Penuntun Praktikum Fisiologi 2016

download Penuntun Praktikum Fisiologi 2016

of 37

  • date post

    07-Jul-2018
  • Category

    Documents

  • view

    229
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Penuntun Praktikum Fisiologi 2016

  • 8/19/2019 Penuntun Praktikum Fisiologi 2016

    1/37

    PENUNTUN PRAKTIKUM

    FISIOLOGI TUMBUHAN

    Oleh

    IR. MEIRIANI, MP

    LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN

    FAKULTAS PERTANIAN

    UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

    MEDAN

    2016

    KATA PENGANTAR 

  • 8/19/2019 Penuntun Praktikum Fisiologi 2016

    2/37

    Mata pelajaran ini bertujuan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang

    fisiologi tumbuhan yaitu ilmu yang mempelajari fungsi tumbuhan, yaitu apa yang dilakukan

    tumbuhan, kapan, dan bagaimana bekerjanya serta apa yang diberikan masing-masing

    kegiatan itu terhadap perkembangan vegetatif dan reproduktif tanaman.

    Mengingat waktu dan fasilitas yang tersedia saat ini, praktikum yang diberikan masih

    terbatas dan sederhana.

    Penyusun mengharapkan kerjasama yang baik dari adik-adik mahasiswa untuk benar-

     benar serius dalam melaksanakan praktikum ini. Kritik dan saran yang membangun untuk 

     peningkatan mutu penuntun ini sangat diharapkan.

    Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan praktikum ini.

    Semoga bermanfaat.

    Medan, ebruari !"#$

    %r. Meiriani, MP

    DAFTAR ISI

    #

  • 8/19/2019 Penuntun Praktikum Fisiologi 2016

    3/37

    &alaman

    K'T' P()*')T'+ ............................................................................................. #

    T'T' T(+T% ......................................................................................................... 

    P(+/'') # Kurva Sigmoid ......................................................... 0

    P(+/'') ! %nisiasi 'kar ............................................................ $

    P(+/'')  otosintesis .............................................................. #" P(+/'') 0 *eotropisme ............................................................. #

    P(+/'') 1 %mbibisi iji .............................................................. #1

    P(+/'') $ 2ormansi iji ........................................................... #3

    P(+/'') 4 Transportasi 5at &ara ............................................... !!

    P(+/'') 3 6aju Transpirasi ........................................................ !$

    P(+/'') 7 Kuosien +espirasi ..................................................... "

    P(+/'') #" 2aerah Pertumbuhan Tanaman ................................ 0

    TATA TERTIB

    #. Para mahasiswa harus menghadiri seluruh per8obaan dalam masa praktikum dan tidak 

    dibenarkan meninggalkan praktikum tanpa alasan yang sah 9surat dokter, dan lain-

    lain: dan perlu mendapat persetujuan dosen penanggung jawab praktikum .

    !. Praktikan yang terpaksa tidak dapat mengikuti praktikum pada waktu yang telah

    ditentukan, harus mengikuti praktikum pengganti bersama-sama dengan kelompok 

     praktikum yang lain pada minggu tersebut atas persetujuan penanggung jawab

     praktikum.

    . Setiap kali praktikum, praktikan harus ; a. Mempersiapkan materi

  • 8/19/2019 Penuntun Praktikum Fisiologi 2016

    4/37

     b. &adir 1 menit sebelum praktikum dimulai

    8. Mengenakan jas laboratorium

    d. ekerja dengan tenang dan tertib.

    e. Melakukan pengamatan dengan benar dan jujur.

    f. Mematuhi semua petunjuk asisten.

    0. Setiap kali praktikum dilakukan kuis praktikum.

    1. Selama praktikum berlangsung, praktikuan dilarang ;

    a. Mengenakan T-shirt dan

  • 8/19/2019 Penuntun Praktikum Fisiologi 2016

    5/37

    tahapan perkembangan. 2alam per8obaan-per8obaan yang menggunakan tumbuhan hidup,

    fase perkembangan tanaman perlu diperhatikan untuk dapat menganalisa suatu fenomena

    dengan tepat.

    Para ahli biologi dan matematika telah berusaha untuk merumuskan suatu persamaan

    matematika dan kurva tumbuh. 2iharapkan dengan persamaan sema8am itu dapat

    diperkirakan se8ara tepat pertumbuhan mulai dari ke8ambah sampai masa panen, hanya

    dengan menggunakan data pertumbuhan pada fase-fase dini. &al ini penting sekali baik untuk 

    tujuan pengembangan teori maupun untuk keperluan praktis.

    Tujuan Percobaan ; untuk mengetahui pola pertumbuhan dan perkembangan tanaman .

    Bahan  ; benih jagung , benih ka8ang kedelai

    top soil, pasir dan kompos, polibag uk. 3 kg ! buah dan ukuran 1 kg

    ! buah

  • 8/19/2019 Penuntun Praktikum Fisiologi 2016

    6/37

    &. 'u%lah Daun

    MST S'MP(6 T/T'6 +'T'') P'+'

    % %%

    # !

    0

    1

    $

    4

    3

    7

    #"

      Medan, !"#$

      2ik. 'sisten

     

    9 :

    &. INISIASI AKAR 

    %'' adalah hormon tumbuhan yang pertama kali ditemukan dan yang menyebar 

    merata di dalam tumbuhan. Selain berperan dalam pembesaran sel, auksin %'' juga diketahui

    menstimulir pembelahan sel dalam inisiasi pembentukan akar adventif. Pembelahan sel pada

    kambium dipengaruhi pula oleh auksin dari daun.

    Pada konsentrasi tertentu, auksin dapat mendorong fase perkembangan tetapi akan

    menghambat bila konsentrasinya dinaikkan dan suatu konsentrasi yang mendorong

     pembesaran sel pada pu8uk mungkin akan menghambat pembesaran sel pada akar dan

    tumbuhan yang sama. Sifat kerja auksin men>dua> ini bergantung pada kepekaan jaringan,

    konsentrasi auksin endogen di dalam jaringan atau keadaan fisiologis lain dari jaringan.

    1

  • 8/19/2019 Penuntun Praktikum Fisiologi 2016

    7/37

    Senyawa-senyawa lain yang memiliki hubungan kimiawi yang dekat dengan %''

    diketahui aktif pula sebagai hormon tumbuh di dalam jaringan tumbuhan tingkat tinggi.

    2alam penerapan praktis, auksin sintetik lebih banyak digunakan daripada %''. Pemilihan

    ?at pengatur tumbuh dalam praktek budidaya tanaman berdasarkan pada efektifitas, stabilitas,

    kelarutan, ke8epatan penetrasi ke dalam jaringan tanaman, pengaruh khusus, harga,

    toksisitasnya terhadap hewan dan manusia. Penggunaan ?at pengatur tumbuh dalam praktek 

     budidaya tanaman ini dikenal dengan revolusi kimia.

    Salah satu respon morfologis yang paling umum dari perlakuan adalah inisisasi akar 

     pada batang, daun, dan bagian-bagian lain dan tumbuhan. (fektifitas auksin dalam inisiasi

    akar memperluas penggunaannya dalam perbanyakan tanaman berkayu dan tanaman herba.

    2alam proses inisiasi akar struktur yang dapat dikenali adalah primordia akar yang terbentuk 

    di dalam jaringan batang. Sesudah inisiasi, sel-sel akar tumbuh memanjang dan akar 

    menembus jaringan batang sehingga terbentuk struktur akar normal. @alaupun inisiasi akar 

    dirangsang oleh auksin, tetapi perpanjangan akar dihambat. /leh karena itu, auksin perlu

    dihilangkan agar tumbuh se8ara optimal.

      Selain auksin, faktor lain yang sering kali ikut serta berperan dalam inisiasi akar 

    adalah faktor-faktor nutrisi. 2alam jaringan batang, faktor tambahan yang utama adalah

    karbohidrat dan nitrogen. 2engan demikian stek batang yang diberi perlakuan auksin akan

    lebih mudah berakar apabila dibiarkan tetap berdaun karena daun merupakan sumber nutrisi

    dan juga auksin.

    Pada umumnya, jumlah akar yang di inisiasi oleh perlakuan auksin sebanding dengan

    konsentrasi auksin yang diberikan sampai pada suatu tingkat optimum. Kenaikan konsentrasi

    selanjutnya akan menghambat, dalam per8obaan ini kita akan mempelajari pengaruh

     perlakuan auksin pada pembentukan akar.

    $

  • 8/19/2019 Penuntun Praktikum Fisiologi 2016

    8/37

    'uksin yang sering kali digunakan se8ara komersial adalah asam indol butirat 9%':

    dan asam A-naftalen asetat 9)'':. 'uksin komersial ini bisa digunakan dengan 8ara;

    #. Mengoleskan bubuk talk yang mengandung auksin pada pangkal stek 

    !. Men8elupkan bagian pangkal batang dalam larutan auksin pekat selama beberapa

    menit.

    . Merendam bagian pangkal dalam larutan auksin en8er selama #-! hari. Kemudian stek 

     batang ditanam pada media pasir, vermikulit atau lainnya.

    Tujuan Percobaan  ; untuk mengamati pertumbuhan akar dan tunas setek tanaman dengan

    atau tanpa daun pada konsentrasi ?at pengatur tumbuh yang berbeda. Bahan  ; bunga Mawar , bunga Melati, bunga Pu8uk Merah bunga ougenville ,

     bunga 'soka, top soil, pasir, %'', polibag ukuran #" B #1 8m, plastik 

    tansparan ukuran # kg , tali plastik9karet gelang:.

    Ala ; gunting

  • 8/19/2019 Penuntun Praktikum Fisiologi 2016

    9/37

    DATA INISIASI AKAR 

    Komoditi ;

    Parameter ; EFM6'& TF)'S

     Tgl

    Pengamata

    n

     JUMLAH TUNAS PARAFDIRENDAM AIR

    DESTILATA

    DIRENDAM IAA

    1 mg/l

    DIRENDAM IAA

    0,1 mg/l

    Dgn

     Daun

     Tanpa

    Daun

    Dgn

     Daun

     Tanpa

    Daun

    Dgn

     Daun

     Tanpa

    Daun

    3

  • 8/19/2019 Penuntun Praktikum Fisiologi 2016

    10/37

    Komoditi ;

    Parameter ; EFM6'& 'K'+ 

     Tgl Pengamata

    n

     JUMLAH AKAR PARAFDIRENDAM AIR

    DESTILATA DIRENDAM IAA

    1 mg/l DIRENDAM IAA

     0,1 mg/l Dgn

     Daun  Tanpa Daun

    Dgn  Daun

     Tanpa Daun

    Dgn  Daun