Lapkas SOL

download Lapkas SOL

of 21

  • date post

    12-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    32
  • download

    6

Embed Size (px)

description

SOL

Transcript of Lapkas SOL

LAPORAN KASUS NEUROLOGIKEPANITERAAN KLINIK RSUD KUDUS

Disusun guna memenuhi salah satu tugas kepaniteraan klinik

Ilmu penyakit saraf

Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Kudus

Pembimbing :dr. Satya Gunawan, Sp.S

Disusun oleh

Nama: Fransisca Cindy LianaNIM: 406138093FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS TARUMANAGARA

JAKARTA

2014PENDAHULUAN

SOL ( Space Occupying Lesion ) merupakan generalisasi masalah tentang adanya lesi pada ruang intracranial khususnya yang mengenai otak. Banyak penyebab yang dapat menimbulkan lesi pada otak seperti kontusio serebri, hematoma, infark, abses otak dan tumor intracranial.

Space-occupying lesion pada otak pada umumnya diakibatkan oleh keganasan tetapi dapat pula disebabkan oleh kelainan lainya seperti abses dan hematoma. Hampir setengah dari tumor intraserebral merupakan kelainan primer tetapi sisanya berasal dari luar CNS dan metastasis.Efek dari tumor dapat lokal, akibat dari kerusakan otak fokal dan manifestasinya dapat memberi gambaran mengenai lokasi lesi tetapi bukan etiologinya. Mungkin dapat terdapat gejala umum terkait peningkatan tekanan intrakranial atau kejang, perubahan perilaku, atau tanda lokal palsu. A. ETIOLOGI 1. Riwayat trauma kepala; 2. Faktor genetik; 3. Paparan zat kimia yang bersifat karsinogenik; 4. Virus tertentu; 5. Defisiensi imunologi; 6. Congenital

B. KLASIFIKASI TUMORBerdasarkan jenis tumor dapat dibagi menjadi :a. Jinak : Acoustic neuroma; Meningioma; Pituitary adenoma; Astrocytoma ( grade I )

b. Malignant : Astrocytoma ( grade 2,3,4 ); Oligodendroglioma; Apendymoma

Berdasarkan lokasi tumor dapat dibagi menjadi :a. Tumor intradural: Ekstramedular; Cleurofibroma; Meningioma intramedural; Apendimoma; Astrocytoma; Oligodendroglioma; Hemangioblastoma

b. Tumor ekstradural : Merupakan metastase dari lesi primerC. MANIFESTASI KLINIS

Peningkatan tekanan intracranial

a. Nyeri kepala : Nyeri bersifat dalam, terus menerus, tumpul dan kadang kadang bersifat hebat sekali, biasanya paling hebat pada pagi hari dan diperberat saat beraktivitas yang menyebabkan peningkatan TIK, yaitu batuk, membungkuk dan mengejan.

b. Nausea dan muntah : Akibat rangsangan pada medual oblongata c. Papil edema : Statis vena menimbulkan pembengkakan papila saraf optikus.

D. PATOFISIOLOGI - Peningkatan tekanan intrakranial (TIK) dan edema serebral - Aktivitas kejang dan tanda tanda neurologis fokal - Hidrosefalus- Gangguan fungsi hipofisis Pada fase awal, abses otak ditandai dengan edema local, hyperemia, infiltrasi leukosit / melunaknya parenkim trombosis sepsis dan edema, beberapa hari atau minggu dari fase awal terjadi proses uque fraction atau dinding kista berisi pus. Kemudian rupture maka infeksi akan meluas keseluruh otak dan bisa timbul meningitis ( long, 1996 : 193 ). Terjadi proliferasi atau pertumbuhan sel abnormal secara sangat cepat pada daerah central nervus ( CNS ). Sel ini akan terus berkembang mendesak jaringan otak yang sehat disekitarnya mengakibatkan terjadi gangguan neurologis ( Gangguan Fokal Akibat Tumor Dan Peningkatan TIK ).Tumor tumor otak primer menunjukkan kira kira 20 % dari penyebab semua kematian kanker. Tumor tumor otak jarang bermetastase ke otak, biasanya dari paru paru, payudara, cairan glastrointestinal bagian bawah, pankreas, ginjal, dan kulit ( melanoma ).Insiden tertinggi pada tumor otak dewasa terjadi pada dekade ke 5, 6, 7 dengan tingginya insiden pada pria usia dewasa tumor otak banyak dimulai dari sel gelia ( sel untuk mebuat struktur dan mendukung sistem otak dan medula spinalis ) dan merupakan supratentorial ( Terletak Diatas Penutup Cerebellum ) jelasnya neoplastik dalam palastik menyebabkan kematian yang mengganggu fungsi vital, seperti pernafasan atau adanya peningkatan TIK. E. PEMERIKSAAN PENUNJANG

CT Scan : Memberi informasi spesifik mengenal jumlah, ukuran, kepadatan, jejas tumor, dan meluasnya edema serebralsekunder serta member informasi tentang sistem vaskuler

MRI :Membantu dalam mendeteksi jejas yang kecil dan tumor didalam batang otakdan daerah hiposisis, dimana tulang menggangudalam gambaran yang menggunakan CT Scan

Biopsi stereotaktik : Dapat mendiagnosa kedudukan tumor yang dalam dan untuk memberi dasar pengobatan seta informasi prognosisi

Angiografi : Memberi gambaran pembuluh darah serebal dan letak tumor

Elektroensefalografi ( EEG ): Mendeteksi gelombang otak abnormal

F. KOMPLIKASI

1. Gangguan fungsi neurologis

2. Gangguan kognitif

3. Gangguan tidur dan mood

4. Disfungsi seksual

G. PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan tergantung pada penyebab lesi :

Untuk tumor primer, jika memungkinkan dilakukan eksisi sempurna, namun umumnya sulit dilakukan sehingga pilihan pada radioteraphi dan kemoteraphi, namun jika tumor metastase pengobatan paliatif yang dianjurkan.

Hematom membutuhkan evakuasi

Lesi infeksi membutuhkan efakuasi dan terapi antibiotik

Pengobatan lain yang diperlukan meliputi :

Dexametason, yang dapat menurunkan edema serebral

Manitol, untuk menurunkan peningkatan TIK

Antikonvulsan, sesuai dengan gejala yang timbul.

I. IDENTITAS PASIEN

Nama

:Ny. SUmur

:49 tahunJenis Kelamin: PerempuanAgama

: IslamStatus

: MenikahAlamat

: Karang Bener 03/04 Bae - KudusDirawat di ruang:Cempaka 3, INomor CM: 677 630Masuk Bangsal: 6 November 2014Dikasuskan : 8 November 2014DAFTAR MASALAH

MASALAH AKTIFTanggalMASALAH PASIF

1. Cephalgia8 November

2. Caries dentis8 November

3. Hipertensi8 November

4. Buta mata kanan8 November

5. Hiperkolesterolemia8 November

6. Anemia penyakit kronik8 November

II. SUBJEKTIF Anamnesa: Autoanamnesa tanggal 8 November 2014 di Cempaka 3 KELUHAN UTAMA: Nyeri kepala KELUHAN TAMBAHAN: mata kanan buta, mual(+), muntah (+), nyeri gigi, kejang (-) RIWAYAT PENYAKIT SEKARANGPasien datang dengan keluhan nyeri kepala yang terasa sangat berat satu minggu SMRS. Nyeri kepala dirasakan di seluruh kepala, hilang timbul dan semakin memberat sejak 2 tahun SMRS. Nyeri kepala disertai dengan berkurangnya penglihatan dan berakhir buta pada mata kanan, nyeri akibat gigi bolong pada geraham bawah dan kelemahan pada kedua kaki sehingg tidak dapat berjalan, mual dan muntah (+), kejang (-).1. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Riwayat Hipertensi (+) Riwayat DM (+) Riwayat penyakit jantung (-) Riwayat Merokok (-) Riwayat Stroke (-)2. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Riwayat keluarga dengan penyakit seperti ini (-) Riwayat Hipertensi (-) Riwayat DM (-) Riwayat Stroke (-) Riwayat penyakit jantung (-)3. RIWAYAT SOSIAL EKONOMI : Biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS PBI. Kesan ekonomi kurang. III. OBJEKTIF1. Status Present Kesadaran

: Compos Mentis, GCS 15 (E4M6V5) Tekanan Darah: 140/90 mmHg Nadi

: 92 x/menit RR

: 24 x/menit Suhu

: 36,2 C GDS

: 346 Kepala

: mesocephal Leher

: simetris, pembesaran KGB (-) Thorax

: Inspeksi: simetris, otot bantu pernapasan (-) Palpasi: stem fremitus kanan = stem fremius kiri

Perkusi: sonor diseluruh lapang paru

Auskultasi: SDV +/+, Ronki -/-, Wheezing -/- Jantung:

: bunyi jantung I/II reguler, murmur (-), gallop (-)

Paru

: suara dasar vesikular, wheezing (-), ronkhi (-)

Abdomen

: Inspeksi: datar Auskultasi: BU (+)

Perkusi:: timpani diseluruh kuadran abdomen

Palpasi:Supel2. Status Psikis

Cara berpikir : baik, realistis Afek

:depresif Tingkah laku: aktif Ingatan

: baik3. Status NeurologiA. Kepala Bentuk

: Mesocephal Simetris

: (+)B. Leher

Sikap

: nomalPergerakan

: normal

Kaku kuduk: -C. Nervus Cranialis1. Nervus I (Olfaktorius) : Tidak dilakukan2. Nervus II (Opticus)

KANANKIRI

Refleks cahaya(-)(+)

Tajam penglihatan0>1/60

Lapang penglihatan(-)Normal

Melihat warnaTidak dilakukanTidak dilakukan

FunduskopiTidak dilakukanTidak dilakukan

3. Nervus III, IV, VI (okulomotorius, troklearis, abducens)

KANANKIRI

Pergerakan bulbus- Normal

Nistagmus --

Eksoftalmus , endoftalmusEksoftalmus-

Pupil :

Bentuk

DiameterAnisokor

4mmAnisokor

3 mm

Refleks akomodasi & konvergensi-Baik

Diplopia--

4. Nervus V (Trigeminus)

KANANKIRI

Sensibilitas mukaDapat, sama dengan kiriDapat, sama dengan kanan

Membuka mulutDapat, simetrisDapat, simetris

Menggerakkan rahangDapat, sama kuatDapat, sama kuat

MenggigitDapat, sama kuatDapat, sama kuat

Reflek korneaTidak dilakukanTidak dilakukan

5. Nervus VII (Facialis)

KANANKIRI

Raut mukaSimetris

Fissura palpebraSama

Mengangkat alisDapat

Mengerutkan dahiDapat

Menutup mata++

Menyeringai++

Bersiul/mencucuDapat

Menggembungkan pipi++

6. Nervus VIII (Vestibulokoklearis)

KANANKIRI

Detik arlojibaikBaik

Suara berbisikTidak dilakukanTidak dilakukan

Tes WebberTidak dilakukanTidak dilakukan

Tes RinneTidak dilakukanTidak dilakukan

7. Nervus IX, X (Glossopharyngeus, Vagus)

Kualitas suaraNormal

Disartria-

Sengau-

MenelanDapat

MengejanDapat

8. Nervus XI (Accesorius)

KANANKIRI

Mengangkat bahuTidak dilakukanTidak dilakukan

Memalingkan kepalaTidak dilakukanTidak dilakukan

9. Nervus XII (Hipoglossus)

KANANKIRI

Pergerakan lidahNormalNormal

Kedudukan lidah saat istirahatDi tengah

Tremor lidah--

ArtikulasiNormalNormal