Makalah Pbl Blok 26

download Makalah Pbl Blok 26

of 22

  • date post

    16-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    17
  • download

    0

Embed Size (px)

description

hlkdklalksnldalmslmamsmamamsamsm./am/sm./asm./dma./sm./am/.s./,./as./as,/a,;',a'ksdhklaslkklkllJms akzjksnkkams.l

Transcript of Makalah Pbl Blok 26

Tuberkulosis Paru dan Ketidakpatuhan Pasien TB Terhadap PengobatanTiffany102012368B1Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJalan Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510Email: christina.tiffany10@yahoo.comPendahuluanTuberculosis adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Sebagian besar kuman ini menyerang paru, tetapi bias juga meyerang organ lainnya. 1Indonesia sendiri adalah negara dengan prevalensi TB nomor 3 tertinggi setelah India dan Cina dengan jumlah kasus baru sekitar 539.000 dan jumlah kematian sekitar 101.000 pertahun. Diperkirakan 95% kasus TB dan 98% kematian akibat TB di dunia, terjadi di negara-negara berkembang.Walaupun telah diketahui obat-obat untuk mengatasi TB dan penyakit TB dapat disembuhkan dengan obat-obat TB, penanggulangan dan pemberantasannya sampai saat ini belum memuaskan. Angka drop out (mangkir, tidak patuh berobat) yang tinggi, pengobatan tidak adekuat, dan resistensi terhadap Obat Anti Tuberculosis (OAT) yaitu MDR TB merupakan kendala utama yang sering terjadi dalam pengendalian TB dan merupakan tantangan terhadap program pengendalian TB. MDR TB terjadi bila penderita putus berobat sebelum masa pengobatan selesai atau penderita sering putus-ptus minum obat selama menjalani pengobatan TB. 1Pengobatan TB membutuhkan waktu panjang (sampai 6 - 8 bulan) untuk mencapai penyembuhan dan dengan paduan (kombinasi) beberapa macam obat, sehingga tidak jarang pasien berhenti minum obat sebelum masa pengobatan selesai yang berakibat pada kegagalan dalam pengobatan TB. WHO menerapkan strategi DOTS (Direct Observed Treatment Short course) dalam manajemen penderita TB untuk menjamin pasien menelan obat, dilakukan pengawasan langsung oleh seorang pengawas minum obat (PMO). Dengan strategi DOTS angka kesembuhan pasien TB menjadi > 85%. Obat yang diberikan juga dalam bentuk kombinasi dosis tetap (fixed dose) karena lebih menguntungkan dan sangat dianjurkan. Walaupun demikian angka penderita mangkir untuk meneruskan minum obat tetap cukup tinggi.1Ada sejumlah faktor interaksi yang mempengaruhi keputusan penderita untuk berhenti minum obat. Kepatuhan terhadap pengobatan tuberkulosis begitu kompleks, fenomenanya dinamis dengan berbagai faktor yang saling berinteraksi satu sama lain, sehingga berdampak pada keputusan pemilihan perilaku. Pendidikan hanya sedikit hubungannya dengan motivasi pasien untuk mengikuti pengobatan. Ketidakpatuhan dapat diamati pada setiap pasien tanpa memandang status intelektualitas, sosial atau ekonominya.1Kegagalan penderita TB dalam pengobatan TB dapat diakibatkan oleh banyak faktor, seperti obat, penyakit, dan penderitanya sendiri. Faktor obat terdiri dari panduan obat yang tidak adekuat, dosis obat yang tidak cukup, tidak teratur minum obat, jangka waktu pengobatan yang kurang dari semestinya, dan terjadinya resistensi obat. Faktor penyakit biasanya disebabkan oleh lesi yang terlalu luas, adanya penyakit lain yang mengikuti, adanya gangguan imunologis. Faktor terakhir adalah masalah penderita sendiri, seperti kurangnya pengetahuan mengenai TB, kekurangan biaya, malas berobat, dan merasa sudah sembuh.1

Pembahasan Dalam menjalankan fungsinya, Program Penanggulangan Tuberculosis Nasional menggunakan fasilitas yang ada dalam struktur pelayanan kesehatan nasional, yaitu puskesmas. Puskesmas dibagi menjadi tiga kategori menurut fungsi yang berbeda-beda.21. Puskesmas Rujukan Mikroskopis (PRM) : melatih para staf laboratorium dan melakukan pembacaan sediaan apus dahak. 2. Puskesmas Satelit (PS) :tidak memiliki fasilitas laboratorium sendiri, dan hanya membuat sediaan apus dahak dan difiksasi, kemudian dikirim ke PRM untuk dibaca hasilnya. Setelah mendapatkan hasil, Puskesmas Satelit akan menentukan rencana pengobatan. 3. Puskesmas Pelaksana Mandiri (PPM) : menyediakan sarana diagnosis dan pengobatan TBC tanpa bekerja sama dengan yang lain. 2

Strategi DOTS 2Pada awal tahun 1995, WHO telah merekomendasikan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) sebagai strategi dalam penanggulangan TB dan telah terbukti sebagai strategi penanggulangan yang secara ekonomis paling efektif , yang terdiri dari 5 komponen kunci : 1. Komitmen politis 2. Pemeriksaan dahak mikroskopis yang terjamin mutunya3. Pengobatan jangka pendek yang standar bagi semua kasus TB dengan tatalaksana kasus yang tepat , termasuk pengawasan langsung pengobatan 4. Jaminan ketersediaan OAT yang bermutu 5. System pencatatan dan pelaporan yang mampu memberikan penilaian terhadap hasil pengobatan pasien dan kinerja program secara keseluruhan.

Case Finding 3Diagnosis dari kasus TB adalah dengan menggunakan cara case finding yang pasif, karena kita mendiagnosa pasien TB dari keluhan pasien tersebut yang datang berobat ke dokter. Case finding dapat ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium dari pasien saat datang ke dokter. Gejalanya berupa batuk terus menerus selama 2 hingga 3 minggu, dapat disertai sesak napas, hemoptisis, limfadenopati, ruam misalnya lupus vulgaris, kelainan rontgen toraks, atau gangguan GIT. Efek sistemik yang timbul pula meliputi demam subfebris selama 1 bulan atau lebih, keringat malam, anoreksia atau penurunan berat badan. Setelah mengetahui pasien menderita TBC, dapat dilakukan case finding aktif dengan kunjungan rumah untuk dilihat apakah adanya penyebaran TBC dirumahnya atau tidak. Selain itu case finding aktif juga dapat dilakukan dengan cara mengadakan pertemuan dengan masyarakat untuk menjelaskan tanda-tanda penyakit dan cara-cara pengobatannya (penyuluhan). Kader kesehatan/ kader posyandu diharapkan dapat membantu menemukan masyarakat yang terkena TBC.

Gejala Klinis 4Keluhan yang dirasakan pasien tuberculosis dapat bermacam-macam atau malah banyak pasien ditemukan TB paru tanpa keluhan sama sekali dalam pemeriksaan kesehatan. Keluhan terbanyak adalah:Demam. Biasanya subfebril menyerupai demam influenza. Tetapi kadang-kadang panas badan mencapai 40-41C. Serangan demam pertama dapat sembut sebentar, tetapi kemudian dapat timbul kembali. Begitulah seterusnya hilang timbulnya demam influenza ini, sehingga pasien merasa tidak pernah terbebas dari serangan demam influenza. Keadaan ini sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh pasien dan berat ringannya infeksi kuman tuberculosis yang masuk.Batuk/batuk berdarah. Gejala ini banyak ditemukan. Batuk terjadi karena adanya iritasi pada bronkus, batuk ini diperlukan untuk membuang produk-produk radang yang keluar. Karena terlibatnya bronkus pada setiap penyakit tidak sama, mungkin saja batuk baru ada setelah penyakit berkembang dalam jaringan paru yakni setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan peradangan bermula. Sifat batuk dimulai dari batuk kering (non-produktif) kemudian setelah timbul peradangan baru menjadi produktif (batuk dengan sputum). Keadaan yang lanjut adalah berupa batuk darah karena terdapat pembuluh darah yang pecah. Kebanyakan batuk darah pada tuberculosis terjadi pada kavitas, tetapi juga terjadi pada ulkus dinding bronkus.Sesak napas. Pada penyakit yang ringan (baru tunbuh) belum dirasakan sesak napas. Sesak napas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut, yang infiltrasinya sudah meliputi setengah bagian paru-paru.Nyeri dada. Gejala ini agak jarang ditemukan. Nyeri dada timbul bila infiltrasi sudah sampai ke pleura sehingga menimbulkan pleuritis. Terjadi gesekan kedua pleura sewaktu pasien menarik/melepaskan napasnya.Malaise. Penyakit tuberculosis bersifat radang yang menahun. Gejala malaise sering ditemukan berupa anoreksia, badan makin kurus, sakit kepala, meriang, nyeri otot, keringat malam hari, dan lain sebagainya. Gejala ini makin lama akan makin berat dan dapat hilang timbul secara tidak teratur.

Pemeriksaan Penunjang 4Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan dengan pemeriksaan radiologi dan laboratorium. Pada saat ini pemeriksaan radiologis dada merupakan cara yang praktis untuk menemukan lesi tuberkulosis. Pemeriksaan ini memang membutuhkan biaya lebih dibandingkan dengan pemeriksaan sputum.Lokasi lesi tuberkulosis umumnya di daerah apeks paru tetapi dapat juga mengenai lobus bawah.Pada awal penyakit saat lesih masih merupakan sarang- sarang pneumonia, gambar radiologis berupa bercak- bercak seperti awan dan dengan batas- batas yang tidak tegas.Bila lesi sudah diliputi jaringan ikat maka bayangan terlihat berupa bulatan dengan batas yang tegas.Lesi ini dikenal dengan tuberkuloma.Gambaran tuberkulosis milier terlihat berupa bercak- bercak halus yang umumnya tersebar merata pada seluruh lapangan paru. Gambaran radiologis lain yang sering menyertai tuberkulosis paru adalah penebalan pleura, masa cairan di bagian bawah paru, bayangan hitam radiolusen di pinggir paru.Lalu pada pemeriksaan laboratorium dapat diperiksa darah dan sputum.Pemeriksaan darah kurang dapat perhatian karena hasilnya kadang- kadang meragukan, hasilnya tidak sensirif dan juga tidak spesifik. Pada saat tuberkulosis baru mulai akan didapatkan jumlah lekosit yang sedikit meninggi dengan hitng jenis pergeseran ke kiri. Jumlah limfosit masih di bawah normal.Laju endap darah mulai meningkat.Bila penyakit mulai sembuh.Jumlah leukosit kembali normal dan jumlah limfosit masih tinggi.Lanju endap darah mulai turun ke arah normal lagi.Lalu ada pemeriksaan sputum.Pemeriksaan sputum adalah penting karena dengan ditemukannya kuman BTA, diagnosis tuberkulosis sudah dapat dipastikan.Di samping itu pemeriksaan sputum juga dapat memberikan evaluasi terhadap pengobatan yang sudah diberikan.Pemeriksaan ini mudah dan murah.Pasien dianjurkan minum air sebanyak 2 liter dan diajarkan melakukan refleks batuk. Untuk perwarnaan sediaan dianjurakan mengunakan cara Kinyoun Gabbet. Pada pemeriksaan dengan biakan setelah 4-6 minggu penanaman sputum dalam medium biakan, koloni kuman tuberkulosis mulai tampak.Medium biakannya menggunakan Lowenstein Jensen.Lalu dapat dilakukan tes tuberkulin yang masih banyak dipakai untuk membantu me