Laporan Praktikum Fisiologi Spirometri

download Laporan Praktikum Fisiologi Spirometri

of 12

  • date post

    23-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    229
  • download

    5

Embed Size (px)

description

spirometri

Transcript of Laporan Praktikum Fisiologi Spirometri

PRAKTIKUM FISIOLOGISPIROMETRI

Kelompok : D4

Erika Sthefany Adam 102011170

Eirene Megahwati Paembonan 102012082

Nurlitha S 102012088

Risya Malida 102012098

Theonoegroho J A Marlissa 102012243

Natalia 102012391

Agnes Yuditha P 102012450

Grandy Vabbio Talanila 102012432

Alif Faisal B. Zabidi 102012503

Agnes Christie 102011396

Regina Ayu A 102012115

Yuniete Eiffelia 102012135

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANAMEI, 2013

A. Tujuan PercobaanTujuan dilakukannya percobaan ini adalah unstuk mengetahui lebih dalam mengenai sistem respirasi manusia terutamna untuk melihat volume udara pernapasan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya melalui pengukuran menggunakan alat spirometer. B. Alat dan bahan1. Spirometri 2. Spirometri digital3. Penjepit hidung4. Pipa mulut disposableC. Langkah Percobaan1. Spirometri Isi bejana biru dengan air sampai tanda garis pengisian. Gunakan pegangan tangan di samping bejana untuk membawa bejana. Tekan sungkup putih perlahan-lahan kebawah untuk meyakinkan penempatannya di dasar bejana biru Masukkan pipa mulut disposable ke ujung pipa plastik yang fleksibel. Selalu gunakan pipa mulut disposable yang baru setiap ada pergantian OP. Tempatkan garis penunjuk pada garis 0 yang terdekat dengan ujung lengan skala, dengan mengatur cakram penunjuk yang harus berada di sebelah kanan garis penunjuk. Pada saat mengukur volume inspirasi letakkan cakram penunjuk di sebelah kiri garis penunjuk di garis 0 yang terdekat dengan pangkal lengan skala. Pada saat melakukan pengukuran, OP harus menggunakan penjepit hidung agar dapat melakukan pernapasan lewat mulut guna keberhasilan pengukuran.

2. Spirometri digital Dengan menggunakan spirometri digital, OP dapat langsung mengukur volume inspirasi hanya dengan melakukan inspirasi dan ekspirasi pada pipa spirometri digital tersebut. Kemudian, hasil pengukuran akan diprint secara otomatis dari alat tersebut.

D. Hasil pengukuran 1. Spirometera. Pengukuran TV ( Tidal Volume) Pada pengukuran volume tidal ini, OP harus melakukan pernapasan biasa. Mula-mula OP harus melakukan ekspirasi biasa di luar dan inspirasi biasa di dalam pipa spirometer.b. Pengukuran TV + ERVPada pengukuran Volume tidal dan volume ekspirasi ini, OP harus melakukan inspirasi biasa diluar spirometri kemudian melakukan ekspirasi maksimal pada pipa spirometri.c. Pengukuran VC Pada Percobaan untuk mengukur volume kapasitas ini, OP harus melakukan inspirasi maksimal diluar spirometer dan dilanjutkan dengan melakukan ekspirasi maksimal juga di dalam spirometer.

Student WetAutomatic

TV0,50,38

VC= TV+IRV+ERV2,302,17

IC TV= IRV0.90,95

ERV1,000,84

IC1,41,33

2. Spirometer Digital

E. PembahasanManusia diciptakan dengan beberapa sistem penunjang kehidupan, salah satunya yang terpenting adalah sistem pernapasan. Sistem pernapasan merupakan sistem utama karena jika sistem ini tidak berfungsi, sistem lainnya juga tidak akan berfungsi. Hal ini dapat terjadi karena pada proses bernapas atau proses respirasi, tubuh mengangkut gas-gas ke dan dari sel yang dibutuhkan tubuh agar dapat melakukan proses metabolisme secara seimbang untuk mempertahankan kehidupan.Sistem respirasi secara sederhana adalah proses pengambilan oksigen dari udara dan mengeluarkan karbondioksida sebagai hasil buangan dari metabolisme yang tidak dibutuhkan tubuh. Proses ini melibatkan berbagai organ tubuh sebagai alat pernapasan. Udara masuk melalui hidung (nares nasi atau lubang hidung). Udara (terutama O2) yang melewati hidung akan disaring oleh rambut-rambut yang ada pada hidung. Oksigen tersebut selanjutnya akan melewati saluran pernapasan melalui faring, laring, trakea, bronkus (ekstra dan intrapulmonal) lalu berjalan terusi menuju bronkiolus terminalis. Organ tubuh seperti hidung, laring, faring dan trakea hanya berupa saluran yang membantu proses pernapasan. Sedangkan organ yang langsung terlibat dalam proses pernapasan adalah bagian paru yaitu bronkiolus respiratorius, duktus alveolaris, sakus alveolaris, dan berakhir di alveol. Di alveol inilah nantinya oksigen yang datang akan di salurkan ke pembuluh darah yang berhubungan dengan banyak jaringan tubuh sebagai bahan penting untuk metabolisme sel-sel penunjang tubuh tersebut. Selain itu, hasil metabolisme oleh sel-sel tubuh yang harus dibuang juga dibawa oleh darah ke alveol yang kemudian akan dibuang ke udara melalui saluran pernapasan yang sama seperti yang telah dijelaskan diatas dengan susunan jalur yang berlawanan dengan jalur hantaran oksigen masuk ke dalam paru. Salah satu hasil metabolisme yang dominan adalah karbondioksida (CO2). Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi rongga dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar (pleura parietalis). Antara selaput luar dan selaput dalam terdapat rongga berisi cairan pleura yang berfungsi sebagai pelumas paru-paru. Dinding rongga pleura bersifat permeabel terhadap air dan zat-zat lain. Paru-paru tersusun oleh bronkiolus, alveolus, jaringan elastik, dan juga pembuluh darah. Paru-paru berstruktur seperti spon yang elastis dengan daerah permukaan dalam yang sangat lebar untuk pertukaran gas. Di dalam paru-paru, bronkiolus bercabang-cabang halus dengan diameter 1 mm, dindingnya makin menipis jika dibanding dengan bronkus. Bronkiolus tidak mempunyi tulang rawan, tetapi rongganya masih mempunyai silia dan di bagian ujung mempunyai epitelium berbentuk kubus bersilia. Pada bagian distal kemungkinan tidak bersilia. Bronkiolus berakhir pada gugus kantung udara (alveolus). Alveolus terdapat pada ujung akhir bronkiolus berupa kantong kecil yang salah satu sisinya terbuka sehingga menyerupai busa atau mirip sarang tawon. Oleh karena alveolus berselaput tipis dan di situ banyak bermuara kapiler darah maka memungkinkan terjadinya difusi gas pernapasan seperti yang dijelaskan sebelumnya. Pada proses pernapasan terjadi tiga hal pokok, yaitu: 1. Inspirasi dan ekspirasi Inspirasi merupakan proses mengambil udara melalui alat pernapasan. Dalam hal ini dikhususkan kepada O2. Sedangkan ekspirasi adalah proses menegluarkan udara yang dalam hal ini dikhususkan kepada CO2. 2. Respirasi eksternal Respirasi eksternal adalah serangkaian proses pertukaran gas antara sel dengan lingkungan luar. Pernapasan luar mencakup beberapa hal yaitu, yang pertama adalah proses pertukaran antara udara luar dengan udara dalam alveol yang sangat berkaitan dengan proses ventilasi yang membantu pertukaran udara tersebut. Fungsi ventilasi disini disamakan dengan fungsi ventilasi pada jendela rumah yang berperan penting dalam pertukaran udara. Kecepatan proses ventilasi ini disesuaikan dengan kebutuhan tubuh akan oksigen dan banyaknya karbondioksida yang dihasilkan oleh masing-masing individu. Yang kedua, terdapat pula proses pertukran O2 dan CO2 antara udara alveol dan darah kapiler paru. Dalam proses ini, terdapat proses difusi yang dipengaruhi perbedaan tekanan antara alveol dan kapiler dara. Yang terakhir terdapat pula proses pertukaran udara antara paru-paru dan jaringan yang melibatkan sistem peredaran darah manusia yang kemudian akan mengantarkan O2 tersebut sampai ke sel-sel tubuh untuk metabolisme dan mengambil CO2 tersebut untuk dibuang ke udara bebas. 3. Respirasi internalRespirasi dalam ini meliputi proses metabolisme intra sel yang terjadi di mitokondria termasuk konsumsi oksigen dan produksi CO2 selama pengambilan energi dari molekul nutrient. Uji fungsi paru terbagi atas dua kategori, yaitu uji yang berhubungan dengan ventilasi paru dan dinding dada, serta uji yang berhubungan dengan pertukaran gas. Uji fungsi ventilasi termasuk pengukuran volume paru-paru dalam keadaan statis atau dinamis. Uji fungsi paru ini dapat memberikan informasi yang berharga mengenai 10 keadaan paru walaupun tidak ada uji fungsi paru yang dapat mengukur semua kemungkinan yang ada. Metode sederhana untuk meneliti ventilasi paru adalah merekam volume pergerakan udara yang masuk dan keluar dari paru, dengan proses yang dinamakan spirometri, dengan menggunakan spirometer. Dari spirometri didapatkan dua istilah yaitu volume dan kapasitas paru. Spirometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur aliran udara masuk dan keluar paru dan merekamkannya ke sebuah grafik volume versus waktu. Pada percobaan ini, yang digunakan adalah spirometer digital dan spirometer manual. Terdapat empat jenis volume udara pernapasan yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri, tidak saling tercampur, yaitu :1. Volume tidal (TV), yaitu volume udara yang dihirup atau yang dihembuskan pada satu siklus pernapasan selama pernapasan biasa atau dalam keadaan istirahat. Volume tidal ini kira-kira sebesar 500 ml pada orang normal. 2. Volume cadangan inspirasi (IRV), yaitu jumlah maksimal udara yang masih dapat dihisap sesudah akhir inspirasi tenang. Volume cadangan inspirasi ini kira-kira sebesar 3000 ml. 3. Volume cadangan ekspirasi (ERV), yaitu jumlah maksimal udara yang masih dapat dihembuskan sesudah akhir ekspirasi tenang. Besar volume cadangan ekspirasi normal kira-kira 1100 ml. 4. Volume residu (RV), yaitu volume udara yang masih tetap berada dalam paru-paru setelah ekspirasi maksimum. Besarnya kira-kira 1200 ml. Pada pernafasan tenang, ekspirasi terjadi secara pasif, tidak ada otot ekspirasi yang bekerja. Ekspirasi hanya terjadi oleh daya lenting dinding dada dan jaringan paru semata-mata. Posisi rongga dada dan paru