EVALUASI PENATALAKSANAAN KASUS MUAL-MUNTAH PADA

Click here to load reader

  • date post

    18-Nov-2021
  • Category

    Documents

  • view

    2
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of EVALUASI PENATALAKSANAAN KASUS MUAL-MUNTAH PADA

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI ENDOFIT DARI BATANG TANAMAN Artemisia Annua LKEMOTERAPI KANKER PARU-PARU DI RSUP Dr. SARDJITO
YOGYAKARTA TAHUN 2008
Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi ( S. Farm. )
Program Studi Farmasi
Kalau kau pernah sakit hati, aku juga iya..
Dan sering kali sial datang dan pergi tanpa permisi kepadamu, suasana hati.. tak
peduli..
Kalau kau ingin berhenti, ingat tuk mulai lagi..
Tetap semangat, dan teguhkan hati di setiap hari, sampai nanti..
Tetap melangkah, dan keraskan hati di setiap hari sampai nanti.. sampai mati..
(Sampai nanti sampai mati, Letto)
Skripsi ini kupersembahkan untuk :
Ayahanda Ch. Minar Lukito
Gregorius Ardian Purnomo Adi
Almamaterku
vi
KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:
Nama : Felisita Anesti Kusumastuti
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan
Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:
“Evaluasi Penatalaksanaan Kasus Mual-Muntah pada Kemoterapi Kanker Paru-
paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Tahun 2008” beserta perangkat yang
diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan
Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk
media lain, mengelolanya dalam bentuk pengkalan data, mendistribusikan secara
terbatas dan mempublikasikannya dalam internet atau media lain untuk
kepentingan akademis tanpa meminta izin dari saya maupun memberikan royalti
kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Yogyakarta, 2 Februari 2010
vii
PRAKATA
Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yesus Kristus yang telah melimpahkan
berkat, kesabaran, kekuatan, dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi yang penulis susun berjudul
EVALUASI PENATALAKSANAAN KASUS MUAL-MUNTAH PADA
KEMOTERAPI KANKER PARU-PARU DI RSUP Dr. SARDJITO
YOGYAKARTA TAHUN 2008.
Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar
Sarjana Farmasi (S.Farm) Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas
Sanata Dharma Yogyakarta. Pada kesempatan ini tidak lupa penulis mengucapkan
banyak terimakasih kepada :
1. Tuhan Yesus Kristus yang telah memberi bimbingan, kesehatan, dan
perlindungan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
2. Bapak, Ibu, dan mas Dian atas doa, kasih sayang, perhatian, dan dukungannya
baik moril maupun materiil yang selalu diberikan.
3. Direktur RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta yang telah memberikan ijin bagi
penulis untuk melakukan penelitian di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
4. Ibu Rita Suhadi, M.Si., Apt. selaku Dekan Fakultas Farmasi dan dosen
pembimbing yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan
penelitian ini dan meluangkan waktu untuk membimbing, memotivasi, dan
memberikan saran demi terselesaikannya skripsi ini.
5. Ibu Maria Wisnu Donowati, M.Si., Apt selaku dosen penguji yang telah
meluangkan waktu untuk menguji, memberikan saran, semangat, dan masukan
viii
yang berharga dalam proses penyempurnaan skripsi ini.
6. Ibu dr. Fenty, M.Kes.,Sp.PK selaku dosen penguji yang telah meluangkan
waktu untuk menguji, member saran, semangat, dan masukan yang berharga
dalam proses penyempurnaan skripsi ini.
7. Karyawan di Diklit dan bagian Catatan Medik RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
yang telah membantu kelancaran pengambilan data dalam penelitian ini.
8. Uti dan Akung (Alm) beserta keluarga besar di Borobudur atas doa, perhatian,
kasih sayang, dan dukungan untukku.
9. Antonius Alfian Yuan Dias P atas doa, perhatian, cinta dan cita-cita,
kesabaran, serta dukungan yang sangat besar dan berkesan untukku.
10. Reno, terimakasih atas kebersamaan, suka dan duka, dan rasa saling
memotivasi selama penyusunan skripsi ini.
11. Pak Mukmin, Mas Narto, dan Mas Dwi selaku Staff Sekretariat Fakultas
Farmasi Universitas Sanata Dharma, terimakasih telah membantu dalam
memperlancar administrasi hingga tersusunnya skripsi ini.
12. Teman-teman diskusi sepert Lia, Valida, Fea, Winny, dan Yunni atas
masukan-masukannya sehingga skripsi ini dapat selesai dengan baik.
13. Teman-teman Farmasi angkatan 2006 khususnya minat FKK atas
kebersamaan dan perjuangan menuju cita-citanya yang dihiasi dengan sorak-
sorak semangat yang membara. Terimakasih dan selalu semangat!
14. Semua pihak yang telah membantu dan mendukung penulis hingga
tersusunnya skripsi ini.
Penulis sangat menyadari bahwa dalam skripsi ini masih banyak terdapat
ix
kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya
membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan ini.
Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi
pengembangan ilmu farmasi pada khususnya dan kemajuan ilmu pengetahuan
pada umumnya.
Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan kanker paru-paru. Kemoterapi dilakukan dengan memberikan obat-obat sitostatika yang mekanisme
kerjanya akan merusak DNA atau bertindak sebagai inhibitor umum pada pembelahan sel. Kemoterapi ini dapat memberikan efek samping yang merugikan
pasien salah satunya yaitu mual-muntah. Berkaitan dengan hal itu maka dilakukan penelitian mengenai penatalaksanaan mual-muntah pada kemoterapi kanker paru- paru.
Penelitian ini termasuk penelitian non eksperimental dengan mengikuti rancangan deskriptif yang bersifat retrospektif dengan menggunakan data rekam
medik pasien kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008. Analisis data dilakukan secara kualitatif dalam bentuk tabel yang disajikan secara deskriptif dan dievaluasi berdasarkan Drug Related Problems (DRPs).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008 terbanyak pada interval tahun 50 - <60 tahun
(33%), pada stadium III yaitu sebanyak 26%, dengan jumlah penyakit penyerta terbanyak adalah hipertensi sebanyak 4 kasus. Ada 27 pasien mengalami mual- muntah pada kemoterapi kanker paru-paru. Dari 27 kasus mual-muntah tersebut
terdapat 48 episode DRPs yaitu butuh tambahan terapi obat sebanyak 27 kasus, obat tidak tepat 20 kasus, dan dosis terlalu tinggi 1 kasus. Presentasi dampak
terapi mual-muntah yaitu 41% masih mual dan 59% membaik. Kata kunci : kanker paru-paru, kemoterapi, mual-muntah, Drug Related Problems
(DRPs)
xii
ABSTRACT
One of lung cancer therapy is chemotherapy. Chemotherapy were executed by cytology medicine that will destroying DNA or personating as
common inhibitor to bisection of cell. This chemotherapy was causing side effects included nausea and vomiting. From that causes, today were performed the
research about the procedure of nausea and vomiting case management in chemotherapy. This research counted the non-experimental research by following the
descriptive design with retrospective characteristic, then using the medical record data from lung cancer patient at RSUP Dr. Sardjito in the period of 2008. The data
analysis were performed by qualitative in the table form which presenting by descriptive and evaluated by Drug Related Problems method (DRPs). The result was presenting lung cancer in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta in
the period of 2008, there is more in age interval 50 - <60 years old (33%), in III stadium 26%, with the other desease like hypertension became the most, on 4
cases. There were 27 patient feel nausea vomiting, 48 chemotherapy episodes feel DRPs, that 27 cases need for additional drug therapy, 20 cases wrong drug, and 1 cases dosage too high. The effect from nausea-vomiting cases management
presentation 59% becomes better and 41% not yet secured.
Keywords : lung cancer, chemotherapy, nausea-vomiting, Drug Related Problems (DRPs)
xiii
PRAKATA ........................................................................................................ vii
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA............................................................. x
6. Diagnosis ................................................................................... 12
7. Stadium ...................................................................................... 14
A. Jenis dan Rancangan Penelitian .................................................... 31
B. Definisi Operasional ..................................................................... 31
C. Subyek Penelitian .......................................................................... 33
D. Bahan Penelitian ............................................................................ 33
E. Lokasi Penelitian ........................................................................... 34
F. Waktu Penelitian ........................................................................... 34
H. Analisis Hasil ................................................................................ 36
A. Profil Pasien Kanker Paru-paru..................................................... 38
Umur ....................................................................................... 38
3. Jumlah Penyakit Penyerta pada Pasien Kanker Paru-paru ...... 40
4. Riwayat Merokok pada Kasus Kanker Paru-paru ................... 40
B. Profil Obat-obatan yang Digunakan Dalam Kasus Kemoterapi
Kanker Paru-paru Di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun
2008............................................................................................... 41
3. Sistem Pernafasan ................................................................... 44
5. Hormon Kortikosteroid ............................................................ 45
9. Vitamin dan Mineral ................................................................ 48
10. Nutrisi ...................................................................................... 48
D. Drug Related Problems (DRPs) .................................................... 53
E. Dampak Terapi Kasus Mual-Muntah pada Kemoterapi Kanker
Paru-paru ....................................................................................... 60
A. Kesimpulan ................................................................................... 66
B. Saran ............................................................................................. 67
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 68
untuk kanker paru-paru ………………………………………... 15
Tabel III. Terapi antagonis 5-HT3 untuk mual-muntah kelas IV................. 23
Tabel IV. Terapi untuk mual-muntah kelas III ............................................ 24
Tabel V. Terapi antiemetik untuk mual-muntah tipe breakthrough ........... 27
Tabel VI. Jumlah dan jenis penyakit penyerta pada kasus kemoterapi
kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun
2008……….................................................................................. 40
Tabel VII. Golongan dan jenis obat saluran gastrointestinal dan sistem
hepatobilier pada kasus kemoterapi kanker paru-paru di RSUP
Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008 ………………………….. 43
Tabel VIII. Golongan dan jenis obat kardiovaskular dan sistem hematopoietik
pada kasus kemoterapi kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito
Yogyakarta tahun 2008 ………………………………………… 44
Tabel IX. Golongan dan jenis obat saluran nafas pada kasus kemoterapi
kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun
2008…………………………………………………………….. 45
Tabel X. Golongan dan jenis obat saraf pusat pada kasus kemoterapi
kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun
2008……………………………………………………………. 45
kemoterapi kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
tahun 2008…………………………………………………….... 46
Tabel XII. Golongan dan jenis obat anti infeksi pada kasus kemoterapi
kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun
2008 ……………………………………………………………. 46
Tabel XIII. Golongan dan jenis obat kemoterapi pada kasus kemoterapi
kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun
2008 ……………………………………………………………. 47
Tabel XIV. Golongan dan jenis obat sistem endokrin dan metabolik pada
kasus kemoterapi kanker paru-paru di RSUP Dr. Sadjito
Yogyakarta tahun 2008 ………………………………………… 47
Tabel XV. Gologan dan jenis vitamin & mineral pada kasus kemoterapi
kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun
2008 ……….. …………………………………………………. 48
Tabel XVI. Golongan dan jenis nutrisi pada kasus kemoterapi kanker
paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008……… 48
Tabel XVII. Golongan dan jenis obat lain- lain pada pasien kasus kemoterapi
paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008……… 49
Tabel XVIII. Rangkuman risiko mual-muntah vs kasus mual-muntah pada
kemoterapi kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
2008………………..………………………………………… 50
xix
2008………………………………………………………….. 51
Tabel XX. DRPs butuh tambahan terapi obat pada kasus kemoterapi kanker
paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008…..... 54
Tabel XXI. DRPs obat tidak tepat pada kasus kemoterapi kanker paru-paru
di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008….……………. 58
Tabel XXII. DRPs dosis terlalu tinggi pada kasus kemoterapi kanker paru-paru
di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008………………… 60
Tabel XXIII. Riwayat mual-muntah pada pasien kanker paru-paru di RSUP Dr.
Sardjito Yogyakarta tahun 2008………………………………. 61
xx
Gambar 3. Skema inklusi subyek penelitian .................................................. 33
Gambar 4. Presentase interval umur pasien kanker paru-paru di RSUP
Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008 ............................................. 38
Gambar 5. Presentase stadium pasien kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito
Yogyakarta tahun 2008………………………………………….. 39
Gambar 6. Presentase riwayat merokok pada kasus kanker paru-paru............ 41
Gambar 7. Presentase kelas terapi obat yang digunakan pada kasus
kemoterapi kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
tahun 2008………………………………………………………. 42
kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun
2008.............................................................................................. 60
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Data 10 besar diagnosa di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Sardjito
Yogyakarta Tahun 2008 ……………………………………….. 71
Lampiran 2. Data pasien kasus mual-muntah pada kemoterapi kanker paru-paru
di RSUD Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008…………………. 72
Lampiran 3. Rangkuman DRPs pada penatalaksanaan kasus mual-muntah
kemoterapi kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
tahun 2008……………………………………………..……….... 93
Lampiran 4. Daftar komposisi obat yang digunakan pada kasus mual-muntah
kemoterapi kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Tahun 2008 ……………………………………………………. 105
Kanker paru-paru merupakan perkembangan yang tidak terkendali dari
sel-sel abnormal dari salah satu atau kedua sisi paru, sementara sel-sel jaringan
paru yang normal tumbuh dan berkembang dalam jaringan paru yang sehat, sel-sel
yang tidak normal tumbuh dan berkembang secara cepat tidak pada jaringan paru
yang normal. Kumpulan sel-sel kanker tersebut merusak dan menganggu kerja
paru (Anonim, 2004). Kanker paru-paru merupakan penyakit yang paling banyak
menyebabkan kematian pada pria-pria dan wanita-wanita di seluruh dunia
dibandingkan dengan kanker jenis lainnya. The American Cancer Society
memperkirakan bahwa 213.380 kasus-kasus baru kanker paru-paru di Amerika
akan didiagnosis dan 160.390 kematian-kematian yang disebabkan kanker paru-
paru akan terjadi pada tahun 2007. Kanker paru-paru sebagian besar adalah suatu
penyakit dari orang tua, hampir 70% dari orang-orang yang terdiagnosis dengan
kondisi ini adalah berumur diatas 65 tahun, kurang dari 3% kasus-kasus terjadi
pada orang-orang dibawah umur 45 tahun (Anonim, 2009a). Di Indonesia, kanker
paru-paru menjadi penyebab kematian utama kaum pria dan lebih dari 70% kasus
kanker itu baru terdiagnosis pada stadium lanjut (stadium IIIB atau IV) sehingga
hanya 5 % penderita yang bisa bertahan hidup hingga 5 tahun setelah dinyataka n
positif (Anonim, 2006a).
membelah/membagi. Kemoterapi mungkin diberikan sendirian, sebagai suatu
adjuvant pada terapi operasi, atau dalam kombinasi dengan radioterapi.
Kemoterapi menyebabkan terjadinya pelepasan substansi serotonin (5-
HT), dan zat kimia lain dalam usus yang dapat menstimulasi pusat muntah dan
dapat menyebabkan muntah (Anonim, 2006a). Sekitar 70% sampai 80% pasien
yang menerima kemoterapi mengalami mual-muntah, dan 10% sampai 44% dari
jumlah tersebut pasien mengalami mual dan atau muntah tipe anticipatory
(DiPiro, 2005). Tingginya angka kejadian mual dan muntah akibat kemoterapi
menjadi dasar pentingnya dilakukan penelitian mengenai penatalaksanaan mual
dan muntah pada kemoterapi kanker paru-paru.
Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta yang berada di
Jalan Kesehatan 01 Sekip Yogyakarta 587333. RSUP Dr. Sardjito mempunyai
pelayanan terpadu spesialis kanker di Instalasi Kanker “Tulip” dan merupakan
rumah sakit rujukan yang memiliki banyak kasus yang menarik untuk dievaluasi
penatalaksanaannya terutama kasus mual dan muntah. Visi dari RSUP Dr.
Sardjito yaitu menjadi salah satu rumah sakit unggulan dalam bidang pelayanan,
pendidikan dan penelitian di Asia Tenggara tahun 2010 yang bertumpu pada
kemandirian, sedangkan misinya yaitu memberikan pelayanan kesehatan yang
paripurna, bermutu dan terjangkau masyarakat, melaksanakan pendidikan dan
pelatihan di bidang kesehatan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas,
3
pendapatan untuk menunjang kemandirian rumah sakit (Anonim, 2009c). Menurut
data 10 besar diagnosa di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008, peringkat
pertama diduduki oleh kemoterapi kanker. Dapat dikatakan bahwa pada tahun
2008 sebagian besar pasien datang ke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta untuk
melakukan program kemoterapi kanker. Semakin banyak kasus kemoterapi
memungkinkan semakin banyak pula kejadian Drug Related Problems (DRPs)
pada penanganan efek samping kemoterapi. Berdasarkan hal tersebut maka
dilakukan penelitian tentang evaluasi penatalaksanaan mual dan muntah sebagai
efek samping kemoterapi pada pasien kanker paru-paru agar dapat tercapainya
pengobatan yang optimal.
permasalahan sebagai berikut:
a. Seperti apakah profil pasien kanker paru-paru yang mengalami mual-
muntah di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008 yang meliputi
umur, stadium, penyakit penyerta, dan riwayat merokok?
b. Seperti apakah profil pengobatan kasus kemoterapi kanker paru-paru
yang mengalami mual-muntah di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun
2008 meliputi golongan obat, jenis obat, dan kelas terapi?
4
kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008 meliputi
terapi obat, golongan, dan jenis obat yang diberikan?
d. Seperti apakah DRPs yang timbul pada penatalaksanaan kasus mual-
muntah pada kemoterapi kanker paru-paru yang meliputi keadaan: butuh
tambahan terapi obat, tidak perlu terapi obat, pilihan obat tidak tepat,
dosis terlalu rendah, adverse drug reactions, dosis terlalu tinggi?
2. Keaslian Karya
mengenai penatalaksanaan kasus mual dan muntah pada kemoterapi kanker
paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008 belum pernah
dilakukan.
kanker paru-paru.
dalam usaha peningkatan mutu pelayanan kesehatan dalam hal
penatalaksanaan kasus mual-muntah pada kemoterapi kanker paru-paru.
5
penatalaksanaan kasus mual-muntah pada kemoterapi kanker paru-paru di
RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008.
2. Tujuan Khusus
a. Menggambarkan profil pasien kanker paru-paru yang mengalami mual-
muntah di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008 yang meliputi umur,
stadium, penyakit penyerta, dan riwayat merokok.
b. Menggambarkan profil pengobatan kasus kemoterapi kanker paru-paru
yang mengalami mual-muntah di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun
2008 meliputi golongan obat, jenis obat, dan kelas terapi.
c. Menggambarkan strategi penatalaksanaan kasus mual dan muntah pada
kemoterapi kanker paru-paru di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2008
meliputi terapi obat, golongan, dan jenis obat yang diberikan.
d. Menggambarkan DRPs yang timbul pada penatalaksanaan kasus mual dan
muntah pada kemoterapi kanker paru-paru yang meliputi keadaan: butuh
tambahan terapi obat, tidak perlu terapi obat, pilihan obat tidak tepat, dosis
terlalu rendah, adverse drug reactions, dosis terlalu tinggi.
6
1. Definisi
Kanker paru-paru adalah tumor padat yang berasal dari sel-sel epitel bronkial.
Berdasarkan perbedaan sejarah dan respon terapinya kanker paru-paru dibedakan menjadi
non-small cell cancer dan small cell lung cancer (SCLC) (DiPiro, 2009).
Gambar 1. Kanker Paru-paru (Joshi, 2008).
7
1. Epidemiologi
Prevalensi kanker paru-paru di negara maju sangat tinggi, di USA tahun
2002 dilaporkan terdapat 169.400 kasus baru (merupakan 13% dari semua
kanker baru yang terdiagnosis) dengan 154.900 kematian (merupakan 28%
dari seluruh kematian akibat kanker), di Inggris prevalensi kejadiannya
mencapai 40.000/tahun, sedangkan di Indonesia menduduki peringkat 4
terbanyak, di RS Dharmais Jakarta tahun 1998 menduduki urutan ke 3 sesudah
kanker payudara dan leher rahim. Angka kematian akibat kanker paru-paru di
seluruh dunia mencapai kurang lebih satu juta penduduk tiap tahunnya.
Karena sistem pencatatan kita yang belum baik prevalensi pastinya belum
diketahui tetapi klinik tumor dan paru di Rumah Sakit merasakan benar
peningkatannya. Di negara berkembang lain dilaporkan insidennya naik
dengan cepat antara lain karena konsumsi rokok berlebihan seperti di China
yang mengkonsumsi 30% rokok dunia. Sebagian besar kanker paru-paru
mengenai pria (65%) dengan life time risk 1:13 dan pada perempuan 1:20
(Amin, 2006).
selama lima tahun dari penderita NSCLC bervariasi tergantung dari
stadiumnya. Stage I memiliki survival terbaik yaitu mendekati 50%. Kira-
kira 25% dari pasien stadium II dapat bertahan selama 5 tahun dan 8% untuk
pasien stadium III. Penelitian mengatakan hanya 2% pasien stadium IV dapat
bertahan hidup selama lima tahun. Pada jenis SCLC sebanyak 10-50% dari
pasien stadium terbatas dan antara 1-2% untuk SCLC stadium extensive
8
dipaparkan pada sebuah penelitian di Rumah Sakit Kanker Dharmais yang
hasilnya 10,02% untuk stadium IV dan 25,96% untuk stadium ≤ IIIB (Rasyid,
2001).
pasti belum diketahui, tapi paparan atau inhalasi berkepanjangan suatu zat
yang bersifat karsinogenik merupakan faktor penyebab utama disamping
adanya faktor lain separti sistem kekebalan tubuh, genetik, dan lain- lain
(Amin, 2006).
Umumnya kanker paru-paru disebabkan oleh karsinogen yang berasal
dari rokok. Prevalensi merokok di Amerika adalah 28 % untuk laki- laki dan
25% untuk perempuan keduanya dari kalangan usia 18 tahun ke atas, dan 38%
untuk perokok usia pelajar SMA. Resiko perkembangan kanker paru-paru
meningkat sekitar 13 kali lipat pada perokok aktif dan sekitar 1,5 kali lipat
pada perokok pasif yang terpapar asap rokok dalam waktu yang lama.
Penyakit chronic obstructive pulmonary, yang juga berhubungan dengan
rokok, meningkatkan resiko kanker paru-paru menjadi semakin luas (Minna,
2001). Terdapat hubungan antara rata-rata jumlah rokok yang dihisap per hari
dengan tingginya insiden kanker paru-paru. Dikatakan bahwa 1 dari 9 perokok
berat akan menderita kanker paru-paru. Perokok pasif pun akan beresiko
terkena kanker paru-paru. Anak-anak yang terpapar asap rokok selama 25
tahun pada usia dewasa akan terkena kanker paru-paru dua kali lipat
9
dibandingkan dengan yang tidak terpapar, dan perempuan yang hidup dengan
suami/pasangan perokok juga terkena resiko kanker paru-paru 2-3 kali lipat.
Diperkirakan 25% kanker paru-paru dari bukan perokok adalah berasal dari
perokok pasif. Insiden kanker paru-paru pada perempuan di USA dalam 10
tahun terakhir juga naik menjadi 5% per tahun, antara lain karena
meningkatnya jumlah perempuan perokok dan sebagai perokok pasif
(Amin,2006).
dilakukan tetapi menghentikan merokok memang hal yang sangat sulit, karena
kebiasaan merokok menggambarkan kekuatan sifat adiksi terhadap nikotin
sehingga mencegah orang untuk memulai merokok adalah tindakan yang lebih
efektif, dan upaya itu perlu ditargetkan untuk anak-anak (Minna, 2001).
3. Patofisiologi
setelah terkena karsinogen akan menyebabkan peradangan kronis yang
mengarah ke genetik dan perubahan sitologi dan akhirnya untuk karsinoma.
Aktivasi protooncogen, inhibisi atau mutasi tumor gen supresor, dan
produksi dari faktor pertumbuhan autokrin berkontribusi pada proliferasi
seluler dan transformasi ganas. Perubahan molekular, seperti mutasi P53 dan
ekspresi berlebihan dari reseptor faktor pertumbuhan epidermal juga
mempengaruhi prognosis penyakit dan respon terhadap terapi.
Merokok merupakan faktor resiko dari 80% kasus kanker paru-paru.
Faktor-faktor risiko lainnya adalah paparan pernapasan terhadap karsinogen
10
misalnya asbes dan benena, faktor- faktor risiko genetik, dan sejarah penyakit
paru-paru lainnya misalnya tuberculosis dan fibrosis paru.
Jenis sel utama adalah SCLC (~ 15% dari semua kanker paru-paru),
adenokarsinoma (~ 50%), karsinoma sel skuamosa (kurang dari 30%), dan
karsinoma sel besar (large cell carcinoma). Tiga jenis yang terakhir
dikelompokkan bersama-sama dan disebut sebagai NSCLC (DiPiro, 2009).
4. Tanda dan ge jala
Tanda dan gejala kanker paru-paru dapat dikelompokkan menjadi tiga
subdivisi yaitu pulmonary, extrapulmonary, dan sindrom paraneoplastik.
Membedakan antara kelas-kelas ini penting karena dapat membantu dalam
menentukan tingkat keparahan penyakit, panduan pilihan pengobatan, dan
mempengaruhi prognosis.
Merupakan gejala karena efek langsung dari tumor primer yang sering
muncul pertama dan yang paling umum. Gejala ini antara lain:
1) Batuk
Setelah tumor menginvasi jaringan di luar rongga pleura,…