LP Hipertensi

download LP Hipertensi

of 33

  • date post

    07-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    24
  • download

    1

Embed Size (px)

description

wwertty

Transcript of LP Hipertensi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Landasan Teoritis Keperawatan 1. Pengertian Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg.( Smith Tom, 1995 ). Menurut WHO, penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistolik lebih besar atau sama dengan 160 mmHg dan atau tekanan diastolic sama atau lebih besar 95 mmHg ( Kodim Nasrin, 2003 ). Hipertensi dikategorikan ringan apabila tekanan diastoliknya antara 95 104 mmHg, hipertensi sedang jika tekanan diastoliknya antara 105 dan 114 mmHg, dan hipertensi berat bila tekanan diastoliknya 115 mmHg atau lebih. Pembagian ini berdasarkan peningkatan tekanan diastolic karena dianggap lebih serius dari peningkatan sistolik ( Smith Tom, 1995 ). 2. Etiologi Hipertensi berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi 2 golongan besar yaitu : ( Lany Gunawan, 2001 ) 1.Hipertensi essensial ( hipertensi primer ) yaitu hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya 2.Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang di sebabkan oleh penyakit lain Menurut berat ringannya : 1) Hipertensi ringan dengan tekanan diastole 90 120 mmHg. 2) Hipertensi sedang dengan tekanan diastolik 105 120 mmHg. 3) Hipertensi sedang dengan tekanan diastolik 120 mmHg.

4) Hipertensi darurat / maligna lebih dari 130 mmHg. 3. Patofisiologi Mekanisme yang mengontrol konnstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak dipusat vasomotor, pada medulla diotak. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis di toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui system saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya noreepineprin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. Berbagai factor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhirespon pembuluh darah terhadap rangsang vasokonstriksi. Individu dengan hipertensi sangat sensitive terhadap norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi. 4. Tanda dan Gejala Gejala-gejala hipertensi sering tidak ada, peninggian tekanan darah kadang-kadang satusatunya gejala oleh karena itu banyak sekali hipertensi di temukan secara kebetulan sewaktu pasien memeriksakan diri karena gejala penyakit lain, kalaupun ada antara lain; sakit kepala bagian belakang tengkuk, jantung berdebar-debar, sukar tidur, kepala pusing dan lain-lain yang tidak khas . 5. Pemeriksaan Penunjang a.Riwayat dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh b.Pemeriksaan retina c.Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kerusakan organ seperti ginjal dan jantung d.EKG untuk mengetahui hipertropi ventrikel kiri

e.Urinalisa untuk mengetahui protein dalam urin, darah, glukosa f.Pemeriksaan : renogram, pielogram intravena arteriogram renal, pemeriksaan fungsi ginjal terpisah dan penentuan kadar urin g.Foto dada dan CT scan 6. PenatalaksanaanTujuan deteksi dan penatalaksanaan hipertensi adalah menurunkan resiko penyakit kardiovaskular dan morbiditas serta mortalitas yang berkaitan. a. Therapy Tujuan dari terapi adalah mencapai dan mempertahankan tekanan sistolik < 140 mmHg dan tekanan distolik < 90 mmHg dan mengontrol faktor resiko.

1. Pengobatan Farmakologik a). Diuretik Obat ini bekerja dengan jalan mengeluarkan lebih banyak air dan natrium sebagai urine sehingga volume darah dalam semua pembuluh darah arteri akan berkurang juga hambatan dalam dinding pembuluh dan cardiac output akan menurun sehinggi akan menurunkan tekanan darah. b). Penghambat Adrenergik Dibagi dalam dua jenis alfa blocker dan beta blocker. Prinsip kerja alfa blocker adalah menghambat reseptor alfa satu dipembuluh darah terhadap efek vasokontriksi, sehingga terjadi dilatasi arteriol dan vena yang berakibat turunnya resistensi ferifer dengan demikian menurunkan tekanan darah. Sedangkan prinsif kerja dari beta blocker dengan mengurangi denyut dan kontraksi dari jantung sehingga curah jantung berkurang dan juga dengan menghambat pengeluaran renin. c). Vasodilator Obat ini menyebabkan relaksasi langsung dari obat polos arterial. Vasodilatator menurunkan tekanan dengan cepat sehingga dapat digunakan pada hipertensi darurat. d). Penghambat Enzim Konversi Angiostensin Penghambat angiostensin II sehingga terjadi fase dilatasi dan aldosteron yang menyebabkan terjadinya sekresi natrium dan air sehingga tekanan darah turun. e). Antagonis Kalsium Berkurangnya kadar ion kalsium akan menurunkan kontraksi dari otot jantung maka akan menurunkan tekanan darah. 2. Pengobatan Non Farmakologik Modifikasi gaya hidup dengan cara: a) Kurangi berat badan Kegemukan sering ditemukan pada klien dengan hipertensi

b)

c) d)

e)

dan dengan mengurangi BB dapat menurunkan tekanan darah disamping mengurangi faktor resiko seperti tingginya kadar lemak. Batasi garam dalam makanan Dengan membatasi konsumsi garam ternyata dapat menurunkan tekanan darah, misalnya: dengan menggunakan diet rendah garam. Makanan rendah garam I Dalam pemasakan makanan tidak ditambah garam dapur Makanan rendah garam II Dalam pemasakan makanan ditambahkan 1 gram garam dapur (1/4 sendok teh). Makanan rendah garam III Dalam pemasakan ditambahkan 2 gram garam dapur (1/2 sendok) Latihan fisik (olah raga) secara teratur Olahraga dapat menurunkan stress dan ketegangan dan kotekolamin sehingga menurunkan tekanan darah. Kurangi minum alcohol Alkohol akan bersifat penenang yang akan menekan system saraf dan memperlebar pembuluh darah sehingga orang jadi rileks namun setelah berhenti segera tekanan darah naik kembali dan kemungkinan akan melebihi sebelumnya, walaupun bukan sebagai etiologi namun alkohol adalah factor resiko maka harus dikurangi. Makanan serat Vegetarian mempunyai kecenderungan tekanan darahnya rendah, maka pasien hipertensi dianjurkan mengikuti diet vegetarian.

f) Hindari minum kopi dan rokok Merokok dan kopi sama-sama akan meningkatkan tekanan darah jadi sebaiknya dihindari. g) Mineral seperti kalium, kalsium. Kalium menurut penelitian dapat menurunkan tekanan darah, diet tinggi kalsium juga dapat menurunkan tekanan darah. Misalnya: sumber kalsium: susu, teri kering, kacang-kacangan kering, sayuran hijau, daun kelor, bayam, kangkung, daun singkong, sawi hijau, kacang panjang dan bji melinjo. Sumber kalium: buah-buahan umpamanya: pisang ambon, air jeruk manis, tomat, daging, anggur, dan air susu murni. h) Relaksasi dan hindari stress Menurunkan produksi dari ACTH dan kotekolamin. a. Perawatan yang dapat dilakukan 1. Klien istirahat total, selama tekanan masih belum stabil 2. Monitor tekanan darah secara teratur. 3. Penggunaan obat-obatan penurun tekanan darah 4. Modifikasi gaya hidup 5. Diet rendah garam 6. Olah raga yang teratur 7. Menghindari stress 8. Menghentikan merokok dan minuman beralkohol

b. Perawatan Perawatan dirumah sakit tidak diperlukan kearah untuk untuk krisis hipertensi, pendekatan perawatan bertahap untuk pengobatan berharap hipertensi adalah: 1. Tahap I Berupa tindakan konservatif berupa : a. Modifikasi diet 1) Pembatasan natrium 2) Menurunkan masukan kolesterol dan lemak jenuh. 3) Menurunkan masukan kalori untuk mengontrol BB 4) Menurunkan masalah minum alkohol. b. Menghentikan merokok c. Penatalaksanaan stress d. Program latihan reguler 2. Tahap II Bila diadakan konservatif gagal dapat digunakan diuretik, penyekat beta adrenergik, penyekat saluran kalsium, penghambat enzim, pengubah angiostensin. 1. Tahap III Peningkatan dosis obat pertama atau perubahan obat kedua dari kelas yang berbeda atau ganti obat dari kelas yang lain. 2. Tahap IV Obat ketiga dapat ditambahkan atau obat kedua dapat digantikan dari kelas yang berbeda. 3. Tahap V Evaluasi lanjut atau rujukan pada spesialis atau obat ketiga atau keempat dapat ditambah masing-masing dari kelas berbeda. c. Pencegahan 1). Pencegahan primer Dengan menghindarkan faktor-faktor resiko seperti merokok, obesitas dan lain-lain. 2). Pencegahan sekunder Program deteksi dan pengawasan hipertensi secara dini.

7. Komplikasi Komplikasi yang tejadi pada otak dapat berupa stroke. Sedangkan pada ginjal dapat terjadi gagal ginjal. Pada jantung dapat terjadi serangan jantung atau gagal jantung. Stroke dapat terjadi akibat dari pecahnya pembuluh darah atau adanya emboli. Gagal jantung terjadi akibat gagalnya kompensasi jantung karena bekerja terlalu keras dan gagal ginjal terjadi akibat dari kerusakan nefron.

B. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA 1. Konsep Keluarga a Pengertian Keluarga Menurut Departemen Kesehatan RI 1988, Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Nasrul Efendi, 1995:175). b Struktur Keluarga Struktur keluarga ada bermacam-macam di antaranya : 1. Patrilineal Keluarga sedarah terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah. 2. Matrilineal Keluarga sedarah terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu di susun melalui jalur garis ibu. 3. Matrilokal Adalah sepasang suami isteri yang tinggal bersama keluarga sedarah isteri. 4. Patrilokal Adalah sepasang suami isteri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami . 5. Keluarga Kawinan Hubungan suami isteri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suatu atau isteri. c. Tipe / Bentuk Keluarga 1). Keluarga Inti ( Nuclear Family ) Adalah keluarga yang terdiri dari ayah ibu dan anak-anak. 2). Keluarga Besar ( Extendet family ) Adalah keluarga inti di tambah sanak saudara, misalnya nenek, kakek, ponakan dan sebagainya. 3). Keluarga beranta