Laporan-Praktikum-Fisiologi pancaindera

download Laporan-Praktikum-Fisiologi pancaindera

of 78

  • date post

    26-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    334
  • download

    29

Embed Size (px)

description

blok panca indera praktikum

Transcript of Laporan-Praktikum-Fisiologi pancaindera

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGIBLOK PANCA INDERA

Oleh :KELOMPOK B-10

Puput Indah P.1102009224Puspita Mahaputri1102009225Puspita Sari1102009226Puti Intan S.1102009227Putri Indah Permata1102009228R. A. Wita Ferani K.1102009229R.A. Nurafrilya F.S.1102009230Rachmah Kurniasari1102009231Radi Tri Hadrian1102009232

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI2011/2012

DAFTAR ISI

Daftar Isi2Praktikum Fisiologi I3I. Lensa Tipis4II. Penglihatan I: Uji Visus dan Buta Warna11Uji Visus Mata11Tes Buta Warna15III. Penglihatan II: Perimeter18Praktikum Fisiologi II25I. Tes Penala30II. Audiometri32Praktikum Fisiologi III37I. Perasaan Subyektif Panas dan Dingin38II. Titik-titik Panas, Dingin, Tekan, dan Nyeri di Kulit39III. Lokalisasi Taktil42IV. Diskriminasi Taktil44V. Perasaan Iringan (After Image)46VI. Daya Membedakan Berbagai Sifat Benda47VII. Tafsiran Sikap48VIII. Waktu Reaksi50IX. Pengecapan53X. Penghidu58Praktikum Fisiologi IV62I. Sikap dan Keseimbangan Badan63Percobaan Pada Katak65Percobaan Pada Manusia67II. Percobaan Keseimbangan Pada Manusia69A. Percobaan dengan Kursi Barany 172B. Tes Penyimpangan Penunjukkan (Pas Pointing Test of Barany)73C. Kesan Sensasi73D. Percobaan Sederhana untuk Kanalis Semisirkularis Horisontalis74Daftar Pustaka76

PRAKTIKUMFISIOLOGI I

PRAKTIKUM FISIOLOGI I

I. LENSA TIPIS

1. Tujuan PercobaanMenentukan jarak fokus lensa cembung (konvergen) dan cekung (divergen) serta sifat bayangan

2. Alat-alat Percobaana. Bangku optik yang berbentuk rel berskala dengan tiang statif tempat lensa, benda, cermin, dan tabir (layar)b. Lensa cembung dan cekungc. Tabir, cermin, benda berbentuk panah, dan penggaris berskalad. Lampu proyektor sebagai sumber cahaya

3. Teori Dasar3-1. Rumus GaussBenda nyata yang terletak didepan lensa konvergen dapat membentuk bayangan nyata dibelakang lensa. Bayangan ini dapat ditangkap oleh tabir dibelakang lensa sehingga dapat terlihat. Secara sederhana pembentukan bayangan tersebut diperhatika pada gambar 1. Gambar 1. Diagram pembentukan bayangan oleh lensa konvergen. f = titik fokus, O = pusat sumbu optik lensa.Jika tebal lensa diabaikan maka dapat dibuktikan bahwa = + f = (1) Persamaan ini berlaku umum dengan ketentuanf= jarak titik fokus lensa, bertanda (+) untuk lensa konvergen dan (-) untuk divergenv = jarak benda terhadap pusat sumbu optik lensa, bertanda (+) untuk benda nyata dan (-) untuk benda mayab= jarak bayangan terhadap pusat sumbu optik lensa, bertnda (=) untuk bayangan nyata dan (-) untuk bayangan mayaBayangan nyata terletak dibelakang lensa dan dapat ditangkap oleh tabir sementara benda maya terletak di depan lensa dan tidak ditangkap oleh tabir. Selanjutnya benda maya terletak dibelakang lensa dan biasanya dihasilkan oleh bayangan komponen optik lainnnya (lensa dan cermin)Disamping itu perbesaran yang didefinisikan sebagai perbandingan besar bayangan terhadap objek dapat diperoleh dari persamaanM = = - (2) Munculnya tanda negatif hanya karna keinginan agar jika m positif untuk bayangan tegak dan negatif untuk bayangan terbalik. Jika dihilangkan tanda negatif dari rumus (2) maka perjanjiannnya akan terblik.

3-2. Rumus BesselJika jarak antara benda dan tabir dibuat teteap dan lebih besar dari 4f maka terdapat dua kedudukan lensa positif yang akan menghasilkan bayangan tajam diperkecil dan diperbesar pada tabir, lihat gambar 2.

Gambar 2. Kedudukan lensa positif yang membentuk bayangan tajam pada tabirPada gambar tersebut, posisi-b dan posisi-k masing-masing menyatakan posisi lensa yang menghasilkan bayangan tajam diperbesar dan diperkecil, sedangkan = jarak benda ke tabird= jarak antara dua kedudukan lensa yang menghasilkan bayangan tajam yang diperbesar dan diperkecil = jarak benda ke lensa yang menghasilkan bayangan diperbesar= jarak bayangan ke lensa yang menghasilkan bayangan diperbesar= jarak benda ke lensa yang menghasilkan bayangan diperkecil= jarak bayangan ke lensa yang menghasilkan bayangan diperkecil

Mengacu pada gambar 2 terlihat bahwa d = - (3a)= - (3b)= (3c)

Mengingat bahwa = + maka diperoleh= = (4) Substitusi persamaan (4) ke persamaan (1) mnghasilkanf= (5) Perhatikan bahwa dan d selalu positif

3-3. Gabungan Lensa dengan Cermin DatarMisalkan benda diletakkan pada bidag fokuss lensa dan dibelakang lensa terdapat cermin datar, lihat gambar 3.

Gambar 3. Menentukan panjang fokus lensa (+) dengan bantuan cermin datarOleh lensa, berkas sinar yang berasal dari benda akan dibiaskan dalam berkas sejajar sehingga terbentuk bayangan ditempat tak terhingga. Selanjutnyaoleh cermin datar berkas ini akan dipantulkan dan kemudian dibiaskan kembali oleh lensa sehinga terbentuk bayangan sama besar pada bidang fokus/benda.

3-4. Rumus lensa GabunganUntuk tujuan tertentu sering digunakan gabungan beberapa lensa. Dalam analisis pembentukan bayangan lensa gabungan ini dapat dibayangkan seolah-olah menjadi sebuah lensa dengan jarak fokus . Untuk gabngan dua lensa dirumuskan sebagai= + - (6)Dengan t adalah jarak dua smbu ooptik lensa.Jika kedua lensa itu tipis dan diimpitkan maka t = 0 sehingga= + (7)

3-5. Pembentukan Bayangan Oleh Gabungan Lensa Konvergen-DivergenLensa negatif akan selalu membentuk bayangan maya dari benda nyata tetapi dari benda maya dapat dibentuk bayangan nyata. Atas dasar ini maka diperlukan bantuan lensa positif dengan susunan seperti gambar berikut.

Gambar 4. Pembentukan bayangan oleh gabungan lensa konvergen dan divergen O- adalah bayangan nyata yang dibentuk oleh lensa positif dan bayangan ini menjadi objek/benda maya lensa divergen (-).B- adalah nyata yang dibentuk lensa divergen dari benda O-

4. Jalannya Percobaan4-1. Menentukan Jarak Focus Lensa Kovergen Merujuk pada teori di atas maka penentuan jarak focus lensa kovergen dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu Bessel, Gauss, dan berbantuan cermin datar.4-1-A. Cara Gauss1. Ambil benda berbentuk panah dan ukur tingginya sebanyak 5 kali. isikan pada tabel data.2. ambil tabir dan lensa konvergen yang akan diukur jarak focusnya.3. letakkan benda, lensa, dan tabir rel optik sehingga terbentuk susunan seperti gambar 1.4. atur posisi benda, lensa, tabir sehingga terbentuk bayangan tajam diperkecil.5. ukurlah v,b,tinggi bayangan h', dan posisi bayangan apakah tegak atau terbalik.Isikan hasil ini pada tabel data.6. Geser lensa mendekati benda sejarak 2cm dan atur posisi tabir sehingga terbentuk bayangan tajam. Lakukan pengukuran seperti langkah 5.7. ulangi langkah 6 terus menurus selama masih mungkin.4-1-B. Cara Bassel1. Ukurlah tinggi benda yang terbentuk anak panah dan catat hasilnya. ulangi pengukuran ini sampai 5 kali.2. tempatkan benda di depan lampu sorot.3. tempatkan tabir sejarak sekitar 100 cm di belakang benda.4. tempatkan lensa yang akan diukur jarak focusnya diantara lensa dan tabirsusunan posisi benda, lensa dan tabir akan seperti gambar 2.5. Geser-geser lensa untuk melihat sekilas apakah terbentuk bayangan tajam diperbesar dan diperkecil. jika tidak terjadi anda mungkin perlu menaikan/menurunkan posisi lensa dan benda agar sinar dari benda tepat jatuh pada lensa atau menggeser posisi tabir.6. jika langkah 5 berhasil, maka aturlah posisi lensa secara halus untuk medapatkan bayangan tajam diperbesar dan diperkecil.7. catat kedua posisi lensa (vb dan bk), tinggi bayangan dan catat apakah bayangan terbalik atau tegak.8. isikan hasil pengukuran ini pada tabel data.9. ulangi langkah 6 dan 7 sampai 5 kali. pada setiap pengulangan posisi lensa harus digeser-geser.4-1-C. Dengan bantuan Cermin datar1. tempatkan benda, lensa (+) dan tabir sehingga terbentuk susunan seperti gambar 3.2. geserlah posisi benda sehinga pada bidang benda terbentuk bayangan yang sama besar dengan benda3. catat jarak benda ke lensa (lihat tabel data)4. ulangi percobaan ini sampai 5 kali.4-2. Menentukan Jarak Fokus Lensa Divergen1. ambil lensa konvergen dan lensa divergen yang akan ditentukan jarak focusnya2. tempatkan benda, lensa kovergen, dan tabir di belakang lensa3. aturlah posisi lensa dan tabir sehingga terbentuk bayangan tajam pada tabir.4. catat posisi benda, lensa, dan tabir5. letakkan lensa divergen di antara tabir dan lensa kovergen. perhatikan bayangan pada tabir akan kabur atau hilang.6. atur posisi lensa divergen dan tabir sehingga terbentuk bayangan tajam.7. catat posisi lensa divergen dan tabir8. berdasarkan data posisi ini maka hitunglah v+, b+, d, b+, dan b- dan hasilnya diisikan pada tabel data. variabel d adalah jarak antara lensa kovergen dan divergen.9. ulangi percobaan di atas sebanyak sampai 5 kali.

5. Tugas Pada Laporan Akhir5-1-A. Cara Gauss1. Hitung m berdasarkan perbandingan tinggi benda dan bayangan.2. Hitung m berdasarkan persamaan (2) dan berdasarkan hasil ini tentukan posisi bayangan (tegak atau terbalik).3. Buatlah table ringkasan perhitungan tugas 1 dan 2.4. Buat table harga 1/v dan 1/b 5. Buat grafik 1/v terhadap 1/b.6. Berdasarkan grafik tersebut tetukan f lensa.5-1-B. Cara BesselBerdasarkan data percobaan, hitung jarak focus lensa dengan persamaan (5).5-1-C. Dengan Bantuan Cermin DatarBerdasarkan data jarak benda, anda langsung mendapatkan jarak focus, f=v. buat table ringkasan hasil perhitungan jarak focus kekuatan lensa (dalam Dioptri) dari ketiga cara di atas.Beri catatan/ulasan mengapa terjadi perbedaan hasil dari ketiga cara di atas.Catatan: 1 dioptri = 100 , jadi lensa dengan f = 25 cm akan berkekuatan 4 dioptri. f[cm]5-2 Jarak Fokus Lensa DivergenTentukan f lensa divergen hasil percobaan.

6. Hasil Percobaan1. Menentukan jarak focus lensa konvergena. Cara gaussTinggi benda h = 3No.v (cm)b (cm)h (cm)Tegak/terbalikMt = h/hM = - b/v

193635Terbalik1,6-0,67

2100726Terbalik2-0,72

380403,5Terbalik1,17-0,5

Kesimpulan: pada percobaan lensa konvergen dengan cara gauss, didapat hasil percobaan sesuai dengan sifat dari lensa konvergen. Y