makalah pbl blok

of 30

  • date post

    29-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    83
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of makalah pbl blok

Kata Pengantar

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjantkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena berkat anugerahNya kami dapat menyelesaikan makalah kami dengan tepat waktu. Makalah kami kali ini berjudul Struma Uninodosa Nontoksik.

Pada kesempatan ini, kami juga tidak lupa untuk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada dr. Clara yang telah yang membimbing kami dalam proses pembuatan makalah ini. Serta telah memberi kami kesempatan untuk membuat makalah ini sehingga kami dapat menambah wawasan dan pengetahuan kami.Di dalam kamus Indonesia telah dikatakan bahwa tak ada gading yang tak retak. kami sadar kami dapat melakukan kesalahan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati kami sangat mengharapkan saran dan kritik dari pembaca guna pembuatan makalah kami yang berikutnya.

Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih. Semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat.

Jakarta , 01 desember 2011DAFTAR ISI

Halaman.

DAFTAR ISI

1BAB I PENDAHULUAN

3BAB II PEMBAHASAN

42.1 Anatomi Dan Fisiologi

42.2 Klasifikasi Struma

52.3 Anamnesis

62.4 Pemeriksaan.............................................................

72.5 Diagnosis.............................................................

122.6 Diagnosis Banding.............................................................

132.7 Etiologi..............................................................

162.8 Epidemiologi.............................................................

172.9 Patofisiologi.............................................................

172.10 Gejala Klinis.............................................................

182.11 Penatalaksanaan.............................................................

202.12 Komplikasi.............................................................

222.13 Prognosis.............................................................

242.14 Pencegahan.............................................................

24BAB IIIPENUTUP

3.1. KESIMPULAN

25DAFTAR PUSTAKA

26BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Penyakit kelenjar endokrin mempunyai bentuk yang terbatas. Kelenjar endokrin dapat menghasilkan hormon secara berlebihan, umpamanya pada penyakit Graves, yaitu hiperfungsi kelenjar tiroid atau menghasilkan terlalu sedikit hormon, misalnya pada miksudema akibat hipofungsi kelenjar tersebut. Struma adalah perbesaran kelenjar tiroid yang menyebabkan pembengkakan di bagian depan leher. Kelenjar tiroid terletak tepat dibawah laring pada kedua sisi dan sebelah anterior trakea. Tiroid menyekresikan dua hormon utama, tiroksin (T4), dan triiodotironin (T3), serta hormon kalsitonin yang mengatur metabolisme kalsium bersama dengan parathormon yang dihasilkan oleh kelenjar paratiroid. Kerja kelenjar tiroid ini dipengaruhi oleh kecukupan asupan yodium. Defisiensi hormon tiroid ini dapat menimbulkan gangguan tertentu yang spesifik. Kretinisme misalnya, yang ditandai dengan gangguan pertumbuhan dibawah normal disertai dengan retardasi mental merupakan akibat dari hormon tiroid yang inadekuat pada saat perkembangan janin.

2. Tujuan

1. Memahami ilmu-ilmu dasar kedokteran tentang ilmu metabolik endokrin II terutama yang berkaitan dengan kasus skenario 3

2. Memenuhi tugas individu tutorial skenario 3 blok 21 sistem metabolik endokrin II

BAB II

PEMBAHASAN

2.1Anatomi Dan Fisiologi Tiroid

Anatomi Tiroid

Kelenjar tiroid/gondok terletak di bagian bawah leher, kelenjar ini memiliki dua bagian lobus yang dihubungkan oleh ismus yang masing-masing berbetuk lonjong berukuran panjang 2,5-5 cm, lebar 1,5 cm, tebal 1-1,5 cm dan berkisar 10-20 gram. Kelenjar tiroid sangat penting untuk mengatur metabolisme dan bertanggung jawab atas normalnya kerja setiap sel tubuh. Kelenjar ini memproduksi hormon tiroksin (T4) dan triiodotironin (T3) dan menyalurkan hormon tersebut ke dalam aliran darah. Terdapat 4 atom yodium di setiap molekul T4 dan 3 atom yodium pada setiap molekul T3. Hormon tersebut dikendalikan oleh kadar hormon perangsang tiroid TSH (thyroid stimulating hormone) yang dihasilkan oleh lobus anterior kelenjar hipofisis. Yodium adalah bahan dasar pembentukan hormon T3 dan T4 yang diperoleh dari makanan dan minuman yang mengandung yodium.1Fisiologi Kelenjar Tiroid Kelenjar tyroid menghasilkan hormon tyroid utama yaitu Tiroksin (T4). Bentuk aktif hormon ini adalah Triodotironin (T3), yang sebagian besar berasal dari konversi hormon T4 di perifer, dan sebagian kecil langsung dibentuk oleh kelenjar tyroid. Iodida inorganik yang diserap dari saluran cerna merupakan bahan baku hormon tyroid. Iodida inorganik mengalami oksidasi menjadi bentuk organik dan selanjutnya menjadi bagian dari tyrosin yang terdapat dalam tyroglobulin sebagai monoiodotirosin (MIT) atau diiodotyrosin (DIT). Senyawa DIT yang terbentuk dari MIT menghasilkan T3 atau T4 yang disimpan di dalam koloid kelenjar tyroid. Sebagian besar T4 dilepaskan ke sirkulasi, sedangkan sisanya tetap didalam kelenjar yang kemudian mengalami diiodinasi untuk selanjutnya menjalani daur ulang. Dalam sirkulasi, hormon tyroid terikat pada globulin, globulin pengikat tyroid (thyroid-binding globulin, TBG) atau prealbumin pengikat tiroksin (Thyroxine-binding pre-albumine, TPBA).12.2Klasifikasi Struma Berdasarkan Fisiologisnya Berdasakan fisiologisnya struma dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

a. Eutiroidisme Eutiroidisme adalah suatu keadaan hipertrofi pada kelenjar tiroid yang disebabkan stimulasi kelenjar tiroid yang berada di bawah normal sedangkan kelenjar hipofisis menghasilkan TSH dalam jumlah yang meningkat. Goiter atau struma semacm ini biasanya tidak menimbulkan gejala kecuali pembesaran pada leher yang jika terjadi secara berlebihan dapat mengakibatkan kompresi trakea.2,b. Hipotiroidisme Hipotiroidisme adalah kelainan struktural atau fungsional kelenjar tiroid sehingga sintesis dari hormon tiroid menjadi berkurang. Kegagalan dari kelenjar untuk mempertahankan kadar plasma yang cukup dari hormon. Beberapa pasien hipotiroidisme mempunyai kelenjar yang mengalami atrofi atau tidak mempunyai kelenjar tiroid akibat pembedahan/ablasi radioisotop atau akibat destruksi oleh antibodi autoimun yang beredar dalam sirkulasi. Gejala hipotiroidisme adalah penambahan berat badan, sensitif terhadap udara dingin, dementia, sulit berkonsentrasi, gerakan lamban, konstipasi, kulit kasar, rambut rontok, mensturasi berlebihan, pendengaran terganggu dan penurunan kemampuan bicara.2,3Hipertiroidisme Dikenal juga sebagai tirotoksikosis atau Graves yang dapat didefenisikan sebagai respon jaringan-jaringan tubuh terhadap pengaruh metabolik hormon tiroid yang berlebihan.Keadaan ini dapat timbul spontan atau adanya sejenis antibodi dalam darah yang merangsang kelenjar tiroid, sehingga tidak hanya produksi hormon yang berlebihan tetapi ukuran kelenjar tiroid menjadi besar. Gejala hipertiroidisme berupa berat badan menurun, nafsu makan meningkat, keringat berlebihan, kelelahan, leboh suka udara dingin, sesak napas. Selain itu juga terdapat gejala jantung berdebar-debar, tremor pada tungkai bagian atas, mata melotot (eksoftalamus), diare, haid tidak teratur, rambut rontok, dan atrofi otot.2,3

2.3Anamnesis

Hal-hal yang ditanyakan pada saat anamnesis antara lain:

Identitas

Identitas meliputi nama lengkap pasien, umur atau tanggal lahir, jenis kelamin, nama orang tua atau suami atau istri atau penanggung jawab, alamat, pendidikan, pekerjaan, suku bangsa dan agama. Identitas perlu ditanyakan untuk memastikan bahwa pasien yang dihadapi adalah memang benar pasien yang dimaksud.4,5 Keluhan Utama (Chief Complaint)Keluhan utama adalah keluhan yang dirasakan pasien yang membawa pasien pergi ke dokter atau mencari pertolongan. Dalam menuliskan keluhan utama, harus disertai dengan indikator waktu, berapa lama pasien mengalami hal tersebut.Pada kasus pasien datang dengan keluhan terdapat benjolan dileher bagian depan yang kian hari makin membesar, sejak 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan dengan diameter 10 cm, konsistensi keras dan sukar digerakkan dari dasarnya. Pasien juga sulit menelan dan tidak dapat bernafas dengan lapang, suara juga menjadi serak.

Riwayat Penyakit Sekarang

Riwayat perjalanan penyakit merupakan cerita yang kronologis, terperinci dan jelas mengenai keadaan kesehatan pasien sejak sebelum keluhan utama sampai pasien datang berobat.4Berikut ini beberapa pertanyaan untuk mendapatkan data riwayat kesehatan dari proses penyakit: Apakah terdapat pembesaran di leher??

Apakah terdapat nyeri pada bagian leher??

Benjolan sudah muncul berapa lama??

Perkembangan benjolan dan pengobatan yang telah ditempuh??

Riwayat keluarga pernah mengalami hal yang sama

Apakah terdapat kesukaran dalam bernafas dan berbicara?

Apakah berat badan turun meskipun makan banyak?? Apakah ada rasa gemetar sepanjang tangan?

Bagaimana kelembapan kulit pasien?

Riwayat sulit tidur? Lingkungan hidup penderita

Pola konsumsi yodium

Riwayat Penyakit Dahulu

Bertujuan untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan adanya hubungan antara penyakit yang pernah diderita dengan penyakit sekarang.4,5 Riwayat Penyakit Dalam Keluarga

Penting untuk mencari kemungkinan penyakit herediter, familial atau penyakit infeksi.4,52.4Pemeriksaan

Pemeriksaan Fisik Tanda vital : suhu, denyut nadi, frekuensi pernafasan , tekanan darah, tingkat kesadaran.

Inspeksi Inspeksi dilakukan oleh pemeriksa yang berada di depan penderita yang berada pada posisi duduk dengan kepala sedikit fleksi atau leher sedikit terbuka. Jika terdapat pembengkakan atau nodul, perlu diperhatikan beberapa k