Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

of 85

  • date post

    18-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    118
  • download

    13

Embed Size (px)

Transcript of Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    1/85

    KEGAWATDARURATAN DI

    BIDANG THT

    Dr Eni Nuraeni M.Kes., SpTHT-KL

    SMF THT-KL RS. Dr.SoedarsoPontianak

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    2/85

    KEGAWATDARURATAN DI BIDANG THT

    life saving Obstruksi saluran napas atas

    Epistaksis Abses ruang leher dalam

    Benda asing saluran napas

    Trauma hidung dan wajah Trauma laring

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    3/85

    OBSTRUKSI SALURAN NAPAS

    ATAS

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    4/85

    4

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    5/85

    Definisi

    sum batan Obstruksi dapat bersifat sebagian, dapat juga

    sumbatan total.

    Obstruksi ringansesak

    Obstruksi yang lebih berat sianosis , gelisah

    bahkan penurunan kesadaran.

    Obstruksi totalkematian

    5

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    6/85

    Etiologi :

    infeksi : epiglotitis akut, abses leher

    tumor : tumor laring, tumor tonsil

    trauma : trauma wajah dan leher

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    7/85

    Etiologi

    edema jalan napas (edema laring)

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    8/85

    Tonsil hipertrofi

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    9/85

    Tumor laring

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    10/85

    Patofisiologi

    10

    obstruksi SaL.Nafas Atas menyebabkanterjadinya Alveolar Hypoventilation &

    perubahan Biokoimia:

    (1)Arterial Hypoxemia [hypoxemia](2)Retensi CO2 [hypercapnea]

    (3)Respiratory & Metabolic Acidosis

    [karena PH yg Rendah]

    3 Faktor diatas akan menyebabkan

    keadaan Asphyxia

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    11/85

    Keadaan Asphyxia menstimuli Chemoreceptorspada Carotid & AorticBodies

    Perangsangan Chemoreceptor terjadi ketika:

    pO2 alveolar < 50 mmHg. Atau,

    pO2 arterial < 70 %Harus diingat!! Bahwa;

    Penurunan pO2 40 mmHg akan menyebabkan penurunan saturasi O2

    pd Hemoglobin sampai

    70% !!!!!!!!!!

    {Hb berfungsi utk mengangkut oxygen ke Jaringan- Jaringan sehingga bila

    saturasi hb menurun, pengangkutan O2 ke Jaringan juga akan

    menurun}

    11

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    12/85

    Keadaan Hypoxemia menstimuli:

    Chemoreceptor & Symphatetic nervous system

    Perangsangan Chemoreceptor & Symphathetic NervousSystem ini menyebabkan:

    (1)Peningkatan Usaha Respirasi

    (2)Tachycardia

    (3)Vasokontriksi peripheral(4)Hypertensi

    (5)Peningkatan Resistensi Vascular Pulmonary

    (6)Peningkatan Aktivitas Adrenal

    (7)Peningkatan aktivitas Cerebral Cortical

    12

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    13/85

    Patofisiologi

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    14/85

    Gejala dan Tanda

    Serak (disfoni) sampai afoni

    Sesak napas (dispnea)

    Stridor (nafas berbunyi) yang terdengar pada waktu inspirasi.

    Retraksi di suprasternal, epigastrium, supraklavikula daninterkostal.

    Gelisah

    muka pucat dan sianosis karena hipoksia.

    14

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    15/85

    Derajat (Kriteria Jackson)

    Jackson I sesak, stridor inspirasi ringan, retraksi

    suprasternal, tanpa sianosis.

    Jackson IIgejala Jackson I tetapi disertai retraksi supra dan

    infraklavikula, sianosis ringan, dan pasien tampak mulai

    gelisah.

    Jackson III gejala Jackson II yang bertambah berat disertai

    retraksi interkostal, epigastrium, pasien sangat gelisah dan

    sianosis lebih jelas.

    Jackson IVgejala Jackson III disertai sianosis dan terkadang

    gagal napas.

    15

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    16/85

    Penatalaksanaan

    Konservatifstadium 1

    Tindakan operatif atau resusitasi

    Intubasi endotrakea & Trakeostomi

    obstruksi stadium 2 & 3.

    Krikotirotomiobstruksi stadium 4.

    16

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    17/85

    Intubasi Endotrakea

    Indikasi :

    Mengatasi sumbatan saluran

    napas bagian atas

    Membantu ventilasi

    Memudahkan menghisap secret

    dari traktus trakeobronkial

    Mencegah aspirasi secret yang

    ada di rongga mulut atau yangberasal dari lambung

    17

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    18/85

    18

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    19/85

    Trakeostomi

    Tindakan membuat lubang pada dinding depan/anterior

    trakea untuk bernapas.

    Menurut letak stoma trakeostomi dibedakan letak yang tinggi

    dan letak yang rendah dan batas letak ini adalah cincin trakea

    ke tiga.

    Menurut waktu dilakukan tindakan dibagi dalam :

    Trakeostomi darurat dan segera dengan persiapan sarana sangat

    kurang

    Trakeostomi berencana (persiapan sarana cukup) dan dapat dilakukansecara baik (legal artis)

    19

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    20/85

    Trakeostomi

    Indikasi :

    Mengatasi obstruksi laring

    Mengurangi ruang rugi (dead air space) disaluran napas bagian atas

    seperti daerah rongga mulut, sekitar lidah dan faring.

    Mempermudah pengisapan sekret dari bronkus pada pasien yangtidak dapat mengeluarkan sekret secara fisiologik, misalnya pada

    pasien dalam keadaan koma

    Untuk memasang respirator atau alat bantu pernapasan

    Untuk mengambil benda asing dari subglotik, apabila tidak

    mempunyai fasilitas untuk bronkoskopi.

    20

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    21/85

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    22/85

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    23/85

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    24/85

    Trakeostomi

    24

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    25/85

    Krikotirotomi

    Dilakukan dengan cara membelah membran

    krikotiroid.

    Kontraindikasi :

    Anak < 12 tahun.

    Tumor laring yang sudah meluas ke subglotis dan

    terdapat laringitis.

    Keadaan emergensi

    25

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    26/85

    Epistaksis

    Perdarahan dari hidung

    Epistaksisgejala

    Petruson (dikutip oleh Djojodiharjo, 1986)

    melaporkan survei di Skandinavia :- 60% masyarakat pernah epistaksis

    - 4% epistaksis berulang

    - 6% pergi berobat ke dokter

    - 15% epistaksis pada anak

    - 1% epistaksis berobat pada dokter

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    27/85

    Vaskularisasi Hidung

    A. ETMOID ANTERIOR

    A. ETMOID POSTERIOR

    A. PALATINA MAYOR

    A. SFENOPALATINA

    A. LABIALIS SUPERIOR

    A. KAROTIS INTERNA

    A. KAROTIS EKSTERNA

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    28/85

    Vaskularisasi Hidung

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    29/85

    29

    Lokasi Epistaksis

    Epistaksis anteriorsepanjang anterior kaudalseptum, tempatanastomosis dari arterilabialis superior,sfenopalatina, palatina

    mayor dan etmoidanterior yang dikenalsebagai pleksusKiesselbach atau littlesarea.

    Lokasi tersering terjadinyaepistaksis posteriorterletak di posterior konka

    media yaitu tempatmasuknya arterisfenopalatina ke ronggahidung melalui foramensfenopalatina.

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    30/85

    30

    Etiologi

    Lokal Sistemik

    Trauma

    Nasal Spray

    Reaksi Inflamasi

    Kelainan Anatomi

    Benda Asing

    Tumor Intranasal

    Zat kimia (inhalan)

    Continues Positive AirwayPressure (CPAP)

    Tindakan Operasi

    Kelainan darah

    Kelainan pembuluh darah

    Hematologic Mallignancies

    Alergi

    Malnutrisi

    Alkohol

    Hipertensi

    Obat-obatan

    Infeksi

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    31/85

    31

    Penatalaksanaan

    Perbaiki keadaan umum

    Mengatasi Hipovolemia

    IVFD: RL, NaCl fis, hemacel

    Transfusi:Jika kehilangan darah lebih dari 30% (1500 cc pada orang

    dewasa) atau jika darah terus keluar kurang lebih 100

    cc/menit

    Mengendalikan Perdarahan (cari sumber perdarahan danhentikan perdarahan)

    Mencegah berulangnya perdarahan

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    32/85

    PENATALAKSANAAN

    MENGHENTIKAN PERDARAHAN :

    A. METODE TROTTER

    B. TAMPON XYLOCAIN

    C. KAUSTIK (AgNO3 ATAU TRICHLOR ACETIC ACID)D. TAMPON ANTERIOR

    E. TAMPON BELLOQ (posterior)

    F. USAHA PALING AKHIR : LIGASI ARTERI.

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    33/85

    METODE TROTTER

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    34/85

    34

    PENATALAKSANAAN

    Kauterisasi

    Identifikasi sumber perdarahan

    Larutan Nitras Argenti AgNO3 25 - 30 detik

    Hati2Kedua sisi septum bs Perforasi

    Olesi dengan salep antibiotik sampai mukosa

    mengalami penyembuhan

    Tampon Anterior

    Tindakan kauterisasi gagalPerdarahan tampak dari anterior

    Kapas atau kasa yang telah

    diolesi salep antibiotik atau vaselin

  • 5/28/2018 Kuliah Kegawatan Di Bidang Tht

    35/85

    35

    PENATALAKSANAAN

    (Tampon Posterior)

    Tampon Bellocq Gulungan kasa yang diikat bagian tengahnya dengan 2 buah

    benang yang panjang dan 1 buah benang pendek

    Sebelum dilakukan pemasanga