PBL Blok 10-Traktus Urogenitalis

download PBL Blok 10-Traktus Urogenitalis

of 20

  • date post

    07-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    45
  • download

    22

Embed Size (px)

description

pbl

Transcript of PBL Blok 10-Traktus Urogenitalis

Mekanisme Kerja Ginjal Dikaitkan dengan Keseimbangan Cairan TubuhKrisna Lalwani102011301/B2 24 September 2012Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJl. Terusan Arjuna No.6 Jakarta Barat 11510 Telp. 021-56942061 Fax. 021-5631731Tutor: dr.Susanty

Abstrak

Setiap senyawa yang masuk kedalam tubuh akan dikeluarkan kembali. Jumlah yang masuk sama dengan jumlah yang dikeluarkan. Ginjal adalah salah satu organ yang memiliki peranan penting dalam kelangsungan hidup karena di didalam ginjal terdapat nephron yang menjalankan proses filtrasi, reabsorbsi, sekresi dan eksresi serta mempertahankan keseimbangan cairan tubuh. Air (H2O) membentuk sekitar 60% dari berat tubuh total manusia yang bervariasi pada setiap orang. 2/3 dari H2O tubuh terdapat di cairan intarsel (CIS) dan 1/3-nya terdapat di cairan ekstrasel (CES) dengan komposisi yang berbeda. Keseimbangan cairan dipertahankan dengan mengatur volume dan osmolaritas CES karena CES menghubungkan antara CIS dengan lingkungan luar.Kata kunci : ginjal, nephron, volume CES, osmolaritas

Alamat korespondensi:Krisna Lalwani, 102011301, Fakultas Kedokteran Universitas Krida Wacana, Jalan Arjuna Barat No. 6, Jakarta Barat 11510, e-mail: Kr15n4_cloud@yahoo.com

Pendahuluan

Tubuh manusia sebagian besarnya terdiri dari air. Oleh sebab itu maka kadar air tubuh sangat memiliki arti untuk kelangsungan hidup. Selain itu, tubuh memiliki suatu mekanisme yang sangat menakjubkan untuk mempertahankan kelangsungan hidup dalam kehidupan sehari-hari. Jika mekanisme ini mengalami gangguan, maka manusia bisa sakit. Salah satu contoh mekanisme yang sudah cukup terkenal merupakan sistem bufer darah untuk mempertahankan derajat keasaman (pH) tubuh dan mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh. Jika sistem buffer darah ini terganggu makan darah akan menjadi lebih asam atau lebih basa yang tentunya sangat berbahaya bagi tubuh dan jika tubuh kekurangan air pun, akan sangat berbahaya bagi jiwa mausia tersebut. Oleh sebab itu, untuk mempertahankannya, tubuh manusia memiliki suatu organ untuk mengatur semua gangguan tersebut. Organ tersebut adalah ginjal. Tapi pada dasarnya, organ tersebut pun ada batasnya dalam mengatur ketidak seimbangan tersebut. salah satu contoh cara ginjal mengatur ketidakseimbangan tersebut adalah jika darah asam, maka ginjal berusaha meningkatkan reabsorbsi NaHCO3 dan membuang kelebihan H+ dan sebaliknya jika darah menjadi basa. Dan jika tubuh manusia kekurangan cairan maupun kelebihan cairan, ginjal bisa mengatur osmolaritas cairan tubuh tetapi dalam batas tertentu.Sistem urinaria merupakan salah satu sistem dalam tubuh manusia yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan homeostasis tubuh. Sistem ini merupakan salah satu sistem bekerja utamanya ialah sebagai tempat pembuangan zat-zat sisa metabolisme tubuh, yangtidak terpakai. Jika tidak segera dibuang akan menjadi racun bagi tubuh manusia itu sendiri dan akan mengganggu homeostasis tubuh. Sistem ini melibatkan beberapa organ-organ tubuh dan juga memiliki mekanisme tersendiri. Terkait dengan hal tersebut, makalah ini akan membahas dan memberikan pengertian tentang struktur organ ginjal baik secara makro maupun mikro dan mekanisme kerjanya serta perannya dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Pembahasan

Struktur GinjalMakro Kedudukan ginjal terletak dibagian belakang dari kavum abdominalis di belakangperitonium pada kedua sisi vertebra lumbalis III, dan melekat langsung pada dinding abdomen. Ginjal adalah organ berbentuk seperti kacang, berwarna merah tua, panjangnya sekitar 12,5 cm dan tebalnya sekitar 2,5 cm.Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap ke dalam. Di tiap ginjal terdapat yang disebut hilus yang menghubungkan arteri renal,vena renal, dan ureter. Terdapat 2 buah ginjal dalam satu tubuh manusia. Ginjal terletak di area yang cukup tinggi, yaitu pada dinding abdomen posterior yang berdekatan dengan 2 pasang iga terakhir. Ginjal kiri terletak pada costae 11/ lumbal 2-3, dan ginjal kanan terletak di costae 12/ lumbal 3-4. Organ ini terletak secara retroperitoneal dan di antara otototot punggung dan dan peritoneum rongga abdomen atas.

Gambar 1. Struktur makro ginjalBatas-batas anterior ginjal yaitu pada ginjal kiri, bagian atas dibatasi oleh lien,lambung dan suprarenal. Bagian tengah oleh pankreas dan bagian bawah oleh kolon dan ileum. Sedangkan ginjal kanan bagian atas dibatasi oleh hepar, dan suprarenal. Bagian medial oleh duodenum dan inferior oleh usus halus. Sedangkan bagian posterior baik kanan maupun kiri, cranial dibatasi oleh difragma. Bagian inferior dibagi 3 yaitu dari medial ke lateral berurutan yaitu m.psoas major, m.quadraus lumborum,m.tranversus abdominis.1Ginjal kiri letaknya lebih tinggi dari pada ginjal kanan dikarenakan adanya hepar pada sisi kanan tubuh. Pembungkus ginjal ini terdiri dari tiga bagian, yaitu:1. Capsula fibrosa. Bagian ini mudah dikupas dan merupakan pembungkus yg membungkus langsung ginjal,tetapi tidak ikut membungkus glandula supra renalis.2. Capsula adiposa. Pembungkus ginjal setelah kapsula fibrosa, mengandung banyak lemak danikut membungkus glandula supra renalis.3. Fascia renalis. Letaknya paling luar, lapisan depan disebut fascia prerenalis, dan lapisan belakang disebut fascia retro renalis. Kedua lembar fascia renalis ini ke kaudal tetap berpisah, namun dicranial menjadi satu. Bagian dalam ginjal yang terlihat jika ginjal kita belah antara lain ialah korteks ginjal, medulla ginjal. Pada medula renalis dapat di jumpai papila renalis yang berbentuk segitiga yang disebut dengan pyramid renalis (malphigi). Saluran yang menembus papila disebut ductuli papillaris, yang tempat tembusnya di sebut are cribriformis. Papila renalis ini akan menonjol ke dalam calix minor. Diantara pyramid-pyramid terdapat columna renalis (Bertini). Beberapa calix minor (2-4) akan membentuk calix major, selanjutnya calix major akan bergabung menjadi pyelum (pelvis renis) yang kemudian menjadi ureter. Ruangan tempat calix ini di sebut sinus renalis.

Gambar 2. Perdarahan ginjalArteri renalis berasal dari aorta abdominalis setinggi vertebrae lumbalis 1-2. Masing-masing arteri renalis yang masuk ke dalam hilum renale bercabang menjadi arteri segmentalis. Arteri ini mendarahi segmen-segmen atau area renalis yang berbeda. Arteri interlobaris berasal dari arteriae segmentalis, masing-masing satu buah untuk satu pyramid renalis. Sebelum masuk substansi renalis, setiap arteria interlobaris mempercabangkan dua atau tiga arteri interlobularis. Arteri interlobaris berjalan menuju cortex diantara pyramid renales. Pada perbatasan cortex dan medulla renalis, areteri interlobaris bercabang menjadi arteri arcuata yang melengkung diatas basis pyramides renales. Arteri arcuata mempercabangkan sejumlah arteri interlobularis yang berjalan ke atas didalam cortex . Arteri afferent glomerolus merupakan cabang arteri interlobularis. Sistem vena pada ginjal ini pun sama seperti pada system arterinya, hanya arahnya yang berbalik. Arteria renalis persarafannya berasal dari serabut plexus renalis bersamaan denganpembuluh darah yang masuk ke ginjal. Serabut-serabut afferent yang berjalan melalui plexus renalis masuk ke medulla spinalis melalui nervi thoracica 10,11,12.MikroSusunan fungsional ginjal disebut nefron. Ginjal tersusun atas banyak nefron, yang berfungsi untuk filtrasi dan pembentukan urin. Nefron dapat dibagi menjadi beberapa bagian antara lain;a. Berdasarkan letak korpuskel dalam korteks1. Kapsular atau superfisial2. Korteks tengah atau Yukstamedularb. Berdasarkan panjangnya ansa henle1. Nefron pendek (korteks) meluas sampai ke zona luar medula2. Nefron panjang (Yukstamedular) meluas sampai zona dlm medula, bahkan dekat puncak papila.Nefron pendek lebih banyak daripada nefron panjang. Berikut ini merupakan pembahasan secara mikroskopis sel-sel yang ada dalam nefron.Glomerolus, terdiri atas:1. Kutub vaskular : masuknya arteriol afferen dan keluarnya arteriol efferen2. Kutub urinarius : mulainya tubulus kontortus proksimal3. Lamina basal tebal bekerja sebagai barir filtrasi4. Sel-sel mesangial melekat ke kapiler Kapsula glomerulus, terdiri atas:1. 2 lapis epitel membran2. Lapisan parietal luar membentuk dinding korpuskel luar3. Lapisan parietal dalam melapisi kapiler4. Lapisan viseral terdiri dr podosit5. Perluasan kaki-pedikel yg membentuk celah filtrasi/filtration Di atas badan malpighi ada aparatus/ kompleks juxtaglomerulus, terdiri dari:1. Sel-sel juxtaglomerulus menghasilkan renin2. Sel-sel mesangial ekstraglomerular/ sel polkisen/sel lacis mungkin menghasilkan eritropoetin3. Makula densa sebagai sensor osmolaritas cairan di dalam tubulus distal

Gambar 3. Glomerulus, tubbulus renalis dan juxtaglomerularis pada kortex.Tubulus kontortus proximal terdiri atas epitel kuboid rendah, inti bulat, bersifat asidofil, inti sel dengan jarak berjauhan, lumen tidak jelas karena terdapat brush border. Tubulus kontortus distalis terdiri atas epitel selapis kuboid rendah, bersifat basofil, inti sel dengan jarak berdekatan, lumen jelas, tidak terdapat brush border, Lumen lebih lebar daripada T.K.P, dan Makula densa menempel di T.K.D dekat glomerulus.

Gambar 4.Struktur mikro ginjal Kapsula bowman Glomerolus

Makula Densa

Gambar 5. Korpus renalisDuktus koligens atau duktus kolektivus terletak di berkas medula dan medula. Diameternya sekitar 40 mikrometer dengan epitel bervariasi dari kubus hingga torak. Secara mikroskopis sitoplasmanya terlihat pucat dan batas antar sel jelas. Duktus koligens bersatu untuk membentuk duktus yang besar dan bermuara ke apex papila disebut duktus papilaris (Bellini). Duktus papilaris memiliki epitel tinggi atau torak.2Duktus Papilaris terdiri atas Duktus koligens berjalan dalam berkas medula menuju ke medula. Di bagian medula yg ke tengah beberapa duktus koligens