Mual Dan Muntah Pada Kehamilan

Click here to load reader

  • date post

    30-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    246
  • download

    1

Embed Size (px)

description

hiperemesis gravidarum

Transcript of Mual Dan Muntah Pada Kehamilan

CHRONIC KIDNEY DISEASE Pembimbing : dr. Eric Rohmando P. Sp.PD

Mual dan Muntah pada Kehamilanpembimbing :dr. Hari P Sp.OGdr. Anurudha BS Sp.OGOleh :Natasha A. H. / 406148023

Kehamilan adalahmasa dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin, yang lamanya adalah 40 minggu atau 9 bulan 7 hari dihitung dari hari pertama haid terakhir.

kadar human chorionic gonadotropin (hCG) menginduksi ovarium memproduksi estrogenmerangsang mual dan muntahPerempuan dengan kehamilan ganda atau mola hidatidosa yang diketahui memiliki kadar hCG lebih tinggi daripada perempuan hamil lain mengalami keluhan mual dan muntah yang lebih berat. Progesteron mual dan muntah dengan cara menghambat motilitas lambung dan irama kontraksi otot-otot polos5

- Dehidrasi syok, menghambat tumbuh kembang janin.Oleh karena itu, pada PF harus dicari apakah terdapat abnormalitas tanda-tanda vital( frekuensi nadi (>100 kali per menit), TD, kondisi subfebris, dan kesadaran). Selanjutnya dalam pemeriksaan fisis lengkap (tanda-tanda dehidrasi, kulit tampak pucat dan sianosis, serta penurunan berat badan). gangguan keseimbangan elektrolit penurunan kadar natrium, klor dan kaliumalkalosis metabolik hipokloremik disertai hiponatremia dan Diagnosis dan hipokalemia. membuat pasien tidak dapat makan atau minum sama sekali, sehingga cadangan karbohidrat dalam tubuh ibu akan habis terpakai untuk pemenuhan kebutuhan energi jaringan. Akibatnya, lemak akan dioksidasi. Namun, lemak tidak dapat dioksidasi dengan sempurna dan terjadi penumpukan asam aseton-asetik, asam hidroksibutirik, dan aseton, sehingga menyebabkan ketosis. Salah satu gejalanya adalah bau aseton (buah-buahan) pada napasPada pemeriksaan laboratorium pasien dengan hiperemesis gravidarum dapat diperoleh peningkatan relatif hemoglobin dan hematokrit, hiponatremia dan hipokalemia, badan keton dalam darah dan proteinuria.9 Robek7Tanda-tanda hiperemesis gravidarumKetonuriaDehidrasiHipokalemiaPenurunan berat badan lebih dari 3 kg atau 5% berat badanDerajat hiperemis gravidarum

Pemberian cairan infus dekstrose tidak dianjurkan karena selain dapat mencetuskan ensefalopati Wernicke, pada hiperemesis umumnya terjadi gangguan elektrolit sehingga cairan yang sesuai adalah normal saline atau ringer lactate atau cairan Hartmann11

121. Menghindari makanan yang dapat memicu mual dan muntah (makanan pedas, makanan berlemak, atau suplemen besi), bau2an2. Minuman jahe atau vitamin B6 dapat mengurangi mual dan muntah3. Dukungan orang-orang sekitar (psikoterapi suportif4. Makanlah dalam porsi yang sedikit namun sering (tiap 2-3 jam) untuk menghindari mual tanpa beresiko kekurangan gizi (makanan ringan, kacang-kacangan, produk susu, kacang panjang, dan biskuit kering)5. Jangan segera berbaring setelah makan, sebaiknya duduk tegak selama beberapa saat agar tidak kembung atau mual13Diagnosa BandingkesimpulanDiagnosis dan penatalaksanaan mual dan muntah dalam kehamilan yang tepat dapat mencegah komplikasi hiperemesis gravidarum yang membahayakan ibu dan janin. Ketepatan diagnosis sangat penting, karena terdapat sejumlah kondisi lain yang dapat menyebabkan mual dan muntah dalam kehamilan. Tata laksana komprehensif dimulai dari istirahat, modifikasi diet dan menjaga asupan cairan. Jika terjadi komplikasi hiperemesis gravidarum, penatalaksanaan utama adalah pemberian rehidrasi dan perbaikan elektrolit. Terapi farmakologi dapat diberikan jika dibutuhkan, seperti piridoksin, doxylamine, prometazin, dan metoklopramin dengan memperhatikan kontraindikasi dan efek sampingnya.