlihat bahwa ginjal kanan posisinya lebih rendah dibandingkan ginjal kiri.1

Gambar 1. Letak Ginjal (sumber: www.google.com)

Topologi ginjal facies anterior

- ginjal kiri : - Dinding dorsal gaster - Ginjal kanan : - diaphragma

- Cauda pancreas - hepar

- Lien - duodenum pars descsendens

- colon pars descendens- colon pars ascendens

- diaphragma

- jejenum

Topologi ginjal facies posterior

- diaphragma

- m. Psoas major

- m. Quadratus lumborum

- m. transversus abdominis(aponeurosis)

- n.subcostalis, iliohypogastricus

Secara umum, ginjal terdiri dari beberapa bagian:

Korteks, yaitu bagian ginjal di mana di dalamnya terdapat/terdiri dari korpus renalis/Malpighi (glomerulus dan kapsul Bowman), tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distalis.

Medula, yang terdiri dari 9-14 pyiramid. Di dalamnya terdiri dari tubulus rektus, lengkung Henle dan tubukus pengumpul (ductus colligent).

Columna renalis, yaitu bagian korteks di antara pyramid ginjal

Processus renalis, yaitu bagian pyramid/medula yang menonjol ke arah korteks

Hilus renalis, yaitu suatu bagian/area di mana pembuluh darah, serabut saraf atau duktus memasuki/meninggalkan ginjal.

Papilla renalis, yaitu bagian yang menghubungkan antara duktus pengumpul dan calix minor.

Calix minor, yaitu percabangan dari calix major.

Calix major, yaitu percabangan dari pelvis renalis.

Pelvis renalis, disebut juga piala ginjal, yaitu bagian yang menghubungkan antara calix major dan ureter.

Ureter, yaitu saluran yang membawa urine menuju vesica urinaria.

Ada pula pembungkus ginjal, urutan dari luar hingga dalam (rongga tubuh hingga bagian korteks):

Fascia renalis ( Kapsula adiposa ( Capsula fibrosa/renalis

1. Capsula fibrosa; meliputi dan melekat dengan erat pada permukaan luar ren

2. Capsula adipose; membungkus ren dan glandula suprarenalis.

3. Fascia renalis; merupakan kondensasi jaringan ikat yang terletak di luar capsula adiposa serta meliputi ren dan glandula suprarenalis. Di lateral fascia ini melanjutkan diri sebagai fascia transversalis.

Unit fungsional ginjal disebut nefron. Nefron terdiri dari korpus renalis/Malpighi (yaitu glomerulus dan kapsul Bowman), tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, tubulus kontortus distal yang bermuara pada tubulus pengumpul. Di sekeliling tubulus ginjal tersebut terdapat pembuluh kapiler, yaitu arteriol (yang membawa darah dari dan menuju glomerulus) serta kapiler peritubulus (yang memperdarahi jaringan ginjal) Berdasarkan letakya nefron dapat dibagi menjadi: (1) nefron kortikal, yaitu nefron di mana korpus renalisnya terletak di korteks yang relatif jauh dari medula serta hanya sedikit saja bagian lengkung Henle yang terbenam pada medula, dan (2) nefron juxta medula, yaitu nefron di mana korpus renalisnya terletak di tepi medula, memiliki lengkung Henle yang terbenam jauh ke dalam medula dan pembuluh-pembuluh darah panjang dan lurus yang disebut sebagai vasa rekta.

Ginjal diperdarahi oleh a/v renalis. A. renalis merupakan percabangan dari aorta abdominal (L1-2), sedangkan v.renalis akan bermuara pada vena cava inferior. Setelah memasuki ginjal melalui hilus, a.renalis akan bercabang menjadi arteri interlobaris yang akan memperdarahi segmen-segmen tertentu pada ginjal, yaitu segmen superior, anterior-superior, anterior-inferior, inferior serta posterior. Dari a.interlobaris akan menjadi lengkungan dan berjalan di antara medula dan korteks di sebut a.arkuata, lalu mempercabangkan menjadi a.interlobularis yg memperdarahi daerah korteks ginjal.1

Ginjal memiliki persarafan simpatis dan parasimpatis. Untuk persarafan simpatis ginjal melalui segmen T10-L1 atau L2, melalui n.splanchnicus major, n.splanchnicus imus dan n.lumbalis. Saraf ini berperan untuk vasomotorik dan aferen viseral. Sedangkan persarafan simpatis melalui n.vagus..

Gambar 2. Struktur Makroskopik Ginjal (sumber:www.google.com)Struktur Mikroskopik Ginjal

Ginjal dibagi atas dua daerah yaitu daerah luar atau korteks dan daerah dalam atau medulla. Korteks ginjal ditutupi oleh simpai jaringan ikat dan jaringan perineal, serta jaringan lemak. Sedangkan medula dibentuk oleh sejumlah pyramid renal. Dasar setiap pyramid menghadap korteks dan apexnya kedalam. Apeks pyramid renal membentuk papilla yang terjulur kedalam kaliks minor. Medula juga terdiri dari ansa henle dan duktus koligens yang akan bergabung di medulla membentuk duktus papilaris yang besar.

Papila biasanya ditutupi epitel selapis silindris yang berlanjut ke ruang calyx menjadi epitel transisional. Dibawah epitel, terdapat selapis tipis jaringan ikat dan otot polos yang kemudian menyatu menjadi hilus renalis.

Didalam hilus renalis dan diantara pyramid, terdapat cabang-cabang arteri dan vena renalis, yaitu pembuluh interlobaris. Pembuluh ini memasuki ginjal kemudian melengkung menyusuri dasar pyramid diantara korteks dan medulla disebut arteri arkuata. Pembuluh arkuata mencabangkan arteri dan vena interlobularis yang lebih kecil, dan arteri arkuata berjalan secara radial menuju korteks ginjal dan mempercabangkan banyak arteri aferen glomerulus.

Lapisan visceral kapsula glomerulus terdiri dari sel epitel yang dimodifiksai disebut podosit. Di kutub vascular epitel visceral akan membalik membentuk lapisan parietal kapsula glomerulus. Ruang diantara lapisan visceral dan parietal menjadi lumen tubulus kontortus proksimal di polus urinarius.2

Tubulus kontortus proksimal, banyak di korteks dengan lumen kecil, tidak rata, dan dibentuk oleh selapis sel kuboid besar dengan sitoplasma eosinofilik dan bergranul, dan juga terdapat brush border. Banyak zat yang direabsorbsi aktif dalam tubulus proksimal ini, seperti natrium, kalium, kalsium, fosfat,glukosa, asam amino, dan air.

Ansa henle, berasal dari tubulus proksimal lurus yang berubah jadi ansa henle segmen desendens tipis dengan sel epitel gepeng dan sedikit mikrovili. Kemudian struktur berlanjut menjadi segmen asendens tipis lalu jadi tebal, yang selnya sebagian besar kuboid.6

Aparatus Juxtaglomerular, merupakan strurkur yang terdiri dari tiga sel utama: macula densa yang merupakan sekelompok sel tubulus, sel mesangial ekstraglomerulus, dan sel granular.

Tubulus kontortus distal, memiliki lumen lebih besar dari TKP yang dilapisi sel-sel kuboid lebih kecil, kemudian sitoplasmanya bersifat basofil dan tidak ada brush border. Tubulus kontortus distal akan berlanjut jadi tubulus koligens dengan sel kuboid yang memiliki batas-batas yang jelas.2,3

Gambar 3. Korteks Ginjal2

Gambar 4. Medula Ginjal3

Fungsi Ginjal

Ginjal adalah organ yang memiliki kemampuan yang luar biasa, walaupun kecil organ ini menyaring zat-zat yang telah tidak terpakai (zat buangan atau sampah/limbah) yang merupakan sisa metabolisme tubuh. Setiap harinya fungsi ginjal akan memproses sekitar 200 liter darah untuk menyaring atau menghasilkan sekitar 2 liter limbah dan ekstra cairan yang berlebih dalam bentuk urin, yang mengalir ke kandung kemih melalui saluran yang dikenal sebagai ureter. Urin akan disimpan di dalam kandung kemih ini sebelum dikeluarkan pada saat berkemih (buang air kecil).

Fungsi utama ginjal dapat dibagi menjadi fungsi homeostasis dan hormonal.

1. Fungsi Homeostasis

Mempertahankan osmolalitas plasma sekitar 285 mOsmol dengan mengubah ekskresi air.

Mempertahankan pH plasma sekitar 7,4 dengan mengeluarkan kelebihan H+ dan membentuk kembali HCO3 .Akibatnya, urine yang dihasilkan dapat bersifat asam pada pH 5 atau alkalis pada pH 8.

Mempertahankan kadar masing-masing elektrolit plasma da